The Killing Fields – Phnom Penh
By admin • Nov 1st, 2006 • Category: Wisata
Apa yang anda ketahui begitu mendengar kata “Ladang pembantaian” ? mungkin kening anda sedikit berkerut, jika kata itu saya ubah menjadi “The Killing Fields” saya yakin kening anda akan semakin berkerut teringat judul Film yang di bintangi Dr. Haing S, Ngor yang bercerita tentang pembantaian manusia di jaman Rezim Lon Nol yang dilakukan secara sistematis oleh seorang komandan tentara yang bernama Polpot. Ah tentunya saya tidak akan bercerita tentang Polpot and the gank yang menbantai hampir 2 juta manusia yang di lakukan dengan kejamnya…
Day4/Phnom Penh-Cambodia/Jelajah kota Asteng/Genocide Museum Tuol Sleng
Hari ini saya dan teman-teman backpacker ibukota berada di Phnom Penh, kota ke 3 setelah Singapore dan Saigon yang saya kunjungi dalam rangka jelajah kota-kota di Asteng, kota dimana tempat pembantaian manusia yang paling di ingat orang sebagai pertiwa memilukan yang dilakukan oleh umat manusia terhadap sesamanya. Rencananya saya berada di sini hanya 1 malam 2 hari, karena dalam itinerary yang sudah saya susun, siang ini seharusnya saya sudah berangkat ke Siem Reap, karena di Siem Reap rencananya akan berlama-lama disana mengunjungi Wat Angkor yang terkenal itu. Rupanya itineraruy cuman sekedar rancangan ajah, Buktinya setelah melihat langsung spot-spot tenpat yang menarik waktu 1 malam 2 hari rasanyatidak cukup, dan pagi itu setelah malam sebelumnya menyusuri sungai Mekong, kita menemukan sebuah hotel mungil bertingkat 4 yang lumayan untuk di inapi. Setelah kesepakatan di capai, akhirnya kita sepakati untuk pindah ke hotel yang persis di depan kawasan Sungai Mekong, saran untuk menginap di hotel depan kawasan ini adalah atas anjuran seorang pemilik rumah makan Malaysia di Phnom Penh ini.
Kawasan depan sungai Mekong ternyata ramai oleh berbagai macam Guest house dan hotel kecil, karena daerah ini adalah kawasan daerah wisata, spertinya semua tempat seperti laudry, penukaran mata uang asing hingga warnet banyak bertebaran disini. Esok adlah hari rayanya Bangsa Khmer (Khmer New Year) maka tak aneh sekolah-sekolah dari hari senin sudah diliburkan, efeknya adalah kawasan jalan ini menjadi ramai. Selasa pagi tadi dengan mengendarai mobil sewaan, berenam saya, kaka Aya, Judhi, AimanSoe, Citychan dan Ipe dengan kelengkapan peralatan foto akan memburu Polpot….. hah memburu Polpot??? uhm ..bukan.. dengan peralatan foto sebenarnya kita akan ketempat sebuah ladang dimana Polpot pernah membantai hampir 2 juta orang bangsa Cambodia, semangat dan rasa ingin tahu yang besar membuat kita tak sabar untuk segera datang ke lokasi ini. Waktu yang ditempuh dari kawasan sungai Mekong hingga ke tempat ladang pembantaian kurang lebih 1 jam-an. Perjalanan tidak terlalu lama, tapi duh jalan yang ditempuh sungguh tidak nyaman, berdebu dan panas.. kalau di Bandung mirip ke Soreang melewati Kopo bihbul.. (bihbul = tebih dan kebul.. bahasa Sunda = Jauh dan berdebu…hehehe)

CHOENG EK , itu yang terbaca di dirama kecil depan pintu masuk menuju areal tanah yang berupa ladang dengan luas hmmm berapa lebar, yang pasti tidak begitu luas selapang bola… dari depan pintu masuk seterlah membayar 2 dollar untuk donasi pemeliharaan, nampaklah sebuah bangunan yang kira2 lebarnya 12×12 meter, berdiri kokoh menjulang tinggi, dari kejauhan bangunan ini berarsitektur khas Cambodia. berlevel 17 ini adalah gedung tempat menyimpan tengkorak dan tulang2 yang diambil dari sisa2 tanah yang di gali… semangat naluri berfoto saya langsung hilang begitu melihat tumpukan tengkorak2 dan tulang belulang, dari pengamatan atas tengkorak-tengkorak itu ajah udah bisa di simpulaan seperti yang saya lihat jika tengkorak itu berlubang di kepalanya berarti si korban di tembak langsung, …. ada tengkorak dengan kepala retak artinya kepalanya di ganjuk atau dipukul sampai mati, atau kalau badannya di temukan tanpa kepala berarti … berarti aduh….. ngga kuat deh ngebanyanginnya
Yang pasti dari uraian si penjaga kawasan ini berdasarkan catatan , data, pengakuan para korban yang selamat, tercatat ada 126 lubang kuburan 86 diantaranya sudah digali dengan ditemukan kurang lebih 20.000 rb orang…duh… udah ah nulisnya aja bikin meriding.
Dari ladang pembantaian ini, kita disarankan oleh si penjaga kuburna ini untuk menuju tempat di mana Polpot menyiksa para tahanan ini, maka melajulah kita semua menuju ke museum Tuol Sleng, tepatnya bekas sebuah sekolah menengah atas yang dijadikan Polpot sebagai markas untuk menyiksa para tahanan ini. Di gedung ini para tentara Khmer Merah menginterograsi dan menyiksa beribu-ribu orang untuk kemudian dikubur hidup-hidup, dipengal…di pancung dan ahh…(cut sensor)
Saat Vietnam menyerang Cambodia pada tahun 1979, mereka mendapatkan begitu banyak dokumen dan foto-foto bagaimana Polpot and the gank menyiksa para tahanan, sunguh kejam si knalpot ini bayangan sebelum di bunuh satu persatu para tahanan di poto identitas sebleum akhirnya mereka menemui ajalnya.

Satu hal yang tak bisa ketahui, saya coba mencari tahu dari berbagai sumber dan literature , sulit dimengerti bagaimana Seorang knalpot eh Polpot bisa melakukan ini, sampai guide tur yang membawa saya tanya apa yang membuat polpot melakukan semua ini, dia hanya mengelengkan kepala… barangkali mau bilang “tanya-keun apa”
Besok Rabu pagi rute yang akan di jalani Phnom Penh – Siem Reap by bus.. sepertinya ini perjalanan backpacker premium pengen nyobain bus model greyhound… ituloh bus yang model dua tingkat….



