<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonesian Backpacker Community &#187; Piranti backpacking</title>
	<atom:link href="http://www.indobackpacker.com/category/article/piranti-backpacking/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.indobackpacker.com</link>
	<description>Just another Option</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Aug 2010 03:23:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Kamera Saku: Siapa Takut?</title>
		<link>http://www.indobackpacker.com/2009/09/kamera-saku-siapa-takut/</link>
		<comments>http://www.indobackpacker.com/2009/09/kamera-saku-siapa-takut/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 23:00:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ambar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Piranti backpacking]]></category>
		<category><![CDATA[Travel Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indobackpacker.com/?p=1214</guid>
		<description><![CDATA[Hampir semua orang punya kamera saku digital, tapi sedikit yang bisa memaksimalkan fungsi didalamnya. Kebanyakan pejalan dengan kamera saku mengeluh dengan hasil yang kurang memuaskan. In the end, mereka menyalahkan kamera dan berlomba-lomba untuk membeli DSLR. Pertanyaannya adalah apakah dengan DSLR akan menghasilkan foto yang lebih bagus? Jawabnya bisa iya dan tidak. Iya jika kamu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir semua orang punya kamera saku digital, tapi sedikit yang bisa memaksimalkan fungsi didalamnya. Kebanyakan pejalan dengan kamera saku mengeluh dengan hasil yang kurang memuaskan. In the end, mereka menyalahkan kamera dan berlomba-lomba untuk membeli DSLR.</p>
<p>Pertanyaannya adalah apakah dengan DSLR akan menghasilkan foto yang lebih bagus? Jawabnya bisa iya dan tidak. Iya jika kamu udah mengerti aspek fotografi dan tahu bagaimana mengakali keadaan. Tidak jika kamu ngga ngerti konsep dasar membuat foto yang bagus. Kamera hanyalah alat untuk menyiasati keadaan. Yaitu bagaimana dengan kondisi dan alat terbatas kita bisa mendapatkan hasil yang ngga kalah dengan kamera jagoan.</p>
<p>Berikut adalah tips untuk memaksimalkan fungsi kamera:</p>
<p><span><a href="http://ambarbriastuti.multiply.com/photos/hi-res/142/3"><img src="http://images.ambarbriastuti.multiply.com/image/3/photos/142/300x300/3/IMG-4660multiply.jpg?et=TZplGX3gNcHPE0A6hQfr9A&amp;nmid=284947981" border="0" alt="" /></a><br />
</span></p>
<p>1. Kenalan dengan kamera. Luangkan waktu untuk membaca Buku Manual Teknis yang biasanya ada dalam boks. Baca dengan seksama sembari kamera di tangan siap diutak-atik. Ikuti petunjuk disana, mulai dari hal sepele seperti mengganti batere, menggunakan default fungsi ataupun merubah setting (Menu).</p>
<p>2. Coba dulu, tak usah malu. Yang namanya kamera baru pasti banyak hasil yang jelek. Dengan kamera digital, kita tinggal delet ajah. No worry kan?<br />
Pahami setiap fungsi dan dicoba beberapa kali. Trial dan error disekitar rumah, dicoba pada objek yang sederhana. Misalnya bunga di halaman, barang2 pribadi di meja belajar/kantor.</p>
<p>3. Patahkan mitos bahwa untuk menghasilkan foto yang bagus, kudu ke tempat bagus. Dalam kenyataannya tak jauh dari rumahpun bisa menghasilkan karya yang menawan. Misalnya food photo, macro photo (seperti binatang dan bunga).</p>
<p>4. Thinking small then big picture. Dengan kamera digital kita memakai untuk poto2 lansekap yang menampilkan keindahan alam. Tapi pikirkan juga detail didalamnya. Misalnya jalan berdebu, batu alam, bunga, orang yang kita temui ataupun hal kecil yang menarik.</p>
<p>5. Bermain dengan cahaya. Prinsip dasar kamera adalah menangkap cahaya yang masuk dan merekamnya. So memahami perilaku cahaya, intensitas (banyak sedikit), arah dan kedalaman akan membuat gambar lebih bermakna. Cahaya adalah kunci utama untuk mendapatkan hasil yang cakep, karena disinilah kamera akan dipaksa untuk bekerja mengantisipasi keadaan yang tidak bersahabat.</p>
<p>6. Tahu kapan menggunkan lampu flash. Ini penting terutama jika tidak mau mempergunakannya. Photo outdoors cenderung mengandalkan matahari sebagai sumber cahaya, sedangkan indoor harus bermain dengan flash.</p>
