Jelajah Pulau Derawan, Maratua, Kakaban dan Sangalaki

Setelah istirahat sejenak kita kemudian snorkeling di daerah bayur dan dipandu oleh Pa Anto ditemani oleh 2 orang penduduk setempat. Di Pulau Maratua juga terdapat banyak penyu hijau dan yang istimewa disini adalah ikan Pisau-pisau yang konon hanya terdapat di Pulau Maratua. Dan kita sangat beruntung karena bisa melihat ikan pisau-pisau. Selesai snorkeling kemudian istirahat dan menjelang sore kita trekking menuju Teluk Pea dan Gua Langka-langka. Kali ini kita ditemani oleh 5 orang guide

 

0Huaaaaa…..senengnya akhirnya liburan ke Pulau Derawan jadi juga. Setelah 2 minggu di Rig Transocean Legend di area Bukat Tarakan East Kalimantan aku dapet libur 4 hari plus 1 hari libur Nasional. Rencana berlibur ke Pulau Derawan bersama beberapa teman IBP sudah jauh-jauh hari dipersiapkan. Tetapi berhubung aku musti naik ke Rig selama 2 minggu acara liburan terancam gagal. Alhamdulillah akhirnya di kasi libur juga dan akhirnya jadi lah liburannya.

Aku berangkat dari Tarakan menuju Berau hari Sabtu 17 Maret 2007 dan bertemu dengan 3 orang teman dari Jakarta yang sudah lebih dulu sampai. Jadilah kita ber-4 (aku, Risa, Erni, and Yanti) ditemanin seorang teman dari Yayasan Berau Lestari mba Hany. Dari Berau jam 14:30 kita menuju Tanjung Batu by Car dengan waktu tempuh kira-kira 3 Jam, sampai di Tanjung Batu jam 17:30. Di Tanjung Batu kita ketemu temen dari IBP juga yang kerja di Berau Coal bersama rombongan nya yang rencananya mau diving di Derawan dan sekitarnya. Berhubung cuaca yang tidak memungkinkan karena angin dan ombak besar akhirnya perjalanan ke Derawan ditunda besok pagi. Kita bermalam di Tanjung Batu di rumah Pa Nauval temen nya mba Hany.
bottom
Jam 06:30 pagi menuju Pulau Derawan dengan waktu tempuh kira-kira 1 jam. Cuaca tidak terlalu bagus langit mendung dan mulai gerimis. Sampai di Derawan langsung sarapan pagi Nasi Kuning. Pulau Derawan memiliki pasir putih yang halus dan pulau kelapa di sekeliling pulau. Awalnya setelah sarapan langsung menuju Pulau Maratua, tetapi akhirnya diputuskan untuk tinggal 1 malam di Pulau Derawan. Setelah selesai sarapan kita mengelilingi pulau Derawan trus menuju tempat menginap di rumah penduduk yang ternyata sudah biasa dijadikan homestay. Untuk liburan kali ini kita lebih memilih tinggal di rumah penduduk dari pada di Resort sudah tentu dalam rangka menekan budget hehehehhe dan biar bisa lebih berbaur dengan masyarakat lokal.

Di Pulau Derawan terdapat 2 buah Resort yaitu BMI Dive Resort (Bumi Manimbora Interbuana) dan Kiani Resort yang letaknya bersebelahan. Di Kiani Resort apabila laut sedang surut akan tampak lautan pasir putih yang sangat indah. Berkat bantuan ketua Kalea yang juga teman nya Mba Hany akhirnya kita di ijinkan untuk snorkeling di area BMI Resort. Berbagai macam ikan hias ada disana dan juga penyu hijau yang berkeliaran kesana kemari. Setelah puas ber-snorkeling kita kembali ke tempat menginap dan sudah disiapkan untuk makan siang.
Menu makan siang yang benar-benar mengundang selera makan, ikan kakap segar bakar, ikan asin goreng, sambal dan lalapan beserta sayur bening. Ikan kakap bakar nya bener-bener manis karena masih segar hasil tangkapan. Selesai makan siang istirahat sejenak dan sore harinya mengunjungi tempat berkumpul teman2 dari LSM Yayasan Nusa Bahari disuguhi es kelapa muda. Dari tempat ini kita bisa memandang biru nya lautan dan langit yang bersentuhan dengan pemandangan anak-anak pulau yang sedang bersenda gurau di tepian pantai sambil berenang dan bernyanyi-nyayi tampak keriangan di muka mereka. Kemudian diteruskan menelusuri Pulau Derawan dan menuju ke Dermaga Kiani Resort. Dermaga ini sangat panjang dengan pemandangan yang sangat indah dan banyak sekali penyu yang wara wiri ksana kemari disekitar dermaga. Tidak lupa untuk photo-photo disetiap sudut yang bagus.
derawan/mangrove.jpg
Menjelang maghrib kembali ke tempat menginap dan sudah disiapkan makan malam. Menu makan malam kita adalah jacket fish bakar, ikan goreng, sambal lalapan dan sayur bening. Selesai makan kita menuju ke tempat berkumpul teman2 LSM Nusa Bahari yang sudah ditunggu oleh sekelompok anak2 perempuan (6 orang) umur 8-11an tahun yang menamakan group mereka group Jablay. Menurut keterangan teman2 LSM Nusa Bahari anak2 tersebut sangat menyukai lagu-lagu dangdut masa kini dan mereka ingin mementaskan kebisaan nya kepada kita-kita. Dengan senang hati kita melihat pertunjukan mreka menyanyikan lagu-lagu dangdut yang sedang popular dengan goyangan nya yang aduhai yang sebenarnya pantas dilakukan oleh orang dewasa, tetapi mereka dengan semangatnya menirukan gaya ngebor nya Inul dan goyang penyanyi dangdut lainnya, sungguh keceriaan yang mereka tampilkan sangat menghibur kita-kita.

