indah’s true story—karimun jawa

Custom Search

By admin • May 12th, 2005 • Category: Romantika

Kami duduk di bagian atas kapal nelayan ini yang lebarnya tidak lebih banyak dari 2 meter, dan panjang 5 meteran. Tempat ini dipagari dengan kayu setinggi kurang lebih 15 cm (jadi keselamatan agak-agak tidak terjamin deh), untungnya kondisi laut sedang tenang. Rencananya 7 jam kami akan sampai ke karimunjawa.

Ternyata saudara-saudara…. 7 jam di kapal nelayan sama sekali tidak sama dengan 7 jam di bus. Bosan benar-benar melanda karena disekitar kita hanya bisa melihat air dan aiiiiiiirrrr…. terutama setelah banyak orang yang mulai bergelimpangan tidur, sementara saya yang terlambat berebut posisi tidur, jadilah harus terus duduk dengan manis dengan kaki berjuntaian ke samping (berharap dapat cipratan air laut untuk menyegarkan kaki). bosan memang…tapi


Catatan harian ke karimun

(saya pikir bukan seperti catper yang aris inginkan, tapi ini hanya sekedar curhatan pribadi. Mohon maaf pada pihak-pihak yang mungkin nanti akan merasa di rusak nama baiknya hehehe, tapi sumpah itu bukan kesengajaan. Peace!)
04052005

sekitar jam 7 malam kurang beberapa menit saya sampai di depan bus muji jaya di parkit senayan. Banyak yang sudah kumpul, dan sepertinya sudah banyak yaang akrab. Hehehe… minder juga… berhubung saya datang seorang diri, jadi harus modal nekat dan pede sejuta. Bismillah.

Setelah bla-bla-bla, akhirnya bis segera berangkat. Seat-mate saya tami, setelah ngobrol panjang selama menempuh tol dalam kota yang padat merayap, akhirnya tami permisi untuk tidur ( yang ternyata tidak bangun-bangun lagi kecuali saat bus berhenti untuk makan dan istirahat. Akhirnya tami bangun setelah saya bangunkan karena bus sudah memasuki pelabuhan kartini.)

Sepanjang perjalanan bus saya tidak bisa tidur, karena memang tidak terbiasa menempuh perjalanan panjang dengan bus malam. Sebagai bukti, saya tahu bahwa aris beberapa kali bolak-balik dari belakang ke depan, ebi juga, saya tau siapa aja yang pergi ke toilet (mungkin saya mestinya menjaga toilet sekalian, siapa tau dapat uang tambahan, kan lumayan ya?). sumpah saat itu saya irrrri sekali pada tami, kok bisa ya ni anak tidurnya sukses begini…?

Makan malam sekitar jam setengah sebelas di indramayu (eh, indramayu kan ya?). menurut selentingan kabar burung, orang-orang yang makan nasi prasmanan ini merasa dibohongi kasirnya. Coba saja…nasi+daging+sayur dengan nasi+sayur dipatok sama 10.000! padahal katanya nih, kasirnya tidak lupa memencet-mencet kalkulator (mungkin acting supaya dibilang ngitung beneran). Hehehe untungnya saya cuma makan mie ayam diluar (yang sebenarnya nggak untung juga kalau mengingat mie ayam ini, minyaknya menggenang sampai hampir 1/3 mangkok, sepertinya memang hiperbola nih, tapi kira-kira begitulah kenyataannya)

Kami sampai di semarang sekitar pukul 6 pagi. Dan memasuki pelabuhan kartini jam 07.15. ada 2 kapal yang siap memberangkatkan kami, masing-masing di isi 20 orang. Disini kami juga bertemu dengan 8 orang anggota tim yang berasal dari surabaya.

Jam menunjukkan sekitar angka delapan ketika kami memulai keberangkatan kami menuju pulau karimunjawa. Sampai jumpa pulau jawa!

Kami duduk di bagian atas kapal nelayan ini yang lebarnya tidak lebih banyak dari 2 meter, dan panjang 5 meteran. Tempat ini dipagari dengan kayu setinggi kurang lebih 15 cm (jadi keselamatan agak-agak tidak terjamin deh), untungnya kondisi laut sedang tenang. Rencananya 7 jam kami akan sampai ke karimunjawa.