<p><span><a href="http://ambarbriastuti.multiply.com/photos/hi-res/142/8"><img src="http://images.ambarbriastuti.multiply.com/image/2/photos/142/300x300/8/IMG-4677multiply.jpg?et=aNrMEGBKPpIwfG60oTHtUg&amp;nmid=284947981" border="0" alt="" /></a></span></p>
<p>7. Komposisi dan permainannya. Coba dulu memahami apa itu komposisi. Yakni merancang foto dalam format dan bentuk. Ada permainan garis, sudut ambil, perspective ataupun mencoba mengaduk-aduk hukum komposisi (yang sering disebut<a href="http://photoinf.com/General/KODAK/guidelines_for_better_photographic_composition_rule_of_thirds.html"> rules of 3rd</a>) Untuk belajar ini, adalah dengan banyak melihat karya orang lain dan mengenali kenapa menyukai foto itu (<a href="http://www.flickr.com/">Flickr </a>direkomendasi). Cobalah melihat foto dari sudut fotografer, yakni bagaimana sebuah foto ini terjadi. Menebak gimana si fotografer mampu membuat foto yang tidak biasa.</p>
<p>8. Lakukan kritik pada karya sendiri. Ajak kawan yang sudah berpengalaman untuk memberikan masukan. Coba gunakan tema misalnya dilihat dari komposisi dulu kemudian dari tata cahaya lantas ke teknis. Kita kudu terbuka atas kritik orang lain dan juga mengakui kekurangan kita. Bila perlu catat untuk percobaan berikutnya.</p>
<p>9. Stick with the theme. Untuk lebih berkonsentrasi mencoba kamera, gunakan tema tertentu misalnya foto pohon atau daun. Gunakan banyak komposisi dan setting dari kamera untuk melihat perbedaannya.</p>
<p>10. Eksperimen. Eksperimen. Eksperimen. Dengan banyak melihat karya orang, mencobai kamera hingga batas maksimum niscaya kamu bakal tahu sampai mana kemampuan kamera. Ada hal2 yang tidak bisa dilakukan kamera saku yang setiap pemilik harus tahu kelemahannya.</p>
<p>Untuk lebih detail tentang latar belakang pengambilan foto berikut <a href="http://ambarbriastuti.multiply.com/photos/album/142/Kamera_saku_untuk_moto_details#">disini</a>.</p>
<p>Kamera : <a href="http://www.dpreview.com/reviews/specs/Canon/canon_a710is.asp">Canon PowerShot A720 IS</a>.<br />
Lokasi   : hutan redwoods di Big Basin Redwods State Park California, USA<br />
Cuaca/Waktu  : cerah, banyak cahaya diambil sekitar tengah hari.<br />
Tantangan kondisi  : Pohon dengan sangat tinggi membuat kanopi di bawahnya menjadi teduh, tapi sinar langsung masih menyelinap.<br />
Teknis yang dipakai    : Macro setting No Flash. Program (P) : ISO Auto, WB Auto, -0.3 (Flash), Evaluative focus, Quality Superfine.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indobackpacker.com/2009/09/kamera-saku-siapa-takut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Travel Gear: Backpack LA Trekking 82320</title>
		<link>http://www.indobackpacker.com/2008/11/travel-gear-backpack-la-trekking-82320/</link>
		<comments>http://www.indobackpacker.com/2008/11/travel-gear-backpack-la-trekking-82320/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 07:10:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Benny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Piranti backpacking]]></category>
		<category><![CDATA[backpack]]></category>
		<category><![CDATA[gear tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indobackpacker.com/?p=538</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama saya mencari tas backpack yang nyaman dengan harga yang terjangkau. Nyaman, karena backpack saya sebelumnya memiliki beberapa kekurangan, yaitu strap pinggang yang kecil dan tidak adanya frame untuk menjaga bentuk tas.Terjangkau, karena rasanya kok ya tidak sudi kalau trip harus dibatalkan, karena uangnya habis untuk beli tas. Dan tas yang saya idamkan pun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.pbase.com/bennyc/image/105182702"><img class="alignleft" style="margin: 5px 8px;" src="http://www.pbase.com/bennyc/image/105182702/small.jpg" alt="" width="231" height="155" /></a>Sudah lama saya mencari tas backpack yang nyaman dengan harga yang terjangkau. Nyaman, karena backpack saya sebelumnya memiliki beberapa kekurangan, yaitu strap pinggang yang kecil dan tidak adanya frame untuk menjaga bentuk tas.Terjangkau, karena rasanya kok ya tidak sudi kalau trip harus dibatalkan, karena uangnya habis untuk beli tas. Dan tas yang saya idamkan pun akhirnya ditemukan di Ace Hardware Kelapa Gading: LA Trekking 82320, sold at 50% discount.</p>
