Segarnya Mandi di Air Terjun Kalidandan

Custom Search

By admin • Apr 1st, 2007 • Category: Wisata

Setelah melintasi ladang terakhir, kami menyisir tepi sungai, melintasi jalan setapak diantara lebatnya pepohonan dan terkadang berjalan melawan arus sungai yang mulai bertambah deras.  Diatas sebuah batu besar di tepi sungai, kami memutuskan istirahat sejenak sambil sarapan dulu.  Nasi pecel pincuk yang bawa terasa begitu nikmat, Mak Nyosss pemirsa !!!.

Pictures by Josman Photography

Besok ya !”, sebuah kesepakatan kecil terucap diantara kami bertiga setelah shalat Jumat kemarin siang. Sabtu jam 6 pagi tanggal 10 Feb 2007, kami bertiga berangkat dengan 1 trooper. Biar tambah rame kami berkeliling sebentar siapa tahu ada teman lagi yang mau ikut. Dengan sedikit bujuk rayu, Bang Josman yang kebetulan lagi nongkrongin Terano akhirnya ikut juga.

Matahari dan langit yang cerah, udara sejuk dan hijaunya alam Paiton membuat perjalanan kami pagi itu begitu menyenangkan.  Kami tiba di desa Gondosuli sekitar jam 6.45 disaat anak-anak desa bergegas ke sekolah.  Gemericik air sungai yang jernih menggoda Bang Josman untuk mulai jeprat-jepret sana sini.  Kami terus meluncur naik menyusuri jalan tanah di desa Kalidandan dimana kami akhirnya memutuskan untuk menitipkan trooper di halaman rumah penduduk desa.  Kami melanjutkan perjalanan berjalan kaki melintasi sawah dan ladang.  Penataan sawah bertingkat diselingi kebun cabai warna-warni yang siap panen sungguh menjadi pemandangan yang sangat mempesona.

Setelah melintasi ladang terakhir, kami menyisir tepi sungai, melintasi jalan setapak diantara lebatnya pepohonan dan terkadang berjalan melawan arus sungai yang mulai bertambah deras.  Diatas sebuah batu besar di tepi sungai, kami memutuskan istirahat sejenak sambil sarapan dulu.  Nasi pecel pincuk yang bawa terasa begitu nikmat, Mak Nyosss pemirsa !!!.

Sisa perjalanan berikutnya menjadi kian berat dan mendebarkan ketika trek yang kami lalui kini lebih banyak berupa tebing-tebing yang licin dan curam.  Karena sulitnya trek yang kami lalui, tak terlintas dipikiran kami untuk berfoto. Arus sungai dibawah kami juga mulai berubah menjadi jeram-jeram yang deras, pertanda bahwa hulu sungai kian dekat.  Setelah kira-kira satu setengah jam pendakian yang melelahkan (buat pendaki dadakan seperti kami), tibalah kami di lokasi air terjun yang kami cari.

Air terjun setinggi 12 meteran itu terletak tersembunyi di balik celah batu-batu tebing besar.  Kami harus turun melalui sebuah celah sempit yang sangat curam untuk mencapainya. Subhanallah !!, sebuah pemandangan yang luar biasa ketika kami berdiri tepat didepannya.  Rasa lelah itu hilang seketika ketika kami mandi di bawah derasnya ari terjun yang dingin itu.  Kenangan masa kecilpun sempat terlintas ingat waktu mandi dikali dulu.

Setelah puas mandi, kamipun kembali pulang, seperti biasa perjalanan pulang terasa lebih cepat.  Pesta durian menjadi penutup petualangan singkat kami pagi itu (bs).

Rute untuk menuju lokasi adalah sbb;
1. Bis umum dari Sby ke banyuwangi, turun di Paiton, waduh sekarang susah ngitung waktunya karena macet di porong susah diprediksi.
2. Dari Paiton naik angkot jurusan Gondosuli, turun di pasar Gondosuli kurang lebih 30 menit, jalan aspal.
3. Dari pasar Gondosuli jalan kaki / ojek ke desa Kalidandang kurang lebih 30 menit, jalan offroad.
4. Dari desa Kalidandang mendaki ke Airterjun kurang lebih 1.5 jam

admin is
Email this author | All posts by admin

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Copyright ©2004-2008 Indonesia Backpacker Community All rights reserved. All articles and Images may not be reproduced in any form without the express written permission of the copyright holder | All Information contained on this site may not be used for commercial purposes,
for more information please Contact
admin At indobackpacker.com | Powered by the WordPress

Creative Commons License
Except where otherwise noted content on this site is licensed under a
Creative Commons Licence.