Catatan Gathering Indobackpacker, Kumpul2 Backpacker dan Traveler Part-1
By deedee caniago • Jan 15th, 2009 • Category: Cerita Lainnya, Indonesia, Mancanegara, Rangkuman Diskusi, Travel Tips
Warning: htmlspecialchars_decode() expects parameter 1 to be string, NULL given in /hsphere/local/home/odesya/indobackpacker.com/wp-includes/compat.php on line 113
by Deedee Caniago
Sebenarnya ide awal untuk acara gathering alias kopi darat sudah direncanakan pada bulan Oktober, karena moment silaturahmi nya emang mau disesuaikan dengan tema halal bihalal setelah lebaran. Akan tetapi dikarenakan kesibukan masing2 host, coordinator dan moderator milis Indobackpacker (Deedee Caniago, Ida SZ dan Aris Yanto), maka acara tersebut baru bisa kami laksanakan pada bulan Desember 2008.
Persiapan dilaksanakan dua minggu sebelum hari H, dengan bantuan small team yang membantu mengurus segala macam urusan, mulai dari pembentukan panitia, ijin2, konsumsi, dll dsb. Panitia mengadakan meeting persiapan sebanyak dua kali untuk persiapan final.
Kenapa acara gatheringnya di proposed untuk dilaksanakan di sebuah rumah ? selain karena saya ingin menerapkan sistem jaringan silaturahmi CouchSurfing & Hospitality Club yang membuka rumah lebar2 untuk tamu dan pertemanan, budget juga menjadi kendala dikarenakan indobackpacker merupakan suatu komunitas nirlaba (non profit organization) yang notabene nya nggak punya budget untuk acara2 seperti ini. Untuk itulah kami panitia setuju untuk membebankan Rp 50,000/orang untuk meng-cover semua persiapan dan biaya (spanduk, pin, lunch, snack & drink, stationary etc).

Undangan kami posting dan sosialisasikan di milis Indobackpacker dan di beberapa blog pribadi. Pada hari H, hari Minggu tanggal 21 Desember 2008, pagi2 sekali kang Giman, Harry, Fita, Anne dan Dewi Carter sudah datang dan langsung bergerak untuk mengosongkan rumah, memindahkan barang2 keluar rumah, menyapu, mengepel, meletakkan karpet dan mulai sibuk memasang laptop, infocus dan screen untuk presentasi nanti siang. Tak lama kemudian Ida Az, Ida SZ dan suami bang Riza juga datang mempersiapkan stationary atau ATK untuk registrasi ulang dan juga mempersiapakan snack kue2 basah/kering, kopi, teh, sirop, soft drink dan beli es batu biar airnya dingin. All set, and we are ready to welcome the guests.
Pada pukul 10.00 tepat, Elly dan adiknya Mei sudah datang, dan langsung ambil posisi ngobrol2 dengan orangtua saya sambil menungu teman2 yang lain datang, and made themselves feel at home. Tak lama kemudian satu persatu teman2 mulai berdatangan memenuhi TKP. Seperti kebiasaan jelek kita yang jam karet, mohon maaf kami harus menunda acara yang akhirnya dibuka pada pukul 11.00 pagi dikarenakan hampir semua peserta datang pada pukul 11.00.
Acara dibuka oleh Deedee Caniago sebagai host, yang memberikan welcome speech, yang kemudian mempersilahkan Kang Giman sebagai ketua Panitia untuk memberikan sepatah dua patah kata dan dengan membaca bismillah, kami memulai acara.
Buat yang belum tau, milis Indobackpacker berdiri 5 tahun yang lalu, tapi website di yahoogroups nya sendiri baru dibuat pada tanggal 29 september 2004, dengan jumlah anggota per tanggal hari ini, Senin 12 January 2009 berjumlah total 7997. Yahoogroups Indobackpacker ada disini.
Indobackpakcer juga mempunya website khusus yang feature nya lebih lengkap, karena selain artikel2 yang berhubungan dengan topik2 backpacking dan traveling, website ini juga memuat artikel, info destinasi, tips2 bepergian, dan photo2 perjalanan tentunya. Hingga saat ini, artikel2 yang sudah di upload di website jumlahnya sudah ratusan, bahkan mungkin ribuan ? silahkan lihat sendiri di : http://www.indobackpacker.com/
Acara lalu diteruskan oleh deedee yang kembali memberikan informasi dan presentasi mengenai travel management, alias bagaimana kita mempersiapkan dan memulai suatu perjalanan kepada sebagian besar teman Indobackpacker yang hadir – yang ternyata belum pernah melakukan perjalanan sama sekali.
