Andorra la Vella (1)
By el01173 • Dec 19th, 2009 • Category: Cerita Perjalanan, Kota - Kota, Mancanegara, Wisata
Why you want to go to Andorra? there is nothing there in Summer. Itulah kata2 beberapa organizer summer university ketika saya menanyakan beberapa hal tentang Andorra. Andorra di mata mereka hanya bagus saat musim dingin, buat winter sport. Selain itu, nggak ada bagus2nya.
Sebenarnya saya penasaran saja sama Andorra, salah satu negara terkecil di dunia. Apalagi pernah baca tentang Andorra di buku-nya Trinity. Anyway, saya sempat nanya2 soal Andorra langsung ke Trinity and dapet bbrp tips dari dia via email. Dari Retta a.k.a. Buret, temen yang lagi kuliah di Prancis (Toulouse) katanya Andorra surga belanja. Sempet2 mikir keburu ga ya begitu selesai summer university (awal Aug) main2 ke tempat Buret. Summer univ selesai tgl 4 Aug di Barcelona dan tgl 7 Aug mesti ngambil pesawat Barcelona – Vienna. Hitung2 Barcelona – Andorra – Toulouse – Barcelona, ga sempet, jadilah rencana mengunjungi Buret dibatalkan.
Finally, tgl 5 August pagi berangkatlah saya dari kampus UPC buat mengejar bus paling pagi ke Andorra dari Barcelona Nord (terminal pulogadungnya Barcelona). Dapet bus yang jam 7.35. Beli tiket dari mesin (antrian di loket panjang bener). Dari nanya2 kanan kiri, dunia nyata dunia maya, ternyata semua saran bermuara ke satu nama buat bus ke Andorra, Alsina Graells alias Alsa. Wajar lah begitu sampai Barcelona Nord, bus ini yang paling visible, sama kaya Kramat Jati apa Lorena kalo di Pulogadung kali ya, bedanya mereka punya mesin automaat buat jual karcis yg bisa bahasa inggris.
Sepanjang perjalanan ke Andorra, Pegunungan Pyrennes terbentang di kiri kanan jalan, sayangnya kamera saya tida bisa memotret dengan baik dari bus yang bergerak. Sampai di border Andorra – Spanyol jam 11.15, dari situ baru sampai jam 12.00 di terminal Andorra. Sekitar 4.5 Jam perjalanan Andorra – Barcelona. Sampe di terminal bus, kok ada satu pasangan yang dadah-dadahin ke saya (lagi duduk deket jendela). Ternyata mereka Tamara dan Manel (cowoknya Tamara). Oke, salah satu asyiknya couchsurfing, kalo dapet host yang baik, u bakalan di jemput sampai ke terminal atau stasiun (Tamara di Andorra dan Christian di Helsingborg).
Abis dijemput, sama Tamara diajak minum2 dulu di kafe pinggir jalan. Saya tanya Tamara, soal minuman lokal, ternyata tidak ada. Unik banget negara ini. Sempat bergabung juga temennya Manel yang kalo dilihat sekilas kaya pengikut white supremacy, tapi ternyata sayang anjing (anjingya dibawa kemana2). Duduk2 disini sambil ngobrol ngeliatin jalan, somehow mengingatkan saya duduk2 di daerah glodok, terutama di daerah pinggir jalan antara Jembatan Glodok dan Kota Tua Jakarta, suasananya kaya dejavu gitu.
Soal Caldea ini, menurut Trinity itu seperti Eiffel buat Paris. Artinya wajib hukumnya buat dikunjungi. It’s the largest spa in Europe. Gubrak, kenapa yang wajib hukumnya itu tempat spa. Aneh2 bener. Pas Tamara tahu ini dia bilang “I have a friend who is working there”. Berangkatlah kami Caldea yang ternyata ada di kota lain dan lucunya cuman 10 menit naik mobil. Sayangnya disana temennya Tamara lagi nggak ada. Gagal-lah rencana ke Caldea siang itu. “Jangan khawatir, nanti malam saja kamu kesana, jalan kaki”. Jalan kaki ini berarti jalan antara dua kota, untung kotanya di Andorra, kalo nggak gempor deh kakinya. 10 menit naik mobil = ??? menit jalan kaki? itung sendiri.
Berhubung Tamara juga ada urusan, kami bertiga ke rumah Tamara, naroh tas dan saya di-drop di depan kantor pemerintahan Andorra la Vella, sekarang saat jalan2 sendiri berbekal peta gratisan dari tourist office. Plus janjian ketemu sama Tamara – Manel jam 16.00 di depan Iglesia de Sant Estede. Jam menunjukkan pukul dua dan saya punya waktu sekitar 2 jam buat ngider2 Andorra la Vella (sumpah kecil habis). Dalam 2 jam itu hampir semua objek wisata di Andorra la Vella bisa dibabat (Commu Andorra la Vella, Iglesia de Sant Estede, Casa Bauro, Servei de Plitika Linguistica, Consel General, Casa de la Vall, Teater Comunal Unido Hotelera, FEDA, dan Residencia Clara Rabassa -> Entah siapa orang ini)
Jam 4 tepat ketemu Tamara dan Manel lagi di depan gereja. Entah dari mereka atau dari buku saya tahu bahwa gedung Parlemen Andorra (sekaligus jg gedung mahkamah agung), tiap jam 6 mengadakan tour. Hanya hari ini pilihan saya, karena besoknya jam 6 pasti di dalam bus menuju Barcelona. So, setelah ngobrol2 sekitar 40an menit, plus tips and tricks dari orang lokal, kami berpisah lagi. Saya menunggu jam 6 dengan ngider2 nggak jelas di kota kecil ini, mereka kembali ke kerjaan masing2.
