[indobackpacker] Pengalaman Jalan-Jalan ke Lombok

Hehehehe..wah seru banget ya..aku lama ga jalan jalan darat yang lebih dari 5 jam sekarang..krn dapet libur sabtu minggu. Cuti pun jarang bisa dapet yang langsung 3 hari berturut2. 

Dulu pertama kali ke lombok juga seru si…jam 10 pagi boarding, bangun baru jam 6 pagi krn jumat malamnya baru pulang kantor dini hari, jalan ke bandara 3 jam..nyaris telat. Nyampe lombok langsung naik bis ampe mataram, lanjut taksi sampai ke pelabuhan yg akan ke gili trawangan.

Naik lagi perahu dengan muatan penuh dan ombak yg gedhe. Beruntungnya aku, ada wisatawa laen ada yg mabuk, aku yg nolongin  hihihi..dan tau gimana selanjutnya…yeah dia mau traktir smua akomodasi, transport dan makan selama di gili trawangan..ampe sewa sepeda aja aku g boleh bayar.

Jam 4an sore nyampe gili,semalaman ampe pagi di gili..beruntungnya aku belum pernah nemui bule yg aneh2..paling ada segerombolan bule abg yg telanjang sambil naek sepeda keliling pulau.

Hari minggu pagi balik senggigi, eh si temen baru tadi juga ikutan balik pulang.sampaidi seberang, si temen jg nebengin aku pake kendaraan dia keliling pantai senggigi..hihhhi…diturunin ke pool bis, eh g ada bus yg sesuai dg jam flightq..eh dia juga yg nganterin..

Total budget 1,1 juta sabtu minggu ke lombok. Tiket sby-lombok 800 rebu…

Terkirim dari tablet Samsung

Pengalaman Jalan-Jalan ke Lombok

8 September 2014 / Senin. (H/1)

Dengan berbekal buku “Travelicious Lombok : Jalan Hemat, Jajan Nikmat” by Lalu Abdul Fatah dan informasi dari teman Komunitas Lombok Backpackers (Mas Edo-Didan-Hamsin) serta teman fb (Mbak Yanti Qu) Saya bersama 2 teman lainnya memulai perjalanan dari Jakarta tanggal 8 September 2014 dengan menumpang KA. Ekonomi AC Kertajaya dari Stasiun Pasar Senen ( Istilah yg populer saat ini KA SEGET – Alias Lima Puluh Ribu, yg di beli secara online 10 hari sebelumnya) Sampai di Stasiun Pasar Turi Tanggal 9 September 2014/Selasa Jam 02.00 dini hari (terlambat 1 jam dari jadwal). Setelah ke kamar kecil dan bersih-bersih di Mushala pas di samping kanan pintu keluar Stasiun kita mulai disambut oleh pengemudi taksi yang menawarkan taksinya, tapi kami tidak indahkan karena kami sebelumnya telah memesan taksi blue bird, hanya karena tidak boleh masuk kedalam kami terpaksa berjalan ke pintu gerbang stasiun+- 50 meter dan minta diantar ke Penginapan @thome hotel yang bertarif Rp. 115rb/malam/mlm untuk kmar stdr dan Rp 135rb untuk kmr Deluxe. Kami mengambil kamar deluxe yang bisa untuk bertiga. Hotel ini berlokasi di Pertokoan Atom Megah, Jalan Gembong pas disamping ITC Grosir SBY dan di Depan Pasar Atom. Ternyata dini hari di Stasiun Pasar Turi tidak menyeramkan, seperti apa yang saya terima informasi dari tulisan beberapa teman di kolom ini, jadi saya sarankan kalau anda memang ingin segera keluar dari stasiun untuk ketempat tujuan, bila sekiranya tidak ada yang menjemput silakan telpon blue bird taksi yang CS stanby 24 jam, nanti anda akan dihubungi kembali. Bagi yang tidak tergesa-gesa ada baiknya menunggu dan duduk-duduk disekitar/disamping mushala, banyak tempat duduk dan space tempat kita melurus kan kaki sambil berselonjor. Baru setelah sedikit terang, berjalan keluar mencari angkutan umum untuk menuju ke tujuan atau ke Terminal Bungur Asih/Purbaya bila ingin melanjutkan perjalanan ke Kota tujuan anda (Yang harus diingat sekali kali anda jangan tergoda oleh bujukan calo, langsung saja anda menuju loket resmi tempat bus yang akan membawa anda ketempat tujuan untuk membeli/memesan karcis (kisah calo ini akan sy beberkan secara khusus dgn fakta kejadian yg terjadi).