Ternyata saudara-saudara…. 7 jam di kapal nelayan sama sekali tidak sama dengan 7 jam di bus. Bosan benar-benar melanda karena disekitar kita hanya bisa melihat air dan aiiiiiiirrrr…. terutama setelah banyak orang yang mulai bergelimpangan tidur, sementara saya yang terlambat berebut posisi tidur, jadilah harus terus duduk dengan manis dengan kaki berjuntaian ke samping (berharap dapat cipratan air laut untuk menyegarkan kaki). bosan memang…tapi namanya juga mau berlibur, jadi dengan semangat yang sedkit dipaksakan, saya berusaha selalu tersenyum.

Perasaan riang mulai kembali ketika melihat sebentuk daratan yang kelabu di kejauhan

“itu pulaunya ya pak?” tanya saya dengan riang kepada nahkoda

“iya, tuh sudah terlihat kan” jawabnya

“berapa lama lagi ya pak sampainya?” tanya saya masih dengan penuh kegembiraan

“yah, paling juga 2 jam lagi sampai…”

**gubrak**

akhirnya perasaan saya kembali kesedia kala… sudahlah… pasrah saja… sabar… orang sabar disayang tuhan…

tapi saya bosan duduk di tengah, akhirnya setelah lirik kanan kiri depan belakang, saya menemukan posisi yang cukup untuk duduk nikmat di depan. Dan akhirnya saya dapat menikmati laut lepas tanpa terhalang plastik terpal kapal yang memayungi kami. Diposisi baru saya ini , saya berkenalan dengan mbak vibry, atiek, evi dan susy yang asal surabaya. Dan sempat sebal dengan mbak atiek. Coba pikir, mbak atiek ini sungguh tidak sopan, dia pergi berdua dengan suami diantara orang-orang yang pergi sendirian!!! Apakah dia tidak memikirkan perasaan orang2 seperti saya yang single fighter ini…. hicks… dunia sungguh tidak adil…

ditengah meratapi hidup (setelah melihat kenyataan atiek-deny yang pergi ke karimunjawa berduaan dengan bahagia)… tiba-tiba….

**drudut… drudut…dut..dut** dan mesin kapal pun berhenti… haaaa??? Berhenti??

Kapal benar-benar berhenti, padahal pulau karimunjawa sudah mulai terlihat dengan jelas.. ya ampun…

Untungnya kedua kapal yang kami gunakan tidak terlalu jauh berpisah, jadilah kami (kapal yang mogok ini) ditarik dengan tali oleh kapal yang satu lagi, persis seperti mobil mogok. Gapapa lah.. yang penting tidak terombang-ambing tidak jelas ditengah laut, apalagi disuruh berenang…

Tapi ternyata dengan mogoknya kapal, seseorang berinisial A semakin tidak kuat menahan panggilan alam, maka beliau dengan tekad bulat akhirnya menggunakan tangki air (itu loh, tangki air yang biasa ada dirumah) yang ada di depannya sebagai toilet alternatif. Dan sepertinya beliau ini cukup puas dengan pelayanan yang di dapat, terbukti setelah keluar dari toilet tersebut mukanya langsung sumringah, dan tidak lama kemudian dia mulai kelaparan.

(Siapakah si A ini? Kirim jawaban anda via sms. Caranya : Ketik (jawaban anda) spasi (nama anda) ke 021-92788097, satu pemenang akan mendapatkan hadiah berupa satu VCD hasil rekaman selama di karimun, yang akan di undi secepatnya)

Sekitar jam 3 kami sampai di penginapan. It’s such a lovely place to stay! Ditengah laut dangkal, dekat ke pulau menjangan besar, penginapan kami sama sekali tidak bersentuhan dengan pulau manapun. Rumah panggung di atas laut!

bersmbung ke http://www.indobackpacker.com/content/view/112/1/

admin is
Email this author | All posts by admin

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Copyright ©2004-2008 Indonesia Backpacker Community All rights reserved. All articles and Images may not be reproduced in any form without the express written permission of the copyright holder | All Information contained on this site may not be used for commercial purposes,
for more information please Contact
admin At indobackpacker.com | Powered by the WordPress

Creative Commons License
Except where otherwise noted content on this site is licensed under a
Creative Commons Licence.