Singgah Semalam di Taman Nasional Kelimutu

karena perjalanan untuk menikmati indahnya alam Kelimutu umumnya di lakukan banyak orang menjelang dini hari, tawaran share sewa angkot dengan 4 bule tidak kami lewatkan begitu saja, per orang kami saweran 50 rb, Deal!

Jam 02.00 kami sudah di bangunkan, sementara si zahraa odesya masih terlelap tidur, duh dinginnya. ternyata si bule sudah ada di dalam angkot, sepanjang perjalanan kami ngobrol-ngobrol bentar, dan hanya sekitar 1,5 jam kami sudah tiba di pintu masuk Taman Nasional Kelimutu.

setelah santai dan rileks di desa banyak orang menyebutnya sebagai desa tertinggal, wodong bay…gitu. kami melanjutkan perjalanan dengan Bus umum. mendaki mount egon yang masih aktif terpaksa di tunda dulu.

pagi – pagi, kami sudah standby di pinggir di jalan, ditemani Ito penjaga wodong beach bungalow. kami menghabiskan hampir 3 jam menunggu bus yang langsung ke Ende! tujuannya tentu Desa Moni.
berdiri di bus bukan kebiasaan orang di Maumere, tapi karena bus penuh terus, terpaksa berdiri hampir 2 jam lamanya. menjelang sore kami tiba di desa Moni.

Desa moni menjadi pintu masuk Taman Nasional Kelimutu, cuaca disini lumayan dingin karena berada di wilayah pegunungan. karena masih sempat bermain, kami sempetkan untuk mandi di sumber air panas di desa yang tidak terlalu jauh dari desa Moni, bermalam semalam di Sao Hidayah bertarif Rp. 75.000 / N. menjadi pilihan karena banyak sao tapi lumayan mahal.

karena perjalanan untuk menikmati indahnya alam Kelimutu umumnya di lakukan banyak orang menjelang dini hari, tawaran share sewa angkot dengan 4 bule tidak kami lewatkan begitu saja, per orang kami saweran 50 rb, Deal!

Jam 02.00 kami sudah di bangunkan, sementara si zahraa odesya masih terlelap tidur, duh dinginnya. ternyata si bule sudah ada di dalam angkot, sepanjang perjalanan kami ngobrol-ngobrol bentar, dan hanya sekitar 1,5 jam kami sudah tiba di pintu masuk Taman Nasional Kelimutu.
0
Mana Danau nya? tiupan angin kencang mendesing menerabas hutan pinus, sementara malam kok rasanya masih gelap, rekan kami sudah duluan walking to kelimutu lake! saya menunggu sedikit pagi, karena membaca banyak tulisan, agak sulit untuk dapat sunrise di Mount kelimutu.

berjalan kaki, sekitar 1-2 jam tiba di puncak kelimutu, nggak ada sunrise yang harusnya muncul setiap pagi, penjual kopi menawarkan dagangannya dengan Cofee please, coffee no cloudy, No coffee cloudy.
banyak sekali orang asing di sini, hanya kami orang indonesia!

lelah, dingin… akhirnya samar-samar danau kelimutu terlihat, warnanya hitam pekat, di sebelah utara berwarna biru tua. sebagian orang percaya kalau warna di sebabkan oleh faktor cuaca, aktifitas vulcano, juga bisa karena kepercayaan penduduk lokal.
amazing, begitu bisa melihat sedikit lebih jelas tentang Taman Nasional yang memiliki 3 kawah yang sudah berubah menjadi Danau yang lebih di kenal dengan Kelimutu color lakes.

sepanjang tahun terakhir, danau di puncak gunung dengan ketingguan 1690 mdpl ini sudah mengalami perubahan warna lebih dari 53 kali, kadang berwarna merah, hitam, hijau, biru..

penduduk lokal menyebutnya dengan nama anau Tiwu Ata Mbupu (danau arwah para orang tua) dan danau Tiwu Nuwa Muri Koo Fai (danau arwah muda-mudi) letaknya saling berdekatan dan danau Tiwu Ata Polo (danau arwah para tukang tenung) yang letaknya agak berjauhan dengan kedua danau sebelumnya.
bottom
penduduk lokal khusus nya suku lio percaya apabila meninggal maka arwahnya akan masuk kedalam salah satu kawah yang ada di gunung ini.

selain keunikan Kelimutu yang terkenal dengan namanya, di Taman Nasional kelimutu juga banyak di jumpai burung-burung, cocok untuk birdwatching, di tetapkan sebagai Taman Nasional tahun 1992 dengan luas sekitar 5000 ha.

selain keindahan alamnya, di sekitar moni banyak terdapat wisata budaya dan Rumah-rumah adat yang menarik untuk dikunjungi seperti Koanara dan Wiwipemo (Kecamatan Kelimutu), Nggela, Tenda dan Wolojita (Kecamatan Wolojita), Wolotopo, Ngalupolo, Onelako, Puutuga, Roga dan Sokoria (Kecamatan Ndona)

Taman Nasional Kelimutu, masuk dalam kecamatan Kelimutu, kabupaten Ende, rasanya kalau senang menjelajah, sayang sekali tidak singgah semalam di Moni dan menikmati keindahan Kelimutu the color of lake

menjelang siang, setelah puas dengan potret sana sini, kami ketemu lagi 2 turis rusia yang pernah kami temui di wodong, 4 bule yang share angkot dengan kami, memutuskan jalan kaki.

Aris
email or ym: kunlun_it @yahoo.com.sg 

Dengan Bus:
Jakarta – Bima – Sape – Labuan Bajo – Ende

Dengan Pesawat
Jakarta-Denpasar-Bima-Ende
Jakarta-Denpasar-Maumare
Kupang-Ende
Kupang-Maumere,

dengan Kapal Laut
Denpasar (Benoa)-Waingapu-Ende Km. Awu
Surabaya -Badas-Labuan Bajo-Waingapu-Ende dengan kapal Prima Vista
Kupang-Ende dengan kapal fery cepat bisa juga dengan Kapal Pelni atau ASDP
dari Ende Naik Bus jurusan Ende, turun di desa Moni
begitu juga kalau dari maumere, tarifnya sekitar 30.000

Akomodasi:
terdapat banyak akomodasi, dengan nama Sao = Rumah yang di jadikan akomodasi, umumnya tidak menyediakan makan, harga akomodasi mulai Rp. 75.000 – Rp. 300.000 / N untuk 2 orang.


kelimutu/rute.jpg
kelimutu/kelimutu.jpg
kelimutu/bus.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>