Overland Sumbawa – Flores
By Santoso • Nov 8th, 2005 • Category: Rangkuman Diskusi
Katakan Mataram menjadi starting point. Hari 1 (H-1) tiba di
Selaparang, ke terminal Sweta, cari bis ke Labuhan Lombok, nyebrang ke
Pototano, cari bis ke Sumbawa Besar dan bermalam di sana. H-2 memutari
Sumbawa Besar (ke istana Dalem Loka atau desa adat Tepal). Mau ke pulau
Moyo, tempat tetirah alm. Putri Diana? Silakan saja kalau bawa cashnya
sekoper! H-3 perjalanan Sb. Besar – Dompu. Sisa waktu dan pagi H-4 ke
pantai Hu’u. H-4 sore perjalanan ke Bima. H-5 menjelajah Bima;
Awal pekan ini milis diramaikan beberapa member yang berencana ke Indonesia Timur, khususnya Sumbawa-Flores-Sumba. Berapa lama idealnya waktu untuk menjelajah ketiganya? Perlu diingat, meski pulau besar Sumba relatif terpencil di gugusan NTT. Akses ke Sumba hanya dari Bali dan Timor untuk pesawat. Sementara via kapal hanya dari Timor. Ingat laut yang memisah Timor-Sumba adalah laut yang dalam. Kapal seukuran ‘Kelimutu’ pun mesti hati-hati bila tak ingin dilanun ombak, apalagi cuma sebuah ferry.
Sekarang tentang Sumbawa-Flores. Katakan Mataram menjadi starting point. Hari 1 (H-1) tiba di Selaparang, ke terminal Sweta, cari bis ke Labuhan Lombok, nyebrang ke Pototano, cari bis ke Sumbawa Besar dan bermalam di sana. H-2 memutari Sumbawa Besar (ke istana Dalem Loka atau desa adat Tepal). Mau ke pulau Moyo, tempat tetirah alm. Putri Diana? Silakan saja kalau bawa cashnya sekoper! H-3 perjalanan Sb. Besar – Dompu. Sisa waktu dan pagi H-4 ke pantai Hu’u. H-4 sore perjalanan ke Bima. H-5 menjelajah Bima; ke istana, ke Lengge sekalian cari info ferry Sape – Labuhan Bajo, Flores. Cari info juga apakah ferry singgah di Komodo. Selat yang memisahkan Sumbawa – Flores termasuk sangat berbahaya. Menumpang kapal kecil/kayu sangat riskan dan sangat tidak direkomendasikan. Katakan ferry berangkat pada H-7, malam H-6 sebaiknya menginap di Sape.
H-7 seharian melintasi selat Sape. Sekalian bermalam di Labuhan Bajo, cari info angkutan ke Komodo. H-8 ke Komodo. H-9 pagi Labuhan Bajo – Ruteng. H-9 sore dan H-10 pagi bisa ke rumah tradisionil (rumah Bapa Raja?). H-10 sore Ruteng – Bajawa (dengan asumsi ada angkutan). Kalau tak ada angkutan berarti mesti besok paginya atau rencana memutari Ruteng dibatalkan. H-11 ke kampung megalit Bena. H-12 Bajawa – Ende. Sisa H-12 dan H-13 memutari Ende, termasuk cuci mata ke sentra tenun Nggela atau Njopu. Sekitar Ende ada kampung megalit Detusoko. Kalau sudah ke Bena, Detusoko bisa dilewati. H-13 sore Ende – Moni, menginap di Moni. H-14 subuh ke puncak Kelimutu. Orang belum ke Flores bila belum melihat danau 3 warna. H-14 siang Ende – Maumere. Sisa H-14 dan H-15 full day di Maumere. Banyak pilihan di kota terpenting di Flores ini. Bisa ke desa Gelinting untuk melihat Flores utara-selatan. H-16 Maumere – Larantua. Bagi yang ingin membaui aroma Porto, kota di ujung timur Flores inilah tempatnya. Hitung-hitung sebagai ganti Dilli yang telah jadi ibukota negara merdeka. Seputar Paskah Larantuka selalu ‘tumplek bleg’ dengan pengunjung.
Dengan gigi 4 saja Mataram – Larantuka perlu lebih dari 2 pekan. Itu belum termasuk menyambangi Lamalera (Lembata) yang kondang dengan perburuan tradisional ikan pausnya. Pulangnya mau naik apa? Dulu (entah
sekarang) ada pesawat Maumere – Denpasar. Kalau lewat darat bisa 2-4 hari lagi baru sampai Mataram. Apa masih mau dilanjut ke Sumba? Boleh saja asal ambil cutinya sebulan.
Salam dari Sangatta






