Jogja = Pantai Parangtritis
By admin • Feb 23rd, 2006 • Category: Pantai dan Wisata Laut
Mungkin Anda sudah bosan ketika merencanakan pergi pelesiran ke Daerah Istimewa Yogyakarta karena Anda cuma bisa menikmati Parangtritis yang sudah agak memudar ke-naturalannya dan candi-candi yang mungkin sudah agak tidak terawat lagi. Tetapi baru-baru ini saya menemukan spot yang cukup menarik di Yoggyakarta. Walaupun tidak tepat berada di kawasan ini, tetapi Anda tidak akan menyesal pergi sedikit berjauh-jauh ria karena Anda bisa mengistirahatkan otak Anda karena akan segera melihat lukisan alam yang benar-benar alami.
Sundak. Ya. Nama itulah yang menjadi tujuan saya yang igin melepas stress karena harus terus berkonsentrasi membuat tugas kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta. Sundak adalah nama pantai yang ada di selatan Yogyakarta. Anda akan menghabiskan waktu sekitar dua sampai tiga jam untuk mencapai daerah tersebut menggunkan kendaraan pribadi. Dari Yogyakarta terlebih dahulu pergi menuju Wonosari. Walaupun Anda bisa pergi ke pantai itu dengan menyusuri jalan dari Pantai Parangtritis terus ke Timur, tetapi jalur yang lebih aman adalah dengan melewati daerah Wonosari. Bagi Anda yang menggunakan kendaraan umum Anda dapat naik bus menuju Wonosari dari Yogyakarta melalui terminal Jombor. Saya kurang tahu berapa tarifnya. Setelah sampai di Wonosari, Anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Pantai Sundak dengan menggunakan kendaraan umum yang tersedia. Sampai akhirnya tibalah di Pantai Sundak.
Dalam perjalan menuju Sundak, Anda akan melewati jalan berkelok (mirip Puncak di Jawa Barat) dan dari puncak bukit tersebut Anda dapat melihat kota Yogyakarta dari ketinggian. Selain itu juga akan melewati jalan menuju Candi Boko yang menjual paket untuk melihat sunset atau sunrise dari candi tersebut dan dari candi tersebut Anda pun dapat melihat kota Yogyakarta. Yang lebih berkesan jika Anda dapat menuju tempat itu sekitar pukul lima-an karena Anda akan dapat melihat sunset sekaligus gemerlapnya kota Jogja pada malam hari. Apalagi jika Anda sempat-sempatnya membawa kamera.
Sayang sekali sewaktu saya kesana langit sedang mendung jadi agak sedikit mengecewakan tetapi tetap tidak mengurangi manjanya mata saya untuk tidak berkedip dan bibir saya terus memuji Tuhan YME atas karunianya yang indah ini.
Di kawasan Pantai Sundak, Anda tidak hanya menemui satu spot saja tetapi ada beberpa spot yang bisa Anda kunjungi dan semuanya adalah pantai. Mulai dari Pantai Baron, Kukup, dll. Semua pantai mempunyai ciri khas sendiri. Misalnya Anda bisa berkunjung ke pantai Baron untuk sekedar membeli ikan bakar segar atau Udang Goreng mentega. Anda tak perlu kuatir karena dengan hanya Dua Puluh Lima Ribu rupiah Anda sudah dapat ikan bakar dengan berat satu kilo.
Sundak merupakan kawasan pantai yang berpasir putih, untuk itu Sundak berbeda dengan Pantai Parangtritis yang pasirnya hitam. Beningnya air laut di Pantai Sundak mengingatkan saya akan beningnya air laut di Pantai Mutun, Lampung. Cuma disini tidak bisa mandi terlalu jauh karena karang kecil mendominasi setengah pantai itu. Tapi jangan kuatir bagi pecinta surfing dapat memanjakan tubuh Anda bergoyang di papan selancar dengan gulungan ombak yang tak bisa diremehkan.
Menjelang sore hari, rona merah di Barat telah memberi tanda pada kita untuk berhenti beraktifitas dan merebahkan diri di putihnya permadani alam menikmati tidurnya sang mentari yang menemani kita sejak pagi hari. Tapi, tenggelamya matahari bukan berarti tenggelamnya mata kita untuk menikamti alam. Jika Anda kebetulan pergi ketika pertengahan bulan, Anda akan bisa menikmati bulatnya matahari malam dengan sahabat musik sang deburan ombak.
Sewaktu saya ke sana, saya hanya menghabiskan waktu sebatas matahari tenggelam. Sebelum saya beranjak menuju mobil, saya sempat sebentar menikmti Ayunan yang dipasang oleh salah satu klub Petulang yang bermarkas di pantai Sundak. Alangkah nikmatnya berayun sembari melihat siluet merah di atas sana ditemani musik deru ombak juga sambil melihat bayangan pelepah kelapa yang bergoyang diterpa sepoi angin laut sembari ditemani temaramnya lampu cempor yang dinyalakan oleh warga stempat.
Jika Anda cukup punya banyak uang tidak ada salahnya untuk menikmati tidur di Hotel yang dimiliki Klub Petualang tersebut. Hotel tersebut berada di atas tebing, sehingga Anda bisa bebas melihat laut dan sunset dari Hotel itu. Untuk tarif nya saya kurang tahu.
Lagu Iwan Fals yang baru saja keluar menjadi musik penghantar saya di dalam mobil pulang ke Jogja untuk kembali bersibuk-sibuk ria dengan segudang aktifitas akademik. Tetapi saya masih sangat ingin ke sana apalagi baru-baru ini teman saya memberi tahu bahwa ada Gua di dekat pantai itu yang cukup menarik untuk dikunjungi karena kealamiannya. Bagi Anda yang merasa tertarik saya ucapkan Selamat Menikmati Karunia Tuhan



