Merbabu 3055 Mdpl
By admin • Oct 30th, 2004 • Category: Gunung / Mountain
Type strato volcano
Gunung merbabu masuk dalam wilayah kabupaten Magelang dan Boyolali. Gunung ini memiliki ketinggian 3142 m dpl dan berada pada posisi geografis 7,5 LS dan 110,4 BT. Nama gunung ini berasal dari bahasa jawa Meru dan Babu. Meru berarti gunung dan Babu berarti perempuan. Sehingga merbabu dapat juga diartikan sebgai gunung perempuan. Gunung Merbabu termasuk gunung berapi yang tidak aktif, terakhir kali meletus pada tahun 1968. Pada lereng Utara dapat dietemui beberapa kawah yang sudah tidak aktif. Nama nama kawah tersebut adalah Rembab, Samber Nyowo, kombang, Condrodimuko, dan Kendang Ada dua puncak pada gunung ini yaitu puncak Syariff dan Kenteng Songo.
Ada dua pintu masuk utama untuk mendaki di sini yaitu dari Utara melalui desa Kopeng dan dari Selatan melalui desa Selo. Desa kopeng masuk dalam wilayah kabupaten Magelang, sedangkan desa Selo masuk dalam wilayah kabupaten Boyolali. Jalur yang dilalui melalui desa Kopeng cenderung landai dibandingkan dengan jalur yang dilalui melalui desa Selo. Karenanya dibutuhkan waktu lebih pendek unutuk mencapai puncak jika melalui Selo. Ada sumber air yang dapat digunakan untuk mengisi persediaan air minum jika melalui Kopeng yaitu pada pos pending dan pos 5 di dekat kawah, sedangkan jika melalui Selo tak ada sumber air sepanjang perjalanan. Letak desa Selo diapit oleh gunung Merbabu dan Merapi, karena itu biasanya para pendaki yang ingin mendaki kedua gunung ini selalu memilih desa Selo untuk memulai perjalanan. Selain dua pintu yang sering digunakan tersebut adalah pintu masuk lain yaitu yang juga dari arah utara melalui desa Cuntel dan yang lainnya melalui Wekas. Karena adanya beberapa pintu masuk ini, ada banyak jalur yang dapat ditemui dalam pendakian.
Kedaan alam gunung Merbabu terdiri dari padang rumput dan hutan yang tidak rapat, karenanya suhu udara pada siang hari amat panas. Oleh karena itu biasanya pendakian dilakukan pada malam hari. Dari lereng gunung Merbabu anda dapat melihat dengan jelas jalur-jalur lelehan lava gunung Merapi.
Seperti halnya gunung-gunung lain di pulau Jawa, gunung Merbabu juga memiliki mitos-mitos. Pada malam tahun baru Jawa atau malam satu suro biasanya para penduduk yang tinggal di lereng Utara Merbabu mempersembahkan sesaji ke kawah Merbabu. Jika anda beruntung, mungkin anda akan menemui gadis-gadis kecil berambut gimbal yang hidup di lereng Merbabu. Rambut ini dipercaya akan melindungi para gadis ini dari kejahatan setan.
Akses dan Transportasi
Untuk mencapai dua pintu masuk utama gunung Merbabu, dari Jakarta dapat menggunakan bis malam atau kereta api. Jika ingin melalui Kopeng apakah dengan menggunakan kereta api ataupun bis malam, dapat turun di Yogyakarta atau Semarang. Dari stasiun kereta perjalanan diteruskan menuju terminal antar kota masing-masing untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju kota salatiga menggunakan bus antar kota. Dari Salatiga berganti kendaraan menuju Kopeng turun di pos jaga wana wisata. Dari Kopeng menuju base camp perjalanan dapat dilanjutkan dengan menggunakan ojek (sepeda motor) ataupun berjalan kaki menuju posko di desa Tekelan. Sedangkan jika ingin melalui desa Cuntel, dari Kopeng perjalanan diteruskan langsung menuju desa ini yang terletak di sebelah Timur desa Tekelan dengan berjalan kaki ataupun naik ojek.
Sedangkan jika ingin lewat Selo, dari Jakarta baik itu menggunakan bis malam ataupun kereta sebaiknya turun di kota Solo. Dari stasiun kereta berganti kendaraan menggunakan bis kota menuju terminal untuk selanjutnya naik ¾ bis menuju Selo. Sedangkan yang menggunakan bis malam, dapat langsung naik bis ¾ ke Selo, turun di pertigaan pasar Selo. Yang mesti diingat angkutan ini hanya ada sampai sekitar pukul 17.00 WIB.
