Leave No Trace Principles

Custom Search

By Puguh • Nov 15th, 2005 • Category: Travel Tips

Courtesy of Bibi Booth (http://www.blm.gov/education/lnt/principles.html),

based on the knowledge from www.lnt.org. Translate to Indonesia by Puguh Imanto puguh_imanto@yahoo.com

More Information about “Leave No Trace principles” please visit www.lnt.org

The Leave No Trace principles may not seem important first glance, but their value is apparent when combining the combined effects of millions of outdoor visitors. One poorly located campsite or fire ring is of little significance, but thousands of such instances slowly degrade the outdoor experience for all. Leave No Trace is worth the effort.

Plan Ahead and Prepare: Proper trip planning and preparation helps hikers and campers achieve trip goals safely and enjoyably while minimizing damage to natural and cultural resources. Poorly prepared campers, concerned with unexpected situations, often resort to high-impact solutions that degrade the outdoors or put themselves at risk.

Poor planning often results in:

  • high-risk travel because campers failed to obtain information containing geography and weather.

  • improperly located campsites because groups failed to plan enough time to reach their intended destination

  • improper campfires or excessive trash be cause of failure to plan meals or bring proper equipment.

  • Camp and Travel on Durable Surfaces: Damage to land occurs when sur face vegetation or communities of organisms are trampled beyond repair. The resulting barren area leads to unusable trails, campsites and soil erosion.

Should you concentrate activity, or spread out?

In high-use areas, campers should gently concentrate activity. Use trails whenever possible and select camp sites so heavily used that further damage is unlikely.

In areas of very little or no use, campers should gently spread out. Take different paths when hiking off trail to avoid creating new trails that cause erosion. When camping, disperse tents and cooking equipment and move camp daily to avoid creating permanent-looking camp sites.

These guide lines apply to most alpine settings and may be different for other areas, like deserts. Check if unsure.

  • Pack it In, Pack it Out

This common saying is a simple yet effective way to get back try visitors to take their trash home with them. There is no reason why people cannot carry out of the back try the extra materials which they carried in with them in the first place. Though most trash and litter in the backcountry is not significant in terms of the long term ecological health of an area, it does rank high as a problem in the minds of many backcountry visitors. Trash and litter detract from an area s naturalness.

  • Properly Dispose of What You Can’t Pack Out. Backcountry users create body waste and waste water which requires proper disposal.

Waste water: Prevent concentration of natural water sources; disperse dishwater far away from springs, streams, and lakes. Minimize the need to pack out food scraps by carefully planning meals. Avoid the use of soap.

Human waste: Proper human waste disposal prevents spread of disease, exposure to others, and speeds decomposition. Catholes, 6 to 8 inches deep and 200 feet from water, are often the easiest and most practical way to dispose of feces.

  • Leave What You Find: Allow others a sense of discovery; leave rocks, plants, archaeological artifacts and other objects as found.

Minimize Site Alterations Do not dig tent trenches or build lean-tos, tables or chairs. Avoid hammering nails into trees, hacking at them with hatchets or saws, or damming bark and roots by tying horses to trees for extended periods. If you clear an area of rocks or twigs, replace these items before leaving.

On high-impact sites, it is appropriate to clean the site and dismantle in ate user-built facilities, such as multiple fire rings and log seats or tables. Consider the idea that good campsites are found and not made.

Minimize Use and Impact of Fire: Some people would not think of camping without a campfire. Yet, the naturalness of many areas has been degraded by overuse of fires and increasing demand for firewood. Lightweight camp stoves are essential for low-impact camping and have engaged a shift away from fires. Stoves are fast and eliminate firewood availability as a camp site selection concern. If building a fire, the most important consideration is the potential for damage.

The best place to build a fire is within an existing fire ring in a well-placed campsite. Choose not to have a fire in areas with little wood at higher elevations, in heavily used areas, or in desert settings. True Leave No Trace fires show no evidence of having ever been constructed.

Prinsip ‘leave no trace’ pertamanya mungkin tidak terlihat penting, tetapi nilainya sangat terlihat ketika digabungkan dengan pengaruh dari jutaan pengunjung kealam bebas. Satu lokasi perkemahan yang tidak tepat atau perapian mungkin tidak berarti, tetapi ribuan hal semacam itu perlahan akan mengurangi kenikmatan beraktifitas di alam bebas. ‘Leave no trace’ sangat layak untuk dijalankan.

Prinsip ‘leave no trace’ pertamanya mungkin tidak terlihat penting, tetapi nilainya sangat terlihat ketika digabungkan dengan pengaruh dari jutaan pengunjung kealam bebas. Satu lokasi perkemahan yang tidak tepat atau perapian mungkin tidak berarti, tetapi ribuan hal semacam itu perlahan akan mengurangi kenikmatan beraktifitas di alam bebas. ‘Leave no trace’ sangat layak untuk dijalankan.


• Rencanakan dan persiapkan: perencanaan perjalanan dan persiapan yang benar membantu pengunjung alam bebas untuk mencapai tujuannya dengan aman dan dapat dinikmati dan pada saat yang sama memberikan kerusakan yang minimal kepada sumber daya alam dan budaya. Pengunjung yang tidak siap, dihadapkan pada situasi yang tidak diinginkan, sehingga sering berakhir pada pemecahan yang berdampak besar pada alam dan membawa resiko pada diri mereka sendiri.