9 September 2014 / Selasa. (H/2) Setelah istirahat sejenak di hotel Kami mulai melaksanakan rutinitas kami Jalan Jalan Pagi, Tujuan pertama adalah “Mesjid Sunan Ampel” +- 700 meter dari Pasar Atom. Karena masih pagi, kita dengan mudah sampai ke area mesjid dan menuju lokasi kuburan, ternyata sudah banyak penziarah yang sedang berdoa/berzikir di kuburan Sunan. Setelah melihat sejenak lalu kami meninggalkan menuju kearah Barat. Karena belum sarapan kami mencoba kuliner khas mesjid sunan ampel yaitu “roti maryam” yaitu roti cane (roti india) + bubur kacang ijo (tidak manis) + sate kambing rebus 5 tusuk, rasanya maknyus klo kata P’Bondan, badan terasa hangat dan segar setelah semalam begadang di Kereta Api, hanya Rp 49.500 + Teh Manis Panas/bertiga. Kembali ke Hotel kemudian mandi dan bersih-bersih dan melanjutkan melihat “Mesjid Cengho” dengan membayar becak Rp. 10rb kami diantar ke mesjid cengho. Setelah puas berfoto ria kembali ke hotel ber istirahat guna mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjalanan ke Mataram sore harinya.

Tepat Jam 12.00 Kami Cek Out dari Hotel menuju pool Bus Malam Titian Mas, tidak jauh dari hotel, dengan Rp. 10rb kami diantar oleh abang becak sampai pintu Pool Bus Titian Mas (terima Kasih teman-teman yg telah merekomendasi bus ini ke Mataram). Dari Pool bus kami dibawa ke Terminal Purbaya/Bungur Asih dan tepat jam 17.00 bus mulai bergerak menuju Mataram. Selama perjalanan penunpang diberi makan malam di salah satu resroran di daerah Situbondo secara prasmanan dan nasi kotak di Padang Bay untuk sarapan. Setelah menyeberang 2 selat antara Jawa – Bali dan Bali – Lombok tepat jam 14.00 Tanggal 10 Sepetember 2014 / Rabu, kami tiba di teminal Mandalika dengan ongkos Rp 275rb/orng.

10 September 2014 / Rabu (H/3) Hotel yang kami pilih adalah penginapan Wisma Nusantara II Jln Beo Mataram (sesuai rekomendasi yg ada di buku Mas Lalu) sejenak beristirahat, kami melanjutkan Jalan – jalan kami melihat – lihat kota Mataram, dengan naik bemo dari depan jalan Beo tujuan Kami pertama adalah Pasar Cakranegara, setelah me lihat sejenak dan keliling serta mengitari pasar, kami mampir ke Rumah Makan Taliwang untuk menikmati masakan khas Lombok Ayam Taliwang dan Plecing Kangkung, Kemudian kami naik lagi bemo ke Pasar Kebon Roek, sebagai pengenalan dimana nantinya kami harus ganti bemo kalau ingin ke Senggigi, balaik ke Hotel, malam nya kami ke Udayana mencari makan malam untuk menikmati “sate belayak”

