Nice adventure in Central Kalimantan

Custom Search

By kalimantanku • Aug 14th, 2008 • Category: Cerita Perjalanan, Indonesia, Kota - Kota, Petualangan

Penjelajahan ini merupakan yang terjauh & terlama yang pernah saya lakukan.Dimulai dari Banjarmasin hingga perbatasan Kalteng - Kalbar yakni di Kabupaten Sukamara selama dua minggu.
Tidak semua lokasi berhasil saya foto.

Namun ada beberapa foto yang saya pajang disini, yang cukup mewakili serunya petualangan tersebut.Oh iya, saya nya tidak sendiri, tapi juga ada Agus atau yg akrab saya panggil Bedul (si Katro dari Semarang) serta Gazali yg nyetir mobil.Saya minta maaf kalo foto-foto yg dipajang kebanyakan foto Bedul (yang tentu saja agak mengganggu pemandangan alam yang ada difoto tersebut).
Kalo ditotal-total ada 8 kota/kabupaten yang berhasil kami kunjungi seperti Pulang Pisau, Palangka Raya, Kasongan, Sampit, Kuala Pembuang, Pangkalan Bun, Sukamara & Lamandau.Itu belum termasuk desa serta ibukota kecamatan lainnya.

Lokasi berfoto pertama yg kami singgahi adalah the biggest bridge in South Kalimantan, Jembatan Barito.

null

Si Bedul pasang pose paling maksimal di Jembatan Barito

Mampir sebentar di Pulang Pisau, kami lalu melanjutkan ke Kota Cantik Palangka Raya.Kota ini memang cocok untuk menikmati kerapian dan kebersihan kotanya.Untuk wisata kuliner & belanja, kayaknya kurang cocok.

null

Foto Bundaran Besar Palangka Raya yg dijepret secara sembarangan

Puas di Palangka Raya, kami lalu mempir ke Kasongan yg merupakan ibukota Kabupaten Katingan.Kota yang sangat kecil.Namun sudah terlihat geliat pembangunan fisik, seperti perkantoran pemerintahan nya yang lebih megah dari kantor Gubernur Kalsel.Ck..ck..ck…

Kami lalu mengejar Kota Sampit.Sekitar 5 jam kemudian, kami tiba di kota yg dijuluki pintu gerbang ekonomi Kalteng tersebut.Kami menginap di Hotel Ariandi.Hotel paling tragis yg pernah saya pilih.Selain petugas hotel yang melayani kami masih teler akibat minuman alcohol, lampu kamar yg terlampau remang, kamar mandi yg baknya kosong + air kran nya yg macet.Belakangan saya tahu, kalo hotel itu merupakan hotel buat mesum.Eyalah…

null

Sungai Mentaya + Pasar Besar Sampit yg berdiri megah di tepi sungai

Puas di Sampit, kami lalu melaju ke Kota Manis Pangkalan Bun.Jalan yg sebagian besar mulus itu membuat perjalanan menyenangkan.Perkebunan kelapa sawit mendominasi pemandangan.Kami juga melalui Desa Sebabi, Pembuang Hulu dll.Kami juga mampir ke kebun cempedak di Desa Pangkalan Banteng.Syet dah, kebun itu wangi banget.

null

Si Bedul di kebun cempedak Desa Pangkalan Banteng

Akhirnya datang juga.Sebuah bundaran dengan tugu besarnya menyambut kami.Kota ini memang manis, semanis julukannya.

null

Bundaran di Pangkalan Bun

Kami langsung berburu makanan di sekitar Pasar Indra Kencana.Pasarnya bersih dan sangat ramai pada sore hari.Kami juga menyambangi sebuah bangunan besar & unik, yakni Istana Kuning.Bangunan yang terbuat dari kayu.Tapi anehnya waktu itu saya malu untuk memoto istana yang belum tentu saya kunjungi kembali itu.Alhasil gak ada koleksi fotonya.:(

Perjalanan belum berhenti disini, kami lalu menuju Kabupaten Lamandau yang beibukota Nangabulik.Kotanya mirip Kasongan.Masih sepi.Tapi, lagi-lagi kantor bupati & gedung DPRD nya sangat megah.Gak nyangka kalo di kota kecil di pedalaman Kalimantan terdapat gedung semegah itu.Hmmm…dua jempol buat Lamandau.

null

Sayanya di salah satu danau kecil di Lamandau.Airnya hijau.Bukitnya juga hijau

null

Bedul kembali bergaya secara maksimal

Cukup 1 hari saja di Lamandau.Kami lalu melanjutkan ke Sukamara.Disana saya mengadakan reauni singkat dengan teman 1 SMP dulu.Namanya Gusti Ahmad Surya.Tujuh tahun gak ketemu, membuat suasana reauni sangat menyenangkan.Saya juga diajak keliling Sukamara.Sempat menikmati semangkok bakso di pusat kota.Terimakasih ya Gusti sdh ajak keliling & traktir bakso.:)

Sayang kami harus meninggalkan kota terjauh di Kalteng ini.Kami kembali lagi ke Sampit.Untuk besoknya melanjutkan ke Kuala Pembuang.
Perjalanan pun dilanjutkan.Tapi ada sebuah titik yang isinya kubangan lumpur di Desa Lempuyang.Mobil kami tidak bisa lewat utk sementara & kami menginap disalah satu rumah penduduk.

Akhirnya kami bisa melanjutkan perjalanan.Kali ini kami menjelajahi pesisir Kalteng, yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa.Tumbuhan pantai dan udara laut mengiringi perjalanan.Tiba di Kuala Pembuang, kami lalu menuju pusat kota.Ternyata disana byk banget penjual krupuk khas Kuala Pembuang, Krupuk Pipih.Soal kelezatan, jgn diragukan lagi.Di Sampit juga ada yg menjual penganan ini.

Kami kembali pulang ke Sampit.Namun kami berwisata kembali di Pantai Ujung Pandaran.Pantai berpasir putih dengan laut kebiruan meskipun tidak terlalu jernih.
Kampung nelayan sangat memanjakan lidah saya, karena disana mudah ditemui ikan-ikan segar.Bahkan ada juga udang laut serta kepiting rajungan.Pantai inilah yg menjadi persinggahan terakhir seekor paus raksasa (hampir segede truk) hingga ia tewas.Lalu tulang belulangnya dibawa ke Museum Sampit.Saya juga sempat mampir ke museum itu.

null

Bedul kembali berpose dgn gaya yg lumayan di Pantai Ujung Pandaran

Kami harus mengakhiri perjalanan ini dengan kembali ke Banjarmasin.Meski melelahkan namun sangat berkesan bagi saya yang suka petualangan ini.Kalimantan memang syurga bagi petualang manapun.

By Nasrudin Ansori

Tagged as: , , , ,

kalimantanku is i like adventure, book, internet & cappucino
Email this author | All posts by kalimantanku

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Copyright ©2004-2008 Indonesia Backpacker Community All rights reserved. All articles and Images may not be reproduced in any form without the express written permission of the copyright holder | All Information contained on this site may not be used for commercial purposes,
for more information please Contact
admin At indobackpacker.com | Powered by the WordPress

Creative Commons License
Except where otherwise noted content on this site is licensed under a
Creative Commons Licence.