Dua negara dalam lima hari
By nitasellya • Oct 8th, 2008 • Category: Cerita Perjalanan, Mancanegara, Travel Tips, Wisata
Siapa bilang punya waktu sedikit tidak bisa traveling ke dua negara? Cukup luangk
an waktu 5 hari, Anda sudah bisa traveling dengan cukup puas ke dua Negara tetangga seperti Singapore dan Malaysia. Seperti yang saya lakukan pertengahan bulan September 2008 yang lalu.
Day One
Berangkat dengan flight jam 09.30 Mandala Airlines dari Jakarta ke Batam dan tiba di Hang Nadim jam 10.50. Dari Hang Nadim langsung meluncur ke Seaport Batam Center menggunakan taksi lokal dengan tarif tetap, check in di counter Batam Fast yang akan membawa saya ke Singapore (tiket sebelumnya sudah saya beli di Bandara Hang Nadim), dan membayar fiskal. Berangkat dari Batam jam 12.40, tiba di Singapore jam 14.40 (Singapore maju satu jam dibandingkan Batam), mengantri sebentar di bagian Imigrasi yang mungkin karena hari kerja dan masa Ramadhan tidak terlalu penuh saat itu.
Langsung meluncur ke Harbourfront MRT untuk menyewa Singapore Tourist Pass selama 3 hari (kartu harus dikembalikan bila ingin deposit bisa dicairkan lagi), langsung berangkat dengan MRT ke Tanjong Pagar untuk menaruh luggage saya di kantor pusat tempat saya bekerja.
Keliling-keliling Tanjong Pagar, mampir ke Thian Kock Lim Temple, URA (Urban Redevelopment Authority), Amoy Street, makan Duck Rice di Amoy Food Center, mampir ke Red Dot Building. Semua cukup dengan Jalan kaki, karena Singapore menyediakan tempat yang nyaman untuk pejalan kaki, dan semua tempat memang within walking distance.
Malamnya bareng temen saya, langsung ke apartemennya untuk istirahat. Persiapan tenaga buat besok.
Day Two
Start jam 10 pagi, saya langsung mencari toko handphone terdekat untuk membeli SIM card local, lebih murah daripada roaming dengan SIM card Indonesia. Kemudian naik MRT ke Japanese Garden. Niat hati turun di Chinese Garden MRT untuk masuk lewat situ, tapi ternyata sedang ada festival (Lantern Festival) jadi harus bayar. Berhubung saya berangkat dengan budget seadanya, saya memutuskan untuk naik MRT lgi ke Lakeside dan meneruskan langsung ke Japanese Garden dengan bis.
Setibanya di Japanese Garden, ternyata taman itu luass sekali dan sepii sekali. Serasa punya taman pribadi.
Dari Japanese Garden, naik bis ke apartemen Ninit Yunita, salah satu penulis Travelers’ Tales yang bikin saya ngebet mau traveling, untuk minta tanda tangan. Saking senangnya berjumpa dengan Ninit, sampai lupa mau foto-foto.
Dari apartemen Ninit jalan kaki sedikit, sampailah di Vivo City, mall terbesar di Singapore. Naik ke lantai 3 untuk beli tiket monorail Sentosa Express menuju Pulau Sentosa (the must visit island kalau Anda ada di Singapore). Sebelumnya mampir dulu ke rooftopnya Vivo City di lantai tiga (berdekatan dengan loket tiket Sentosa express).
Keren, mereka bikin taman terbuka di situ, dan ada tempat duduk bertingkat-tingkat macam di stadium olahraga, dan saya lihat beberapa orang malah sedang tidur siang di situ.
Perjalanan dari Vivo City ke Pulau Sentosa tidak memakan waktu lama, mungkin hanya 5 menit, sepanjang jalan ke sana saya melihat banyak sekali pekerjaan kosntruksi yang menurut rekan kerja saya untuk membangun resort dan tempat casino terbesar di Asia. Luar biasa…
Di Sentosa saya turun di Imbiah Station, kemudian berjalan-jalan (dan foto-foto) di Merlion Park, tempat Merlion ukuran sangat besar, kemudian naik bukit (bisa pilih paka escalator atau jalan kaki biasa) ke arah Tiger Sky Tower, menara dengan kereta putar yang bisa naik hingga ketinggian 1
31 meter di atas permukaan laut.
Berhubung saya bukan penyuka ketinggian, saya memilih untuk naik SkyRide, yang ternyata…. Lebih menegangkan dibandingkan Tiger Sky Tower..hiyy.. tapi seruu!