Keesokan pagi nya kita menuju ke Pulau Maratua menggunakan perahu kayu dengan waktu tempuh kira-kira selama 3.5 jam. Cuaca pada saat mendung dan hujan, tetapi menurut supir perahu bahwa ombak sedang tenang akhirnya kita berangkat juga walaupun sedang hujan. Perjalanan yang sangat melelahkan dan membuat kedinginan karena hujan disertai ombak yang lumayan besar walaupun menurut supir perahu ombak segitu belum seberapa. Akhirnya tiba juga di Pulau Maratua di dermaga kampung Payung-payung, sebuah pulau yang lebih besar dari Pulau Derawan dengan bentuk huruf U yang dikelilingi oleh pasir putih. Sesampainya di Pulau Maratua kita menuju Kepala Kampung Payung-payung Pa Aspian untuk bersilaturahmi dan meminta ijin untuk bisa tinggal di kampong Payung-payung. Ternyata kedatangan kita sudah ditunggu karena seblumnya mba Hany sudah memberikan informasi kedatangan kita kepada Kepala Kampung. Dan mereka sudah menyiapkan rumah untuk tempat tinggal kita dan guide yang akan menemani kita selama di Pulau Maratua. Aku dan mba Hany dan mba Risa ditempatkan di rumah Pa Ahmad Yani anggota BKK (Badan Kelola Kampung) sedangkan Erni dan Yanti di rumah Pa Jono anggota BKK juga, dan guide kita adalah Pa Anto wakil ketua BKK yang merupakan mantan Kepala Kampung Payung-payung.
derawan/small jetty at derawan island.jpg
Setelah istirahat sejenak kita kemudian snorkeling di daerah bayur dan dipandu oleh Pa Anto ditemani oleh 2 orang penduduk setempat. Di Pulau Maratua juga terdapat banyak penyu hijau dan yang istimewa disini adalah ikan Pisau-pisau yang konon hanya terdapat di Pulau Maratua. Dan kita sangat beruntung karena bisa melihat ikan pisau-pisau. Selesai snorkeling kemudian istirahat dan menjelang sore kita trekking menuju Teluk Pea dan Gua Langka-langka. Kali ini kita ditemani oleh 5 orang guide yang terdiri dari Pa Kepala Kampung, Pa Anto, Pa Jono, Pa Ahmad Yani, dan Pa Misdi. Di perjalanan menuju gua Langka-langka kita melewati Teluk Pea yang indah kemudian menyeberang jembatan.

Pada saat menyeberang jembatan kita menjumpai beberapa ekor penyu yang hililr mudik dan juga Ikan Pari Tutul yang cantik. Jalanan menuju Gua Langka-langka merupakan jalan setapak yang nyaris hilang jejaknya ditumbuhi semak belukar diantara bebatuan yang lumayan tajam. Karena awalnya tidak diinformasikan ada acara trekking jadi aku ga bawa sepatu trekking apalagi perlengkapan untuk caving (secara blom pernah caving gitu lohh hehhehehh) alhasil dengan perlengkapan se-adanya dengan bantuan senter dan bapa2 guide yang sabar dan telaten nemenin kita akhirnya sampai juga ke Gua Langka-langka dan berhasil masuk ke dalem walo sempat ragu untuk meneruskan memasuki gua tersebut tapi memang tidak mengecewakan karena gua tersebut sangat indah. Menjelang maghrib kita kembali ke tempat menginap untuk istirahat dan makan malam. Slese makan malam kita menuju ke dermaga untuk menikmati indahnya langit bertaburan bintang ditemanin segelas kopi tubruk dan pisang goreng. Malam hari di dermaga banyak orang yang sekedar duduk-duduk atau mengaktifkan HP nya karena ternyata di Maratua signal HP hanya bagus di area dermaga aja tetapi untuk telkomsel aja sedangkan aku pake Matrix sama sekali ga dapat signal hikzzz…..Di Maratua tidak ada PLN jadi jangan berharap jalanan diterangi listrik, beberapa rumah mempunyai genset sendiri dan beberapa rumah mempunyai listrik tenaga surya.
derawan/wooden boat.jpg
Hari ke-2 di Pulau Maratua, pagi hari kita trekking ke Danau H. Buang, setelah puas photo-photo kembali untuk makan siang dan dilanjutkan snorkeling di daerah tapis hantu kampong Bohe Bukut. Ada sebuah resort baru di Bohe Bukut yaitu Paradise Resort yang katanya punya orang Malaysia, dari sini pada saat air teduh/tenang bisa melihat lumba-lumba yang berloncatan. Setelah puas snorkeling kita mengunjungi perkampungan dan menuju ke teluk Lawang-lawang. Di Pulau Maratua terdapat 4 kampung yaitu: Kampung Payung-payung, Bohe Bukut, Teluk Alulu dan Bohe Silian. Di seberang teluk Lawang-lawang terdapat Pulau Pabahanan dimana terdapat Nabuko Resort yang pemiliknya adalah orang Jerman.  Menjelang maghrib kita kembali ke Kampung Payung-payung dan ketika sampai di dermaga Bohe Bukut disuguhi pemandangan lumba-lumba yang yang berloncatan dikejauhan. Pengen rasanya naik perahu untuk mengejar kelompok Lumba-lumba tersebut tetapi hari sudah makin senja. Tiba di kampung Payung-payung lewat maghrib, setelah istirahat dan makan malam kemudian kita ke dermaga untuk menikmati malam terakhir dengan pemandangan beribu bintang di dermaga Payung-payung.

