Road To Plengkung
By admin • May 9th, 2006 • Category: Pantai dan Wisata Laut
G-Land
adalah istilah hotspot nya para surfer di pantai Plengkung
kita disarankan nginep di
menuju Plengkung sekitar 1,5 jam melewati jalan aspal di 2km awal, dan jalan
tanah di sekitar 8 kilometer berikutnya melewati hutan lindung Alas Purwo.
Pernah kita liat langsung monyet liar, burung merak liar, dan burung lainnya. Yang
jelas, pepohonannya juga ukurannya gede-gede.
Kebetulan
aku kerja di salah satu perusahaan telekomunikasi seluler di
job yg aku handle adalah pengawasan pembangunan tower-2 pemancar (Base
Transceiver Station) di area jawa timur. Waktu itu ceritanya aku lagi keliling
ke area jember dan banyuwangi untuk pengecekan lapangan bersama pihak vendor
ku. Keliling liat-2 lokasi kerja hari Kamis dan Jumat. Nah kebetulan orang dari
vendor ku ini (sebut saja si Agus) juga orang yg demen jalan-2. cocok deh.
kerjaan hari jumat sore di area Jember, lalu hari sabtunya kita kearah Banyuwangi
untuk liat perkembangan pembangunan tower di
Muncar. Nah, begitu sampe di Muncar ini si Agus cerita klo dia pernah papasan
sama rombongan bule-bule pada bawa papan surfing yag pada mau surfing ke Pantai
Plengkung. Kebetulan sebelumnya pun aku pernah denger cerita-2 dari berbagai
sumber klo di Banyuwangi itu ada pantai namanya Plengkung sebagai tempat
surfing terbaik kedua di dunia katanya. Begitu denger si Agus ini cerita kayak
gitu, langsung lah aku ajak dia utk ke
liat di peta Jawa Timur sih, dari Muncar gak begitu jauh klo mau ke Plengkung.
Ya udah, kita jadiin deh rencana kita ke Plengkung setelah kerjaan selesai di
Muncar. Jam 2an siang setelah makan siang, mobil yg kami bawa langsung meluncur
menuju Plengkung.
pada mau ke Plengkung, pilihannya ada beberapa jalur, yaitu:
1. Dari Surabaya menuju Banyuwangi Kota
(sekitar 5-6 jam), lalu dari Banyuwangi menuju ke selatan melewati Kecamatan
Rogojampi – Kec. Srono – Kec. Muncar – Kec. Tegaldlimo (dari Banyuwangi sampai
ke Tegaldlimo sekitar 2 jam). Jalanan di jalur sini cukup bagus, sudah aspalan
semua. Nah, dari Tegaldlimo lanjut kearah Taman Nasional Alas Purwo (sekitar ½
- 1 jam), jalan nya agak mulai rusak (maklum jalan menuju hutan). Akhir
perjalanan di Pos Perhutani Taman Nasional Alas Purwo. Di sini lah mobil kita
titipkan ke pihak Pos Perhutani.
2. Dari Surabaya menuju Jember (sekitar
4-5 jam), lalu lanjut menuju ke timur selatan melewati Gunung
Kumitir-Kalibaru-Glenmore-Genteng-Rogojampi (sekitar 1,5-2 jam). Dari sini,
rute nya sama dg poin 1 di atas.
3. Dari Denpasar menuju Gilimanuk
(sekitar 2-3 jam), nyebrang ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, lalu rutenya sama
dg poin 1 di atas.
Nah, dari
Pos Perhutani terakhir inilah, kita harus carter jeep milik Perhutani
(sebenernya trekking lebih asyik karena melewati jalur hutan lindung yg cukup
lebat). Harga sewa nya sekitar 150rb – 250rb pulang pergi (tergantung nego).
Aku sama si Agus ini nyampe di pos sekitar jam 4 sore. Langsung sewa jeep (kena
150rb) diantar ke camp di G-LAND Plengkung. Dan minta dijemput kembali hari
Minggu nya jam 1 an siang.
Mungkin ada
yg penasaran dg istilah G-LAND???
adalah istilah hotspot nya para surfer di pantai Plengkung
kita disarankan nginep di
menuju Plengkung sekitar 1,5 jam melewati jalan aspal di 2km awal, dan jalan
tanah di sekitar 8 kilometer berikutnya melewati hutan lindung Alas Purwo.
Pernah kita liat langsung monyet liar, burung merak liar, dan burung lainnya. Yang
jelas, pepohonannya juga ukurannya gede-gede.
Camp G_SPOT jam 6 sore. Langsung booking kamar. Rate harga kamarnya sekitar
150rb – 500rb. Tapi jangn berharap dapat kamar semodel di hotel bintang. Kamar
di sini hanya ada 2 tempat tidur, 1 kipas angin kecil, kelambu, dan tembok dari
triplek. Maklum lah pola hidup para petualang surfer. Dan satu lagi, listrik
hanya ada malam hari dari genset milik camp. Cuma yang enak, dapet jatah makan
malem, makan pagi, makan siang.
satu yg agak aneh…. Kita berdua ternyata satu-satunya rombongan dari local
sekedar penonton aja). Tamu-2 lainnya dari luar semua. Kebetulan pas kita chatting,
ada rombongan dari
kayak malam hari di Kuta.

nya, setelah makan pagi kita jalan menyusuri pantai pasir putih Plengkung.
Pasirnya bener-2 putih kayak butiran kristal bo. Apalagi air lautnya… wuih…
bening abis. Sekitar jam 10an siang, mulailah para surfer terjun ke laut. Kalo
kita sih cuma nonton aja dari rumah panggung yang memang disediakan utk
penonton. Memang benar-2 indah. Sayang kita gak bawa binocular waktu itu. Jadi,
ngeliat para surfer beraksi masih keliatan kecil. Soalnya ombak besarnya memang
agak ke tengah. So, ini tips buat temen-2 yg mau ke Plengkung, jangan lupa bawa
binocular ya.
Info
Tambahan:
Menurut kru
camp di G-SPOT sih, bulan-2 yg pas ombak bagus dari April – Oktober dengan
puncak ketinggian ombak maksimal di bulan Juli – Agustus. Dulu katanya pernah
ada event internasional oleh Quick Silver di G-LAND ini. Yang Unik, ombak di
G-Land ini baru pecah setelah 1 – 2 km dari arah timur ke barat dg ketinggian
ombak bisa mencapai lebih dari 3 m, sehingga para surfer bisa menikmati
“barrel” (gulungan ombak) lebih lama dan jauh. Inilah yg membuat g-land menjadi
primadona di dunia surfing internasional. Bahkan orang Banyuwangi sendiri
pun masih banyak yg belum tau tempat ini karena memang sengaja tidak diekspos
agar tetap terjaga keasliannya.
objek wisata Pantai, di Alas Purwo juga ada objek wisata Pura ASTA TINGGI dan Taman
Nasional nya (ada banteng jawa, burung merak, babi hutan, rusa, dll… klo pas
hoki, katanya suka ada harimau jawa)
Silakan cek links berikut :
Grajagan :



