backpacking Aceh dan Sabang
By Karinasari • Nov 17th, 2008 • Category: Cerita Perjalanan, Indonesia, Kota - Kota, Pantai dan Wisata Laut, Petualangan, Wisata
Terinspirasi tulisan dibawah dan ber-email ria dengan Mas Adolf di indobackpacker.com, tanggal 31 Oktober kemaren aku memberanikan diri buat backpacking sendirian ke pulau Weh. Perlu diingat kalau aku sendiri sudah bekerja diwilayah Perlak, Aceh Timur. Kawasan Perlak sendiri sudah cukup aman, walaupun kalau digoogling, beritanya masih seputar tingginya angkat kekerasan diwilayah ini. Harap dimaklumi karena daerah Perlak sempat dinyatakan sebagai daerah inti pergolakan GAM.
Berbekal ransel berisi baju, kamera dan alat skin (fins, goggles n wetsuit), aku nunggu bus malam di Gampong Beusa Seberang. Setiap 1 jam akan ada bus malem lewat, jurusan Medan – Banda Aceh. Hop, tepat jam 10 malam, aku sudah ambil bangku tepat dibelakang supir. Note, enaknya travelling di Aceh, kaum wanita dapat privilege untuk duduk disebelah wanita, atau sendirian hehehe. Biaya busnya hanya 90 ribu rupiah. Bus sempat berhenti di beberapa titik, tapi yang paling diingat adalah Gampong Mataang (kayanya gini tulisannya). Yang jelas disana dijual sate sapi (mirip sate di Ungaran), manis, dan dihitung pertusuk (1 tusuk 2 ribu rupiah). Kira2 sampai di Mataang jam 2 pagi.
Akhirnya sampai juga diterminal Banda Aceh. Note, masyarakat Aceh itu friendly sekali. Cukup senyum dan berikutnya pasti kita akan disapa, ” Mau kemana Mbak?”. Dibantu oleh seorang ibu penumpang bus akhirnya aku dapet betor (becak motor) dengan harga lokal 20 ribu sampai pelabuhan Ulee Lhue (sekitar 15 km dari terminal). Karna sampai Banda Aceh masih pukul 5 pagi dan sampai di Ulee Lhue jam 6 pagi (pelabuhan buka jam 8 pagi) aku sempet muter2 dan ambil foto dipemakaman masal serta masjid (lupa namanya, sebagai satu2 nya bangunan yang utuh setelah tsunami).
Jam 8 setelah loket dibuka, aku ambil tiket kapal cepat Pulo Rondo (skedul berangkat jam 9.30 sampai 10.30 dan kembali ke Banda Aceh jam 16.00 tiba 17.00). Atau mungkin bisa dicoba kapal Express Bahari 3C (skedul berangkat jam 16.00 sampai jam 17.00 sedangkan kembali ke Banda Aceh jam 8.30 sampai jam 9.30). Harganya, untuk kelas ekonomi 60 ribu. Kelas bisnis (dapet aqua) 70 ribu dan eksekutif 90 ribu (dapet aqua, snack dan kompartemen). Semuanya ber-AC. Aku ambil kelas ekonomi saja hehehe. Sampai di Balohan (nama pelabuhan Sabang), sudah banyak taksi (pakai Kijang Kapsul) yang bisa dicharter ke Iboih atau Gapang dengan harga 50 ribu. Note, ini enaknya berangkat Sabtu karena umumnya banyak turis, jadi cukup 50 ribu sudah sampai Iboih deh. Kalau engga, wah mesti menghabiskan 200 ribu supaya sampai pantai. Sebenernya di Sabang sendiri ada pantai, namanya Pantai Kasih, namun kondisinya kurang terawat.