<p>Dilihat secara sekilas, strap tas ini di bagian bahu agak kecil, membuat saya ragu sejenak. &#8220;Apakah strap ini terasa nyaman di bahu pada saat diisi penuh?&#8221;, saya bertanya dalam hati. Keraguan saya langsung hilang ketika mencoba, dan merasakan bahwa padding di bagian ini cukup tebal. Di setiap strap kiri dan kanan terdapat sebuah D-Ring dari bahan plastik. Ketinggian strap bagian bahu ini bisa disesuaikan melalui setelan disekitar punggung bagian bawah (lumbar).</p>
<p>Satu strap yang hilang, dan baru ketahuan ketika sudah sampai di rumah adalah Load Lifter Strap, yaitu strap yang menhubungkan bagian atas strap bahu dengan bagian atas backpack. Strap ini cukup penting untuk mengurangi beban di bahu, dan dalam konstruksi backpack ini, untuk menjaga kestabilan beban. Ya, karena sudah terlalu terpesona dengan bagian lain dari tas ini, akhirnya terpaksa menggunakan ide ala MacGyver, menggunakan cable tie untuk pengganti strap yang hilang.</p>
<p>Untuk menghubungkan bagian bahu dan pinggang, terdapat 2 buah pelat baja. Pelat ini juga berfungsi untuk  menjaga bentuk tas ketika diisi penuh. Salah satu  masalah yang saya hadapi pada backpack saya yang lama, yaitu bentuk tas yang menjadi bulat ketika diisi penuh, sehingga menekan bagian punggung. Dengan adanya pelat baja ini makan bentuk tas akan selalu terjaga sesuai dengan bentuk punggung ketika diisi penuh.</p>
<p>Bagian pinggang, bagian terpenting untuk menanggung berat dari backpack, dilengkapi dengan strap yang cukup besar dan padding yang tebal. Padding ini dipasang hingga bagian bawah tulang belakang, membuat saya yakin bahwa tas ini tidak akan menyiksa punggung dalam perjalanan. Di bagian luar belakang dari strap pinggang ini terdapat Load Stabilizer Strap, yang berfungsi untuk menjaga backpack tetap stabil selama dibawa.</p>
<p>Urusan bongkar-muat tas juga tidak kalah penting. Satu hal dari tas ini yang mungkin membuat saya terlewat memeriksa strap yang hilang di bahu adalah tersedianya akses ke kompartemen utama tas dari bagian bawah! Di bagian bawah tas ini terdapat sebuah kompartemen terpisah dari kompartemen utama tas. Kompartemen bagian bawah ini berguna untuk membawa sleeping bag, sepatu, dan barang-barang lainnya sehingga tidak mengotori baju. Nah, dari bagian dalam kompartemen bawah ini terdapat sebuah ritsleting yang terhubung dengan bagian bawah kompartemen utama. Dalam perjalanan terakhir saya sangat menikmati kelebihan ini, sehingga tidak harus membongkar seluruh isi tas hanya untuk mengambil baju. Dua buah strap di bagian bawah memastikan bahwa kompartemen bawah ini selalu terkemas dengan rapi.</p>
<p>Selain dua kompartemen atas dan bawah, di sisi kiri dan kanan juga terdapat kompartemen kecil, yang saya gunakan untuk menyimpan lensa kamera. Dibawah kompartemen ini terdapat tempat untuk menyimpan botol air, yang cukup untuk membawa air mineral ukuran 600ml. Dua kompartemen terakhir ada di bagian atas, yang berfungsi untuk menyimpan buku dan sikat gigi dalam perjalanan terakhir saya. Kompartmemen ini cukup untuk membawa Lonely Planet Indonesia dan sebuah buku bacaan lainnya. Di sisi kiri dan kanan kompartemen atas ini terdapat masing-masing 2 buah D-Ring.</p>
<p>Tas ini akhirnya saya coba pada trip 7 hari 6 malam ke Bali beberapa minggu yang lalu. Bukan trip yang murni backpacking, karena kami mendapatkan pinjaman mobil dari seorang teman. Namun dari jalan kaki selama 30 menit, bergoyang-goyang diatas ojek dari bandara menuju Sanur, dan berdiri di busway dalam perjalanan pulang cukup membuat saya yakin, bahwa tas ini akan cukup lama saya pakai. Misi selanjutnya: mencari Load Lifter Strap yang hilang…..</p>
<p>URL: <a href="http://www.solexsports.com.tw/solex/products.php?pid=82320" target="_blank">http://www.solexsports.com.tw/solex/products.php?pid=82320</a></p>
<p>Penjelasan mengenai backpack dan strap yang cukup bagus ada di <a href="http://www.whitemountain.com.au/fitting_backpacks/" target="_blank">http://www.whitemountain.com.au/fitting_backpacks/</a></p>