11 September 2014 / Kamis (H/4) Setelah Sarapan pagi dengan nasi + suwir ayam dan goreng tempe, kami cek out menuju ujung jalan/simpang Jalan Beo dan Pejanggik, untuk menunggu bemo yang mengantar kami ke simpang Sweta – dari sisni kami menumpang Angkot yang membawa kami ke Pemenag dgn ongkos Rp 15rb/orang. Sampai di Simpang Pemenang kami disambut oleh Cidomo, niat pertama maunya jalan ke Pelabuhan Bangsal, tapi karena cuaca sangan terik kami putuskan naik Cidomo dgn ongkos 5rb/orang. Langsung sampai Pelabuhan Bangsal beli tiket 14rb/orang (krn ada pas pelabuhan 1rb tapi klo dr Gili Trawangan hanya Rp 13rb) tidak lama menunggu penumpang diminta naik ke boat yang akan membawa kami ke Gili Trawangan, hanya dalam waktu +- 45 menit kita telah sampai ke Pelabuhan Gili Trawangan. Setelah menaruh Tas di Abdi Homestay, kami dikenakan tarif 250rb/kmr ac/3/mlm, memamg ini agak mahal, tetapi krn waktu saat ini waktu turis asing lagi banyak berlibur ke manca negara kami anggap ini adalah harga yg terbaik di Gili Trawangan, Kami kembali ke pelabuhan untuk menyewa sepeda guna keliling Gili Trawangan, kami dikenakan sewa 25rb/sepeda. Setelah puas keliling Gili Trawangan, kami kembali ke hotel untuk istirahat sejenak, sore hari mlai lagi dengan jalan-jalan di sepanjang jalan pelabuhan GT dan makan malam di Pasar seni menikmati Ikan Bakar Kwee + Plecing Kangkung + Teh Manis Panas, kena 105rb. Pulang ke Hotel dan istirahat.

12 September 2014 / Jum’at (H/5) Pagi sekali jam 03.45 wita kami telah bangun siap-siap ke mesjid untuk sholat shubuh, selesai sholat subuh di mesjid, kami melanjutkan JJP (jalan jalan pagi) sebagai rutinitas kami dengan menyusuri jalan dipinggir pelabuhan, alangkah terkejutnya kami saat sedang menikmati udara pagi hari yang bersih di GT, kami disodori pemandangan yang kami tidak sangka-sangka kami lihat yang katanya di “Negeri Seribu Mesjid” yaitu sepasang bule sedang berbugil ria sedang menikmati hubungan suami isteri di tengah jalan, tepatnya simpang tiga pasar seni-Pelabuhan-menuju sekolah SD. Ada masyarakat yang lagi duduk-duduk menikmati kopi pagi serta pemilik warung tidak bertindak apapun. Kami jadi bertanya-tanya apakah tidak ada Polisi Wisata atau Polisi Adat (seperti pencalang di Bali) yang bisa bertindak, kerena kami tidak temui hal-hal seperti terjadi di bali atau tempat-tempat wisata lain didunia yang pernah kami kunjungi, paling-paling berciuman, tapi ini berhubungan intim di tengah jalan- sekali lagi ditengah jaln.

Apakah ini akibat dari dampak kemajuan pariwisata, sehingga rakyatnya (sy terima dari pemilik homestay 60 kk penghuni GT adalah muslim 100%) sangat permisif. Apakah Pemda baik NTB maupun Lombok Utara tidak mengantisipasi hal-hal seperti ini akan terjadi atau lupa karena melihat dari segi pemasukan PAD yang tinggi saja.

Jam 10.00 Kami Cek Out, karena melihat hasil penilaian kami kalau siang/sore hari ombak laut sedikit besar, kami kembali ke Bangsal, sampai di Bangsal kami dirawari Taksi ke Senggigi Rp 150rb, kami tolak dan dengan Cidomo kami diantar ke simpang Pemenang dan dari situ kami naik angkot ke Mandalika, oleh supir angkot kami ditawari + Rp 50rb diantar sampai ke senggigi juga kami tolak. Kami minta diantar ke simpang 3 Pasar Crakranegara, dari situ dengan bayar Rp 5rb/orng kami sampai ke Pasar Kebon Roek, dari Kebon Roek ganti bemo dengan membayar Rp 20rb/3 kami diantar ke Sonya Homestay, disini dengan kamar ac + sarapan pagi (pancake banana + teh/kopi)/3/mlm dikenakan tarip 200rb. Malam harinya setelah makan malam ikan bakar kami coba booking online KA. Kertajaya (kereta yg sama kami naiki waktu ke SBY) ternyata sampai tgl 18 September 2014 telah penuh. Akhirnya kami putuskan lewat Banyuwangi -Jogya/Jogya – Jakarta (kisah ini akan kami ceritakan tersendiri)