Di Sentosa saya menyaksikan Songs of the Sea (a must-see menurut teman saya), yang berupa pertunjukan musical dengan menggunakan air mancur sebagai layarnya. Cantik sekali! Walaupun saya sempat mengernyitkan dahi ketika lagu Anak Kambing Saya disebut sebagai lagu dari Malaysia. Oh well..
Setelah selesai menyaksikan Songs of the Sea, saya kembali ke Imbiah Station menggunakan Skyride yang kali ini tidak terlalu menegangkan karena saya ditemani turis ganteng dari Jerman.
Day Three
Hari terakhir di Singapore, karena malamnya saya akan naik kereta api menuju Kuala
Lumpur. Saya janjian dengan dua orang teman dari couchsurfing.com, JK dan Jet yang akan menemani saya keliling-keliling dari mulai City Hall, Esplanade, Merlion (yang ada air mancurnya), Boat Quay, sampai ke Chinatown (semua dengan berjalan kaki, pegal tapi menyenangkan), saya makan Roasted Pig Rice yang yummy sekali hanya
dengan SGD 3. Dari sana kami beranjak ke Kampong Glam, bersama seorang blogger, Detta. Keliling-keliling sampai Little India, Mustafa Centre, Arab Street (again, jalan kaki).
Tadinya mau mampir ke Bugis, tapi berhubung anggaran belanja saya sudah habis kami memutuskan untuk kembali.
Mampir ke Tanjong Pagar untuk ambil luggage yang saya titipkan di kantor, makan malam sebentar di Amoy Food Center, melanjutkan dengan berjalan kaki (saya rasa jumlah langkah yang saya ambil di sini jauh lebih banyak dibandingkan di Jakarta) dua blok menuju halte bus yang akan membawa kami ke Tanjung Pagar Railway Station.Saya berpisah dengan JK dan Jet di stasiun kereta setengah jam sebelum kereta berangkat.
Day Four
Setelah menempuh perjalanan selama 10 jam (lumayan asik juga tidur di kereta, goyang-goyang), saya tiba di KL Sentral jam 6 pagi. Sempat bingung juga apa yang mau dikerjakan karena hari masih gelap. Mau langsung ke rumah Ditesh, host saya dari couchsurfing.com, kelihatannya
kurang sopan membangunkan orang sepagi itu.
Walhasil saya memilih untuk minum kopi dulu di McDonald, hadiah ulang tahun saya dari OP Sharma, seorang pensiunan Angkatan Darat India hasil saya iseng ajak ngobrol di KL Sentral. Beliau tinggal di Delhi dan sedang liburan di KL. Dan saya sudah tahu akan menginap di mana kalau saya mampir ke Delhi (entah kapan) nanti.
Jam 7 pagi, saya memutuskan untuk menitipkan luggage saya di tempat penitipan barang dengan biaya sewa RM 3 untuk satu hari, kemudian naik LRT Putra menuju KLCC untuk mengunjungi Petronas Twin Towers. Mengantri tiket gratis yang dibagikan secara terbatas selama lebih dari satu jam, kemudian naik ke Skybridge Twin Towers selama sepuluh menit. Pemandangannya Indah sekali dari atas, pasti akan lebih indah bila datang malam hari.
Dari Twin Towers saya langsung kembali ke KL Sentral untuk mengambil luggage saya dan menuju LRT Bangsar, kemudian ke rumah host saya dan dengan baik hati bersedia menjemput saya di LRT Bangsar.
Setelah istirahat sebentar, sorenya menjelang buka puasa saya pergi ke Setiawangsa, bertemu dengan Couchsurfer lain, Maria, yang membawa saya ke pasar Ramadhan. Banyak sekali makanan dan minuman tradisional untuk berbuka puasa. Saya memilih untuk membeli es buah yang “kurang manis” (Malaysia terkenal dengan “seet tooth”nya, jadi saya minta yang gulanya dikurangi), dan Nasi Ayam Merah, total RM 5 saja.
Ikut berbuka puasa di rumah Maria, bersama keluarga besarnya yang sangat welcome dan ramah.
Ternyata asisten rumah tangga mereka berasal dari Magelang, jadilah kami sempat berbincang-bincang soal tanah air.
Malamnya diantar Maria saya kembali ke KLCC, untuk menjumpai host saya dan temannya di SURIA KLCC. Bersama dengan host saya dan Aizat, temannya, kami bertiga menikmati suasana Kuala Lumpur di malam hari, terutama Twin Towers yang berkilauan dan KL Tower. Rencananya mau naik ke KL Tower tapi apa daya ternayat sudah tutup. Maybe next time.
