Catper: Perjalanan Event Ujung Genteng Explore

Custom Search

By admin • Feb 14th, 2006 • Category: Petualangan

Rombongan sempat singgah ke satu warung sebelum perkebunan teh untuk
sekedar duduk-duduk, minum teh hangat, ke toilet atau nerusin tidur di
bus dengan posisi yg lebih buebass! Meluruskan kaki atau malah…
ngorok dengan ritme sedang?



Perjalanan pendek dengan bus pun diteruskan, melewati perkebunan teh,
yang please deh!, ga’ kliatan ijonya gitu deh



Photo by : Aris

Standing there on Freedom’s Shore. Waiting for the Sun….

03/02 jumat malam, agak sradak-sruduk, selepas maghrib pulang kantor untuk segera makan malam, mandi, cari sedikit makanan utk bekal, obat. Ragu..apa iya snorkel dan fin perlu aku bawa? teringat itinerary rasanya ga’ perlu.
Meski rasa ingin tau soal apa kira-kira isi laut di Cibuaya. Pakaian, sunblock, raincoat, standard pocket digital camera cukup ngisi ranselku.

Berangkat dengan penuh antusias. Ya! ini kali pertama aku ikut event jalan bareng Indobackpacker. Setelah selama ini cuma jadi member pasif [baca: baca postingan sembari melongo]. Aku dan Tri datang ke meeting point sekitar jam 21an. Di sana udah ada Aris sang koordinator dan beberapa teman baru. Sekitar pukul 22:30 bus 3/4 AC berisi 29 orang beserta pak supir dan asistennya berangkat dari Parkir Timur Senayan. Kelak Kang Petrus si empunya http://come.to/genteng juga nimbrung saat bus melintas di Bogor, entah di Ciawi atau dimana…i was too sleepy at that time. Say hello to him "Kang Petrus, inget ga’? kita pernah ketemu di plaza semanggi. Aku yang waktu itu ga’ jadi ikut trip ke Ujung Genteng [Des 2005]" kali ini terbalaslah keingintauanku soal UG.

Rombongan sempat singgah ke satu warung sebelum perkebunan teh untuk sekedar duduk-duduk, minum teh hangat, ke toilet atau nerusin tidur di bus dengan posisi yg lebih buebass! Meluruskan kaki atau malah… ngorok dengan ritme sedang?


Perjalanan pendek dengan bus pun diteruskan, melewati perkebunan teh, yang please deh!, ga’ kliatan ijonya gitu deh, soalnya masih gelap bleh! Sampailah kami di Surade pukul 5 pagi. Selepas numpang toilet & sholat subuh di rumah penduduk, rombongan segera turun ke pinggir sungai untuk naik perahu menuju Curug Cikaso. Konon, kita bisa juga mencapai curug itu dengan trekking tetapi karena sisa banjir/hujan, beberapa lintasan menuju ke sana sedikit rusak. Naik perahu tentu lebih menyenangkan. Melewati sungai yang digawangi pohon-pohon besar dan semak rimbun berselimut kabut. Waaa.. gorgeous Curug Cikaso. Alami, memiliki 3 curug dengan keindahan luar biasa, udara segar, bebatuan berlumut dan cahaya matahari pagi yang memancar dari puncak curug mempercantik Curug Cikaso.

Masih dengan memori bagusnya Cikaso, rombongan mencari sarapan pagi di terminal/pasar Surade. Terminalnya nampak sepi, rupanya lokasi terminal yang sedianya di situ telah dipindah ke bagian Surade lainnya. Lanjut ke Curug Cigangsal, kali ini kami menikmati menariknya air terjun dari atas dimana air mengalir deras ke lembah yang hijau. Aku lihat Aris dan Petrus sempat menuruni bukit dan ‘capture’ landscape dari view yang berbeda.

Amanda Ratu jadi lokasi selanjutnya. Bener aja, seperti tanah lot dengan ombak besar Indian Ocean. Jalan sedikit ke bawah dan nengok ke samping kanan kita juga akan menemui bagian Amanda Ratu yang ga’ kalah bagusnya. Soal penginapannya di sini sih, harusnya punya potensi komersial tapi sayang, kondisinya ga’ bertuan. Proses pembuatan gula merah kelapa jadi agenda berikutnya, ikut nyicip air nira yg manis sebagai bahan utama pembuatan gula. Beberapa teman malah beli gula sebagai oleh-oleh. Jangan lupa untuk nyicip kelapa muda yang langsung dipetik dari pohonnya [mau manjat dan petik sendiri juga boleh!]. Rasanya beda, lebih segar, airnya manis, daging kelapanya lembut..uenak lah. Lumayan banget buat ganjal perut. Mulai lapar..untungnya bus memang dijadwalkan menuju tempat peristirahatan dan makan siang.