<p>Foto-foto dari backpack ini dapat dilihat di <a href="http://www.pbase.com/bennyc/la_trekking_82320">http://www.pbase.com/bennyc/la_trekking_82320</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indobackpacker.com/2008/11/travel-gear-backpack-la-trekking-82320/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Trekking Pole</title>
		<link>http://www.indobackpacker.com/2008/05/tips-trekking-pole/</link>
		<comments>http://www.indobackpacker.com/2008/05/tips-trekking-pole/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 07:10:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puguh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Piranti backpacking]]></category>
		<category><![CDATA[Travel Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Hiking]]></category>
		<category><![CDATA[Trekking]]></category>
		<category><![CDATA[trekking pole]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.backpacker-indonesia.info/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[Waktu rinjani circuit kemarin kebetulan dapet pinjaman trekking pole. Awalnya skeptik, tapi setelah mencoba dan membuktikan bahwa trekking pole bisa cukup banyak menahan berat badan, kayaknya asik juga kapan-kapan pinjem lagi. Dan terbukti mengurangi usaha untuk tetap berdiri tegak selama di berjalan naik dan turun. Kalo boleh berbagi beberapa hal ini patut diperhatikan ketika bermaksud [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu rinjani circuit kemarin kebetulan dapet pinjaman trekking pole.  Awalnya skeptik, tapi setelah mencoba dan membuktikan bahwa trekking pole bisa cukup banyak menahan berat badan, kayaknya asik juga kapan-kapan pinjem lagi. Dan terbukti mengurangi usaha untuk tetap berdiri tegak selama di berjalan naik dan turun.</p>
<p>Kalo boleh berbagi beberapa hal ini patut diperhatikan ketika bermaksud membeli terkking pole;<span id="more-263"></span></p>
<p><img class="alignright" style="float: right; border: 0; margin: 8px;" src="http://i14.photobucket.com/albums/a328/ambarbriastuti/Picture17.png" alt="" width="121" height="482" /></p>
<ul>
<li>Pole harus bisa dipendekin <em>(telescopic) </em>kalo ngak, susah bawanya.</li>
</ul>
<ul>
<li>Mekanisme telescopicnya harus bisa menahan berat badan dan tidak collaps. Secara barang pinjeman, saya gak berani mencoba memindahkan semua berat badan ke pole.</li>
</ul>
<ul>
<li>ujung pole harus terbuat dari material yang keras, sehingga tidak lekas tumpul. Terutama jika banyak dipakai dipermukaan batu ato medan berpasir.</li>
</ul>
<ul>
<li>Ujung trekking pole harus tertanam dengan baik ke tongkat. Mengingat akan ribuan kali ujung trekking pole ini akan tertancap ketanah dan kemudian ditarik lagi.</li>
</ul>
<ul>
<li>&#8220;Payung kecil&#8221; diujung trekking pole, sangat membantu menghadapi tanah lepas atau lembek supaya ujung trekking pole tidak amblas ketika menahan beban tubuh.</li>
</ul>
<ul>
<li>Suspensi; terus terang gak terlalu melihat nilai tambah suspensi. Katanya kalo turun lebih enak&#8230;ah sama aja ah.</li>
</ul>
<ul>
<li>Hand grip, pengangan tangan. Trekking pole pinjeman saya masih memakai yang handgrip yang bentuknya seperti tongkat transmisi mobil manual/joystick. Kekurangan yang paling nyata adalah waktu jalan turun. Ketika membantu mempertahankan keseimbangan di jalan turun, sering telapak tangan harus diletakkan diujung hand grip untuk menyalurkan sebagian berat badan, tapi ketika harus mengangkat stik jemari cenderung harus bekerja lebih keras mengangkat stick walaupun webbing sudah dilingkarkan di pergelangan tangan. Mungkin pernah ada yang coba model hand grip yang seperti pistol? Harusnya lebih enak buat jalan turun..</li>
</ul>
<ul>
<li> Webbing di hand grip, penting banget terutama waktu menanjak, supaya beban tidak semuanya diletakkan ke telapak tangan tapi juga dibagi dengan pergelangan tangan.</li>
</ul>
<p><strong>Pengalaman kurang mengenakkan dengan trekking pole:</strong><br />
