Eloknya Kepulauan Raja Ampat
By admin • Apr 15th, 2007 • Category: Petualangan
Tiba di Pulau Kawe pukul 13.30 WIT, pulau dengan luas 2000 hektar dan sebelumnya tanpa penghuni. Disambut oleh rekan-rekan yang sudah duluan di sana dengan es susu agar-agar…sedaaap menangkis panas membara siang itu. Pemandangan di Pulau ini sungguh menakjubkan, lautan biru dengan gugusan karang terhampar di bawahnya, sayang hanya bisa dinikmati dari permukaan mengingat tidak tersedianya gears untuk itu.
Waaah.., bahagia rasanya begitu bos di kantor menugaskan untuk dinas ke Raja Ampat. Selama ini bayangan indahnya daerah tersebut dari mulut rekan-rekan maupun informasi media sangat menggelitik hati untuk ke sana. Alhamdulillah, sambil menghayal-hayal, mulai deh packing-packing untuk persiapan sana. Mulai dari peralatan kerja, baju, sepatu, topi, gesper lapangan, kamera, cek satu-satu dan semua lengkap. Siap deh berangkat! Cabuuut..!!!!
Dari bandara flight jam 6 pagi, transit Makassar satu jam dan akhirnya mendarat di kota Sorong pukul 13.30 waktu setempat. Pemandangan indah sudah terhampar sewaktu masih di udara, perairan Sorong yang indah membiru vs hijaunya pegunungan dipinggirnya..sungguh menawan! Turun dari pesawat langsung celingak-celinguk liat kanan-kiri, begitu ambil bagasi kaget sendiri. Bandara Sorong memang tidak begitu besar dan aku sudah maklum akan service serupa seperti di kota lain. Tapi di sini aneh bin ajaib, barang kita keluar tetapi di depannya terhalang meja besar sehingga yang pertama menerima barang adalah kawanan porter. Mereka liat satu-satu tag, dan bila pesanan mereka, diambillah. Bila bukan, digeletakin begitu saja di kaki mereka dalam posisi yang tidak bisa kita raih! Busyet ! Sampe harus nungging ambil barang sendiri he he ..
Singkat cerita check in di hotel, sorenya ngabur ke Tembok Berlin, pinggiran laut di Kota Sorong sekaligus tempat nongkrong di sana. Orientasi sebentar terus balik ke hotel untuk istirahat. Untuk note saja, banyak tempat di kota ini relatif tidak begitu aman di malam hari mengingat banyaknya kelompok pemuda yang berkebiasaan menenggak minuman keras dan keluyuran kemana-mana (maaf).
Pukul 06.00 WIT, naik speed perusahaan kapasitas 25 orang ke Pulau Kawe via pelabuhan perikanan Sorong. Pulau Kawe sendiri adalah salah satu pulau di Kab. Raja Ampat. Untuk informasi, perjalanan ditempuh selama kurang lebih 5.5 jam dan bila harus carter, beayanya kira-kira 5-6 juta pp dengan komponen terbesar adalah di BBM yang menghabiskan ratusan liter. Dengan tiga engine, perjalanan lumayan cepat dan perairan sungguh bersahabat saat itu. Lautan sungguh tenang serasa melewati danau, padahal saat cuaca buruk, speed dapat jumping 3 meter dan seringkali harus sembunyi dulu di pulau terdekat menunggu redanya ombak khas laut lepas. Dua jam perjalan, melewati saonek, speed melewati gugusan karang (limestone-reef) yang tersembul ke permukaan. Seperti melalui dunia lain, karena indahnya saat itu dan speed harus berjalan meliuk-liuk di antara gugusan karang yang menyembul di perairan biru. Woooow…!!! Daerah ini bernama Teluk KABUI dan Selat KABUI yang sempit dan meliuk-liuk
Tepat di sekitar gugusan tersebut terdapat kampung yang dijadikan pangkalan niaga hasil laut. Kampung tersebut dihuni oleh Suku Buton, dan menjadi sentra perniagaan daerah sekitarnya seperti Sonex, Bianci, Selpele dan lain-lain. Di daerah ini juga terdapat peternakan mutiara yang dikelola profesional dan dipasarkan ke manca negara.
Tiba di Pulau kawe pukul 13.30 WIT, pulau dengan luas 2000 hektar dan sebelumnya tanpa penghuni. Disambut oleh rekan-rekan yang sudah duluan di sana dengan es susu agar-agar…sedaaap menangkis panas membara siang itu. Pemandangan di Pulau ini sungguh menakjubkan, lautan biru dengan gugusan karang terhampar di bawahnya, sayang hanya bisa dinikmati dari permukaan mengingat tidak tersedianya tools untuk itu.
Kepulauan Raja Ampat sendiri terkenal akan keindahan lautnya, dan Pulau Wayag yang tersohor itu menjadi salah tempat diving terbaik di dunia dengan kekayaan organisme laut terbanyak di dunia! Pulau itu hanya berjarak satu jam perjalanan dari Pulau Kawe ini, namun niat kesana tertunda karena keterbatasan BBM yang tersedia. Next time wajib ke sana! Untuk mengobatinya, mulailah ku-explore pulau ini. Cari-cari view bagus untuk diabadikan di kamera. Ternyata teluk lokasi camp kami sangat indah di waktu senja, perahu yang berlabuh di dermaga di teluk yang tenang dengan latar belakang laut lepas dan langit luas…piuuuhh …!!! Tidak terasa sudah hampir seminggu di sini namun rasa bosan belum menghinggapi.
Perairan di sini sangat kaya dengan hasil laut, ikan-ikan berukuran besar gampang sekali dipancing, dengan atau tanpa umpan sekalipun! Umpan yang digunakan adalah ikan kecil atau cumi yang dipotong kecil-kecil. Bila tidak menggunakan umpan, dapat dengan beberapa kail yang diikat jadi satu dan dilempar ke laut dan ditunggui. Bila terasa disambar segera ditarik sekuat tenaga, dipastikan salah satu mata kail akan melekat menancap di bagian tubuh ikan tersebut. Saat dicoba dibakar, aroma ikan segar terasa kental sekali di hidung..hhmmmm…. apalagi saat disinggahkan ke lidah…mmmmmmm lagii… he he.. Berhubung lokasi ini jauh dari kota, sayuran susah sekali di dapat sehingga harus stock ke Sorong. Namun, untuk ikan..gilaaa….. ikan segede gede gaban total 20 kilo aja cuma dihargai 50 rebu ama nelayan sekitar! Itu juga bisa barter dengan BBM kalo lagi over stock…..wuiiih..memang di sini surganya pemangsa ikan ….
Tibalah waktunya pulang, sedih juga.. Perjalanan pulang sama lancarnya dengan perjalan datang…hampir tiada hambatan. Tidak lupa sebelum bertolak kembali ke Jakarta esoknya, sore hari mampir di Tembok Berlin untuk mengabadikan keindahan suasana senja di situ. Kapal dan perahu hilir mudik di latari pegunungan dan lautan lepas…sungguh menawan hati. Terbersit tekad di hati untuk kembali ke sini, dengan target eksplor ke Pulau Wayak…! Amien…



