Karapan Sapi di Madura

Custom Search

By admin • Aug 24th, 2005 • Category: Rangkuman Diskusi

Sapi karapan adalah sapi pilihan. Saling memacu kecepatan, bersaing menjadi yang terdepan. Dalam keunikan tradisi lomba, yang menang dan yang kalah sama bisa jadi juara. Keakraban tetap menyatu dalam wadah menjunjung tinggi nilai tradisi.



Lahan kering nan tandus menjadi tantangan untuk dihadapi.


Berawal dari sebuah tradisi perayaan keberhasilan panen. Sapi-sapi pembajak sawah dijajal adu kecepatan ditanah datar. Sangat menarik menambah hiburan dalam keceriaan sukses panen. Semakin semarak karena kian banyak yang senang. Semakin terkenal setelah menjadi olahraga tradisional.



Sapi karapan adalah sapi pilihan. Saling memacu kecepatan, bersaing menjadi yang terdepan. Dalam keunikan tradisi lomba, yang menang dan yang kalah sama bisa jadi juara. Keakraban tetap menyatu dalam wadah menjunjung tinggi nilai tradisi.



Lahan kering nan tandus menjadi tantangan untuk dihadapi. Bukan hambatan bagi pasangan sapi demi terus berlari. Memacu otot, untuk menghibur dahaga hati. Demi keinginan berkumpul, dalam kegembiraan yang hangat. Demi sebuah bukti kemampuan diri dengan selendang prestasi.



Tidak unik semata, tapi mampu memberi nilai tertentu lebih banyak diminati. Membangun karya bercermin pada kolaborasi fungsi pada setiap elemen dalam karapan sapi. Secara utuh melaju menuju asa bersama.



Sapç



Bukan semua jenis sapi bisa ikut serta dalam karapan. Sapi pilihan dengan jenis dan warna Madura. Kriteris khusus, sehat dan kuat serta pejantan yang cukup tingginya, diterapkan dengan ketat. Pra syarat ditentukan, semata menjaga keseimbangan dalam jalannya karapan. Pilihan bibit sapi karapan dilakukan secara cermat. Perawatan khusus dilakukan agar mampu membentuk tubuh sapi yang kuat. Menjelang karapan, persiapan fisik, mental hingga spiritual sapi pun menjadi kewajiban.



Ambhçn dan Obhçt



Sebelum masuk ke arena balapan, pasangan sapi muncul dengan penampilan yang khas. Ambhçn, pakaian kebesaran sapi karapan yang mempunyai ciri masing-masing daerah. Sebagai unjuk kreativitas sang pemilik sapi, perlengkapan yang bernilai mahal ini segera dilepas ketika sapi siap beradu. Dilengkapi dengan obhçt yang tidak sekedar sebagai hiasan kepala semata. Bebat yang dipasang dikepala sapi ini juga membuat pesan spiritual. Ketika sapi memasuki arena balapan, seluruh hiasan ditubuhnya harus dilepas. Hingga tinggal kalçlçs dan obhçt yang tersisa. Tak ada sapi karapan yang idak mengenakan bebat ini, ia juga membentuk benteng pecaya diri sapi.



Kalçlçs dan Anjar



Media tunggang dimana panongkok berada. Kalçlçs harus kuat, terbuat dari bambu duri pilihan. Bahannya harus tebal, padat dan relatif kecil. Banyak pertimbangan dan perhitungan dalam pendesainannya. Kalçlçs menjadi tumpuan dalam kesatuan panongkok (joki) dan sapi. Beberapa bagian seperti jangka, somilah, dan raçt berpadu membentuk kalçlçs secara utuh. Helai kain yang menghiasi kalçlçs sebagai hiasan penambah wibawa penampilan sapi karapan. Selalu berjumlah ganjil, ada yang tiga ada pula yang hanya satu. Selain fungsi dekoratif, juga menjadi tanda untuk membedakan antara sapi dalam ajang karapan. Warna selendang yang digunakan joki, senada dengan warna anjar.



Paraksa dan Pangçrçng



Paraksa orang paling dekat dengan sapi-sapi karapan. Melayani kebutuhan sehari-hari dari sang sapi mulai dari makanan sampai jamu-jamuan untuk meningkatkan stamina sapi adalah tugasnya. Menjelang ajang karapan, paraksa memijat setiap otot-otot sapi. Sampai tiba waktunya beradu, sebuah tim Pangçrçng siap mendukung. Demikian ketika sapi bersiap didepan garis pacu, sekian orang pengiring sapi bersiap dibelakang sapi. Pecut, ju-arju hingga kelontongan merupakan perlengkapannya. Dengan segala daya menimbulkan bunyi demi sapi segera berlari melesat menuju garis akhir.



Panongkok



Nyawa, menjadi taruhan dari kerja joki karapan sapi. Ketika sapi begitu bersemangat berlari, joki pun semakin menggebu memacu. Berbekal sebelah kaki terkait dikalçlçs. Kedua tangan diekor-ekor sapi. Keseimbangan badan kecilnya sanat menentukan. Kaitan emosi antara panongkok dan sapi begitu erat. Komunikasi yang terjalin diantara keduanya membentuk kebiasaan bagi sapi untuk bepacu lurus nan kencang. Menggunakan raco, merupakan piranti penting dalam karapan sapi. Terbuat dari rotan dengan duri-duri, terikat dikedua pergelangan tangan sang panongkok. Sebagai alat untuk merangsang sapi agar terus berlari kencang tiada henti, hingga digaris finish.



Saronçn



Karapan sapi merupakan luapan kegembiraan. Simbol semarak ditandai dengan hadirnya sekelompok orang yang memainkan musik tradisional madura. Sembilan orang dengan perlengkapannya masing-masing menghibur dan menebar aroma khas pulau garam. Sapi-sapi karapan turut menikmati irama yang didominasi suara alat sejenis terompet itu. Kaki-kaki kokohnya melangkah seirama dengan musik yang dimainkan pria-pria berseragam warna mencolok. Saronçn mendukung predikat yang diraih sepasang sapi karapan.



~dhe~

admin is
Email this author | All posts by admin

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Copyright ©2004-2008 Indonesia Backpacker Community All rights reserved. All articles and Images may not be reproduced in any form without the express written permission of the copyright holder | All Information contained on this site may not be used for commercial purposes,
for more information please Contact
admin At indobackpacker.com | Powered by the WordPress

Creative Commons License
Except where otherwise noted content on this site is licensed under a
Creative Commons Licence.