Keesokan harinya early morning kita udah siap-siap menuju Pulau Kakaban. Dari kampung Payung-payung ke Pulau Kakaban menggunakan perahu kayu dengan waktu tempuh 1 jam.  Setibanya di Pulau kakaban kita langsung menuju ke Danau Kakaban yang terkenal dengan 4 jenis ubur-ubur yang berada di dalam danau tersebut. Begitu sampe danau tak tahan rasanya untuk segera snorkeling, walaupun hari hujan kita tetep turun snorkeling juga dan betapa indahnya pemandangan dibawah sana dipenuhi ubur-ubur yang ternyata tidak mempunyai racun yang menyebabkan gatal jadi dengan leluasa kita bisa berenang di danau tersebut. Setelah puas snorkeling kemudian makan siang nasi bungkus dan setelah air laut pasang kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pulau Sangalaki. Perjalanan ke Pulau Sangalaki memakan waktu kurang lebih 1 jam.

Tiba di Pulau Sangalaki kira-kira jam 5 sore, berhubung arus lumayan kenceng dan gerimis akhirnya kita ga jadi snorkeling tetapi jalan mengintari Pulau Sangalaki dan menuju ke tempat Penangkaran Penyu Semi Alami ditemani teman-teman dari WWF dan Bestari. Pulau Sangalaki merupakan pulau kecil berpasir putih dan tempat para penyu hijau bertelur dan juga merupakan pusat Penangkaran Penyu yang dijaga oleh teman-teman dari beberapa LSM yaitu: Turtle Foundation, WWF, Bestari, dan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam). Di Pulau Sangalaki terdapat Sangalaki Dive Lodge tetapi sudah tidak beroperasi. Kali ini kita menginap di base camp Pusat Penangkaran Penyu tempat teman2 dari beberapa LSM berkumpul. Setelah berkeliling pulau kita istirahat dan disuguhi makan malam yang sederhana tetapi nikmat…..apalagi sambal nya enakkkk banget padahal yang masak temen2 cowo lohhhh…..kalah deh kita hehehheheh. Malam hari nya jam 12 kita mulai jalan untuk mengintip penyu-penyu bertelur. Kita menjumpai belasan penyu yang bertelur dan ada beberapa yang hanya jalan-jalan saja, hal ini bisa dilihat dari jejak jalan penyu. Ada 1 penyu yang bertelur di area pasang sehingga perlu untuk dipindahkan ke area yang lebih aman, dan setelah dihitung jumlah telur nya lebih dari seratus butir telur.

Rasanya senang sekali bisa menemukan penyu-penyu yang bertelur dan udah pasti dong photo-photo juga bersama sang penyu. Selesai berkeliling pulau trus istirahat karena besok pagi nya akan melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Batu. Hari kamis pagi kembali menuju Tanjung Batu dengan waktu tempuh kira-kira 2 jam kemudian perjalanan dilanjutkan by car menuju ke Bandara Kalimarau Tanjung Redeb untuk flight ke Samarinda. Sebelum sampe di Bandara mampir ke pasar traditional di Berau untuk beli ole-ole ikan asin. Tiba di Samarinda jam 4 sore langsung check-in trus explore kota Samarinda dan ga lupa untuk wisata kuliner makan di Warung Banjar. Jumat pagi menuju Tenggarong explore kota Tenggarong dan Pulau Kemala naik cable car cuman sayang ga sempat mampir ke Musium karena tutup (hari Jumat cumin buka sampai jam 11.00 AM). Sore melanjutkan perjalanan ke Balikpapan dan akhirnya berpisah dengan teman-teman yang akan pulang ke Jakarta hari Sabtu, sedangkan aku pulang ke Jakarta hari minggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>