13 Sebtember 2014 / Sabtu (H/6) Dengan menyewa mobil Honda Mobilio + Supir + BBM Rp 350rb (mahal ya???) kami melanjutkan perjalanan sambil melihat-lihat Lombok, kami di bawa oleh supir ke Pusat Penjualan Permata, tetapi karena kami bujang-bujang lapok yah tidak berniat untuk membelinya. Selanjutnya tujuan kami adalah Sukarare, namun sebelum ke Sukarare oleh Supir kami di sarankan untuk membeli makan siang di suatu tempat katanya rame/enak sekali (kami lihat memang rame dan kami menunggu lama untuk mendapat layanan) Sungguh indah perjalanan kami ke Lombok kali ini, karena di warteg ini kami dapat surprise, dimana kami oleh penjual nasi di tawari mencicipi Sayur/urap daun belimbing segi, yang selama ini tidak pernah kami dengar bahwa daun belimbing enak untuk dilalap. Setelah siap makanan untuk siang kami melanjutkan perjalanan ke Sukarare – Sade – Kuta – Tanjung Aan (Pantai merica) Pantai satu-satunya yg Sy ketahui ada di Indonesia, pasirnya bulat-bulat seperti merica. Pantai yang indah dan masih perawan dan sangat kami nikmati sambil mencicipi makan siang dengan sayur/urap daun belimbing yang maknyus.

Dari Tanjung Aan kami melanjutkan perjalanan ke Banyu Molek melihat kerajian gerabah rakyat Lombok, kalau ingin membeli oleh-oleh gerabah khas lombok ada “teko maling” yang diisi airnya dari pantat teko, dari sini jam 15,00 kami diantar ke penginapan di Wisma Nusantara II. Sebelumnya kami mampir ke Pool/kantor Bus Titian Mas untuk booking Tiket Mataram – Ketapang.

14 September 2014 / Minggu (H/7) Pagi hari, kami mencari sarapan ternyata dedepan rumah sakit Risa dipojok jalan ada penjual bermacam sarapan, nasi ketan kue dll harganya menurut kami relatif murah, setelah sarapan kami dengan diantar bemo kuning menuju Pasar Crakranegara, sekedar menghabiskan waktu/cuci mata sambil menunggu keberangkatan ke Banyuwangi/Ketapang. Tepat jam 13.00 kami cek out dari hotel dengan menggunakan taksi kami diantar ke Terminal Mandalika. Sambil menunggu keberangkatan, kami istirahat di ruang tunggu terminal, tiba- tiba ada 4 orang calon penumpang sedang di kerubuti oleh calo-calo, dengan lugunya 4 orng teman-teman kita dari Jawa yang ingin pulang kampung melalui SBY setelah bekerja di Lombok. di palak oleh calo satu orang dikenakan tiket Rp 370rb/orng jadi 4 orng mereka harus mengeluarkan isi dompet/koceknya RP 1.480jt, padahal harga normal ke SBY hanya RP 275rb/orng. Tepat jam 17.30 wita terlambat 30 mnt dari jadwal bus titian mas meninggalkan terminal mandalika sekaligus kami neninggalkan “Negeri seribu mesjid” yang penuh kenangan dan kejutan.