Kemarin sempat terjadi, ketika ujung trekking pole menancap ke tanah  dan agak lengket, secara tidak sengaja bagian atas/hand grip trekking pole terpuntir sehingga menyebabkan mekanisme kunci teleskop trekking  pole terbuka. Pada langkah berikutnya, ketika trekking pole di beri  beban, maka teleskop tiba2 trekking pole memendek (<em>Blesek</em>- bahasa jawanya).</p>
<p>Merek? Gak usah dibahas mereknya ya&#8230; Saya penggemar trekking, bukan `penggemar alat trekking&#8217;. Yang pasti pake trekking pole itu  gaya deh pas difoto&#8230;hayah!</p>
<p>Puguh</p>
<p>Tambahan tips dari <a href="http://s14.photobucket.com/albums/a328/ambarbriastuti/?action=view&amp;current=TipsTrekkingPoleIBP.flv">Ambar</a></p>
<p>(klik video dibawah ini)</p>
<p><a href="http://s14.photobucket.com/albums/a328/ambarbriastuti/?action=view&amp;current=TipsTrekkingPoleIBP.flv" target="_blank"><img style="vertical-align: middle; border: 0; margin: 8px;" src="http://i14.photobucket.com/albums/a328/ambarbriastuti/Picture19.png" alt="" width="221" height="177" /></a></p>
<ol>
<li>Untuk ngukur panjang pendeknya disesuaikan sama tinggi badan. Posisi siku ketika memegang pole harus 90derajat di tanah datar terutama ketika naik, tapi untuk turun setting itu bisa dipendekin lagi. Cara packingnya ditaruh di ransel luar dimasukkan dalam loop tali  (mirip dengan packing tripod kalau photography). Pada beberapa ransel yang desainnya <em>sophisticated </em>malah dikasih kayak pelindung kaki pole. <img class="alignright" style="float: right; border: 0; margin: 8px;" src="http://i14.photobucket.com/albums/a328/ambarbriastuti/trekkingpolestil2text.jpg" alt="" width="205" height="149" /></li>
<li>Sistem suspensi (shock breaker) tiap trekking pole beda-beda. Masing-masing merk jargon jualannya ya ini. Kalau mo beli dicoba dulu. Dikasih beban tangan trus dilihat mentul2nya seberapa. Saya dengar desain terbaru bisa ngeset sendiri tingkat mentulnya tadi. He he he&#8230;.kan itu selera. Ada yang suka kaku ada yang sangat lentur. Ohya, yang tanpa suspensi juga banyak. Yah mirip tongkatnya para sepuh itu atau bahkan diibuat dari kayu dengan lengkung yang dibuat ergonomics (ini saya temui di NZ).</li>
<li>Trekking pole ide-nya diambil dari ski pole. Termasuk sistem handle-nya. Saya make yang kayak joystick itu, sedang yang kayak pistol kok belum nemu. Tapi memang dimaksudkan begitu agar posisi tangan tetep 90derajat dalam posisi datar sembari memudahkan memindah beban jika naik turun.  Saya sendiri ngga nyaman pake webbing pendek, cuma kalau jatuh masih bisa kepegang terus. Sapa tau ndadak make teknik. Kalau kelamaan dipake, tangan jadi kringetan atau panas gesekan.</li>
<li> Pengalaman <em>mblesek,</em> kemungkinan sistem locking di trekking pole. Ada yang cuma diputer biar kenceng, kalau ngga sengaja muntir yah efeknya kunci itu lepas. Ada yang pake semacam pengait, itu juga bisa lepas dengan mudah kalau medannya batu banyak sodokan. Dari keduanya menurut saya sih sama aja. Belum nemu yang lebih canggih.</li>
<li>Eh ada kegunaan sampingan untuk trekking pole ini yang mungkin bisa dipertimbangkan untuk beli. Salah satunya ngebantu kalau nyebrang sungai. Jadi kaki ketiga.  Ngasih tangan panjang kalau membantu kawan. Trus bisa penyangga bivouac kalau terpaksa bermalam darurat. And bisa berubah jadi monopod kalau kepepet<img class="alignright" style="float: right; border: 0; margin: 8px;" src="http://i14.photobucket.com/albums/a328/ambarbriastuti/trekkingpolestil5text.jpg" alt="" width="200" height="155" /> photography.</li>
<li>Ngga enaknya make trekking pole adalah ribet. Terutama kalau kudu merayap atau batu2an. Saya sih jarang make kalau naik. Baru dikeluarkan kalau udah muncak mo turun. Ya itu tadi buat membantu mengurangi tekanan di dengkul. Bagi yang belum biasa akan terasa aneh dan <em>&#8216;wagu&#8217; </em>ketika pertama make. Cenderung menekankan beban kesana. Efeknya siku dan bahu malah sakit. Nah kalau itu jangan disalahkan trekking pole-nya. Tapi gimana make dengan baik dan benar.</li>
</ol>
<p>Ini sekedar artikel pendek<br />
The Real Pros and Cons of Trekking Poles at <a href="http://http//www.slackpacker.com/trekking-poles.html">http://www.slackpacker.com/trekking-poles.html</a></p>
