Ajak Bayi Kecil Backpacking
By suryatmaning • Oct 9th, 2006 • Category: Travel Tips
Yah, sebetulnya tulisan ini tidak melulu ditujukan untuk backpacking-ria. Tapi lebih kepada semangat tetap jalan mandiri walaupun ada bayi. Tulisan ini hasil rangkuman dari sana-sini dan diwarnai dengan pengalaman pribadi: khusus membahas perjalanan di daerah dengan tingkat kesulitan rendah, bukan perjalanan berhari-hari di gunung hutan.
Ini adalah anugerah terbesar yang bisa dinikmati penyuka jalan-jalan. Jalan jauh bersama bayi tapi tidak perlu memikirkan printilan seperti mencuci botol, menyiapkan susu bubuk, air hangat, air putih matang, dll. Bila bayi anda perlu makan, di mana saja kapan saja, kegiatan menyedot susu bisa
dilakukan seketika. Bayi jadi tenang di perjalanan.
Apa saja yang harus dipersiapkan? Sulitkah?

Mudah saja, kok. Persiapan khusus cuma mencari keterangan sebanyak-banyaknya tentang tempat yang akan dikunjungi serta perencanaan moda angkutan yang digunakan dan lamanya perjalanan.
Pertanyaan-pertanyaan mengenai tempat tujuan seperti di bawah yang perlu dijawab:
Adakah tempat penyedia layanan cuci baju di sana? Apakah popok sekali pakai harganya lebih murah di sana?
Kalau jawaban terhadap 2 pertanyaan di atas adalah tidak dan tidak, maka anda harus mempersiapkan baju dan popok sekali pakai sejumlah yang biasa dipakai sehari-hari.
Jangan lupa juga membawa obat-obat yang dianjurkan dokter bayi anda, bilaada. Tapi berdasarkan pengalaman saya, bayi ASI insyaallah jarang sakit. Kalau bayi anda memperlihatkan tanda-tanda kurang sehat, batalkan saja rencana perjalanan jauh anda.
Barang-barang kecil lain yang penting untuk dibawa adalah: minyak telon, Vicks, baby oil dan cotton bud, tisu kering, kapas, tisu basah [Pigeon, J&J, Zwitsal, dll] dalam jumlah banyak, gunting kuku kecil [kadang anda harus menjelaskan bahwa ini untuk bayi, waktu melewati pemeriksaan boarding
pesawat], selimut tipis, alas plastik/ perlak untuk ganti popok, dan kantong-kantong plastik untuk sampah.
Jangan lupa bawa nursing-pads sekali pakai untuk mencegah kebocoran air susu. Ini juga untuk menghemat baju yang sang ibu pakai.
Perhatikan juga bahwa anda tidak bisa sembarangan membuang popok bekas pakai bayi. Kalau anda tidak ketemu tempat sampah, bawalah sampah anda sampai anda menemukan tempat pembuangan sampah.
Bayi usia 3-6 bulan tentu saja masih terikat pada sang ibu. Jadi pengaturannya adalah, bayi digendong ibu di dada. Ibu membawa tas punggung kecil, beban selebihnya dilimpahkan pada ayah. Pilih gendongan bayi yang paling nyaman untuk bayi tapi sesuai dengan ukuran tubuh dan selera anda.
Irama perjalanan terutama akan ditentukan ketahanan bayi dan ibunya. Berhentilah kapan saja diperlukan. Jangan terburu-buru dan hindari daerah yang mungkin berbahaya. Nikmati saja apa yang anda lihat sepanjang jalan. Bayi akan mudah ‘tertular’ semangat dan kegembiraan anda.
Selamat jalan-jalan, yaaa…
–Hany: tukang menyusui selama 42 bulan
suryatmaning is
Email this author | All posts by suryatmaning




wahh…. keren.. jadi pengen bawa anak jalan2 nih
wahh…. keren.. jadi pengen bawa anak jalan2 nih