Bamboo Rafting Sungai Amandit
By Erwin • Jan 12th, 2005 • Category: Petualangan
Rakit bambu itu meliuk-liuk lincah menghindari jeram-jeram Sungai Amandit, sementara sang Sopir bekerja keras mengendalikan rakit ke kiri dan ke kanan, dan penumpang di atas rakitpun tampak tegang.
Arung Jeram dengan menggunakan rakit bambu atau lebih dikenal dengan Bamboo Rafting, menjadi atraksi yang sangat populer
Rakit bambu itu meliuk-liuk lincah menghindari jeram-jeram Sungai Amandit, sementara sang Sopir bekerja keras mengendalikan rakit ke kiri dan ke kanan, dan penumpang di atas rakitpun tampak tegang.
Arung Jeram dengan menggunakan rakit bambu atau lebih dikenal dengan Bamboo Rafting, menjadi atraksi yang sangat populer di Sungai Amandit, Kalimantan Selatan dan banyak diminati para wisatawan terutama dari mancanegara. Uniknya, Rakit bambu itu tampak kokoh dengan susunan batang-batang bambu besar sebanyak 15 batang dengan panjang sekitar 6 meter yang satu sama lain dikaitkan dengan tali yang terbuat dari serat bamboo tanpa paku dan diberi tempat duduk yang dapat memuat 2 orang penumpang.
Sungai Amandit, arusnya cukup deras, namun tidak cocok berarung jeram dengan perahu karet karena dibeberapa bagian, kedalamannya hanya sebatas mata kaki yang hanya dapat dilalui oleh rakit. Kita dapat menikmati arung jeram di Sungai Amandit selama 3 jam pengarungan. Jeram-jeram Sungai Amandit cukup untuk membuat jantung berdegup, apalagi bila sampai menabrak batu-batu besar yang ada di tengah-tengah jeram, penumpangnya dapat terpental, dan disamping itu rakit juga bisa pecah berantakan. Jika rakit mengalami masalah karena menabrak batu, maka perjalanan bisa saja tertunda beberapa saat untuk memperkuat susunan bambu-bambu yang terlepas.
Kita dapat bebas memilih waktu dan lokasi darimana harus memulai perjalanan. Umumnya, peminat Bamboo Rafting akan memulai pengarungan dari Loksado, sekitar 42 km dari Kandangan, Ibu Kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan atau 174 Km dari Banjarmasin.
Banyak pembuat rakit bambu di Loksado yang menawarkan jasa Bamboo Rafting. Bila ingin menikmati Bamboo Rafting, disarankan agar memesan rakit satu hari sebelum pengarungan sungai. Sambil menunggu rakit pesanan jadi, ada baiknya menjelajahi kawasan Pegunungan Meratus untuk melihat aktifitas masyarakat Suku Dayak Meratus dan berkunjung ke beberapa air terjun yang ada di sini. Dengan membayar Rp 100,000 sudah termasuk sopir, kita sudah dapat menikmati pengarungan sungai sambil duduk di atas rakit. Sang pengendali rakit, biasa disebut Sopir, akan bekerja keras mengendalikan rakit melintasi jeram-jeram sungai yang berair jernih ini dan membawa kita sampai di tujuan. Di tengah-tengah pengarungan, kita akan berhenti sejenak di tempat yang teduh di pinggiran sungai sambil menyantap makanan yang kita bawa.
Berarung jeram di Sungai Amandit yang letaknya di lereng Pegunungan Meratus ini sangat menarik karena selama pengarungan, banyak obyek yang dapat disaksikan. Karena letaknya diantara hutan dan bukit-bukit yang menghijau, udaranya sangat sejuk. Mengamati pemukiman Suku Dayak Meratus yang tinggal di tepian sungai dengan aktifitasnya, dan Burung Elang yang berterbangan, dapat membuat pikiran menjadi segar. Jika beruntung, dapat menyaksikan monyet-monyet bergelantungan dan Burung Rangkong di pepohonan di tepi sungai. Sayangnya, aku cuma menyaksikan burung Elang yang beterbangan di atas kepala.
Bila telah terlihat Gunung Kentawan dikejauhan, maka pertanda bahwa perjalanan akan segera berakhir. Gunung Kentawan, dengan puncaknya berupa tebing yang tinggi menjulang, merupakan tempat yang dikeramatkan oleh masyarakat Dayak Meratus yang banyak mendiami kawasan bukit-bukit di pegunungan Meratus. Setelah perjalanan berakhir, sang Sopir biasanya langsung menjual rakit kepada pembeli yang sudah siap di Muara Tanuhi. Untuk mengurangi rasa letih setelah duduk lama di atas rakit, kita dapat menuju lokasi pemandian air panas dari sumber alami di Muara Tanuhi yang hanya berjarak sekitar 15 menit berjalan kaki.
photo lihat di : http://members.lycos.co.uk/arisy/index.php?gallery=./Rakit






