Sharing Pengalaman Perpanjangan Paspor di Imigrasi Jakarta Selatan

“Sebuah kemajuan”, komentar saya pada saat melangkah keluar menuju tempat parkir mobil. Pagi ini saya baru mengurus sendiri perpanjangan paspor yang habis masa berlakunya. Dan pengalaman kali ini sungguh merupakan kemajuan dari pengalaman saya 5 tahun yang lalu.

Kali ini saya menuju ke kantor Imigrasi Jakarta Selatan, karena lebih dekat kantor. Kantor sementara Imigrasi Jakarta Selatan terletak di Jl. TB Simatupang No. 10. Dari Fatmawati menuju Lebak Bulus, kantor imigrasi terletak sekitar 10-20 meter setelah pool bus Lorena. Halaman parkir kantor ini bisa menampung sekitar 40-50 mobil, selebihnya akan ditampung di parkiran rumah makan Jepang Sakura yang terletak 10-20 meter setelah kantor imigrasi.

Tahap pertama dari pembuatan/perpanjangan paspor adalah menyerahkan dokumen permohonan. Antrian penyerahan dokumen diatur dengan nomor antrian, yang bisa diambil dari mesin. Pengambilan nomor dibuka hingga pukul 11 setiap harinya.

Saya berada pada antrian ke 20. Baiklah, sambil menunggu sayapun melengkapi sura-surat permohonan: Map & Formulir Permohonan (Ditebus seharga Rp. 5000 di Koperasi), mempersiapkan fotokopi berkas2: Surat Nikah, Surat Lahir, Surat Pengantar dari kantor, KTP, Kartu keluarga dan paspor lama. Semua surat difotokopi dengan ukuran A4, juga untuk KTP, sehingga tidak boleh dipotong. Biaya fotokopi Rp. 500 per lembar, sehingga sebaiknya fotokopi surat2 sudah disiapkan sebelumnya.

Ternyata, antrian untuk 20 orang sebelum saya memakan waktu 1.5 jam. Itupun karena beberapa orang tidak ada sewaktu dipanggil. Alasan utama karena fotokopi surat2 tidak lengkap, atau fotokopi KTP dipotong (Ingat, fotokopi KTP TIDAK BOLEH DIPOTONG, harus ukuran A4). Ruang tunggu cukup panas, karena tidak ada AC. Well, at least, ruang tunggu ini bebas asap rokok, suatu perbaikan yang cukup signifikan.

“Bapak mau foto kapan?”, tanya petugas loket. Saya sempat bingung, karena 5 tahun yang lalu, jadwal foto adalah 2 hari kerja setelah penyerahan permohonan. Rupanya, untuk yang sudah melakukan pra-permohonan melalui internet, diberikan kemudahan untuk bisa langsung foto di hari yang sama.

Pra-permohonan bisa dilakukan melalui website http://www.imigrasi.go.id. Hal tersulit dari pengalaman saya adalah mempersiapkan soft-copy dari dokumen yang harus dimasukkan dalam pra-permohonan. Instruksi yang disediakan cukup jelas, pada dasarnya semua dokumen harus di-scan hitam-putih dalam format JPG. Proses pra-permohonan ini memakan waktu kurang lebih 1 jam, termasuk scanning dokumen.

Saya lalu dijadwalkan untuk foto di hari yang sama, dan setelah diberikan tagihan, pembayaran dilakukan di loket sebesar Rp. 270.000 (dengan tanda terima resmi). Biaya pembuatan paspor ini juga dapat dilihat di website http://www.imigrasi.go.id. Setelah pembayaran, tepat jam makan siang, sehingga proses foto baru bisa dilakukan setelah jam 1.

Tempat pengambilan foto terletak di lantai 2, dan harus melalui tangga. Mungkin cukup merepotkan bagi orang berusia lanjut. Semoga di gedung permanen yang sedang drenovasi ini ada lift untuk naik ke lantai 2. Antrian proses foto ini cuma makan waktu 10 menit. Dalam proses foto ini, selain diambil foto paspor, juga diambil sidik jari dari kesepuluh jari, dan dilakukan wawancara. Wawancara sebenarnya adalah verifikasi bahwa data yang dimasukkan sudah benar, seperti tidak ada kesalahan ketik pada nama, dll, dll. Total proses sekitar 15 menit.

Setelah wawancara, saya dipersilahkan pulang. Total 4 jam saya di kantor imigrasi, karena terpotong waktu istirahat 1 jam. Waktu yang singkat, karena 5 tahun yang lalu memerlukan 2 kali kunjungan ke kantor imigrasi. Paspor selesai maksimal 4 hari kemudian, dan bisa di periksa melalui SMS atau internet. Dan total biaya yang dikeluarkan? Cuma Rp. 284.000 rupiah, semua biaya resmi dengan tanda terima. Semoga 5 tahun lagi akan jauh lebih baik.

Tips buat yang mengurus paspor sendiri:

1. Lakukan pra-permohonan di http://www.imigrasi.go.id. It will save A LOT of time. 2. Siapkan fotokopi surat-surat: KTP, Surat Lahir, Surat Nikah, Kartu Keluarga, dll. Syarat surat-surat bisa dilihat di website yang sama 3. Fotokopi KTP JANGAN DIPOTONG, harus ukuran A4 4. Datang lebih pagi, kalau tidakmau terpotong jam makan siang 5. Bawa alat tulis (ball point) 6. Jangan malu untuk bertanya, dan senyum :)

[Non-text portions of this message have been removed]

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>