<p>Merk? Leki (<a href="http://http//www.leki.com/">http://www.leki.com/</a>) itu paling mahal dan mungkin paling advanced dalam teknis. Lainnya juga mayan bagus kok. Punya saya  judulnya <a href="http://www.trekmates.co.uk/">Trek Mates</a> dan satunya Peter Storm. Belinya juga karena lebih murah dari Leki dan cuman pengen mencoba gimana pengaruh ke dengkul dan mungkin di beban. Mungkin dicuba beberapa trekking baru ketauan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indobackpacker.com/2008/05/tips-trekking-pole/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih Tenda dan Sleeping Bag</title>
		<link>http://www.indobackpacker.com/2006/10/memilih-tenda-dan-sleeping-bag/</link>
		<comments>http://www.indobackpacker.com/2006/10/memilih-tenda-dan-sleeping-bag/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Nov 1999 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Piranti backpacking]]></category>
		<category><![CDATA[Travel Tips]]></category>
		<category><![CDATA[sleeping bag]]></category>
		<category><![CDATA[tenda]]></category>
		<category><![CDATA[tenda dome]]></category>
		<category><![CDATA[tunnel]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Sebagai backpacker terkadang kita harus menyiapkan diri untuk menginap disegala tempat termasuk di alam terbuka. Maka piranti seperti tenda dan sleeping bag harus kita pikirkan jika kita ingin backpacker &#8216;off beaten track&#8217;. Berikut adalah tulisan ringan tentang macam-macam tenda dan sleeping bags, tips memasang serta bagaimana memilih sleeping bag dari tingkat kenyamanan penggunaannya. Macam-macam Tenda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i14.photobucket.com/albums/a328/ambarbriastuti/frontent.jpg" alt="" hspace="3" vspace="3" width="125" height="NaN" align="left" />Sebagai backpacker terkadang kita harus menyiapkan diri untuk menginap disegala tempat termasuk di alam terbuka. Maka piranti seperti tenda dan sleeping bag harus kita pikirkan jika kita ingin backpacker <span style="font-style: italic;">&#8216;<span style="font-weight: bold;">off beaten track&#8217;</span></span><span style="font-weight: bold;">. </span><br />
Berikut adalah tulisan ringan tentang macam-macam tenda dan sleeping bags, tips memasang serta bagaimana memilih sleeping bag dari tingkat kenyamanan penggunaannya.</p>
<p><span id="more-219"></span></p>
<p><span style="font-weight: bold; color: #ff6600;">Macam-macam Tenda</span></p>
<p><span style="font-weight: bold;">1. Tenda Backpacker </span><br />
Umumnya ringan, berbentuk tunnel, mempunyai ukuran packing yang kecil dan gampang dibawa. Kapasitas terbatas</p>
<p><span style="font-weight: bold;"><img src="http://i14.photobucket.com/albums/a328/ambarbriastuti/backpackertent.jpg" alt="Eurohike-Backpacker" hspace="4" vspace="4" width="150" height="NaN" align="middle" /></span><br />
<span style="font-weight: bold;"><br />
2. Tenda Dome</span><br />
Ringan dan compact sehingga gampang dibawa dengan ransel tapi dengan ruangan yang lebih luas dari tenda backpacker. Sangat idela untuk traveling ringan seperti festival musik atau kemping weekend.</p>
<p><img src="http://i14.photobucket.com/albums/a328/ambarbriastuti/dome2.jpg" alt="" hspace="4" vspace="4" width="150" height="NaN" align="middle" /></p>
<p><span style="font-weight: bold;">3. Tenda Untuk Keluarga Kecil</span><br />
Biasanya mempunyai ruang cukup besar untuk menyimpan peralatan. Sangat ideal untuk kelompok atau keluarga kecil dalam acara sabtu mingguan<br />
<img src="http://i14.photobucket.com/albums/a328/ambarbriastuti/smallfamily.jpg" alt="" hspace="3" vspace="3" width="150" height="NaN" align="middle" /></p>
<p><span style="font-weight: bold;">4.Tenda Untuk Keluarga Besar</span><br />
Dengan fitur yang lebih lengkap untuk ruang, menyimpan peralatan dan juga tempat untuk tidur.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">5.Tenda Teknis</span><br />
Ringan, compact, dan sangat waterproof diperkuat dengan tiang dari alloy. Tenda ini untuk ekspedisi dimana kondisi medan sangat tidak ramah.<br />
