Catatan Perjalanan ke Baduy

Urang Kanekes

Saya tidak tau apa yang ada dalam benak mereka, ketika sekelompok orang dengan teguh bertahan pada pola pokir dan perilaku yang menurut saya primitif…

Pikiran ini yang pertama kali timbul dalam benak saya ketika menginjakkan kaki di kampung suku Baduy. Melihat wajah-wajah lugu dan bersahaja di pagi hari menyisir ladang yang baru dibuka untuk persiapan musim tanam padi tahun ini sungguh sangat kontras dengan hiruk pikuk terminal Ciboleger yang jaraknya hanaya beberapa ratus meter dari perkampungan terluar suku Baduy.

Sekilas Tentang Baduy

Ditemani seorang pemandu dan seorang porter, saya melanjutkan ke kampung Cibeo, Baduy dalam. Ada beberapa perkampungan baduy luar yang kami singgahi. Menurut pemandu kami, banyak kampung baru di wilayah baduy luar yang didirikan. Dahulu hanya ada belasan kampung saja, namun sampai bulan Agustus 2012 total sudah ada lebih dari tigapuluh kampung di wilayah baduy luar.

Penduduk kampung baduy rata-rata sangat tertutup dan misterius, bahkan ketika kami berpapasan dan menyapa mereka dengan senyuman, mereka cenderung untuk tak mengindahkan kami. Saya sempat senewen dan merasa tertolak, untung saja ada dua teman dan satu pemandu kami yang bisa diajak komunikasi.

Makin mendekati kampung Cibeo, semakin jarang orang yang kami temui. Beberapa kali kami menemukan deretan lumbung dan “rumah ladang” – rumah kedua nbagi masyarakat baduy apabila mereka terlalu sibuk di ladang dan tak sempat pulang ke kampung – dan semuanya kosong. Rupanya mereka semua sedang di ladang untuk bercocok tanam.

Larangan bagi suku baduy untuk bersinggungan dengan masyarakat dan dunia modern sangat ketat. Untuk urusan transportasi, mereka sangat melarang menggunakan sarana transportasi yang ada, semisal sepeda, motor, mobil, kereta bahkan kuda. Itu sebabnya saya tidak melihat hewan berkaki empat yang dipelihara di sini. Larangan juga berlaku bagi penggunaan sumber energi modern seperti listrik dan alat-alat yang menggunakan listrik. Seperti wajarnya, di dalam komunitas selalu saja ada kelompok rebel. Ada beberapa orang yang dengan sembunyi-sembunyi mendengarkan musik melalui handphone dan bahkan salah satu rumah di kampung Gajeboh memasang poster Avril Lavigne dan beberapa penyanyi lainnya.

Jangan harap Anda bisa berinteraksi dengan seluruh masyarakat Baduy, mereka hanya akan berbicara jika ada perlunya. Tidak seperti masyarakat Indonesia pada umumnya yang terkenal dengan budaya basa basi, suku Baduy tidak demikian. Entah mereka takut dengan pu’un (ketua adat) atau memang mereka percaya pamali jika berbicara dengan orang asing/ luar suku Baduy.

Ngomong-ngomong tentang orang asing, suku Baduy dengan keras menolak kedatangan bule dan keturunan tionghoa yang ingin melihat kampung mereka dan uniknya, larangan ini ditulis secara mencolok dan vulgar di pintu masuk desa Kanekes. Mereka hanya menerima kunjungan dari bangsa Arab dan warga pribumi.

Apa Yang Bisa Dilakukan

Sebaiknya jika berniat mengunjungi kampung Baduy, sediakan waktu paling tidak dua hari. Selain jarak antar kampung yang cukup jauh dan memakan waktu, Anda bisa mengistirahatkan otot kaki Anda untuk perjalanan berikutnya. Selain itu, Anda akan punya waktu menikmati indahnya danau dan mandi di sungai yang jernih dan bermain di jembatan akar yang letaknya beberapa kilometer jauhnya. Anda juga bisa membeli hasil kerajinan suku Baduy, berupa tenunan khas Baduy dan pernak pernik lainnya. Pada musim-musim tertentu mereka juga menjual madu hutan yang diambil dari sarang lebah kiar, bukan budidaya.

Cara Paling Murah Menuju Baduy

-Menuju Ciboleger

Akses termurah dengan Kereta Api dari Jakarta menuju ke Rangkas Bitung (Kereta Ekonomi rata-rata Rp. 2.000). Dari Rangkas Bitung dilanjutkan ke terminal Aweh dengan angkot warna merah Rp. 4.000. Dari terminal Aweh dilanjutkan menuju terminal Ciboleger naik Elf dengan ongkos Rp. 12.000-15.000.

