Merapi 2938 Mdpl
By admin • Oct 30th, 2004 • Category: Gunung / Mountain
Dari kota Yogya, jika cuaca cerah akan terlihat asap yang mengepul terus di puncak gunung ini. Gunung merapi merupakan gunung berapi yang aktif sepanjang tahun. Bagi para penggemar vulkanologi, gunung ini amat menarik karena aktifitasnya yang aktif. Nama gunung ini berasal dari bahasa jawa Meru dan Api. Meru artinya gunung dan Api artinya api. Sehingga Merapi berarti gunung berapi. Gunung ini meletus terakhir kali pada tahun 1994, puluhan orang tewas dalam bencana alam tersebut.
Gunung ini memiliki ketinggian 2914 m dpl dan berada dalam wilayah empat kabupaten. Yaitu kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten. Dari kota Yogyakarta, gunung Merapi berjarak 30 km ke Utara, dari kota Magelang berjarak 27 km ke arah timur, dari kota Boyolali berjarak 20 km ke arah Barat dan dari kota Klaten berjarak 25 km ke arah Utara.
Gunung Merapi termasuk gunung yang kering dan tandus, tak banyak tumbuhan yang ditemukan di sana selain pohon pinus. Karenanya suhu udara di siang hari amatlah panas, namun di malam hari cukup dingin. Kebakaran yang terjadi pada bulan Oktober 2002 telah menghancurkan sekitar 300 hektar areal pada kawasan gunung ini.
Ada banyak pintu masuk untuk mendaki gunung ini, diantaranya adalah melalui selo dan Kaliurang. Tak ada sumber air yang dapat ditemukan sepanjang perjalanan, karenanya para pendaki harus menyiapkan persediaan air minum dari bawah.
Banyak mitos yang menyelubungi gunung ini. Sebagian mitos-mitos ini berkaitan dengan kerajaan Mataram di masa lampau dan Nyi Roro Kidul, jin penguasa laut selatan. Salah satu pos yang terdapat di gunung ini, yaitu pasar Bubrah dipercaya sebagai tempat berkumpulnya mahluk halus.
Akses dan Transportasi
Pintu masuk yang sering digunakan jika ingin mendaki gunung ini adalah jalur Utara melalui desa Selo. Hal ini disebabkan karena, jalur ini terhitung aman dibandingkan jalur-jalur lainnya. Dari Jakarta menuju Selo, sebaiknya melalui kota Solo dengan menggunakan kereta api ataupun bus malam. Bagi yang menggunakan kereta, dari stasiun kereta berganti kendaraan menggunakan bis kota menuju terminal untuk selanjutnya naik ¾ bis menuju Selo. Sedangkan yang menggunakan bis malam, dapat langsung naik bis ¾ ke Selo, turun di pertigaan pasar Selo. Yang mesti diingat angkutan ini hanya ada sampai sekitar pukul 17.00 WIB.
Sedangkan jika ingin melalui jalur Kaliurang, dari Jakarta dapat menggunakan bis malam atau kereta api menuju kota Yogya. Untuk yang menggunakan bis, dari terminal dapat langsung berganti kendaraan menggunakan angkutan kota yang berupa mobil colt menuju Kaliurang. Dari Kaliurang berjalan kaki menuju desa Kinahrejo. Bagi yang menggunakan kereta api, dari stasiun harus menuju ke terminal bis dahulu menggunakan angkutan bis dalam kota.
Ongkos dan Lama perjalanan Transportasi Umum
Jakarta – Solo
• Bus malam non AC Rp 65.000 12 jam
• Bus malam AC Rp 85.000 12 jam
• Kereta ekonomi Rp 35.000 12 jam
• Kereta bisnis Rp 70.000 10 jam
Jakarta Yogyakarta
• Bus malam non AC Rp 70.000 11 jam
• Bus malam AC Rp 90.000 11 jam
• Kereta ekonomi Rp 35.000 11 jam
• Kereta bisnis Rp 70.000 9 jam
Bus kota di Yogya Rp 1.000 30 menit
Bus kota di Solo Rp 1.000 30 menit
Bus ¾ Solo-Selo Rp 4.000 2,5 jam
Angkutan colt Yogya-Kinahrejo Rp 3.000 1,5 jam
Perijinan dan Aturan
Untuk mendaki gunung Merapi, cukup hanya dengan menuliskan identitas diri di buku tamu dan membayar tiket masuk sebesar Rp 1000 pada posko pendakian. Posko pendakian yang berada di jalur ini adalah berupa rumah penduduk.
Akomodasi
Posko pendakian yang terdapat di Selo, dapat digunakan sebagai tempat beristirahat, walaupun kapasitasnya sangat terbatas hanya dapat menampung sekitar 50 orang. Jika ingin menginap di tempat yang lebih nyaman, dapat menyewa beberapa home stay sederhana yang tersedia di sana dengan tarif sekitar Rp 25.000 per orang. Salah satunya adalah Home Stay Arga Sari milik H. Koesnandar dengan alamat Ds Samiran, RT 23/RW 05, Selo, Boyolali, atau KUD Selo Boyolali, HP +62 21 818 250 751.
Posko pendakian melalui jalur Kaliurang berada di rumah mbah Marijan yang terletak di desa Kinahrejo. Di tempat ini, pendaki bisa beristirahat sejenak. Penginapan dapat banyak di temukan di Kaliurang, yang merupakan daerah wisata.
Jalur Pendakian
Jalur Selo
Untuk mencapai posko pendakian dari pertigaan pasar Selo, harus berjalan sejauh ± 1km menempuh jalan aspal menanjak menuju dukuh Plalangan, desa Lencoh. Pendakian biasa dilakukan pada malam hari, dan memerlukan waktu 4-6 jam untuk mencapai puncak.
Dari posko pendakian, jalur berupa jalan setapak yang menanjak dan perkebuan sampai pos 2. Kemudian melalui hutan pinus, setelah itu daerah berpasir dan berbatu sampai di pos 3. Dari pos 3, jalurnya semakin terjal. Sebelum puncak akan ditemui sebuah lembah yang bernama pasar Bubrah. Dari Pasar Bubrah menuju puncak, pendaki harus lebih berhati-hati lagi, karena struktur batuan pada tempat ini masih belum stabil dan mudah longsor. Puncak gunung Merapi bernama puncak Garuda.
Posko Pos I 45 menit
Pos I Pos 2 1 jam
Pos 2 Pos 3 45 menit
Pos 3 Pasar Bubrah 45 menit
Pasar Bubrah Puncak Garuda 500 m 30 menit
Jalur Kaliurang
Dusun terakhir yang menjadi posko pendakian adalah dusun Kinahrejo. Dusun ini masuk dalam wilayah desa Umbulharjo, kecamatan Cakringan, Sleman. Melalui jalur ini untuk mencapai puncak diperlukan waktu sekitar 6 jam. Jalur ini cukup berbahaya, karena banyak batu-batuan yang sering berjatuhan dari puncak.
Dari posko pendakian jalur berupa jalan setapak. Jalan ini berakhir di Kendit. Kendit adalah daerah yang merupakan batas vegetasi. Lalu dari sini dapat dilanjutkan menuju puncak melalui daerah berbantuan yang masih labil.
Posko Pendakian Kendit 45 menit
Kendit Puncak Garuda 500 m 30 menit
Tempat Menarik
1. Pasar Bubrah
Pasar Bubrah terletak di lereng gunung Merapi dan merupakan sebuah lembah. Di lembah ini akan ditemui batu-batu yang berserakan yang dipercaya oleh sebagian masyarakat jawa sebagai pasar setan.