<img src="http://i14.photobucket.com/albums/a328/ambarbriastuti/expedition.jpg" alt="" hspace="4" vspace="4" width="150" height="NaN" align="middle" /><br />
<br style="font-weight: bold;" /><span style="font-weight: bold;">6. Tempat Berteduh Sementara (emergency), Bivy Tent</span><br />
Waterproff, ideal untuk segala cuaca ketika kondisi bisa berubah setiap saat.<br />
<img src="http://i14.photobucket.com/albums/a328/ambarbriastuti/Picture8.png" alt="" hspace="4" vspace="4" width="150" height="NaN" align="middle" /></p>
<p><span style="font-weight: bold; color: #ff6600;">Bentuk dan Ukuran Tenda</p>
<p><img src="http://i14.photobucket.com/albums/a328/ambarbriastuti/backpackertent2.jpg" alt="" hspace="5" vspace="5" width="150" height="NaN" align="top" /><br />
</span><br />
<span style="font-weight: bold; color: #800000;">Geodesic dan semi Geodesic</span><br />
Bentuk tenda ini memakai konfigurasi tiang yang saling menyilang maka desain ini disebut paling stabil dalam hal struktur. Sedang kain tenda mendukung dengan membuat lapisan dalam dan lapisan tambahan terentang dengan kuat sehingga tak gampang rubuh dan mudah dipindahkan</p>
<p><span style="font-weight: bold; color: #800000;">Tunnel</span><br />
Tipe ini adalah untuk tenda ringan dengan bentuk melengkung dari awal hingga akhir menyerupai terowongan. Dalam kondisi bagus, tenda ini bisa diamankan dengan tiga penguat. Terkadang harus ditambahkan tali dalam kondisi buruk. Keuntungannya adalah karena ringan sangat ideal untuk backpaking atau kemping weekend.</p>
<p><span style="font-weight: bold; color: #ff6600;">Tips Masang Tenda </span><br />
<img src="http://i14.photobucket.com/albums/a328/ambarbriastuti/tapeisolasi.jpg" alt="" hspace="5" vspace="5" width="100" height="NaN" align="right" /><br />
•    Sebelum memasang tenda bersihkan tempat yang akan dipakai dari batu dan kotoran<br />
•    Hindari tempat di dataran rendah ketika aliran udara nyaris tidak ada membuat kelembaban makin bertambah. Juga jika hujan tenda cenderung menangkap air lebih banyak.<br />
•    Sinar matahari bisa merusakkan tenda, jika bisa pasang di tempat yang teduh<br />
•    Pastikan tenda dengan ventilasi yang cukup untuk mengurangi kondensasi<br />
•    Simpan sleeping bag dan pakaian dengan tas waterproof untuk berjaga-jaga jka kehujanan dan harus memindahkan tenda<br />
•    Bawa peralatan yang bisa untuk memperbaiki tenda misalnya tape isolasi besar<br />
•    Jangan pernah memasak didalam tenda karena bahan kain tenda gampang terbakar dan meleleh.<br />
•    Jangan menghentakkan metal tiang tenda, packing-lah dari tengah menuju tepi. Beri sedikit minyak untuk perawatan</p>
<p><span style="font-weight: bold; color: #ff6600;">Macam-macam  Sleeping Bag</span><br />
<img src="http://i14.photobucket.com/albums/a328/ambarbriastuti/packing.jpg" alt="" hspace="5" vspace="5" width="120" height="NaN" align="left" /><br />
<span style="font-weight: bold;">1-2Season</span><br />
Sangat pas dipakai untuk daerah panas karena ringan dan tidak sumpek, biasanya dengan berat &lt;1kg dengan packing kecil</p>
<p><span style="font-weight: bold;">2Season</span><br />
Biasanya digunakan pada akhir musim semi hingga awal musim gugur ketika temperatur udara tidak mencapai dibawah nol. Rata2 beratnya 1kg-1.5kg</p>
<p><span style="font-weight: bold;">3Season</span><br />
Biasa dipakai awal musim semi hingga akhir musim gugur ketika temperature kemungkinan turun hingga dibawah nol dan bisa pula dipakai pada malam musim dingin yang sedikit hangat. Berat rata2 1.4kg-2kg</p>
<p><span style="font-weight: bold;">4Season</span><br />
Dibuat dengan lapisan sintetis tambahan yang cukup memberikan ventilasi pada cuaca yang dingin dan penggunaan di ekspedisi gunung.</p>
<p><span style="font-weight: bold; color: #ff6600;">Macam Bentuk Sleeping Bag</span></p>
<p>Secara garis besar ada dua macam bentukan yakni mummy dan segi empat. Dari sini kembali dibagi lagi menjadi <span style="font-style: italic;">&#8220;down fill&#8221; </span>dan <span style="font-style: italic;">&#8220;synthetic fill&#8221;.</span></p>
