Telaga Sunyi
By admin • May 25th, 2007 • Category: Hiking
Sampai di Tiris, kami mulai tanya sana-sini ke penduduk untuk mencari jalan ke arah Ranu Segaran Duas. Denger ceritanya, memang lokasi ranu ini paling terpencil diantara ranu-ranu yang sudah pernah kita jelajahi di sekitar daerah Tiris dan Klakah. Ranu Segaran Duas yang kami cari ternyata memang terletak di bagian paling selatan kab Probolinggo hampir mendekati kab Jember. Jalan menuju ke Segaran Duas kebanyakan adalah jalan berbatu dan jalan tanah.
Minggu 8 April 2007
"Kumpul jam 7 di soto pak koya", sebuah sms singkat membangunkanku pagi itu.
Setelah sholat subuh, aku dilanda kepanikan, baterai kamera belum dicharge, sepatu hiking raib, belum lagi nyiapin bekal dll.
Jam 7.20 akhirnya sampai juga di soto Pak Koya di Kraksaan, gerombolan Paiton Adventure Team sudah banyak yang ngumpul. Soto pak Koya memang ampuh buat ganjal perut, porsinya banyak banget, kayaknya tau kalo kami mau ke gunung.
Jam 8 pagi, kami berangkat menuju Tiris. Pemandangan hutan jati dengan latar belakang gunung lamongan sebenarnya sudah sering kami lewati tapi selalu ada yang beda. Kali ini perjalanan jauh lebih lama karena kami harus berhenti lama nunggu rekan yang nyusul dari arah Klakah, Lumajang.
Sampai di Tiris, kami mulai tanya sana-sini ke penduduk untuk mencari jalan ke arah Ranu Segaran Duas. Denger ceritanya, memang lokasi ranu ini paling terpencil diantara ranu-ranu yang sudah pernah kita jelajahi di sekitar daerah Tiris dan Klakah. Ranu Segaran Duas yang kami cari ternyata memang terletak di bagian paling selatan kab Probolinggo hampir mendekati kab Jember. Jalan menuju ke Segaran Duas kebanyakan adalah jalan berbatu dan jalan tanah. Pohon duren, manggis dan rambutan tumbuh subur sekali didesa-desa yang kami lalui. Buah-buahnya yang ranum bergantungan bener-bener menggoda selera. Setelah melewati desa terakhir, kami melintasi perkebunan kopi yang luas. Sisa-sisa hujan membuat jalan tanah jadi lengket dan menguras tenaga ekstra untuk mendaki.
Kira-kira jam 11 siang, Ranu Segaran Duas mulai nampak diantara rerimbunan hutan dan kebun kopi. Ah sedikit lagi sampai nih. Ternyata sampai ditepi ranu menjelang jam 12 siang. Ketinggian menunjukkan 800m dpl. Udara sejuk dan sama sekali tidak ada suara kecuali napas-napas lelah kami sendiri. Pemandangan yang indah lumayan mengobati kepenatan kami. Setelah milih-milih tempat buat menaruh barang, kami pun menyebar sesuka hati menikmati ranu ini. Ada yang mancing, ada yang berenang tapi takut buaya (padahal yang datang buaya semua, buaya darat he he he), ada juga yang langsung menyalurkan bakat masak. Aroma sambel terasi, nasi panas, ikan asin plus pete bakar seolah memerintah semuanya untuk segera berkumpul makan bareng. Rujak manis menjadi hidangan penutup yang luar biasa nikmat. Seorang penduduk tiba-tiba datang membawa seikat buah manggis, dalam sekejap amblas dilibas.
Hembusan angin sejuk di telaga sunyi ini terasa membuai kami semua. Beberapa rakit bambu yang ditinggalkan orang ditepi Ranu, kami pakai untuk menyusuri ranu yang indah ini. Karena rakit-rakit itu sudah lapuk, jadi susah sekali untuk menjaga keseimbangannya, adegan-adegan lucu kami abadikan ketika beberapa rekan panik hampir kecebur. Sementara rekan-rekan yang mancing jadi sewot karena takut ikannya lari.
Keceriaan kami seketika berubah jadi kepanikan ketika awan hitam yang kami abaikan kedatangannya tiba-tiba menumpahkan hujan deras. Waktu menunjukkan sekitar pukul 3 sore ketika kamipun berkemas pergi. Beberapa rekan tidak ingin kembali lewat rute yang sama, sehingga kamipun memutuskan untuk berputar melewati rute lain yaitu melintasi perkebunan teh Gunung Gambir untuk selanjutnya kembali ke Tiris. Setelah hujan reda, kami melanjutkan perjalanan menuju gunung Gambir. Aliran air sisa hujan membanjiri rute-rute yang kami lalui, membuat trek menjadi licin sekali. Perjalanan yang kami kira cuma 2 jam, ternyata makan waktu 4 jam. Tiba di gunung gambir kami disambut Pak Bambang dengan teh panas asli dari kebun teh dan pisang goreng panas. Wong namanya capek dan laper, semua hidangan ludes dalam sekejap termasuk beberapa buah durian yang disuguhkan oleh warga setempat. Keindahan kebun teh sudah tak nampak malam itu, yang terasa cuma angin dingin dan kegelapan.
Perjalanan kembali dari Gunung Gambir ke Tiris sebenarnya tidak jauh, tapi kegelapan malam dan jalan licin menjadi tantangan sendiri. Untunglah semua bisa sampai dengan selamat walaupun beberapa rekan sempat kesasar. Kami berpisah di Tiris karena beberapa rekan ada yang ke barat dan ke timur sesuai rumah masing-masing. Petualangan di telaga sunyi hari itu ditutup dengan sebuah janji untuk pergi ke tempat lain yang lebih asyik.
RUTE
Rute menuju Ranu Segaran Duas
1.Dari Probolinggo naik bis ke jurusan Banyuwangi, turun di Pajarakan.
Jarak Probolinggo – Pajarakan = 30 km
2.Dari Pajarakan naik angkot ke Tiris
Jaral Pajarakan – Tiris = 30 km
3.Dari Tiris ke desa Andung Biru kurang lebih 1 jam
4.Dari Andung Biru ke Segaran Duas kurang lebih 30 menit
Ranu artinya Danau