(cerita perjalanan Mataram – Banyuwangi/Ketapang -Jogja – Jakarta akan kami sampaikan tersendiri)

Cari Teman naik motor (Banyuwangi-Mataram/Sembalun, shared cost)

Selamat malam teman-teman,

Saya rencananya naik Rinjani (21-24 September) dan janjian ketemuan di Sembalun tanggal 21 September pagi hari. Adakah teman-teman yang sedang solo traveling ke Lombok via Banyuwangi tgl 19-20 September pagi? Mau cari barengan naik motor dari Banyuwangi ke Lembar. Shared cost. Jika berminat, bisa PM. (Saya sediakan helm dan dijemput dari terminal atau stasiun Karangasem/Banyuwangibaru). Bagi yang mau jalan-jalan keliling Lombok timur ke barat, selatan ke utara setelah saya naik Rinjani, bisa PM juga (shared cost, diutamakan cowok, suka alam, suka kota, suka desa, suka kuliner, suka budaya). Rencananya stay di Rumah Singgah Lombok Backpacker. Makasih, Leah

“Leah the scandium: a rare earth element” http://lemarileah.blogspot.com/

Info wisata Bengkulu

Dear rekan – rekan indobackpacker

Mohon info2 spot wisata di Bengkulu, termasuk spot wisata di dlm kota, selain P. Tikus. Saya bulan depan tgl 17 okt 2014 ada rencana mau ke bengkulu.

Jika rekan – rekan ada kenalan tmn yg nyediain paket tour / penyewaan boat ke P.tikus, mohon untuk disharing.

Terima kasih.

Salam, Ari.

Sent from my iPad > > Reply via web post • Reply to sender • Reply to group • Start a New Topic • Messages in this topic (1) > Kunjungi website IBP: > http://www.indobackpacker.com > > Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan. > > SPAMMING atau forwarding tidak diperkenankan. Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari JUMAT. > > Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian yang perlu saja. > > Cara mengatur keanggotaan di milis ini: > > Mengirim email ke grup: indobackpacker@yahoogroups.com (moderasi penuh) > Mengirim email kepada para Moderator/Owner: indobackpacker-owner@yahoogroups.com > Satu email perhari: indobackpacker-digest@yahoogroups.com > No-email/web only: indobackpacker-nomail@yahoogroups.com > Berhenti dari milist kirim email kosong: indobackpacker-unsubscribe@yahoogroups.com > Bergabung kembali ke milist kirim email kosong: indobackpacker-subscribe@yahoogroups.com > VISIT YOUR GROUP > • Privacy • Unsubscribe • Terms of Use > . > > >

Mohon info sawarna

Halo Nanda,

Waktu itu saya dan teman2 nginap di penginapan Widi.

Widi ini nama istrinya pak ade, yang waktu itu kepala desa disitu. Bayarnya ngga mahal koq…dibawah Rp 100 ribu waktu itu (full board….3x makan plus snack).

silahkan check di blog saya untuk yang lainnya: http://www.i-indonesia.blogspot.com. Waktu itu kami combine antara trek dengan ojek…ojek per motor Rp30 ribu (bonceng 3 he he)

have fun yaa…

feby

From: “‘V. Saddhananda A’ saddha88@gmail.com [indobackpacker]” To: indobackpacker@yahoogroups.com Date: 09/16/2014 08:53 AM Subject: [indobackpacker] Mohon info sawarna Sent by: indobackpacker@yahoogroups.com

Dear all, Saya dan teman2 saya ada rencana ingin ke sawarna tgl 19 -21 september 2014, bekenaan dengan itu saya mohon info dari rekan rekan sekalian mengenai: 1. Penginapan yg direkomendasikan oleh rekan rekan sekalian? 2. Brapa kira2 biaya ojek motor ke masing masing lokasi wisata, dari lokasi jembatan gantung ? 3. Dimana Spot yg baik utk foto sunrise dan sunset? 4. Berapa kira2 biaya utk makan di warung yg sederhana di area desa sawarna, karena saya dengar dari rekan saya makan disana utk 4 org bisa mncapai 1 juta ? Atas bantuannya sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih

Best Regards Saddhananda. A. Regards, V. Saddhananda A. sent thru’ Telkomsel BlackBerry®

[Non-text portions of this message have been removed]