Travel Management / Mempersiapkan Perjalanan di dalam negri by Deedee Caniago

1. Tujuan/Destinasi
Untuk memulai perjalanan, pertama2 kita harus mengetahui, kemana kita akan pergi. Jadi kita harus mempunyai tujuan lokasi perjalanan (destinantion), apakah itu perjalanan lokal/domestik, atau perjalanan ke luar negri. Lalu setelah kita menentukan lokasi tujuan kunjungan, barulah kita bisa menentukan tanggal keberangkatan.
2. Tanggal Bepergian
Kita harus melihat kalendar berdasarkan tempat tujuan. Apabila perjalanan itu di Indonesia, alangkah baikanya apabila kita jeli memperhatikan tanggal2 libur nasional dan jangan lupa untuk membaca berita atau mencari tahu untuk mengetahui perayaan2 atau event2 setempat yang karena akan berpengaruh terhadap semua perjalanan (harga tiket pesawat, darat, laut juga penginapan etc) juga itinerary yang akan kita buat. Contoh kasus, seorang teman yang sudah mempersiapkan perjalanan ke Bali harus kecewa karena ketika dia tiba di Bali, ada hari Raya Nyepi sehingga setibanya di bali dua hari itu dia tidak bisa kemana2 dan ngapa2in karena disaat hari Raya nyepi, kita tidak bisa kemana2 (semua tempat tutup dan gelap), nggak boleh nyalain listrik atau melakukan kegiatan apapun, jadi dia hanya bisa duduk manis di penginapan nya saja sambil ngomel2. Salah siapa, coba ???
3. Teman Seperjalanan.
Di stage ini kita harus menentukan, apakah kita akan pergi sendirian (solo traveler), atau dengan teman2 ataupun dengan rombongan. Hal ini penting untuk pembagian job desk (who’s doing what) sebelum keberangkatan. Yang dimaksud dengan job desk adalah pembagian tugas untuk masing2 calon peserta perjalanan, biar semua orang ada effort untuk mempersiapkan perjalanan agar terlaksana secara maksimal. Ada baiknya agar semua peserta perjalanan bertemu paling tidak satu kali sebelum keberangkatan, untuk saling mengenal (for strangers) atau untuk saling sharing informasi mengenai rencana perjalanan. Tidak punya teman seperjalanan dan takut pergi sendirian ??? Cari !!! bisa mengundang teman lewat milis, kasih info aja kalo kita mau pergi ke tempat ini tanggal segini, lalu undang mereka untuk menjadi teman seperjalanan. Atau sebaliknya, pantengin postingan di milis rajin2, lalu ketika ada ajakan untuk pergi bersama, biar pun nggak kenal, pake jurus PD 2 juta dan segera contact teman tersebut untuk tanya2 secara detail. Kalo cocok secara waktu dan biaya, kenapa tidak ???
4. Persiapan perjalanan :
* Itinerary & Map
Rute perjalanan itu penting sekali. Jangan sampai kita muter2 nggak jelas atau cari rute bolak balik sehingga buang2 waktu, tenaga dan biaya. Cari dan pelajari peta, dari sana kita bisa tau letak posisi masing2 lokasikunjungan. Apabila bepergian ke luar negri, sebaiknya mempunyai buku panduan internasional Lonely Planet untuk mengetahui lokasi kunjugan wajib di suatu negara, lengkap dengan panduan wisata kuliner yang sangat direkomendasi oleh penulisnya. Bukunya mahal ? nggak punya duit buat belinya ? jangan kayak orang susah, pinjam !!! (maap yah Puguh, Lonely Planet loe blom gue balikin, hihi).
Sebelum berangkat, samakan dulu presepsi dan tujuan wisata, because different people have different point of interest. Diskusikan dan putuskan apa saja yang akan dikunjungi, jadi apabila ada yang tidak setuju dengan itinerary yang sudah diputuskan bersama, bisa ada yg mengalah atau silahkan memisahkan diri dijalan nantinya. You need to reach the point “agree to disagree”. Titik.