Ongkos dan Lama perjalanan Transportasi Umum
Jakarta - Solo
• Bus malam non AC Rp 65.000 12 jam
• Bus malam AC Rp 85.000 12 jam
• Kereta ekonomi Rp 35.000 12 jam
• Kereta bisnis Rp 70.000 10 jam
Jakarta Yogyakarta
• Bus malam non AC Rp 70.000 11 jam
• Bus malam AC Rp 90.000 11 jam
• Kereta ekonomi Rp 35.000 11 jam
• Kereta bisnis Rp 70.000 9 jam
Jakarta – Semarang
• Bus malam non AC Rp 9 jam
• Bus malam AC Rp 9 jam
• Kereta ekonomi Rp 8 jam
• Kereta bisnis Rp 7 jam
Bus kota di solo Rp 1.000 30 menit
Bus kota di yogyakarta Rp 1.000 30 menit
Bus antar kota Semarang-Salatiga Rp. 2.500 1 jam
Bus antar kota Yogya-Salatiga Rp. 3.500 2 jam
Bus Salatiga-Kopeng Rp 1.500 30 menit
Ojek Kopeng-posko Rp 4.000 10 menit
Bus ¾ Solo-Selo Rp 4.000 2,5 jam
Perijinan dan Aturan
Untuk mendaki di gunung Merbabau harus mendaftar di posko yang terdapat disetiap pintu masuk. Dengan menuliskan identitas diri pada buku tamu yang telah disediakan dan membayar karcis masuk sebesar Rp 1.000 anda sudah dapat memulai pendakian. Khusus untuk pintu masuk desa Cuntel, diwajibkan menyerahkan fotokopi KTP dan pendaki memperoleh fotokopi peta merbabu. Namun jika anda melalui Wekas, tidak perlu mendaftar dan membayar tiket masuk.
Di dua pintu masuk Utara sudah ada posko yang permanen untuk mendaftar. Tetapi jika melalui pintu masuk Selatan yaitu melalui desa Selo, pendaftaran dilakukan pada pos Polisi yang terdapat di pinggir jalan raya dekat pasar selo. Berikut ini adalah alamat 2 posko untuk jalur utara;
Posko Desa Tekelan
Tekelan No. 96, Kopeng, Salatiga, Jawa Tengah 50774
Posko Desa Cuntel
Jl. Umbul Songo KM 3Ds. Cuntel, Kopeng, Kec. Getasan, Kab. Semarang 50774
Ada beberapa pantangan yang mesti diperhatikan oleh para pendaki jika ingin mendaki di gunung Merbabu, yaitu;
1. Jangan mengeluh
2. hindari kata-kata kotor
3. hindari perbuatan mesum
4. Jangan melamum, awas kemasukan roh jahat
5. jangan berak/kencing di watu gubuk dan sekitar kawah
6. jangan memakai pakaian warna merah dan hijau.
Dan ada beberapa himbauan dari dari Camat setempat kepada para pendaki yaitu;
• Kesediaan membawa tanaman berkayu keras untuk penghijauan seperti Beringin, Gondang, Elo, Preh (sejenis beringin), Ipik (sejenis beringin), Wilodo, Kepoh, Bulu, Awar, Dadap, Teledung, Kesemek, dll)
• Memberitakan penduduk setempat apabila menemukan air baik di lereng Merapi atau Merbabu yang bisa dialirkan bagi penduduk Selo.
Akomodasi
Di setiap posko pintu masuk tersedia tempat beristirahat dan kamar mandi yang sederhana. Posko di desa Tekelan yang dikelola oleh perhutani memiliki kapasitas 500 orang, tersedia juga masjid, gereja dan vihara serta warung makan. Posko desa Cuntel yang dikelola oleh Merbabu Manunggal Pecinta Alam (Manggala) memilki kapasitas 50 0rang, anda juga dapat memesan makanan sekedarnya di sini. Sedangkan di desa Selo, terdapat tiga rumah penduduk yang dijadikan posko untuk beristirahat. Namun jika ingin makan anda harus membelinya di pasar selo.
