Nomor 3 Dari Pintu Belakang

Custom Search

By admin • Dec 5th, 2004 • Category: Romantika

Terkait dengan pekerjaan, antara 1992-1996 saya sering mondar-mandir ke pantura Jawa Tengah. Tepatnya ke daerah sebelah timur kecamatan Juwana, Pati dan sebelah barat kabupaten Batangan, Rembang. Batas kedua kabupaten ditandai oleh seruas sungai kecil. Jika dari Solo saya memakai bis umum Solo - Purwodadi - Pati. Jika dari Yogya saya mengambil trayek Yogya - Semarang - Kudus - Pati.

Jalur Semarang - Kudus - Pati adalah bagian dari arteri transportasi Jawa ujung ke ujung. Jalur itu padat namun sempit, khususnya antara Demak - Pati. Lebar badan jalan pas untuk bis berpapasan, bahu jalan hanya semeter, di kiri-kanan areal sawah dan tambak. Kecelakaan pun jamak terjadi. Salah satunya, di akhir 80-an, menimpa teman kuliah seangkatan. Lama teman, yang asli Lasem, ini tak muncul di kampus walau libur semesteran telah usai. Ternyata ia dirawat di rumah sakit.


Antara Kudus - Pati bis yang ia tumpangi bertabrakan frontal dengan truk. Di antara penumpang bis lebih banyak yang meninggal ketimbang yang selamat. Lebih tragisnya, sopir bis dan truknya kakak-adik dan sama-sama meninggal.


Kondang sebagai jalur maut,




Terkait dengan pekerjaan, antara 1992-1996 saya sering mondar-mandir ke pantura Jawa Tengah. Tepatnya ke daerah sebelah timur kecamatan Juwana, Pati dan sebelah barat kabupaten Batangan, Rembang. Batas kedua kabupaten ditandai oleh seruas sungai kecil. Jika dari Solo saya memakai bis umum Solo - Purwodadi - Pati. Jika dari Yogya saya mengambil trayek Yogya - Semarang - Kudus - Pati.


Jalur Semarang - Kudus - Pati adalah bagian dari arteri transportasi Jawa ujung ke ujung. Jalur itu padat namun sempit, khususnya antara Demak - Pati. Lebar badan jalan pas untuk bis berpapasan, bahu jalan hanya semeter, di kiri-kanan areal sawah dan tambak. Kecelakaan pun jamak terjadi. Salah satunya, di akhir 80-an, menimpa teman kuliah seangkatan. Lama teman, yang asli Lasem, ini tak muncul di kampus walau libur semesteran telah usai. Ternyata ia dirawat di rumah sakit.


Antara Kudus - Pati bis yang ia tumpangi bertabrakan frontal dengan truk. Di antara penumpang bis lebih banyak yang meninggal ketimbang yang selamat. Lebih tragisnya, sopir bis dan truknya kakak-adik dan sama-sama meninggal.


Kondang sebagai jalur maut, di jalur ini saya jarang tidur. Suatu saat saya di bis Juwana - Demak yang hanya terisi seperuh. Demi nguber setoran, sopir menekan pedal gas dalam-dalam. Sampai terminal Kudus tak ada sesuatu terjadi. Selewat Kudus sopir makin sering menginjak rem secara mendadak. Saat kali ke sekian pedal diinjak, penumpang terdepan di kursi kiri terpental. Reflek si penumpang memakai tangan untuk penahan agar badannya tidak terbentur penutup mesin. Alhasil, tangan itu bengkak dan keseleo. Merasa jadi korban, ia tak tinggal diam. Pada sopir/awak bis ia menuntut pengobatan. Perang mulut terjadi, argumen dibalas argumen. Di luar dugaan, sopir mengaku salah. Di terminal Demak penumpang dioper ke bis lain. Sopir dan kernet mengantar korban ke tukang pijat!


Kombinasi tekan gas dan injak rem mendadak terulang lagi kali yang lain antara Semarang - Pati. Sampai Kudus saya masih sempat bersandar meluruskan punggung. Kudus ke timur sopir kian gila, padahal jalan sedang padat-padatnya. Sopir agaknya cari gara-gara terbukti tak jarang penumpang berteriak mengingatkan. Untuk jaga-jaga saya rajin memelototi kondisi jalan di depan. Anehnya, penumpang di samping saya tetap tenang. Setelah berkali-kali saya menjulur kepala, ia bertanya, “Hampir tabrakan mas?” Saya mengiyakan dan tanya-jawab kami berdua pun mengalir. Akhirnya ia membagikan kiat, “Saya pernah 3 kali naik bis yang mengalami kecelakaan dengan banyak korban jiwa. Saya selamat karena selalu duduk di sebelah kiri, di kursi nomor tiga dari pintu belakang!”


Setiap naik di terminal, jika ‘tempat keramat’ itu belum diduduki, resep ini selalu saya coba. Untuk bis-bis ukuran 3/4 saya masih harus cari resep lain.

admin is
Email this author | All posts by admin

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Copyright ©2004-2008 Indonesia Backpacker Community All rights reserved. All articles and Images may not be reproduced in any form without the express written permission of the copyright holder | All Information contained on this site may not be used for commercial purposes,
for more information please Contact
admin At indobackpacker.com | Powered by the WordPress

Creative Commons License
Except where otherwise noted content on this site is licensed under a
Creative Commons Licence.