Pelajari tempat2 yang ingin dikunjungi. Apabila ingin mengunjungi museum2, jangan lupa sekali lagi check jadwal buka tutupnya, karena beberapa museum misalnya tidak buka pada hari Senin. Apabila mengunjungi tempat2 suci dan ibadah, tolong diperhatikan dress codenya, pakai pakaian yang sopan. Sebaliknya, apabila ingin mengunjungi pantai, jangan lupa bawa memakai dan membawa perlengkapan untuk ber-aktifitas di air, misalnya baju renang, snorkel, mask, fins, sunblock, etc.
* Transportation
Ada beberapa jenis transnportasi (darat, laut, udara). Sembelum membeli tiket, ada baiknya kita mencari tau dan membanding2kan harga antara satu dengan yang lain. Apabila kita menggunakan pesawat terbang, biasanya ada banyak promo harga tiket pesawat dengan harga murah, bahkan banyak yang menawarkan harga promo zero program alias Rp 0. Tapi jangan lupa untuk mengecheck harga akhirnya karena biasanya biarpun awalnya Rp.0, endingnya akan ada harganya karena kita tetap harus bayar pajak dan fuel surcharge alias bensin pesawat. Jangan lupa untuk membaca “rules and regulation” as different airlines have different rules and regulation. Check juga apakah ada biaya tambahan untuk kelebihan berat bagasi (kalo kelebihan berat badan ya olah raga dong ah), atau apabila ada fasilitas extra seperti express boarding dll dsb. Recommended budget airlines (airasia, jetstar, tigerairways , valueair, etc)
Apabila kita menggunakan bus, check jadwal nya, tanggal pergi dan tanggal pulang, AC/Non AC, ada toilet didalamnya atau tidak, jangan lupa beli makanan kecil untuk stock persediaan makanan dijalan – just in case kalo nanti macet atau apalah dijalan. Bagi yang nggak kuat duduk lama atau takut naik bus, mendingan jangan naik bus, karena kalo bus antar kota biasanya supir nya selalu ngebut seakan2 kalo hari ini nggak nyampe, besok akan kiamat. Dulu banget saya masih tahan naik bus ke Bali bolak balik 24-30 jam, tapi karena selalu sport jantung, akhirnya nyerah. Thanks to air asia juga, tiket ke bali sekarang lebih terjangkau, harga one-way-ticket nya bisa sama aja dengan tiket bus Jakarta-Bali sekali jalan, so why bother to spend more time on the road and badan jadi remuk kalo harganya sama, mendingan naik pesawat, iya kan ??? makanya rajin2 compare and compile data sebelum berangkat !
Apabila kita ingin menyewa kendaraan (mobil/motor), check biaya sewa per jam/per 8 jam/ per 12 jam/ per hari, apakah termasuk supir, bensin, lembur, apakah kita harus punya SIM untuk sewa kendaraan tersebut (contoh kasus, saya tidak punya SIM C, tapi bisa nyewa dan bawa motor selama di bali, hihi). Yang jelas, biasanya kita harus meninggalkan id card (passport atau KTP) kalo menyewa kendaraan tersebut. Jangan lupa pake helm, you’ll never know what’s gonna happen next, kali2 aja ntar keserempet angkot, (ketok kayu tiga kali, jangan sampe deh!)
Naik kapal motor atau kapal laut ??? naaaah, ini lebih ribet. Karena selain harus check jadwal nya (yang mungkin nggak tiap hari berangkat seperti misalnya kapal laut ke Karimun Jawa atau ke Banda Neira yang berangkatnya hanya setiap beberapa hari sekali), kita harus siap lahir lahir bathin. Kapal motor itu biasa nya kecil dan penuh sesak dengan berbagai macam barang dan jenis orang (wong saya aja pernah duduk bersebelahan dengan motor dan kambing), blom lagi water-lag alias mabuk laut (terima kasih buat orang yang sudah menciptakan tolak angin dan antimo obat anti mabuk). Kapal laut lebih Ok, karena biasanya lebihnstabil dan lebih besar (kapal ceremei ke ambon bisa memuat hingga 2000 orang), dan juga lebih aman karena biasanya disediakan life jacket alias pelampung (I don’t swim but I love water, jadi ini bisa menenangkan selama perjalanan lewat laut).