Beberapa penginapan tersedia di Kopeng, yang merupakan daerah wisata. Sedangkan di Selo terdapat beberapa homestay dengan tarif sekitar Rp 25.000 per orang, salah satunya adalah Home Stay Arga Sari milik H. Koesnandar dengan alamat Ds Samiran, RT 23 / RW 05, Selo, Boyolali, atau KUD Selo Boyolali, HP +62 21 818 250 751
Jalur Pendakian
Jalur Desa Tekelan
Desa Tekelan berada pada ketinggian 1596 m dpl dan pada posisi geografis ……. Suhu rata-rata di sini adalah 190 Celcius. Penduduknya berjumlah sekitar 900 orang dan sebagian besar bekeja sebagai petani. Mayoritas penduduknya beragama Budha. Desa ini berjarak ± 1,8 km dari Kopeng atau 30 menit berjalan kaki. Lama perjalanan jika melalui jalan ini sekitar 7-9 jam.
Ada daerah yang cukup berbahaya terletak antara pos 5 sampai persimpangan menuju puncak, yaitu berupa tanjakan terjal yang kanan kirinya berupa jurang yang oleh para pendaki disebut jembatan setan. Dari persimpangan ini jalaur terbagi dua ke kanan menuju puncak utama dan ke kiri menuju puncak syarif.
Posko Tekelan Pending 2 km 45 menit
Pending Pos I (KindungGumuk) 1,5 jam
Pos I Pos 2 (Lempong Sampan) 1,25 jam
Pos 2 Pos 3 (Watu Gubuk) 1 jam
Pos 3 Pos 4 (Watu Tulis) 45 menit
Pos 4 Pos 5 30 menit
Pos 5 persimpangan 45 menit
(Pelawangan)
Persimpangan puncak Syarif 200 m 15 menit
Persimpangan Puncak Utama 500 m 45 menit
(Kenteng Songo)
Jalur Desa Cuntel
Desa Cuntel berada pada ketinggian 1640 m dpl dan pada posisi geografis …… . Dari Kopeng berjarak 30 menit berjalan kaki melalui jalan berbatu, jika menggunakan ojek hanya diperlukan waktu 10 menit. Jalur ini akan bergabung dengan jalur Wekas di Pos IV, dan bergabung dengan jalur Tekelan pada Tanjakan Setan. Lama perjalanan melalui jalur Cuntel sekitar 6-8 jam.
Posko Cuntel Pos 1 (Dalan Tengah) 1,5 km 45 menit
Pos 1 Pos 2 (Watu Putut) 1,5 km 45 menit
Pos 2 Pos 3 (Gerumbul) 1 km 45 menit
Pos 3 Pos 4 1 km 1 jam
(Lempong Malang)
Pos 4 Puncak Antena 1km 1,5 jam
Puncak Antena Persimpangan 1 km 1 jam
Persimpangan puncak Syarif 200 m 15 menit
Persimpangan Puncak Utama 500 m 45 menit (Kenteng Songo)
Jalur Desa Selo
Setelah mendaftar di pos polisi, perjalanan dapat dilanjnutkan menuju posko Selo yang berjarak ± 2km atau ± 45 menit berjalan kaki melalui jalan kecil beraspal melewati perkampungan dan perkebunan. Akan banyak persimpangan yang ditemui dalam perjalanan ini, karenanya jangan malu untuk bertanya. Pos-pos pada jalur selo biasanya berupa lahan yang agak datar dan ditandai dengan papan nama kecil. Lama perjalanan melalui jalur ini diperkirakan ± 4-6 jam.
Posko Selo Pos 1 (Balong) 45 menit
Pos 1 Pos 2 (Pentur) 1 jam
Pos 2 Pos 3 1 jam
Pos 3 Pos 4 (Sabana) 1 jam
Pos 4 Puncak Utama 500 m 45 menit
(Kenteng Songo)
Tempat Menarik
1. Sabana
Sabana ini terletak pada pos 4 dari jalur Selo, yang berada pada ketinggian ………. Di Sabana ini dapat ditemui tanaman edelweiss yang ketinggiannya mencapa 2 meter.
2. Kopeng
Kopeng meruapakan tempat wisata yang indah yang terletak di kaki gunung Merbabu. Suhu udara di daerah ini amat sejuk dan merupakan tempat yang tepat untuk beristirahat.
admin is
Email this author | All posts by admin