Perencanaan yang buruk sering berakibat pada;
o Perjalanan beresiko tinggi, karena pengunjung tidak mendapatkan informasi mengenai kondisi geografis dan cuaca.
o Lokasi berkemah yang tidak tepat karena pengunjung tidak merencanakan waktu yang cukup untuk mencapai tujuan yang direncanakan.
o Lokasi pembuatan api atau sampah yang berlebihan karena kegagalan perencanaan makanan atau alat yang tidak tepat


• Berkemah dan berjalan pada permukaan yang kuat: kerusakan pada tanah terjadi ketika permukaan vegetasi atau komunitas organisme terinjak dan tidak dapat memperbaiki diri kembali. Daerah yang rusak ini dapat mengakibatkan jalur tidak dapat digunakan, serta erosi daerah perkemahan dan tanah.

Haruskah kita mengkonsentrasikan aktifitas atau justru menyebar aktifitas?

Di daerah yang sering digunakan pengunjung harus berusaha mengkonsentrasikan kegiatan. Gunakan jalur setiap memungkinkan dan pilih tempat berkemah di tempat yang sering digunakan, sehingga kerusakan lebih jauh dapat dicegah.

Di area yang jarang atau belum pernah digunakan pengunjung harus menyebar aktifitas. Gunakan jalur yang berbeda ketika berjalan diluar jalur yang ada untuk menghindari terciptanya jalur baru yang mengakibatkan erosi. Ketika berkemah sebar tenda dan peralatan masak serta pindahkan lokasi tenda setiap hari untuk menghindari terciptanya lokasi perkemahan yang terlihat permanen.

Panduan ini dapat diterapkan pada hampir kondisi alpine dan mungkin berbeda untuk area lainnya, seperti di gurun. Periksa jika tidak yakin.

• Bawa masuk, Bawa keluar

Perkataan yang sederhana namun efektif untuk membuat pengunjung membawa pulang sampah. Tidak ada alasan orang tidak dapat membawa kembali barang-barang yang mereka bawa ke lokasi. Walaupun kebanyakan sampah di lokasi alam bebas tidak tampak berarti dalam jangka panjang pada kondisi ekologi suatu daerah, namun membawa dampak yang sangat mengganggu bagi pengunjung lain. Sampah menghilangkan keaslian alamiah dari suatu daerah.



• Buang dengan benar apa yang tidak bisa dibawa keluar. Penggiat alam bebas menhasilkan sampah alamiah dan air buangan yang harus dibuang secara benar.

Air Buangan: Hindari penumpukan pada sumber air alamiah, sebar air cucian piring jauh dari mata air, aliran sungai dan danau. Minimalisir kebutuhan untuk membawa kembali sisa makanan dengan melakukan persiapan makanan dengan baik. Hindari pengguanaan sabun.

Kotoran manusia: Penanganan kotoran manusia dengan baik mencegah penyebaran penyakit, gangguan pada pengunjung lain, dan mempercepat dekomposisi. Lubang kucing, kedalaman 6-8 inch dan 200 feet dari sumber air, adalah cara termudah dan praktis untuk membuang feces.

• Tinggalkan apa yang anda temui: Berikan pada orang lain ‘keasyikan menemukan’; tinggalkan batu, tanaman dan artefak arkeologis dan obyek lainnya seperti saat ditemukan.
Perkecil perubahan lokasi dengan tidak menggali selokan mengelilingi tenda atau membangun kursi bersandar atau meja. Hindari memaku ke pohon, menggergaji atau mengikat pada batang atau akar. Jika anda membersihkan area dari batu dan ranting, kembalikan mereka sebelum meninggalkan lokasi.

Di daerah yang mempunyai dampak besar, diperlukan pembersihan lokasi dan membongkar semua kelengkapan yang dibuat seperti batu pembatas perapian, balok kayu untuk duduk atau meja. Tolong diingat bahwa tempat berkemah yang baik ‘ditemukan’ bukan ‘dibuat’.

• Penggunaan dan dampak minimum api. Beberapa orang tidak berpikir bagaimana berkemah tanpa api. Namun kealamian berbagai daerah telah menurun disebabkan penggunaan api yang berlebihan dan permintaan akan kayu bakar. Kompor ringan sangat penting dalam perkemahan yang berdampak rendah dan meninggalkan ketergantungan pada api unggun. Kompor sangat cepat dan mengurangi kebutuhan akan kayu bakar. Jika membuat api, pertimbangan terpenting adalah potensi kerusakan.

Tempat terbaik untuk membuat api adalah ditempat yang sudah pernah dibuat api, di tempat perkemahan yang sudah ditentukan. Usahakan tidak membuat api di ditempat yang memiliki sedikit kayu di ketinggian, di daerah yang telah banyak digunakan, atau di gurun. Api yang dibuat oleh seseorang yang menjalankan ‘leave no trace’ tidak meninggalkan tanda bahwa api pernah dibuat.





Tagged as:

Puguh is
Email this author | All posts by Puguh

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Copyright ©2004-2008 Indonesia Backpacker Community All rights reserved. All articles and Images may not be reproduced in any form without the express written permission of the copyright holder | All Information contained on this site may not be used for commercial purposes,
for more information please Contact
admin At indobackpacker.com | Powered by the WordPress

Creative Commons License
Except where otherwise noted content on this site is licensed under a
Creative Commons Licence.