Gunung Tambora
By admin • May 9th, 2006 • Category: Gunung / Mountain
Secara umum jalur dari Dusun Pancasila menuju Puncak Tambora cukup jelas. Di beberapa tempat masih ada stringline yg terpasang. Hanya, entry point dari jalur logging menuju pintu rimba yang menurutku nggak begitu jelas. Banyak percabangannya. Jalurnya lumayan bersih dari sampah.
Lama perjalanan
Untuk trekking ngebut sih sebenernya bisa 2 hari 1 malem, rutenya seperti ini :
Day 1 Ds. Pancasila - Pos 3
Day 2 Pos 3 - Summit - Ds. Pancasila
Tapi yang masuk akal sih sih menurutku 4 hari 3 malem, dengan rute sbb :
Day 1 [Ds. Pancasila - Pos 2]
Day 2 [Pos 2 - Pos 5]
Day 3 [Pos 5 - Puncak - Pos 2]
Day 4 [Pos 2 - Ds. Pancasila]
Porter
Untuk porter, bisa dibantu dari temen-temen K-PATA [PA desa setempat, per juni 2004 biayanya Rp. 30.000/hari] peralatan spt : tenda, kerir, dll, sudah ada [dapat bantuan dana dari Bupati kalo ngga salah] tinggal ngitung tambahan logistik + rokok buat porter. Porter lain bisa di dapat dari Calabai, itu entry dari laut. Biayanya nggak tau. Nggak sempet tanya. Kemaren sempet ketemu pendaki bule yang ditemenin porter dari Calabai.
Basecamp di Dusun Pancasila
Waktu kami disana, Bang Ipul sendiri berencana untuk membuat semacam penginapan + toilet+warung makan untuk pendaki. Yaah.. masih di komplek halaman rumahnya. Mungkin sekarang udah ada. Tapi kalo belum, keluarga Bang Ipul + Kak Irma [istrinya] dengan senang hati membantu menyediakan makanan
dan penginapan ala kadarnya.
Ada semacam perpindahan era generasi porter [catat: yang sudah tua] dengan generasi mudanya. Bang Ipul ini kelahiran tahun 72 atau 73-an gitu kok. Sedangkan 'pendamping' lain juga jauh lebih muda.
Menuju Kesana
Via Udara : Waktu itu kami naik pesawat Merpati jam 05.00 pagi [Jakarta-Bima, transit Denpasar] dari Bima lanjut naik bis ke Dompu [daily] tapi ada yang bilang, tinggal nyegat di depan bandara, [fyi, bandaranya sendiri ada di luar kota Bima, yaah sekitar setengah perjalanan dari bandara deh] nah, di depan bandara ini ada bis dari Bima yang lewat langsung ke Dompu ongkosnya Rp 6000/ orang, lama perjalanan kurang lebih 2 jam-an deh.
Via laut : Nyebrang dari Lombok. Langsung ke Calabai (?) Tapi, aku sendiri belum tahu info detailnya.
Dari Terminal Dompu nyambung lagi dengan bis 3/4 menuju Calabai/Kadindi dan turun di prapatan, persis di Pasar Kadindi. Ongkosnya Rp 15.000/orang. Perhitungkan waktu dengan cermat ya, soalnya bis rute Dompu-Kadindi ini hanya ada 2 kali sehari. [setiap jam 08.00 dan 13.00]. Lama perjalanan kurang lebih 6 jam. Hanya break 1x di tengah jalan untuk makan/ngemil dan ke toilet. Kondisi jalan 50% masih bagus, tapi sisanya rusak berat.
Di Pasar Kadindi lanjut ke Dusun Pancasila. Kalo nggak salah sih bisa pakai Ojek [dulu sekitar Rp 15.000-20.000/ojek] lama perjalanan antara 1/2 - 1 jam. Atau kalo beruntung ada shuttle pick up yang menuju kesana. Waktu itu kami carter pick up langsung ke Dusun Pancasila Rp 70.000/ pax.
Logistik
Sebaikya sih udah lengkap yah. Untuk spirtus, kami dapet di terminal Bima. Di Dompu sendiri ada jajaran pasar yang cukup representatif buat belanja. Sedangkan di Pasar Kadindi, sama seperti tipikal pasar tradisional. Kemaren kami sempet makan siang di warung di Pasar Kadindi. Untuk berlima, total Rp40.000,-
Yang Nggak Boleh Dilewatkan
Yang pasti Pulau Satonda. Unik, karena ada danau air asin dan cerita tentang batu gantung. Aku sarankan sih berangkat pagi-pagi mumpung ombaknya masih cukup tenang. lautnya jernih dan bening banget! Pengen deh berenang-renang kalo saja waktunya cukup dan kenapa enggak sekalian ngecamp aja disana ?
Yang lain sih, wisata di kota Bima itu sendiri. Kemaren kami ngider di kota lamanya. Ada istana, mesjid, pemakaman diatas bukit, dan pelabuhan lama. Ada juga perahu yang nyebrang ke pulau kambing. Sedangkan pengembangan kota barunya sendiri, cukup bagus tata-kotanya. Kami sempet hunting kain asli setempat juga kesana. Dan madu tentunya…slurp! (*)
admin is
Email this author | All posts by admin