Naik kereta api ??? biasanya kalo kereta api kelas bisnis atau eksekutif itu aman & nyaman, tapi kalo kereta ekonomi, selain panas, berisik, bau dan kotor, frekuensi orang lalu lalang yang setiap saat lewat bisa mengganggu ketentraman dan emosi jiwa. Nggak bisa tidur juga karena setiap saat deg2an takut kecopetan. Blom lagi polusi telinga karena bentar2 ada yg teriak ”lontong lontong lontoooonng !!! tahu tahu tahuuuuuuu*” pake volume 10 oktaf ! Tapi naik kereta api ekonomi ini menarik sekali untuk pengalaman hidup, dan juga sangat irit di biaya tentunya, coba deh! Jangan ngaku backpacker atau traveler kalo nggak pernah ngeteng naik kereta api ekonomi jarak jauh.
Intinya, kemanapun kita pergi, jangan lupa untuk selalu melihat JADWAL, dan juga jaga barang2 berharga (HP, dompet, etc) karena ada kemungkinan kecopetan selama dalam perjalanan.
* Accommodation
Nah, bagian ini lebih menarik. Thanks to internet, kita bisa browsing2 mengenai penginapan murah dimana aja. Masih bingung nginep dimana ??? Join aja suatu mailing list atau komunitas traveling/backpacking, kenalan dengan para anggota nya dan minta info juga tips2 penginapan murah meriah. Jangan kaget, sampai hari ini, masih ada penginapan di bali yang harganya Rp 50,000/hari, itupun satu kamar bisa berdua, kamar mandi di dalam, pake kipas angin dan selimit juga sprei nyang bersih, dan masing2 cuma bayar Rp 25,000/orang. TOB kan ??? Masih kurang murah ? bisa nginep dirumah temen, saudara atau jadi anggota situs jaringan silaturahmi, (info mengenai komuitas ini akan saya jabarkan di bagian kedua) sehingga kita tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun untuk penginapan. Nggak Pede ? Ya udah, siap2 aja ngeluarin biaya untuk penginapan, that simple.
* Money
Ini juga penting. Bikin perkiraan kalkulasi total pengeluaran, supaya kita tahu, berapa banyak biaya akan akan kita keluarkan dari hari keberangkatan hingga hari kepulangan, beserta biaya2 extra yang mungkin akan tiimbul. Biasanya saya membuat system sendiri apabila bepergian sama teman, saya jadi mentri keuangan. Saya kumpulkan uang dari masing2 orang, misalnya Rp 100,000 per hari setiap morangnya, jadi setiap hari biaya penginapan, makan, minum, bensin dan uang masuk ke lokasi saya ambil dari situ. Malam harinya semua bon dikumpulin dan saya bikin catatan laporan keuangan, and everybody’s happy.
* Perlengkapan bepergian
Yang ini kayaknya semua orang udah tau. Tapi sekedar catatan saja bagi beginner/newbie dan sebagai reminder aja bagi yang sudah berpengalaman supaya terbiasa untuk membuat check list barang2 yang harus dibawa dalam bepergian. Nomor satu adalah untuk membawa dokumen2 penting yang diperlukan untuk bepergian seperti tiket pesawat, konfirmasi hotel (tambahkan passport dan photocopy NPWP dan photocopy ini itu untuk memenuhi persyaratan bebas fiskal, etc). Contoh kasus, seorang teman yang baru pertama kali bepergian keluar negri ketika tiba di bandara baru sadar bahwa passport nya tertinggal dirumah, sehingga dia minta kakanya untuk nganterin tiketnya ke bandara, tapi dia ketinggalan pesawat. Untungnya pesawat terakhir ada yang kosong, sehingga dia bisa ikut penerbangan terakhir tersebut.
Lalu selain pakaian yang untuk dikenakan sehari2, jangan lupa bawa peralatan dan perlengkapan mandi dan pembalut untuk wanita (di beberapa daerah kecil, pembalut tertentu susah didapat), perlengkapan ibadah (biasanya traveler suka ngeles kalo traveling itu musafir jadi pada males bawa perlengkapan beribadah – hayooo, ngaku siapa aja yang berpendapat begitu), trus bawa jas ujan-payung-swater-kaos kaki (biasanya kalo perginya musim dingin atau musim hujan), P3K dan obat2an pribadi (jangan lupa bawa ventolin buat yang asma), trus bawa victorinox atau perkakas kecil serba guna (sendok, garpu, pisau, gunting etc – biasanya kalo di pesawat dimasukkan kedalam bagasi supaya lolos). Dan oh, jangan lupa untuk menukarkan uang ke mata uang setempat apabila bepergian keluar negri. Kalo mau bawa per-alatan elektronik (HP, iPod, camera etc) jangan lupa bawa charger nya (ini yang suka ketinggalan dalam bepergian) daripada nanti mati gaya selama dijalan.
