Petualangan ke Bromo

Dear temen-temen semua,

Mau bagi cerita perjalanan ke Bromo. Baru aja pulang dari Surabaya dan sempatin ke Bromo untuk pertama kalinya tanggal 23 Juli 2010.

Saya dan adik saya memulai petualangan dari Surabaya dengan berangkat dari Terminal Bungur Asih ke Probolinggo dengan bis Ladju tujuan Jember. Kami berangkat pukul 1650 dan tiba di terminal Bayu Angga, Probolinggo pukul 1930. Ternyata angkutan ke Cemara Lawang terakhir dari Probolinggo itu pukul 4 sore, info ini saya dapatkan dri ibu pemilik rumah makan dan para pengojek. Jadi buat para backpackers sebaiknya berangkat lebih pagian lagi supaya gak kerepotan cari angkutan ke Cemara Lawang. Angkutan ini di sebut Bison dan bisa ditemui di sebelah terminal. Jalan sedikit ke arah sebelah kanan ntar akan ketemu banyak tempat makan dan mobil mobil bison itu nongkrong di depan rumah-rumah makan tersebut.

Berhubung tibanya kemalaman di Probolinggo, waktu nongkrong makan di salah satu rumah makan, si Ibu pemilik rumah makan menyarankan kami untuk menginap di Probolinggo karena lebih aman. Tapi berhubung teman saya di Jakarta uda cerita kalo dia nanjak ke Bromo sekitar pukul 2 ke 3 untuk liat matahari terbit jadi saya pikir lebih baik berangkat malam itu juga. Angkutan ke Cemara Lawang paling pagi itu jam tengah 4 menurut para supir charter di depan rumah-rumah makan tersebut.

Kepikiran untuk tetep usaha cari angkutan ke Cemara Lawang malam itu juga, berhubung charter mobil mahal banget (ditawarkan 350 ribu sekali jalan) jadi saya nongkrong di jalan raya kali aja ada mobil yang lewat unt ke Cemara Lawang. Salah satu pemilik mobil yang saya hentikan menolak karena supir yang dari tadi nawarin mobilnya untuk di charter langsung bicara ke mobil itu sambil teriak BUKAN ke Bromo. Langsung deh mikir pasti pasti gak akan ada mobil di depan mobil-mobil charteran ini. Berpikir untuk jalan kaki lebih jauh dikit ke arah SPBU karena saya perhatikan akan lebih besar kemungkinannya untuk dapat tumpangan.

Puji Tuhan, si supir mobil charter tadi kasian kali ya ngeliat saya sendirian berhentiin mobil untuk cari tumpangan ke Cemara Lawang akhirnya dia bilang gini : mbak, mobil putih tadi mau ke cemara lawang juga tapi bayar 100.000 untuk berdua. Setelah saya pastiin bahwa harga tersebut sampai di tempat tujuan dan yakin dan percaya bahwa akan berjalan baik maklum saya gak tau lokasi dan jalan yang mau di tuju melewati hutan ada sedikit rasa was was karena saya perempuan dan adik saya masih umur 18 tahun yang belum pernah melakukan perjalanan senekat ini :P .

Jam menunjukkan pukul 2045 saat berangkat dari Probolinggo menuju Cemara Lawang. Mobil di kemudikan oleh Pak BUdi ditemani oleh istrinya yang bernama ibu Swasti. Setelah ngobrol-ngobrol ternyata Pak Budi merupakan ketua asosiasi Jeep di Bromo, beruntung deh dapat harga nego untuk berdua 150.000 termasuk karcis masuk karena harga umumnya di patok 90.000. Tiba di Cemara Lawang sekitar pukul 930, udara dingin langsung menusuk tulang membuat tubuh bergetar seketika..ampun dahhh..gak pernah ngerasain udara sedingin ini padahal uda pake jaket. Pak Budi langsung nunjukin penginapan harganya emang cuman 100.000 tapi bagiku tempatnya gak nyaman dan kamar mandinya jorok :D . Akhirnya setelah berunding dengan adikku dan berpikir bahwa akan naik ke Bromo jam 4 pagi, kami memutuskan untuk nongkrong di warung sampe pagi menjelang. Setelah di utarakan niat untuk nongkrong di warung aja, Si bapak langsung nawarin untuk nginap di rumahnya aja. Puji Tuhan, keberuntungan selalu aja ada mengiringi kami ;) . Malam itu kami menginap di rumah Pak Budi, udara bener-bener super dingin, 2 selimut yang diberikan pak Budi dan jaket yang dipakai gak mampu menahan rasa dinginnya udara. Waktu berjalan sangat lambat karena udara dingin menusuk tidak bisa membuat saya tidur terlelap apalagi saya lupa bawa kaos kaki…hiksss….

Pagi Jam 410 bersama dengan 2 orang bule dan 2 orang lokal yang semuanya kami berjumlah 6 orang berangkat ke Bromo. Sampai di bromo ternyata kami sudah kalah cepat dengan pengunjung-pengunjung lainnya. Sampai di Penatapan, sudah ada puluhan orang yang menanti datangnya matahari terbit. Saran saya datanglah lebih pagi sebelum jam 4 sudah tiba di penatapan supaya dapat posisi yang bagus untuk ngeliat matahari terbit.

Sungguh pemandangan yang sangat indah. Matahari bersinar indahnya pagi itu. Gak percuma perjalanan penuh perjuangan ke Bromo berhadiah pemandangan indah :)

Selesai dari Penatapan, kami dibawa ke padang pasir yang terdapat pura di tengah padang pasir tersebut, selain itu pemandangan lain yang disuguhkan adalah bukit bukit berjejer seperti membentuk setengah lingkaran menutupi padang pasir. Perjalanan selanjutnya menuju kawah dilakukan dengan berjalan kaki atau naik kuda. Naik kuda sampai dengan tangga kawah ditawarkan dengan membayar 100.000. Kami memilih berjalan kaki sampai ke kawah tersebut. Lumayan, perjalanan cukup melelahkan apalagi di perjalanan di tangga menuju kawah pake acara macet karena di area kawah sudah banyak orang berdiri untuk memandangai kawah. Bau belerang sudah terasa setelah menapaki setengah deretan tangga menuju kawah. Karena waktu terbatas, sampai di atas saya hanya menyempatkan waktu 5 menit untuk ngeliat bentuk kawah. Poto-poto sebentar turun deh. Rasa lelah yang menghampiri membuat kami memutuskan untuk naik kuda sampai perbatasan parkiran mobil dengan membayar 80.000 untuk dua kuda.

Perjalanan berakhir dengan menyisakan kenangan indah dalam ingatan kami ketika kami harus kembali ke Probolinggo menumpang angkutan dengan berbiaya 25.000 per orang.

Untuk mempermudah rekan-rekan backpacker berikut ringkasan biaya perjalanan :

- Bis Ladju Surabaya – Probolinggo : 20.000 – Angkutan umum dari Probolinggo Cemara Lawang : 25.000 – Jeep : 90.000 – Kuda : 100.00 (Lapangan Parkir sampai dengan tangga PP)

Salam,

Siscaria

[Non-text portions of this message have been removed]

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>