Sampai di Iboih jam 12. Saatnya makan siang. Note, kenapa pilih Iboih, yah karena tujuan awalnya memang pengen menyelam. Hanya ada 2 pilihan yaitu Gapang dan Iboih. Gapang dimiliki oleh pasangan Jerman-Belanda (Tom dan Marjan), sedangkan di Iboih dimiliki penduduk lokal (Pak Dodent). Aku pilih Iboih karena uangnya akan directly masuk ke pemilik lokal hehehe. Selain itu Gapang diramaikan oleh pekerja NGO yang banyak bermukim di Banda Aceh dan menghabiskan weekend di Sabang. Jadi suasananya lebih crowded. Makan di Iboih relatif murah. 25 ribu dapat ikan, sayur dan es teh manis. Akhirnya sampai di Rubiah Tirta Divers. Aku ambil kamar kecil di tebing yang terjal hehehe, cuman 100 ribu per malam. Fasilitas ranjang single dan kipas angin serta lampu dikamar. Kamar mandinya ada diluar hehe.
Karena sudah sore, aku ikut Malaysian guys yang diving di Rubiah Sea Garden. Wouw, visibiliti-nya okeh banget. Sampai 15 meter dengan ikan yang melimpah ruah banget! Arusnya juga pelan…wah santai sekali….Dalamnya juga cuman 15 meter. Note, nemuin banyak banget honeycomb moray eel, lion fish, sea cucumber (besar besar banget hehehe) dan grouper! Setelah habis 100 bar, kita naik dan pindah ke Volcano. Tepat diatas bukitnya, ada permandian air panas. DIdalam laut sendiri ada lubang dan celah2 yang mengeluarkan gelembung uap panas dan sulfur. Hehehehehe, aneh. Setelah itu harus nyuci wetsuit bersih2 deh, bau belerang!
Paginya kita dive di Peunateung, kali ini aku beruntung dapet team yang sudah expert banget hehehe. Perjalanannya sendiri sudah bikin capek….Ombaknya besar banget….dapet poto2 air menghantam karang tepat di kilometer nol. Canggih….sempet juga liat lumba2 loncat diatas air. DIbawah sendiri, wow ketemu rombongan ikan marlin dan baracuda. Dan sekitar 20 meter, keliatan deh black tip shark jalan2. Besarnya sekitar 1.5 meter deh. Dan grouper hehehe melimpah ruah. Wallnya mencapai kedalaman 50 meteran, bule bule itu sibuk deh cari octopus n nudybranch serta shrimp. Tempat penyelaman kedua juga ngga kalah seru, di Tokong. Well, arusnya yang ngga main2. Sekitar 3-5 knot. Weleh2….
Sorenya kita bantu2 pak dodent deh ke penanaman terumbunya. Bekas2 tsunami sih masih keliatan, tapi harus diakui deh kerjasama pak dodent dan tentara perancis buat beres2 ini cukup bagus. Tentara perancis? Yup…sementara tentara kita duduk dipantai dengan senjata terkokang…..sekitar jam 6, kita bisa nyewa motor (tanpa helm) dengan harga 25 ribu buat ke kilometer 0. Ini tempat paling bagus buat ambil foto sunset. Oh iya, akhirnya setelah 2 hari menjelajah nemu deh restoran cukup enak. Namanya mama’s restaurant. Cobain taconya (sssttt….disini bisa dapet bir dingin hehehehe). Sayang besok sudah harus pulang deh…….eeh sempetin juga cari oleh2 kalung dari batok kelapa buatan Andy. 60 ribu harganya, modelnya macem2 tapi mayoritas lumba2, manta, ikan pari, octopus dan sea horse.
Pagi jam 7an, aku dah harus nunggu buat taxi pergi kesabang. Sempetin deh beli kue sabang (12 ribu dapet 1 kotak isi 15). Bentuknya mirip bakpian pathok-nya Jogya. Tapi isinya kacang hitam dan kulit pianya…hmmmm lembut banget. Sampai di Banda Aceh jam setengah sepuluh, aku langsung dapet becak dengan harga 30 ribu (bonus jalan2 ke PLTD Apung I dan Masjid Raya). Wah kalau liat PLTD Apung, rasanya ngga percaya kapal sebesar dan seberat itu bisa terdampar 5 kilometer dipemukimam penduduk, WOW. Perjalanan berikutnya yah kembali ke Perlak karena harus melanjutkan pekerjaan heheheh. Tapi aku dah janji buat balik lagi kesini….
Aku sempet uplot foto2 diflickr, http://flickr.com/photos/karinasari
Thanks yah buat semua yang sudah kasih info. Kalau ada yang mau pergi bareng, japri ya hehehehe cheers. KS



