Jalan - Jalan ke Tasik

Custom Search

By ErniR • Jan 2nd, 2008 • Category: Indonesia, Wisata

Meeting Point ditentukan di Kampung Rambutan jam 20.00 malam tgl 16 November, tapi seperti biasa, jam 20.30 baru kami berangkat menuju Singaparna dan harus naik Bis Ekonomi (yg AC udah gak ada) ternyata itu bis yg terakhir. Karena udah pernah jalan ke Tasik yg memakan waktu 5 jam trus jalannya berkelok-kelok seperti ular, aku memutuskan untuk minum antimo

Dari hasil berbalas pantun di email, akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan ala backpacker tgl 16 – 18 November ke Tasik. Rencananya sih wisata ke Gunung Galunggung dan Jelajah pantai-pantai yg ada di Tasik, tapi mungkin kurang promosi, jadi setiap aku tanya di milis IBP tentang daerah pantai di Tasik, gak ada yg bantu ngejawab, untung ada mas Google, jadi bisa ngebantu dikit, walaupun keterangannya minim banget, cuma sebaris-dua baris, gak ada gimana caranya mau menuju ke sana, dll.

Dekat hari H, tiba-tiba teman2 yg tadinya menggebu-gebu pengen ikutan banyak yg mengundurkan diri, sampai-sampai aku pakai acara ngancam si Dian (yg sekarang jadi ibu ketua rombongan) biar tidak terpengaruh sama yg ngajak2 acaranya diundur karena ada acara lain yg lebih menarik. Fiuhhh untung aja, the show must go on kata Syifa, setelah dihitung-hitung ternyata yg tetap pergi jumlahnya lebih dari 5 orang n terakhir malah nambah jadi 12 orang. Lumayan d, soale bisa ngirit kalo banyak yg ikut, buat saweran sewa angkot dan penginapan.

Meeting Point ditentukan di Kampung Rambutan jam 20.00 malam tgl 16 November, tapi seperti biasa, jam 20.30 baru kami berangkat menuju Singaparna dan harus naik Bis Ekonomi (yg AC udah gak ada) ternyata itu bis yg terakhir. Karena udah pernah jalan ke Tasik yg memakan waktu 5 jam trus jalannya berkelok-kelok seperti ular, aku memutuskan untuk minum antimo (sorry bukan promosi). Lumayan ngebantu, karena bis baru keluar dari terminal, ngantuk sudah menyerang, jadilah sepanjang perjalanan aku puas tertidur. Gak terasa jam 3 .30 pagi kami udah sampai di kota Singaparna dan kebetulan bisnya stop di depan Mesjid Agung Singaparna, jadi kami bisa sholat dan bersih-bersih alias numpang mandi di mesjid ini. Setelah nyabu (nyarap bubur) kamipun lanjut naik angkot ke Gn. Galunggung, sayang banget jalannya rusak berat, jadi lumayan olahraga di angkot. Sampai di pos masuk, sambung naik ojek ke atas tempat tangga or jalur trekking ke kawah Gunung Galunggung. Karena tangga menuju kawah jumlahnya 620, kami lebih milih naik lewat jalur trekking. Perjalanan ke kawah berjalan lancar, walaupun jalannya lumayan menanjak tp dibandingkan jalan ke baduy kemarin, ini sih gak ada pa2nya (hehehe sok d), tampak dari atas kawah gn. Galunggung begitu menawan, terbayar keletihan perjalanan semalam. Photo2 narsispun dimulai, apalagi kawah yg berwarna hijau serta padang rumput yg mengelilingi kawah begitu menggoda. Puas photo2, perjalananpun diteruskan menuju pantai, kali ini kami memutuskan minta antar sama angkot yg tadi, langsung ke terminal di Tasik, setelah dapat Elf tujuan Cipatujah, kamipun langsung berangkat tapi kali ini kami gak pakai sistim charter, jd sepanjang jalan kalo ada penumpang yg menyetop di jalan terpaksa berhenti trus setiap berhenti pasti kernetnya bilang gak ada lagi mobil yg menuju ke sana, kita sih iya aja, tp herannya sepanjang jalan ketemu ama bis2 gede kalo dilihat-lihat ada yg menuju ke cipatujah, berarti sebenarnya ada bis tapi jarang, getu lho pak….