* Emergency Contact Numbers
Jangan lupa juga untuk mencatat dan menyimpan nomor-nomor telpon penting selama di lokasi – just in case of emergency, seperti no hotel, no keluarga yang bisa dihubungi, no polisi atau KBRI setempat apabila lagi ke luar negri. Selain dicatat di HP, nomor2 tersebut ada baiknya dicatat secara manual di buku atau dikertas.
* Thank You Note
Penting ! kadang kalo kita bepergian, kita tanya2 info dan minta bantuan ini itu ke banyak orang, tapi kalo udah selesai, lupa mengucapkan terima kasih. Biasakan untuk mengucapkan terima kasih kepada pihak2 terkait yang sudah membantu kita memberikan kontribusi dan bantuan sekecil apapun yang membuat perjalanan kita sukses. Ada technology yang namanya telp, sms, email, YM, FB, MP atau apalah, jadi sebenarnya there’s no excuse not to thank anyone who had helped. Jadi kapan kita perlu bantuan mereka kembali, mereka akan dengan senang hati membantu, begitu juga sebaliknya.
* Catatan perjalanan
Nah, kalo semua nya sudah lengkap dan sudah siap, tinggal nikmati perjalanan kita, buka mata buka telinga untuk setiap detail yang kita lihat, dengar dan rasakan, dan ketika kembali pulang kerumah, tuangkan semuanya kedalam tulisan. Selain ini akan menjadi memory yang indah yang selalu bisa kita kenang kapan
aja, catatan perjalanan juga bisa menjadi inspirasi dan informasi yang berguna bagi orang lain yang ingin melakukan perjalanan ketempat yang sama. Catatan perjalanan bisa dalam bentuk tulisan, photo, atau kombinasi tulisan dan photo yang ditaro di blog/website gratisan (multiply, blogspot, wordpress, etc). Nggak punya website atau blog ??? hari gini ??? bikin dong ah, gampang banget kok. Malah kalo mau pinter dikit, kirim tulisan nya ke media, kemungkinan ngetop, dapet duit pula, hehe.
Okeh, bagian Deedee Caniago memberikan presentasi persiapan perjalanan dalam negri sudah selesai, lalu giliran Aris Yanto ang memberikan presentasi. Aris sebagai moderator Indobackpacker yang ternyata juga seorang anggota dari CouchSurfing community, jaringan silaturahmi international ini adalah seorang expert dibidang nya.
Persiapan Pendakian : Mount climbing/Trekking/Hiking by Aris Yanto.

Aris merupakan pemandu wisata freelance, sejak kecil sudah di kenalkan dengan alam bebas. Hampir sebagian besar Gunung – Gunung di Sumatera, Java, Bali, Lombok, Flores dan Sulawesi pernah di daki, juga sudah menjelajah hampir lebih dari 20 Taman Nasional dari 50 lebih Taman Nasional di Indonesia. Berpengalaman sebagai Guide dan Leader guntuk mendaki gunung, jelajah Taman Nasional di in Indonesia. Kayaknya nggak ada satu Taman nasinal pun yang belum pernah dia jelajahi.
Di sesi ini Aris memberikan informasi dan panduan mengenai trekking/hiking/camping dan mount climbing, bagaimana persiapan awal, persiapan fisik dan mental untuk melakukan perjalanan. Melalui slide, Aris juga memperlihatkan alat2 dan perlengkapan naik gunung (ransel gede, tenda, sleeping bag, pole, peralatan masak praktis dll dsb), dan bagaimana kita menggunakan nya. Perlengkapan lain selain perkakas masak dan perkakas perjalanan (pisau, garpu, sendok, gunting, pembuka botol etc) adalah GPS, map atau peta dan juga kompas untuk membaca arah.
Kendala yang paling utama dalam pendakian adalah cuaca, apalagi di gunung itu biasanya cuaca dingin sekai dan kadang2 hujan. Dia menerangkan beberapa kendala lagi yang mungkin terjadi selama pendakian, seperti misalnya mountain sick, kram dan segala macam permasalahan dan solusinya.