Berikut ini jadwal kereta dari Jakarta menuju Rangkas Bitung (perlu di update, ini hanya acuan yang saya dapat dari majalah backpaker)

Jadwal Kereta Tanah Abang-Rangkasbitung No. KA Dat Ber Dari Tuj Keterangan 882 7.37 7.41 Jak Mer Patas 194 8.00 Thb Rk Rangkas Jaya 896 8.28 8.30 Jak Rk Pnp Lokal 898 9.15 9.17 Pse Rk Pnp Lokal 900 10.15 10.17 Pse Rk Pnp Lokal 902 11.37 11.40 Jak Rk Pnp Lokal 884 13.37 13.40 Jak Mer Banten Express 904 15.37 15.40 Jak Rk Pnp Lokal 906 16.37 16.40 Pse Rk Pnp Lokal 196 17.00 Thb Rk Rangkas Jaya 908 17.27 17.30 Jak Rk Pnp Lokal 910 18.00 18.02 Pse Rk Pnp Lokal 912 19.30 Thb Prp Pnp Lokal 914 20.02 20.05 Jak Rk Pnp Lokal Jadwal Kereta Rangkasbitung-Jakarta No. KA Dat Ber Dari Tuj Keterangan 897 4.10 Rk Jak Ekonomi 899 4.50 Rk Pse Ekonomi 901 5.20 Rk Pse Ekonomi 193 6.00 Rk Thb Rangkas Jaya 905 6.30 Rk Jak Ekonomi 881 7.50 7.53 Mer Jak Banten Express 195 10.00 Rk Thb Rangkas Jaya 907 11.10 Rk Jak Ekonomi 909 12.05 Rk Pse Ekonomi 911 13.05 Rk Pse Ekonomi 913 14.35 Rk Jak Ekonomi 883 15.54 15.57 Mer Jak Patas

Keterangan:

Jak = Jakarta Kota

Pse = Pasar Senen

Thb = Tanah Abang

Rk = Rangkasbitung

Mer = Merak

Prp = PR Panjang

-Menuju Baduy Dalam

Hanya bisa diakses dengan berjalan kaki. Track menurun dan mendaki, cukup melelahkan. Kalau berjalan normal, butuh waktu sekitar 3,5 jam dari Ciboleger ke Baduy Dalam (Kampung Cibeo) atau 2 jam dari Baduy Luar (Kampung Cikakal) ke Baduy Dalam (Cibeo). Tidak ada track yang ekstrim seperti memanjat atau melompat.

Waktu Terbaik

Semua waktu, kecuali:

Hapit-lemah (penanggalan Baduy) atau bulan Kawalu (penanggalan Sunda dan Jawa) atau bulan Februari-Maret (penanggalan Masehi). Ambil jarak 1 bulan ke depan dan belakang untuk amannya, jadi bulan Januari-April. Pada masa ini, Baduy Dalam tidak boleh dimasuki pengunjung. Juli-Agustus. Biasanya pengunjung ramai karena sedang libur sekolah. Musim hujan. Jalan akan menjadi licin. Tips

Jangan menggunakan jasa pemandu yang sudah terkenal (seperti Pepi atau Agus Bule). Saya coba cerita pengalaman saya, semoga menjadi pelajaran dan berguna bagi Anda yang berencana mengunjungi Baduy. Sewaktu inquiry, saya menemukan nama mereka di www.backpackinmagazine.com. Saya kirim sms ke Pepi dan bertanya apakah bisa jadi pemandu ke Baduy dan dia mengiyakannya. Beberapa waktu kemudian, hampir tiap hari SMS datang dari dia menanyakan jadi tidaknya saya berkunjung ke Baduy. Pada hari H, sesampai di Ciboleger saya langsung dipatok harga 400 ribu untuk jasa pemandu, diluar penginapan, porter, dan makanan. Caranya sangat sopan, tapi saya tau muka-muka dia yang money oriented gitu. Saya deal dengan harga 300 ribu untuk jasa pemandu dan dia mengajak salah seorang porter namanya Diyat dengan bayaran Rp. 50.000/ ransel. Yang mengejutkan, setiba di penginapan dia malah menyuruh si porter (Kang Diyat) untuk mengantar kami ke Baduy dalam (Cibeo) dan dia malah menunggu di penginapan. Jadi disini saya mulai sadar, jika si PEPI ini adalah semacam makelar saja. Dia hanya mengambil keuntungan dari orang macam saya dan kang Diyat (porter). Dalam perjalanan, saya berbincang dengan Kang Diyat tentang dunia pemandu di Baduy dan ternyata di terminal Ciboleger banyak sekali pemandu selain Pepi dan Agus bule dan harganya jauh lebih murah. Pepi dan Agus Bule hanya beruntung karena namanya ada di web backpacker dan punya HP sehingga mudah dihubungi. Bila Anda datang dari jauh dan tidak pernah masuk ke Baduy, sebaiknya Anda menggunakan jasa pemandu. Jangan lupa bertanya secara langsung pada pemandu Anda tentang harga dan biaya-biaya yang kemungkinan timbul selama di Baduy. Lebih baik datang berombongan lebih dari 5 orang karena biaya yang dikeluarkan akan lebih murah untuk penginapan (rumah penduduk) dan makanan yang disediakan oleh penginapan (rumah penduduk) Tidak ada kasur Baduy, Anda hanya akan tidur beralaskan bambu pipih dan cuaca bisa sangat dingin menjelang dini hari, jadi persiapkan jaket atau sleeping bag Tidak ada MCK, semuanya dilakukan di sungai. Untuk perempuan sebaiknya membawa sarung untuk penutup badan saat mandi. Sandal gunung/ sepatu gunung lebih disarankan untuk medan perbukitan seperti di Baduy ini. Tidak ada listrik dan sinyal HP jadi sebelum masuk ke kampung Baduy, pastikan batere HP penuh. Jangan lupa membawa senter untuk penerangan malam hari. Kampung Baduy dalam tidak diperkenankan mengambil foto dan beberapa penduduk baduy luar juga menolak difoto. Info Pemandu : Kantor Sekretariat Desa Kanekes (untuk perizinan) 085710421117 dan Kang Diyat 085890436149 atau bisa menjumpai mereka di terminal Ciboleger

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>