Berpetualang di Pesisir Kalsel

Custom Search

By kalimantanku • Sep 8th, 2008 • Category: Cerita Perjalanan, Petualangan, Wisata

Terakhir kali ke pantai pas lebaran tahun lalu, yakni Pantai Pegatan di Katingan Kuala Kalteng.Nah untuk melepas rasa kangen dengan suasana pantai, saya bersama teman yang berasal dari ibukota RI (baca: Jakarta) mengadakan petualangan kecil ke beberapa pantai di Kabupaten Tanah Laut.Kabupaten yang beribukota Pelaihari inimemang memiliki beberapa lokasi menarik yang cukup menarik bagi penggila wisata alam khususnya ala bacpacker.Ada Gunung Kayangan, Air Terjun Bajuin, Kampung Wisata Jagung Rebus dan tentu saja pantai-pantainya.
Butuh perjalanan 3 jam untuk mencapai Pantai Batakan & Pantai Batu Lima.Selama perjalanan, mata saya sangat dimanjakan dengan pemandangan yang spektakuler.Barisan perbukitan yang hijau, hamparan sawah yang menguning, pedesaan serta kampung nelayan.

null

Perbukitan yg menghijau

null

Kampung nelayan

Jalan-jalan meliuk juga menjadi tantangan tersendiri.Aroma angin laut serta kehangatan matahari sore semakin membuat suasana menjadi asik.Sebelum tiba di Pantai Batakan, kami melewati Pantai Batu Lima.Namun kami tidak mampir, karena ingin segera tiba di Pantai Batakan.Sekitar 30 menit kemudian kami sampai ditujuan.
Hamparan pasir segera menyambut kedatangan kami.Bunyi gemuruh pohon cemara segera terdengar.Ternyata disana sudah banyak wisatawan.Geliat pariwisata di Kalsel semakin bergairah.Saya ikut senang dengan hal itu.

Pantai Batakan

Puncak dari segala keindahan di pantai adalah saat matahari terbenam (sunset) berlangsung.Warnanya yang menyala keemasan, memantulkan cahaya indah dipermukaan laut.Terima kasih ya Tuhan atas keindahan alamMu ini.

null

Sunset nya yang cantik

null

Sunset lagi nih…

Puas menikmati sunset, kami lalu mencari tempat menginap.Setelah puas memilih, akhirnya kami memutuskan untuk menginap di salah satu cottage yang bernama Hotel Batakan Permai (namanya standar banget) :).Rp.120 ribu adalah harga yang harus kami rogoh dari dompet dengan fasilitas cottage yang cukup standar.Tapi lumayanlah dapat kasur empuk, kipas angin, meja tamu, kamar mandi plus pemandangan yang langsung menghadap pantai.

null

Cottage tempat kami menginap

Malam menyambut, saya kembali lagi menikmati pantai.Tepat dibawah pohon cemara, saya menikmati keindahan itu bersama segelas teh panas.Saat memandang keatas, ternyata dilangit sana banyak bertaburan bintang.Alhasil cemara-cemara itu mirip pohon natal raksasa.
Saya juga sempat ngobrol dengan penduduk setempat, seorang bapak pemilik warung bakso.Bapak itu bercerita tentang Pulau Datu, sebuah gugusan pulau yang ada ditengah laut (mirip Pulau Lomban di Rembang Jateng yang pernah saya kunjungi).
Katanya di Pulau Datu ada sebuah makam ulama Kalsel jaman dulu.Selain makam, pulau itu juga menawarkan pemandangan yang cantik.Akhirnya saya merencanakan untuk mengunjunginya.Besok ada perahu yang akan kesana membawa wisatawan.
Rasa kantuk menyerang, saya putuskan untuk segera tidur.Besok harinya, saya kembali harus bertualang dipantai ini.
Dingin semakin menusuk saat shubuh tiba.Mushola yang ada disana terlihat ramai, menandakan bahwa wisatawan pun tetap tidak melupakan agama meskipun tengah berlibur.
Selesai sholat, saya memutuskan berkeliling pantai sambil menunggang kuda.Dengan hanya Rp.5 ribu, saya bisa menikmati serunya menunggang kuda disekitar pantai.

null

Saya nya bersama kuda & joki cilik

Kesenangan menunggang kuda ternyata berganti kekecewaan, karena perahu yang akan membawa kami tak kunjung tiba.Katanya airnya terlalu surut, sehingga perahu itu tak bisa segera menjemput kami.Mungkin sekitar 1 jam lagi baru perahu itu menjemput.Sementara kami memiliki keterbatasan waktu.
Mungkin dikesempatan lain, saya bisa kesana.Membayar rasa penasaran saya akan pulau itu.
Puas di Pantai Batakan, kami langsung melanjutkan perjalanan pulang ke Banjarmasin.Namun sebelumnya, kami mampir sejenak di Pantai Batu Lima.Dipantai ini terdapat 5 buah batu besar berenang secara permanent didalam air laut.

null

Pantai Batu Lima

Pantai ini sangat tenang, karena sepi pengunjung.Warga Kalsel maupun dari daerah lain lebih memilih Pantai Batakan atau Pantai Takisung.
Kami akhirnya melanjutkan perjalanan pulang ke Kota 1000 Sungai.
Suatu saat insyallah, saya akan kembali kesini untuk mengunjungi Pulau Datu.

By Nasrudin Ansori.

Tagged as: , , ,

kalimantanku is i like adventure, book, internet & cappucino
Email this author | All posts by kalimantanku

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Copyright ©2004-2008 Indonesia Backpacker Community All rights reserved. All articles and Images may not be reproduced in any form without the express written permission of the copyright holder | All Information contained on this site may not be used for commercial purposes,
for more information please Contact
admin At indobackpacker.com | Powered by the WordPress

Creative Commons License
Except where otherwise noted content on this site is licensed under a
Creative Commons Licence.