Aris juga memberikan info mengenai daerah2 yang di rekomendasikan untuk dikunjungi, juga daerah2 atau lokasi2 yang sebaiknya dihindari dikarenakan bahaya atau tidak aman dan nyaman selama bepergian, berdasarkan pengalanan nya keliling Indonesia. Untuk beberapa remote area seperti Ujung kulon, Wakatobi dll dsb, dia menyarankan agar minimal dua minggu sebelum hari keberangkatan kita meminum pil kina untuk mencegah kena malaria di daerah2 yang rawan kena serangan malaria tersebut, karena ancaman malaria yang paling buruk adalah kematian. Jadi, kesehatan tidak boleh dianggap enteng dalam bepergian terutama dalam pendakian, kondisi fisik harus Barry prima deh pokoknya.
Plesiran Sejarah, Plesiran Tempo Doeloe by Ade Purnama

Selesai memberikan informasi dan presentasi, Adep mendapatkan giliran untuk presentasi dan memberikan info mengenai wisata sejarah. Ade Purnama atau yang lebih dikenal dengan Adep adalah founder dan owner sebuah komunitas pecinta sejarah, heritage, dan tempo doeloe bernama Sahabat Museum http://groups.yahoo.com/group/SahabatMuseum/ . Merintis komunitas ini dari tahun 2002, memulai semuanya dari nol, dari cuma punya member sejumlah 20 orang, sampai pada hari ini, komunitas tersebut sudah mempunyai anggota sebanyak 4042 orang yang aktif memberikan info mengenai topik2 diatas.
Adep mempunya program tahunan yang bernama Plesiran Tempo Doeloe, yaitu plesiran alias jalan2 berwisata sejarah mengujungi museum2, bangunan2 tua atau lokasi atau daerah bersejarah yang diadakan di hari Minggu, di setiap akhir bulan nya. Semua lokasi kunjungan Adep berada di dalam negri (Jakarta dan sekitarnya), lalu kota dan lokasi sejarah di pulau2 lain nya di Indonesia.
Pada sesi sharingnya, Adep memberikan info mengenai kegiatan komunitasnya, dan mengajak para peserta yang datang untuk plesiran ke museum, daerah kota tua, maupun ke bangunan2 atau lokasi2 tua dengan atau tanpa komunitas, karena wisata itu tidak harus ke pantai, gunung atau ke taman, tapi bisa juga ke tempat2 bersejarah karena selain sarat dengan informasi berharga, biaya yang dikeluarkan pun amat sangat murah di setiap tripnya. Bayangkan, seorang teman Indobackpacker saja sampai terkagum2 begitu mengetahui bahwa tiket masuk untuk sebuah museum hanya Rp 1,000 perak saja! Itu sama saja bayar masuk ke toilet dan numpang pipis bukaaaan ??? yeah, memang menyedihkan sekali appresiasi kita terhadap museum dan bangunan2 tua, tapi setidaknya teman2 peserta gathering jadi tau lebih banyak lagi mengenai informasi lokasi kunjungan wisata di Jakarta atau di Indonesia dengan tujuan lokasi yang berbeda dari biasanya.
Setelah sesi Adep selesai, acara kemudian dilanjutkan dengan intermezzo yang dibawakan oleh Ida SZ yang lagi sakit mata tapi bela2in dateng untuk memberikan informasi tambahan seputar kegiatan beserta photo2 kegiatan yang sudah sering dilakukan oleh milis Indobackpacker yang ditampilkan melalui slide slow yang keren. Dan dengan dibantu oleh Harti, Ida memandu games dan door prize buat teman2 peserta gathering, dan beberapa teman dengan senang hati berpartisipasi dan memenangkan hadiah berupa merchandise dari Lee Cooper.
Tak lama kemudian, Elok Dyah lalu mendapatkan giliran untuk memberikan presentasi dan sharing informasi. Elok adalah seorang wartawan senior di Koran KOMPAS, yang sudah melanglang buana keliling Indonesia dan keliling dunia sejak dia berusia 13 tahun. Sebagian besar perjalanan nya dilakukan sendirian, kadang2 dilakukan bersama dengan suami tercintanya, mas Arief. Elok sudah mengeliling hampir semua kota di Indonesia, juga sudah menjelajah lebih dari 30 negara dan masih terobsesi untuk menjelajah 170 negara lainnya di berbagai belahan dunia.
