Seri Larut Dalam Cantiknya Bumi Flobamora : Flores dan Timor Barat (5)
By Alex Anindito • Jul 1st, 2008 • Category: Budaya / Cultural, Ekowisata / EcoTourism, Indonesia
It’s beautiful day, don’t let it get away
Hari ke lima. Rabu, 21 Mei 2008. Ende – Bajawa – Bena – Wogo – Bajawa
Semenjak dua tahun terakhir travel telah menggantikan bis sebagai sarana transportasi antar kota di Flores. Kendaraan seperti AVP, Avanza, Zenia, Kijang, L300 sampai ELF mudah ditemui di Flores. Dari Ende ke Bajawa sejauh 135 km kita memilih naik travel dengan biaya Rp 50.000,- per orang. Kita minta di Hotel Safari untuk dicarikan travel dan mereka akan jemput jam 07.00.
Pagi ini kita sarapan kue-kue dan teh manis yang disediakan hotel. Ini hari perpisahan dengan Nona Marni dan Om Tegar, pesawat yang membawa mereka ke Kupang akan terbang jam 09.00. Sampai jumpa teman.
Travel menjemput kita jam tujuh lebih sedikit dan kita dibawa mengitari kota Ende untuk menjemput beberapa penumpang lainnya. Lama sekali kita berputar-putar sekitar jam 08.15 baru kita lepas dari Ende. Perjalanan darat di Flores sangat menyenangkan, berkelak-kelok dengan pemandangan yang menyejukkan mata. Bukit-bukit hijau dengan lembah yang dalam dan sungai yang mengular jauh di bawah sana, kadang lautan biru tiba-tiba muncul di depan mata. Kurang lebih jam 13.00 kita sampai di Bajawa, kota yang dikepung oleh bukit-bukit berhawa sejuk. Travel menurunkan kita di hotel yang kita pesan sebelumnya, Hotel Korina yang bersebelahan dengan Lucas Resto. Setelah memilih kamar kami langsung menuju ke Lucas Resto. Menurut saya rasa masakan di sini agak kurang garam, ada beberapa turis asing yang sedang makan juga. Di kota Bajawa ini saya baru bertemu dengan banyak turis asing, kebanyakan dari Eropa, Belanda.

Sebelum makan kita sudah mencari ojek dan sewaan motor yang akan mengantar kita ke Bena dan Wogo. Kesalahan saya adalah tidak menawar, satu motor dihargai Rp 100.000,- dan saya langsung menyetujui tanpa usaha untuk menawar. Ha…ha…ha… Arnold nama tukang ojek yang akan mengantarkan kita, satu motor lagi milik Fanus, dia tidak ikut dan hanya kita pinjam motornya saja. Jam 14.15 kita mulai jalan memutari kota Bajawa dulu, Jufe mencari tiket untuk kembali ke Kupang kita mendatangi kantor Merpati dan Trans Nusa. Ternyata penerbangan dari Bajawa tidak bisa dipastikan dan Jufe memilih nanti akan go show saja langsung ke Ende untuk mencari tiket. Artinya Jufe dari Labuan Bajo nanti akan langsung ke Ende, 410 km akan ditempuh dalam satu kali perjalanan.
Mendung mengantung dan kita mulai perjalanan ke Bena. Dari Bajawa kita mengarah kembali ke Ende, sampai di terminal Watuaji sekitar 3 km dari Bajawa kita berbelok ke kanan. Perjalanan dimulai, kelak kelok dengan kondisi jalan yang kurang bagus. Turunan tajam dan kadang tanjakan yang menikung. Gunung Inie Rie (2245 m) mulai tampak. Gunung ini tampak kuning kecoklatan dengan sedikit saja nuansa hijau dipuncaknya awan putih menutupi. Gunung ini berdiri sendirian saja seperti tumbuh dari dalam tanah sementara bukit-bukit dengan puncak-puncak lancip seperti mengawal gunung ini.
