Papandayan 2805 Mdpl
By admin • Oct 30th, 2004 • Category: Gunung / Mountain
Type strato volcano
Gunung Papandayan termasuk gunung berapi yang unik, karena kawahnya terletak di lereng gunung. Ada 5 kawah aktif besar, yang terus bergolak sepanjang dan menyebarkan bau belerang Belum termasuk kawah-kawah kecil yang jumlahnya amat banyak. Dua diantara kawah besar tersebut bernama kawah Emas dan kawah 2002. Gunung ini meletus terakhir kali, pada tanggal 12 Nopember 2002, abu memutihkan seluruh wilayah di sekitar gunung, dan ± 10.000 penduduk harus diungsikan.
Gunung papandayan berada dalam wilayah cagar alam Gunung Papandayan yang luasnya mencapai 6.807 hektar. Di cagar alam ini juga terdapat Taman Wisata Gunung Papandayan seluas 255 hektar. Gunung Papandayan berada dalam wilayah kabupaten Garut, dan terletak 36 km di sebelah Barat laut kota Garut, dengan ketinggian mencapai 2665 m dpl.
Gunung ini terhitung banyak pengunjungnya, karena mungkin tidak terlalu tinggi dan mudah dicapai. Pohon Edelweis, akan banyak ditemui di gunung ini, menambah keindahan gunung papandayan. Sumber airpun mudah ditemukan di gunung ini.
Pintu masuk utama untuk mendaki gunung Papandayan adalah melalui Cisurupan. Selain itu juga dapat melalui ……………………..
Akses dan Transportasi
Untuk mencapai Cisurupan dari Jakarta dapat menggunakan angkutan umum ataupun kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan angkutan umum, harus naik bis dari terminal kampung rambutan menuju kota Garut. Dari terminal Garut berganti kendaraan dengan angkot yang berupa mobil colt menuju Cisurupan, dan turun dipertigaan Cisurupan dekat masjid Agung. Dari sini melanjutkan perjalan dengan menggunakan ojek atau kendaraan colt terbuka menuju pos pendakian yang berada di Terminal satu.
Ongkos dan Lama perjalanan Transportasi Umum
Bis Jakarta – Garut Rp. 5 jam
Angkot Garut – Cisurupan Rp. 30 menit
Angkutan kolt terbuka Cisurupan – pos Rp 20 menit
Ojek Cisurupan – pos pendakian Rp. 5.000 20 menit
Perijinan dan Aturan
Di pos pendakian, para pendaki dapat mendaftarkan diri jika ingin melakukan pendakian ke gunung Papandayan. Dengan menyerahkan fotokopi KTP dan membayar tiket masuk Rp 2.000, anda sudah bisa memulai pendakian.
Akomodasi
Di terminal satu yang berjarak ±1 km dari kawah terdapat lapangan parkir seluas ½ hektar dan beberapa kios yang menjual makanan. Kamar mandi umum dengan air yang memadai dapat ditemui di sini.
Jalur Pendakian
Jalur Cisurupan
Pendakian biasanya dimulai pada pagi hari agar bias menikmati keindahan kawah dan alam di gunung pendakian. Dari posko pendakian perjalanan melalui jalan berbatu sepanjang dan melewati sebuah jembatan, maka akan tiba di kawah. Setelah menelusuri sisi kawah dan berjalan ± 1,5 jam, akan sampai di alun-alun pertama. Alun-alun ini disebut Pondok Selada di sini terdapat mata air yang berbentuk parit.
Setelah berjalan agak menanjak selama ± 2 jam, maka akan ditemui alun-alun kedua. Di sini Edelweis tumbuh dengan subur, juga ada sumber air yang berbentuk kali kecil. Alun-alun ini lebih alami dibandingkan alun-alun pertama. Jika ingin turun dengan jalur yang berbeda, maka dapat melewati sebelah utara Gunung ini, dan keluar di samping kawah
Pos pendakian kawah 30 menit
Kawah alun-alun 1 1 jam
Alun-alun 1 alun-alun 2 2 jam
Alun-alun 2 kawah 3 jam
(sisi utara gunung)
Tempat Menarik
1. Kawah
Kawah-kawah gunung papandayan berjarak ± 1 km dari pos pendakian. Kawah-kawah ini aktif sepanjang hari, asap belerang mengepul menutupinya. Terkadang dapat dilihat letupan-letupan kecil di dalam kawah, setiap beberapa menit.
2. Alun-alun 1
Alun-alun 1 adalah tempat yang tepat untuk berkemah. Letaknya yang tidak terlalu jauh dan mudah dijangkau membuat tempat ini ramai dikunjungi para pendaki pada akhir minggu dan hari libur. Di tempat ini mudah didapatkan air besrsih
3. Alun-alun 2
Alun-alun 2 adalah lembah yang terkenal dengan taman edelweisnya. Pohon-pohon edelweiss yang tumbuh disana ketinggiannya mencapai 1 m, dan hampir sepanjang tahun berbunga. Hal ini tentu saja menarik para pendaki untuk memetiknya walaupun sebenarnya terlarang atau sekedar berfoto diantara rimbunnya kuntum-kuntum edelweiss. Sungai kecil yang mengalir di tengah lembah menambah keindahan tempat ini.