Traveling Overseas, Persiapan Bepergian ke Luar Negri by Elok Dyah

Di sesi bagian nya, Elok selain memberikan flash back info mengenai persiapan perjalanan seperti yang sudah disampaikan oleh deedee di awal sesi, bedanya, untuk perjalanan keluar negri, Elok menambahkan juga informasi mengenai persiapan dokumen2 yang harus dipunyai dan dibawa untuk keberangkatan ke luar negri.
Untuk berkunjung ke luar negri kita harus mempunya passport (tanda mengenal internasional) dan juga VISA (ijin masuk ke negara orang). Untuk mengurus passport sekarang ini bisa diurus sendiri dalam waktu satu sampai tiga hari dan membayar resmi sekitar Rp 300,000 tanpa menggunakan agen atau calo di kantor
imigrasi. Elok juga memberikan info mengenai persyaratan pembuatan passport, antara lain dengan melampirkan photocopy id card (KTP), kartu keluarga (KK), akte kelahiran, rekening koran atau tabungan 3 bulan terakhir, dll dsb.
Untuk membuat VISA, diperlukan invitation letter, atau surat undangan dari teman atau sanak saudara kita yang akan memberikan jaminan yang juga biasa disebut sponsorship letter. Ada beberapa ketentuan dan informasi invitation letter yang dia sebutkan di sesi nya.
Surat jaminan juga bisa didapatkan dari perusahaan tempat kita bekerja sebagai salah satu referensi supporting dokumen untuk pembuatan VISA. Surat jaminan ini berisikan informasi bahwa perusahaan membenarkan kita adalah pegawai perusahaan yang bersangkutan yang mempunyai gaji sejumlah sekian yang akan berangkat ke negara ini itu dari tanggal sekian sampai tanggal sekian, dan memberikan jaminan bahwa kita akan kembali lagi Indonesia alias tidak akan menjadi Ilegal di negara orang. Surat jaminan sekaligus berbagai dokumen lainnya seperti bookingan tiket dan bookingan penginapan di negara yang akan kita kunjungi merupakan beberapa dokumen yang diperlukan untuk menunjang pembuatan VISA. Formulir pengajuan VISA bisa diambil di masing2 kedutaan negara yang hendak kita kunjungi, dan hampir kebanyakan kantor kedutaan berada di daerah Kuningan dan Thamrin area. VISA yang sudah lengkap dokumen nya juga bisa kemungkinan ditolak dengan berbagai alasan.
Contoh berbagai formulir pengajuan VISA, alamat berbagai kedutaan di Indonesia berikut file2 kelengkapan dokumen lainnya, bisa diakses dan di download di bagian files di milis Indobackpacker yang di upload oleh Ambar Briastuti, salah satu moderator Indobackpacker,
http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/files/Travel%20Document%20%28paspor\
%20dll%29/
Selain itu Elok juga menceritakan pengalaman nya selama menjelajah Indonesia dan negara2 lain di dunia. Saya kagum dengan memorynya yang kuat. Nggak kayak saya yang suka short term memory dan suka amnesia nggak jelas (makanya saya selalu bikin catatan perjalanan kemanapun saya pergi), Elok bisa dengan mudahnya mengingat nama hostel dia menginap di Paris beberapa tahun yang lalu, atau lokasi2 yang paling menarik yang harus dikunjungi di Korea, memberikan referensi nama teman yang bisa dikenalkan kepada kita di kemanapun kita pergi di dunia lain, menjelaskan mengenai daerah rawan yang mungkin bahaya di Itali, bahkan sampai paham banget mengenai rute yang digunakan oleh Maria penulis buku keliling Eropa 6 bulan hanya dengan US$1000).
Ia juga berbagi pengalaman2 lucu, juga trik2 bertahan (the art of survival) di luar negri dengan ngirit se-irit2nya, misalnya untuk 1 hari makan, sebaiknya membeli roti tawar dan keju atau selai kecil, sehingga bisa dimakan dua atau tiga kali dalam sehari (waduh padang dengan perut kampungan kayak gue yang harus selalu kena nasi kayaknya report deh kalo harus ke Eropa, tapi at least kalo nggak mampu pergi ke eropa karena nggak punya duit, gue bisa bilang nggak mau ke Eropa karena nggak cocok sama makanan nya, hehe). Lalu air minum jangan beli, tapi ambil aja tab water atau ambil dari keran karena hampir semua air yang ada di negri orang bisa diminum begitu saja karena bersih dan higenis (Aduh, kapan yah Indonesia bisa seperti itu ???).