Bus parkir dan…hehehe…baru kali ini aku lihat konvoy ojeg 30 orang! Bagi Nukke ini adalah debut naik ojeg, after ‘her ojeg traumatic syndrome’. Selanjutnya menuju penginapan yang letaknya pas di depan Cibuaya yang asik buat berenang, main air, liat ikan-ikan kecil yang terperangkap saat tepian pantai Cibuaya surut. Makan siangpun terasa nikmat bukan main. Untuk Rudolf, Dwi, Deni, dan SonSon; Lupakan mie rebus plus cabe 3? "Kenapa musti 3? Kenapa ga’ 4?"



The Mighty Cibuaya Power Ojegs are back! Bawa rombongan ke Cipanarikan untuk hunting sunset. Cuaca memang kurang mendukung, langit ga’ cukup biru. Ketika muncul efek-efek merah matahari tenggelam, langsung dah..jeprat jepret! Bukan cuma landscape, model-model dadakan juga bertebaran, ada yg bikin foto dengan ide siluet: gaya melompat ala Voltus V…handal berat dah!
Maghrib mulai menjemput, menghabiskan kelapa muda (yg beda sama kelapa muda di amanda ratu) dan segera pulang.


Pukul 21 lewat lagi-lagi Go..Go..Power Ojegs mengantar kami ke pantai Pangumbahan untuk mengamati prosesi penyu hijau [chelania mydas] bertelur. Pantai yang gelap. Cahaya senter, blitz kamera tidak disarankan mengingat katanya cahaya seperti itu bisa bikin penyu ga’ comfort untuk melakukan ‘prosesi ritual’nya. Jejak dari penyu yang khas di pantai kelihatan dari sinar bulan yang agak malu muncul di langit yang hitam berhias rasi bintang orion. Cukup lama nunggu kemunculan penyu, aku keluarkan raincoat dan ketiduran di pantai sampai akhirnya 2 penyu hijau yang sangat besar, panjang +/- 1 meter dengan 2 kali lebih besar dan tebal dari tubuhku bisa kita lihat sedang bertelur. Cara dan insting penyu melindungi telur-telurnya menarik. Kembali ke penginapan.


Malam sudah terlalu larut. Tidur jejer-jejeran sama temen-temen. Nyenyak!
Bangun pagi, mandi, main ke pantai dan nyantap nasi goreng porsi jumbo. Packing sebentar lalu trekking menuju bus, langsung ke pelelangan ikan dan cagar alam Ujung Genteng. Perahu nelayan nampak menghiasi pinggir pantai. Ga’ jauh dari situ terlihat bangunan beton pemecah ombak yang sedikit terputus. Rombongan mulai masuk ke Cagar Alam. Beberapa teman sempat lihat Biawak dan Ular. Di tengah perjalanan hujan turun sebentar..raincoat, waterproof jacket atau payung sangat membantu. Kembali ke penginapan, makan siang..pulang!
kali ini kami naik mini truck menuju parkir bus. Ngelewatin sungai dan tracking yang cukup mendebarkan. Berasa offroad! Time to go home. Seru sepanjang perjalanan. Sempat berhenti sebentar untuk ngambil foto pelabuhan ratu dari jalan berbukit, juga selintas ngamatin jembatan gantung yang ga’ lagi terpakai dan curug Cigangsa yang berundak-undak. Sampailah di Jakarta, satu persatu pamit dan turun dari bus. See u guyz later! Keep beautiful Ujung Genteng in our mind and come again sometimes…

Makasih ya semuanya untuk segalanya.

Photo - photo bisa di lihat di:
http://indrianasusilowati.multiply.com/photos/album/1
http://odesya.multiply.com/photos/album/18

admin is
Email this author | All posts by admin

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Copyright ©2004-2008 Indonesia Backpacker Community All rights reserved. All articles and Images may not be reproduced in any form without the express written permission of the copyright holder | All Information contained on this site may not be used for commercial purposes,
for more information please Contact
admin At indobackpacker.com | Powered by the WordPress

Creative Commons License
Except where otherwise noted content on this site is licensed under a
Creative Commons Licence.