Pak Herjumin di Taman Nasional Meru betiri
By Aris • Feb 4th, 2007 • Category: Romantika, Taman Nasional / National Park
Uang bukan lah hal yg utama bagi Pak herjumin. Dia tidak mau datang ketika dia diundang oleh petinggi BTN, karena keberanian nya menyelamatkan beberapa Nyawa petugas TN, ketika perahu yg mereka tumpangi tenggelam.
“saya sendirian menyelamatkan mereka smua “katanya”.
“saya nggak mau datang, karena saya tau akan di beri imbalan”
Gara-gara baca buku versi pdf, “bukan di negeri dongeng”.
Saya bukan pengen pamer partai, apalagi buku ini buatan partai A, atau Atau partai S. Fakta lapangan memang selalu menghendaki Cerita yg lain dari cerita hari kemarin.
Dalam kunjungan ke rumah duka di bilangan jakarta utara 1/2 tahun lalu, Poster besar bertuliskan ” a happy ending stories”. Punya makna tersendiri Dalam hati saya.
A happy ending dalam benak saya bukan happy ending dengan peti mati berisi Uang banyak atau peti mati terbuat dari kayu jati yg harganya mencapai Puluhan Juta rupiah. Termasuk didepannya sejuta karangan bunga.
Tapi, saya punya cerita sendiri tentang sebuah Happy ending.. Entah lah.
Dalam perjalanan panjang, juga sedikit menyenangkan kemarin, dalam jelajah
3 hari 3 malam ke Taman nasional Meru betiri yg punya luas hampir 58000 ha, Masih dipercaya sebagai tempat terakhir harimau jawa. berada Di ujung timur selatan Pulau jawa, ada sedikit cerita tentang Porter di meru betiri.
Pak herjumin namanya yg sedikit gampang di ingat. Ini mengingatkan pesan Pak Aji untuk menggunakan Jasa pak Herjumin.
Dalam trekking panjang, saya selalu menguntit pak herjumin untuk mengatur irama Trekking, dan dalam sepanjang perjalanan, saya nggak ingat!
Berapa kali harus bilang… “pak tahan pak… Di belakang ketinggalan”.
Begitu terus, sampai akhirnya pak herjumin bilang kami adalah tercepat untuk Perjalanan trekking dari teluk permisan sampai suka made kira2x hampir 30 km.
Di sepanjang perjalanan itu pula lah, pak herjumin mulai bercerita tentang apa Yg pernah di alami nya selama menjadi pekerja tidak tetap alias tenaga honorer Lepas pada Balai Taman Nasional Meru betiri.
Gaji pak herjumin tiap bulan di bayar Rp. 450.000 cukup besar katanya, di banding ketika ia bekerja sebagai tenaga sekuriti alias satpam pada perkebunan Bande alit. Dengan gaji sebesar ini, jangan terlalu berharap punya rumah mewah, plus TV dan Kamar Mandir air hangat.
Sama dengan Gaji guru honorer lepas. Bedanya guru honorer pendidikannya S1 (sarjana), pak herjumin di rekrut karena penguasaan rute2x hutan Taman nasional, juga karena Memiliki peta mental yg baik tentang taman nasional meru betiri.
Uang bukan lah hal yg utama bagi Pak herjumin. Dia tidak mau datang ketika dia diundang oleh petinggi BTN, karena keberanian nya menyelamatkan beberapa Nyawa petugas TN, ketika perahu yg mereka tumpangi tenggelam.
“saya sendirian menyelamatkan mereka smua “katanya”.
“saya nggak mau datang, karena saya tau akan di beri imbalan”.
Sebagai porter, juga terkadang membantu operasi di kawasan Taman Nasional, Pak herjumin selalu dilibatkan. Termasuk mengantar semua pengunjung yg akan Cross/trans taman nasional yg menurut saya kira2x menempuh sekitar 50 - 60 km.
Pak Herjumin, kalau sudah di Hutan. Saya lebih memilih bambu untuk pikulan ketimbang keril keren yg pernah di bawa nya. Lebih nyaman katanya. Dan ….
Saya sedikit belajar dari Pak herjumin. Yg punya prinsip… :uang bukan lah segalanya.
Dan tak peduli, apakah bila tua nanti dapat uang pengsiun atau tidak.
Tapi Saya yakin Tuhan akan selalu mendengarkan dan melihat pengabdian besar mu pada “Taman Nasional Meru Betiri”.
Insya Allah, bila ada waktu nanti, saya akan berkunjung ke bande alit, dan menumpang tidur dirumah mu yg berdinding bilik bambu dan berlantai tanah,!
Di kampung nelayan Bande alit, meru betiri.
ARIS!
Semua orang tidak perlu menjadi malu karena pernah berbuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya.
( Alexander Pope )
Aris is
Email this author | All posts by Aris



