Taman Nasional Komodo

Custom Search

By Aris • Dec 24th, 2006 • Category: Taman Nasional / National Park
Bookmark and Share

Komodo National Parkkami bermalam di salah satu rumah penduduk di kampung komodo, lumayan
sangat sederhana kampung komodo, di sambut ratusan burung gagak yang
bertengger di atas-atas perahu, rumah penduduk.. memberikan kesan
tersendiri dengan kampung yang sudah lama berdampingan dan hidup rukun
dengan biawak komodo (Varanus komodoensis). di bawah pohon di kejauhan terlihat seekor komodo sedang berjemur.

perjalanan panjang, terpaksa kami memutuskan untuk mencari tumpangan
dari desa moni, sepulang dari kunjungan semalam ke taman nasional
kelimutu, tujuan kami berikutnya taman Nasional Komodo, walaupun desa
bena kami lewatkan begitu saja, kami sempat mampir di Lingko. sawah
yang bisa di lihat dari kejauhan seperti sarang laba-laba di kecamatan
lembor kabupaten Ngada – Nusa tenggara timur.

perjalanan dari moni – labuan bajo lumayan panjang, dan kami bermalam
semalam di ruteng, sebuah kota kecil di kelilingi pegunungan, lumayan
sejuk kota ini, lalu esok harinya kami lanjutkan perjalanan menuju
Labuan baju. ruteng – labuan bajo dibutuhkan waktu hampir setengah
hari perjalanan.

menjelang sore, kami sampai juga di ibuKota kecamatan Komodo, sekarang
sudah berubah menjadi Ibukota kabupaten Manggarai barat. kami menginap di
Hotel Wisata-labuan bajo with Mandi tentu.

karena masih siang, kami berjalan-jalan keliling kota labuan bajo, dan
mampir sejenak ke Pelabuhan ikan, untuk cari-cari perahu menuju kampung
komodo, ini tujuan kami, karena kalau carter perahu biayanya terlalu
mahal.

kebetulan sekali, ternyata esok hari ada perahu rakyat yang akan berangkat ke Kampung Komodo.

pagi-pagi sekali kami sudah standby di Pelabuhan nelayan komodo,
sebelah utara pelabuhan penyeberangan Labuan Bajo – Sape, kapalnya
kecil dan memuat banyak kebutuhan pokok seperti beras, dll untuk
kebutuhan penduduk di kampung komodo, perjalanan menuju kampung komodo
di tempuh hampir 4 jam lebih dan kami berkenalan dengan pak Ishaka
mansur yang ternyata sangat paham sekali dengan keberadaan taman
nasional komodo, menjelang sore, kami akhirnya sampai juga di Kampung
yang termasuk dalam kawasan taman Nasional Komodo.

kami bermalam di salah satu rumah penduduk di kampung komodo, lumayan
sangat sederhana kampung komodo, di sambut ratusan burung gagak yang
bertengger di atas-atas perahu, rumah penduduk.. memberikan kesan
tersendiri dengan kampung yang sudah lama berdampingan dan hidup rukun
dengan biawak komodo (Varanus komodoensis). di bawah pohon di kejauhan terlihat seekor komodo sedang berjemur.

karena musim kemarau bulan juni 2006 lumayan panjang, di kampung ini sedang kesulitan air bersih.

Pagi yang cerah, kami di antar oleh mba Sumarni dan keluarganya menuju
pantai merah, dengan perahu kecil, setelah puas berenang dan
bersnorkeling di pantai merah dengan terumbu karangnya yang indah,
menjelang saya kami lanjutkan perjalanan menuju Loh Liang, salah satu
tempat yang paling sering di kunjungi turis asing maupun lokal untuk
melihat lebih dekat dengan hewan yang katanya hanya ada di kawasan ini,
komodo… tapi, mungkin kami belum beruntung, tidak ada satupun seekor
komodopun terlihat.

kecewa, ini kata para bule, bagi kami itu wajar-wajar saja, namanya
juga hidupan liar. memancing komodo dengan feeding sudah lama tidak di
lakukan lagi, karena panas dan nggak nemu komodo, siang hari ketika
laut mulai surut, kami trekking pendek dari loh liang menuju kampung
komodo dibutuhkan waktu hampir 2 jam, maklum perjalanan dengan 2
anak-anak, anak kami belum 2 tahun usianya dan harus di gendong
bergantian.

merasa belum puas dan penasaran saran, sore hari saya kembali trekking
ke bukit-bukit di belakang kampung komodo, suara seperti dinosaurus
terdengar di lembah-lembah, tanda hidupan liar hewan yang lebih di
kenal dengan nama Naga Komodo atau komodo dragon rasanya begitu dekat
dengan kami, tapi di dalam hutan rasanya sulit terlihat, beberapa
kancil, rusa dan burung-burung sempat saya temui, panoram alam komodo
begitu menakjubkan dilihat dari atas bukit ini.