Lalu kami dibawa ke ruang parlemen yang (sumpah) kecil banget buat ukuran parlemen sebuah negara. Cuman ada 12×2 kursi buat anggota + 3 kursi buat ketua. Udah gitu ada foto Sarkozy + Uskup entah siapa namanya yang jadi kepala negara Andorra. Berhubung pengen foto diem2 ruangan ini, saya sengaja keluar paling belakang, tapi pas mau foto KETAHUAN. Akibatnya kena marah pake bahasa Catalan. Duh, untung ga ditendang keluar dari peserta tur.
Dari sini kita dibawa ke ruang pengadilan satu2nya di Andorra. Hokinya mereka nggak punya banyak kasus hukum, dan ruangan pengadilan ini juga lumayan kecil. Cuma ada 3 kursi buat hakim, abis itu di sisi kanan kiri masing2 ada 4 kursi dan 8 kursi pengunjung + 2 bangku panjang di belakang. Gedubrak. Tour ini berakhir pukul 18.35. Termasuk pendek juga durasinya, 35 menit ini total.
Dan akhirnya, terlihat piramida kaca dari jauh. Di dalam piramid kaca ini (bentuknya agak kurus, ga kaya di louvre) adalah spa terbesar di Eropa, Caldea yang buat masuknya lumayan bikin kantong jebol, 33 EUR (yang paling murah), belum lagi ada paket2 yang harganya ratusan euro, duh… Begitu masuk ke Caldea, ada selasar yg kiri kanannya toko-toko, serasa masuk ke Mall di Jakarta aja. Di information pointnya ada miniatur Caldea + Monitor yang ngasih liat pengunjung yang lagi menikmati hidup. Buat beli tiket mesti turun ke lantai bawah.
Disini buat masuk kita harus men-scan tiket masuk kita dan harus keluar pada waktu yg ditentukan. Saya ambil yang 3 jam, jadi saya harus <3 jam, kalo lebih mesti bayar denda. Udah gitu disini kamar gantinya gede banget. Ruang ganti terbesar yang pernah saya lihat, banyak bilik2. (ya iya lah, katanya spa terbesar di Eropa). Dan ganti ini juga mesti cepet, karena waktu udah dihitung sejak kita scan tiket kita.
Pas sampe di dalam, worth it lah 33 EUR itu, seperti yg Trinity bilang, kita bisa merasakan pemandian ala romawi sama hidup ala Onassis. Ada kolam gede yg punya 4 kolam kecil di bagian atasnya. Udah gitu suhunya berbeda-beda di tiap kolam. Thematic lagi, artinya di bagian ini themanya Romawi, bagian lain temanya beda lagi. Sayangnya saya cuman di Level 1 doang, ada lagi di level paling atas, tapi itu hanya untuk member, ngeliat fotonya sih keren banget. Pantes Trinity bilang recommended banget. Next time ke Andorra, saya pasti akan ke Caldea lagi, atau mungkin ke Andorra lagi hanya untuk ke Caldea ;p. Finally saya menghabiskan 2 jam 58 menit di dalam Caldea, keluar2 udah malam, jam 11.15 PM. Plus mesti balik jalan kaki ke rumah Tamara.
Jalan2 malem2 di Andorra ternyata asyik juga, tadi siang Manel udah kasih tips kalo pulang lewat perbukitan supaya bisa ngeliat Andorra at night. Memang bagus, dari night view bbrp kota yg pernah saya liat, Andorra termasuk favorit saya. Pulang malem2 sambil foto2 night view = sampe di rumah Tamara lewat tengah malem. Untung orang2 Eropa termasuk yang hobby bergadang (plus tadi siang udah bilang akan di Caldea sampe jam 11-an malem). Sampe rumah dia sekitar 00.40 AM hehe.
Tamara masih bangun, Manel jg ada, kita ngobrol2 soal pengalaman hari itu, tiba2 Tamara bilang “Hari ini saya ada kerjaan, bisa tolong jagain rumah?”. Gubrak, jadi artinya dia meninggalkan rumah dia buat saya sendiri + 6 kucingnya. Inilah yang saya ga habis pikir dari orang2 couchsurfing, mereka percaya sama orang yg mereka kasih tumpangan (di Vienna, saya dikasih kunci apartemen sama Clara) O ya lupa, Tamara ini penyayang kucing, dia punya 6 kucing (2 gede, 4 anaknya). Walhasil semalaman saya tidur bersama kucing2 ini yang hobby narik2 selimut. Tamara sempet bilang, besok pagi, Manel akan jemput saya jam 9 AM.
el01173 is At this moment, I'm a student in the Netherlands, in a small city called Delft
Email this author | All posts by el01173