Day Five
Hari terakhir saya di Kuala Lumpur, malam ini saya akan kembali dengan Air Asia penerbangan terakhir. Hari ini saya pamitan dengan host saya, menitipkan luggage di KL Sentral, dan kembali menaiki LRT menuju Setiawangsa, karena hari ini Maria akan membawa saya berjalan-jalan ke Batu Caves dan Sungai Wang untuk membeli oleh-oleh.
Perjalanan ke Batu Caves tidak terlalu lama, sekitar 30 menit. Batu Caves adalah tempat suci bagi umat Hindu di Malaysia. Kita harus menaiki 272 anak tangga dengan kemiringan sekitar 45 derajat untuk tiba di puncakya. Saya sampai berhenti empat kali untuk mengambil napas. Dari puncak tangga kita bisa melihat pemandangan KLCC dan dua landmarknya (Twin Towers dan KL Tower).
Dari Batu Caves kami menuju Sungai Wang untuk berbelanja, kemudian kembali ke Setiawangsa. Di rumah Maria saya bertemu Shasha dan Rachel dua orang couchsurfers dari Philippines yang semestinya saya temui di
Singapore tapi tidak jadi karena masalah imigrasi.
Setelah istirahat dan makan siang di rumah Maria, saya langsung menuju KL Sentral untuk mengambil luggage dan menaiki SkyBus menuju LCCT (Low Cost Carrier Terminal) Air Asia. Pulang ke Jakarta dengan hati senang.
Pengeluaran:
Rp. 100,000 taksi ke bandara Soekarno Hatta
Rp. 468,200 Mandala Air Jakarta Batam
Rp. 30,000 airport tax
Rp. 500,000 fiskal
Rp. 80,000 taksi dari bandara Hang Nadim ke Batam Center
Rp. 100,000 taksi dari bandara Soekarno Hatta ke rumah
SGD 16 one way ferry ride ke Harbourfront Singapore
SGD 3 seaport tax
SGD 150 selama di Singapore (termasuk SGD 34 untuk Singapore Tourist Pass elama tiga hari)
RM 92 tiket kereta Express Senandung Malam Singapore - Kuala Lumpur
RM 200 selama di Malaysia
RM 212 tiket Air Asia LCCT – Jakarta (termasuk RM 6,5 untuk tiket SkyBus)
Info:
1. Kalau mau ke Singapore lewat Batam, mungkin bisa menghubungi Bapak Adel di 08566575452, pengemudi taksi baik hati untuk mengantar ke Batam Center
2. Anak usia di bawah 12 tahun dan pemegan KTP tertentu di wilayah Sumatera tidak perlu bayar fiskal
3. Coba mampir dan mendaftar di Couchsurfing.com, siapa tahu ada yang berbaikhati mau menerima Anda sebagai tamu di rumahnya selama perjalanan. Lumayan untuk sedikit mengurangi biaya penginapan, namun tentu saja Anda harus menjaga tata karma sebagi tamu yang baik ya..
4. Daripada bingung cari taksi setelah tiba di bandara Soekarno Hatta, coba hubungi Bapak Rinaldi pengemudi taksi dengan argo di 02199107568
5. Untuk di tempat umum di Malaysia, mungkin ada baiknya untuk memakai bahasa Inggris bila tidak ingin dianggap TKW. Sayangnya saya menerima tatapan meremehkan bila saya pakai bahasa Melayu, dan menerima perlakuan yang lebih manusiawi dengan memakai Bahasa Inggris…
6. Silahkan mampir ke www.ktmb.com.my untuk booking tiket kereta api secara online dan melihat jadwal yang ada.
7. Lebih lanjut mengenai Singapore bisa kunjungi www.VisitSingapore.com dan mengenai Malaysia bisa kunjungi www.VisitMalaysia.com.my
8. Tidak perlu mengurus Visa bagi pemegang paspor Indonesia, anda akan mendapat ijin masuk selama 30 hari di Singapore dan Malaysia per satu kunjungan.
9. Sebenarnya biaya perjalanan bisa lebih murah. Maklum pengalaman pertama dan booking tiket-tiketnya baru dua minggu sebelum berangkat
nitasellya is
Email this author | All posts by nitasellya










apa kabar nita…saya aziz dari malaysia…seronok baca catatan perjalanan nita ke dua negara dalam masa 5 hari dan terima kasih juga kerana sudi melawat malaysia…saya mohon sedikit maklumat dari nita..saya sekeluarga sudah 3 tahun berturut2 melawat indonesia yang terakhir bulan april 08 lalu..InsyAllah tahun hadapan akan ke Indonesia lagi…rencananya mau ke ke puncak,bogor…soalnya bagaimana saya mau ke puncak dari airport soekarno (dengan pengangkutan awam dan kembali semula ke jati negara jakarta….terima kasih…