Taman Nasional Komodo (Komodo National Park) di tetapkan sebagai world
heritage site atau warisan alam dunia oleh UNESCO tahun 1991, sebagai
taman nasional yang punya juga di tetapkan sebagai World heritage
site, saya pikir tidak ada bedanya dengan Taman Nasional Ujung Kulon.
tahun 1995 luasnya bertambah menjadi 173.000 ha, terdapat 3 kampung
yang hidup berdampingan didalam kawasan taman nasional ini, kampung
komodo, kampung rinca dan kampung papagaran. sebagian besar adalah
pendatang yang umumnya berasal dari sulawesi selatan yang umumnya suku
bugis. walaupun banyak orang menyebutnya dengan suku Bajo.

terdapat banyak pulau-pulau kecil,di kawasan taman nasional yang
umumnya di kunjungi hanya pulau komodo dan pulau Rinca, penduduk pulau
komodo percaya kalau komodo adalah jelmaan manusia yang melahirkan
komodo, dan sudah ribuan tahun hidup damai dengan hewan yang sangat di
lindungi ini.

2 malam di kampung komodo, saya sedikit banyak belajar kembali tentang
sulit nya hidup di dalam kawasan taman nasional, beberapa penduduk
mengajak saya untuk obrolan malam dan makam malam yang sangat-sangat
sederhana di rumah yang mirip gubuk milik sumarni, bercerita tentang
hewan komodo sampai ke nasib mereka, umumnya penduduk kampung komodo
yang berjumlah kurang-lebih 200 kk menggantung hidup dari hasil laut
terutama kerang mata Tujuh dan hasil ikan lainnya.

dalam perjalanan pulang, rasanya ingin berlama-lama tinggal di kampung
ini, dalam perjalanan pulang, di perahu hanya kami dan 2 orang penduduk
yang akan ke labuan bajo, kalau saja ada waktu lebih, kami bisa mampir
ke loh buaya di pulau rinca, tentu hunting hewan yang katanya paling
rakus di dunia.

Lokasi yang layak di kunjungi:

Loh liang – pintu masuk utama di pulau komodo, terdapat kantor
penjagaan dan wisma tamu berjarak sekitar 3 km dari kampung Komodo

Loh Buaya – berada di pulau rinca, umumnya lebih sering di jumpai hewan komodo

Pantai merah – lumayan buat jemur-jemuran atau bersnorkle ria, pantainya exotic banget

- Pulau Lasa, umumnya turis menginap di perahu di sekitar pulau ini, bisa juga ke Loh Bo atau kesebita untuk bersnorkel.

How to get there:

by land, from Bali or Mataram or Surabaya – Bus to Bima then transfer
with small bus to Sape, Sape by Ferry 8 hours to Labuan Bajo june 2006 ticket bus from Surabaya to Bima Rp. 350.000, Bima to Sape Rp. 15.000, Ferry Sape-labuan Bajo Rp. 35.000

by airline, every weeks 2 trip Denpasar – Labuan Bajo, now Trigana Air 3 times flight from denpasar to Labuan Bajo tiket around Rp. 700.000

to visit Loh liang, loh buaya or others, you can rental traditional
vessel. to visit kampung komodo or kampung Rinca, looking informaton
first in fishing port. rental Boat from Rp. 700.000 / days, check the boat before pay

Permite entrance please check here http://komodonationalpark.org/pnk.pdf

if you need more information feel free send mail to kunlun_it at yahoo.com.sg

photo by aris: http://photogallery.indobackpacker.com/main.php?g2_itemId=321

Aris is
Email this author | All posts by Aris

Bookmark and Share

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Home | About Us | Disclaimer | Credits & Contributor | Join a Contributor | Our Contributor |
Komunitas Backpacker Indonesia | Indobackpacker.com | Travel Photography | Mailinglist Archive | Mailinglist Forum

Copyright ©2004-2009 Indonesia Backpacker Community All rights reserved. All articles and Images may not be reproduced in any form without the express written permission of the copyright holder | All Information contained on this site may not be used for commercial purposes,
for more information please Contact
admin At indobackpacker.com | Powered by the WordPress

Creative Commons License
Except where otherwise noted content on this site is licensed under a
Creative Commons Licence.