Seri Larut Dalam Cantiknya Bumi Flobamora : Flores dan Timor Barat (4)
By Alex Anindito • Jun 24th, 2008 • Category: Indonesia, Kota - Kota, Petualangan
Episode Got blue skies up ahead
Hari ke empat. Selasa, 20 Mei 2008. Moni – Ende – Blue Stone Beach – Ende
Saya mulai hari ini dengan menunggu sun rise di depan penginapan Sao Ria. Jam 07.00 nanti Pak Mat baru akan menjemput kita untuk melihat Pasar Moni, kebetulan hari ini adalah hari pasar di Moni.
Hari pasar di Moni, tumpah ruah penjual dan pembeli. Suasana meriah, sayuran, buah-buahan, tembakau, ikan asin, baju, kain, alat elektonik, vcd, makanan dan moke semua bisa ditemukan.
Tenda warna warni di pasar dengan latar belakang Gunung Kelimutu dan langit biru berawan. Ibu-ibu berkain dengan motif beraneka ragam, indah sekali pemandangan pagi ini. Muter-muter di pasar, nyoba ngerokok tembakau, beli kacang rebus, muter-muter lagi.
Bitha mencari musik Flores untuk film dokumenter perjalanan yang dia buat, dia butuh musik audio dalam cd atau format mp3 tetapi ternyata tidak ada dan akhirnya yang didapat vcd musik. Penjual vcd di sini lengkap dengan tv dan berbagai macam koleksi mulai dari film Indonesia sampai film asing.
Sarapan di warung di depan pasar, saya makan nasi bungkus kecil dengan isi ikan asin dan sedikit mie. Yang lain ada yang memesan mie goreng dan nasi goreng. Lama sekali pesanan datang, ketika sudah datang ternyata salah pesan. Kendala bahasa atau ketidakmengertian pesanan nih. Sambil makan saya lihat angkutan hilir mudik dan bis kayu menunggu penumpang penuh di depan pasar.
Dari Pasar kita lanjut ke tempat penjual Moke, ada titipan dari Kupang, minta oleh-oleh moke yang nyala kalau dibakar. Satu botol kaca dihargai Rp 20.000,-. Air terjun Moni terletak antara Pasar dengan Sao Ria dari jalan raya jalan sebentar dan sampailah kita di air terjun. Air terjunnya bagus ada jembatan kayu yang menghubungkan sisi jalan raya dengan seberang. Ternyata ada desa di seberang air terjun ini. Puas lihat air terjun kita naik ke bagian atasnya. Air jernih dan dingin dengan dengan rimbunan pohon membuat Tegar dan Jufe nggak tahan untuk nyebur. Puas mandi-mandi baru deh berasa gatel-gatel. He..he..he.. digigitin nyamuk kali. Dari air terjun balik ke Sao Ria dan langsung mandi serta beres-beres.
Jam 12.30 kita berangkat menuju ke Ende, dalam perjalanan kita berhenti di pasar buah. “Program pertama untuk tourist, melihat pasar buah”, kata Pak Mat.
Beli jeruk yang rasanya kecut banget dan bisa bikin tidak mengantuk lagi. Perhentian kedua di lembah subur yang terbelah sungai dengan sawah menguning di dua sisinya. Pemandangan yang membuat saya yakin Indonesia memang subur dan swasembada pangan bukan fatamorgana.
Perjalanan menuju Ende dihiasi dengan tebing-tebing tinggi dan jurang-jurang dalam. Dibeberapa tempat ditemui jalan rusak sehingga untuk jarak 52 km harus kami tempuh dalam waktu lebih dari dua jam. Sampai kita di Ende cari makan siang, Pak Mat langsung berhenti di depan rumah makan Padang. Langsung ditolak. Kita makan sate dan gule kambing di warung dekat pelabuhan Ende. Kurang mantab rasanya tapi lumayanlah.
Selasai makan kita langsung lanjut ke Blue Stone Beach yang mengarah ke Bajawa. Dalam perjalanan nampak Gunung Meja di belakang kita, Pucuk gunung itu seperti ditebas rata menyerupai meja. Selama perjalanan di sisi kiri kita pantai berpasir hitam dengan laut dan langit biru yang terbentang tanpa batas.
Blue stone adalah pantai berbatu kerikil dan koral yang berwarna biru. Saya rebahan berbantal batu, motretpun malas akhirnya jadilah foto-foto dari satu titik saja. Tidak beranjak dari tempat saya tiduran motret semua. Kita di Blue Stone Beach sampai matahari tenggelam. Kami kembali ke Ende dan menginap di Hotel Safari. Malam ini merupakan malam perpisahan dengan Marni dan Tegar. Besok mereka akan kembali ke Kupang. Sebenarnya malam ini bulan purnama tapi Kota Ende tidak banyak memberi pilihan untuk dinikmati, bersyukur kami memilih dua malam di Moni ketimbang rencana awal untuk dua malam di Ende.
Tegar dan Marni memberi testimoni perjalanan dan diakhiri dengan Jai bersama. Tegar memberikan tanda perpisahan untuk Bitha dan saya berupa selendang yang didapatkannya di Kelimutu.
Selamat jalan kawan, sampai jumpa lagi
I’m losing you
Yeah, I’m losing you
(Sweetest Thing dari album The Joshua Tree, U2, 1987).
Biaya :
Sao Ria Bungalow : Rp 300.000,- (untuk 5 orang, 2 malam)
Carter Moni – Ende – Blue Stone Beach – Ende : Rp 420.000,- (untuk 5 orang)
Sarapan di pasar : Rp 3000,-
Pisang satu sisir Rp 5000,-
Air terjun Moni : bebas biaya
Jeruk kecut : Rp 5000,-
Makan sate dan gule di Ende : Rp 20.000,-
Blue Stone Beach : bebas biaya
Hotel Safari : Rp 190.000 (untuk 5 orang, 2 kamar)
Contact :
Hotel Safari : Jl. Jend A. Yani No.65 Telp : 0381-21997, 24117, Ende
Alex Anindito is
Email this author | All posts by Alex Anindito