Langit gelap mendung dengan kabut tipis menyambut kita di Bena, jarum jam menunjukkan pukul 15.15. Komentar pertama melihat Bena adalah wow….. Setelah mengisi buku tamu kami mulai jalan-jalan di desa ini. Anak-anak bermain di lapangan yang dipenuhi batu-batu raksasa, beberapa ibu sedang menenun di dalam rumah. Kain hasil tenunan ada yang dipajang di beranda. Paduan batu-batu raksasa, rumah beratap jerami, tembok batu bersusun, Gunung Inie Rie, hutan yang mengepung desa ini dan penduduk yang ramah membuat saya jatuh hati pada desa ini.
Di bagian atas desa ini ada Gua Maria berhiaskan aneka macam bunga yang ditanam disekeliling gua. Di belakang gua dibangun tempat pemandangan yang memungkinkan kita melihat Bena dari atas sekaligus Inie Rie di sini kiri. Buat saya moment di sini indah sekali dengan mendung gelap mengantung sekalipun. It’s a beautiful day, don’t let it get away.
Hampir jam 17.00 ketika kami meninggalkan Bena menuju ke Wogo. Hari menjelang sore dan kabut menemani perjalanan kami. Pohon-pohon diselimuti kabut tipis kadang ketika kabut terangkat dan kita sedang berada di ketinggian lembah-lembah masih tertutup kabut. Visualisasi yang cocok dengan bayangan saya tentang Negeri Kabut, sebuah cerpen karya SGA, indah sekali. Perjalanan lewat jalan potong ini membawa kita sampai di jalan utama kembali dan sampailah kita di Mataloko. Wogo terletak sekitar 1,5 km dari Mataloko. Sampai di Wogo hampir jam 18.00. Hari menjelang gelap. Di Wogo kami ditemani Pak Stefanus, beliau bercerita tentang Wogo. Wogo merupakan perkampungan adat dengan lapangan luas ditengahnya. Di Wogo tidak ditemui Megalitic, harus ke Wogo Lama kalau ingin melihatnya. Tidak jauh hanya sekitar 1 km dari Wogo tapi karena sudah gelap kami tidak pergi ke sana. Pak Stefanus cerita kalau sedang pesta di Wogo bisa sampai 3 hari tiga malam. Menarik untuk datang ketika ada pesta. Tari-tarian, makan dan minum sampai mabuk dan ketiduran kemudian bangun dan lanjut pesta lagi.
Perjalanan pulang dari Wogo ke Bajawa makan waktu sekitar 1 jam, kita lewat jalan utama yang menghubungkan Ende – Bajawa, jalan yang tadi siang sudah kita lewati. Hujan gerimis mulai turun membasahi jalan raya dan pakaian yang kami kenakan, dingin mulai menusuk tulang tapi semua terbayar dengan indahnya hari ini.
You’re on the road
But you’ve got no destination
You love this town
Even if that doesn’t ring true.
(Beautiful Day dari album All That You Can’t Leave Behind, U2, 2000).
Biaya :
Travel Ende – Bajawa : Rp 50.000,-
Makan siang di Lucas : Rp 20.000,-
Motor sewa : Rp 200.000,- (untuk 3 orang)
Donasi Bena : Rp 50.000,- (untuk 3 orang)
Donasi Wogo : Rp 50.000,- (untuk 3 orang)
Makan malam : Rp 20.000,-
Hotel Korina, Bajawa : Rp 165.000,- (untuk 3 orang)
Contact :
Pak Nobara untuk Travel dari Bajawa ke Ruteng 0813-53907775
Willem Doi, guide trekking di Bajawa 0813-53968211 / 0852-39043771. Mau keliling-keliling Bajawa lihat Desa Adat selain Bena dan Wogo, mau trekking ke Danau atau naik gunung atau jalan dua hari sampai tembus ke laut. Hubungi wildoiyes@yahoo.com.