Setelah melalui perjalanan yg lumayan berkelok-kelok n perlu waktu 3 jam akhirnya kami sampai di daerah Sindang Kerta, penginapan kami kebetulan dekat pantai jd setelah berbagi kamar dan menaruh barang2, kami langsung menuju pantai. Sambil menunggu sunset. Kami sibuk dengan acara masing-masing. Kebetulan di pantai ada cerukan yg lumayan gede jd bisa dipakai buat berenang tanpa takut ada ombak datang n juga sembari photo2. Puas photo2 juga kedinginan karena habis berenang, aku balik ke penginapan buat bersih2. Setelah mandi, sholat dan makan, kami bersiap-siap untuk hunting ngeliat penyu. Tapi setelah Mang Ade (orang dari Penangkaran penyu) bilang kalo penyu yg bertelur itu adanya jam 1-2 pagi, aku sudah malas aja ikutan, tp ngapain aku bengong sendiri di penginapan, akhirnya aku ikutan pergi. Benar aja setelah perjalanan yg cukup lama dan panjang dan menyusuri pantai berkarang (kakiku sempat terantuk), kata Mang Ade “Cuma 2 km” tp kok gak nyampe2, akhirnya kami memutuskan untuk balik ke penginapan lewat jalan aspal, ternyata 2 km itu sepertinya sih hampir 4 km, hehehe lumayan boo, sampai akhirnya kami stop sebentar untuk membeli semangka di pinggir jalan dan langsung makan di situ. Badan rasanya cape banget, tapi karena rombongan yg pergi ini heboh semua, jadi gak kerasa, habis dibawa ketawa-ketiwi melulu.

Setelah semalaman tidur, pagi-pagi kami sudah siap2 buat ngelanjutin perjalanan ke Pantai Cipatujah dan Pantai Karang Tawulan. Pantai Cipatujah sekitar 3 km dari Sindang Kerta. Di pantai ini ada tanda dilarang berenang, karena ombak yg besar juga mungkin ada palung laut. Jadi kami cuma sebentar di sini, numpang sarapan pagi, habis di daerah Sindang Kerta gak nemu warung buat sarapan. Selesai sarapan, perjalanan dilanjutkan ke Pantai Karang Tawulan. Sempat ngebungkus buat makan siang di Karang Tawulan, berdasarkan informasi, di sana cuma ada yg jualan buat makanan & minuman ringan, tp buat makan besar gak ada.

Akhirnya kami lanjutkan perjalanan ke Karang Tawulan, sempat mampir sebentar ke penginapan, ngambil matras Obby yg ketinggalan. Karena jalan yg dilalui mulus banget gak terasa sekitar 1,5 jam, kami sudah sampai di tempat wisata Karang Tawulan. Pemandangan yg menakjubkan menghampar di depan kami, Pantai landai tapi juga ada karang-karang yg tinggi. Hasrat narsispun tersalurkan di sini, baru datang aja udah mulai gaya-gaya di depan kamera. Aku sempat naik ke karang yg lumayan tinggi, kepengen di photo di sana, sempat takut juga sih, tapi hasrat narsis mengalahkan rasa takut..hehehe.

Cuma sebentar di sini, kira2 2 jam gitu d. Kami harus ke Terminal Indiang Tasikmalaya buat mengejar bis yg paling siang tuk pulang ke Jakarta. Jam 16.00 sore akhirnya bis kami berangkat menuju Jakarta. Akhirnya perjalanan yg menyenangkan inipun harus berakhir. Semoga kami dapat pergi bersama-sama lagi di trip yg lain.

Terima kasih buat Dian, Syifa, Anis, Alida, Indah, Di, Emyl, Risda (Tante Autis), Merry, Obby and Endro (“Our Bodyguard”), makasih buat ketawa-ketiwinya, sehingga perjalanan ini begitu berkesan dan menyegarkan.

Detail biaya perjalanan.

Jkt – Singaparna : Bis ekonomi non ac Rp. 31.000/orang

Singaparna – Gn Galunggung-Singaparna : Rp. 100.000 (sewa angkot)

Ojek ke Tangga Gn Galunggung (PP) : Rp. 15.000/orang

Tiket masuk ke Gn. Galunggung : Rp. 4.200/orang

Singaparna – Terminal Indiang Tasik : Rp. 20.000 (sewa angkot)

Tasik – Sindang Kerta : Rp. 20.000/orang (naik Elf)

Sindang Kerta – Cipatujah – Karang Tawulan : Rp. 200.000 (sewa Elf)

Penginapan : Rp. 150.000/ hari

Tasik – Jakarta : Bis AC Rp. 35.000/orang -

Tagged as: , , ,

ErniR is
Email this author | All posts by ErniR

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Copyright ©2004-2008 Indonesia Backpacker Community All rights reserved. All articles and Images may not be reproduced in any form without the express written permission of the copyright holder | All Information contained on this site may not be used for commercial purposes,
for more information please Contact
admin At indobackpacker.com | Powered by the WordPress

Creative Commons License
Except where otherwise noted content on this site is licensed under a
Creative Commons Licence.