Trus satu lagi, Elok juga memberikan info2 berguna untuk survive, seperti misalnya kalau kita pergi, baju2 yang dibawa cukup yang tipis2 dan jangan banyak2, bisa dipakai berkali2 (aduh, ngak banget buat saya yang kebanyakan gaya), pakaian dalam cukup yang dari kertas yang sekali pake buang (eh apa yah namanya, disposable ???). Trus semua dokumen asli dibawa tas pinggang yang kita taro didepan badan yang bisa keliatan oleh kita, dan bawa semua photocopy dokumen, sebagian di taro di penginapan, sebagian laginya dimana dan ditaro dimana2, di dompet, di tas, di kantong celana, pokoknya sedia cocacola sebelum kehausan deh judulnya. Trus sebaiknya uang cash sebagian dibawa2 juga, karena sama seperti di Indonesia, beberapa tempat diluar negri juga tidak ada ATM, lagipula, menukar uang di money changer apalagi di luar negri sering rugi karena nilai jual beli nya yang tinggi. Banyak lagi yang disharing Elok di sesi ini, akan tetapi saya tidak mengikuti sampai habis karena pada saat2 terakhir, saya keluar dan ngobrol2 dengan teman2 yang pada duduk2 diluar sehingga tidak sepenuhnya mendengarkan.
Anyway, ketika Elok selesai berbicara dan membawakan presentasinya, acara di break satu alias rehat jam untuk istirahat, shalat dzuhur dan makan siang bersama. Ida SZ dan team konsumsi pu sibuk membagi2kan paket ayam nasi Mc Donald’s dan teman2 pun mengambil posisi masing2 untuk makan. Yang moslem segera shalat di kamar2 yang disediakan, dan sementara masih pada antri ke toilet untuk ambil wudhu, yang lainnya ambil box makan siang.
Saya lihat beberapa teman baik yang datang sendiri maupun yang datang mulai mingling, saling memperkenalkan diri dan membuat group2 kecil sesuai dengan interest nya masing2. Yang pengen tau mengenai komunitas Indobackpacker mengerubungi Aris dan panitia acara, yang masih mau tanya2 mengenai Plesiran sejarah mengelilingi Adep, yang masih penasaran dengan backpacking keluar negri
langsung mengepung Elok, sedangkan kalo mau ngobrol2 santai, ngebahas Dewi Persik dan bahasan2 nggak penting lainnya, langsung join dengan deedee dan banyak teman lainnya sambil haha hihi diluar.
Dikarenakan makin siang makin banyak yang datang sehingga rumah Deedee mulai terasa sesak, beberapa teman pindah duduk diluar, di garasi yang sudah disulap menjadi ruang tamu, sampai beberapa teman membuat group berdiri diluar, makan sambil berdiri kayak di kondangan2 kawinan, haha, seruuuuu !
To be continued, part 2 di :
deedee caniago is Hi, I'm working and living in South Jakarta, love life and make the most of it :-)
Tidak seperti ayah saya yang dari mudanya sampe sekarang udah keliling semua kota di Indonesia dan keliling dunia, rasanya saya lebih pemalas dan lebih manja, juga lebih ribet kalo mau travelling, mungkin karena saya ini lebih ke traveller with style atau backpacker kebanyakan gaya, haha!
Tapi mungkin setelah join, menjadi member bahkan bertahun2 menjadi moderator di suatu milis backpacker & traveler Indonesia dan Internasional, akhirnya saya menemukan cara, trick & trips yang aman, nyaman (dan MURAH tentunya) dalam bepergian, dan itulah yang akan saya sharing dengan kamu !
So far I only travelled around Indonesia : exploring most cities and islands located in Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jawa and Bali (Bali is my expert), and a bit of Kuala Lumpur, Singapore, Sydney & Wollongong - Australia during my stay in those countries.
I don't swim but I love water. Been doing some snorkling & fishing at Pulau Seribu (I'd visit almost 50 islands nearby, hihi) as well as snorkeling in those exotic Karimun, Bunaken, Ambon & Banda Neira's sea and ocean )
All my road trips (Catatan Perjalanan) and thousands of photos exploring Indonesia can be accessed at :
http://deedeecaniago.multiply.com/
salam,
deedee
Email this author | All posts by deedee caniago