<p align="left">Mummy bag mempunyai insulasi yang lebih efektif sedang segi empat lebih nyaman dan banyak ruang. Jika kita kemping di negara panas/tropis maka sleeping bag segi empat adalah pilihan paling tepat. Namun jika kemping di tempat dengan suhu bervariasi idealnya punya kedua-duanya. Jika ingin berencana mendaki gunung maka bentuk mummy adalah yang paling pas.</p>
<p align="left">
<p align="left">Down<br />
filled cenderung ringan dengan insulasi yang lebih bagus daripada synthetic filled, juga lebih compact jika dimasukkan dalam tas dan cenderung berkualitas lebih baik. Synthetic fill lebih murah dan jika basah bekerja lebih baik ketimbang down fill basah. Jadi pertimbangkan cuaca tempat dimana akan backpacking, pilih mana yang sesuai dengan tipe perjalanan kita.</p>
<p><span style="font-weight: bold; color: #ff6600;">Tingkatan Sleeping Bag </span></p>
<p>Ada 2 tingkatan</p>
<p><span style="font-weight: bold; color: #339966;">Rating Berdasar Kenyamanan </span>: semua sleeping bags dibuat tingkatan berdasarkan kehangatan. Rating menunjukkan jangkauan suhu yang memang sengaja didesain untuk kenyamanan bagi pengguna. Sebagai contoh, sebuah sleeping bag dengan rating +20 menunjukkan bahwa sebaiknya pengguna menggunakannya dalam suhu 20 derajat centigrade.<br />
<img src="http://i14.photobucket.com/albums/a328/ambarbriastuti/karimor1-2season.jpg" alt="" hspace="5" vspace="5" width="120" height="NaN" align="middle" /><img src="http://i14.photobucket.com/albums/a328/ambarbriastuti/4season.jpg" alt="" hspace="5" vspace="5" width="120" height="NaN" align="top" /><img style="width: 86px; height: 122px;" src="http://i14.photobucket.com/albums/a328/ambarbriastuti/3season_mountainhardware.jpg" alt="" hspace="5" vspace="5" align="top" /><img style="width: 62px; height: 124px;" src="http://i14.photobucket.com/albums/a328/ambarbriastuti/2season.jpg" alt="" hspace="5" vspace="5" align="top" /></p>
<p><span style="font-weight: bold; color: #008080;">Extreme Kenyamanan</span> : tiap sleeping juga diberi tambahan rating yang menunjukkan suhu paling dingin yang masih bisa membuat pengguna nyaman. Seorang pengguna yang berpengalaman bisa beradaptasi dengan baju dan kondisi tubuhnya dalam segala situasi dan bisa memperkirakan kelemahan dari sleeping bag yang dipakainya. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indobackpacker.com/2006/10/memilih-tenda-dan-sleeping-bag/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Backpacker Equipment : Tips Memilih Rucksack</title>
		<link>http://www.indobackpacker.com/2006/05/backpacker-equipment-tips-memilih-rucksack/</link>
		<comments>http://www.indobackpacker.com/2006/05/backpacker-equipment-tips-memilih-rucksack/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Nov 1999 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ambar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Piranti backpacking]]></category>
		<category><![CDATA[Travel Tips]]></category>
		<category><![CDATA[central gravity]]></category>
		<category><![CDATA[frame]]></category>
		<category><![CDATA[ransel]]></category>
		<category><![CDATA[rucksack]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Kontributor tambahan : Puguh Imanto Rucksack adalah piranti utama bagi seorang backpacker. Tanpa benda ini gimana kita akan menampung barang kebutuhan selama kita jalan, kemping bahkan bila perlu bermalam di alam bebas. Rucksack juga menjadi pilihan utama karena kepraktisan, kemudahan dan kemampuan packing yang memadai. Kayaknya yang penting adalah gimana memilih peralatan backpacking, karena saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kontributor tambahan : Puguh Imanto</p>
<p><img src="http://i14.photobucket.com/albums/a328/ambarbriastuti/rucksack.png" alt="" width="100" height="NaN" align="left" /><br />
Rucksack adalah piranti utama bagi seorang backpacker. Tanpa benda ini gimana kita akan menampung barang kebutuhan selama kita jalan, kemping bahkan bila perlu bermalam di alam bebas. Rucksack juga menjadi pilihan utama karena kepraktisan, kemudahan dan kemampuan packing yang memadai.</p>
<p><span id="more-204"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kayaknya yang penting adalah gimana memilih peralatan backpacking, karena saya yakin kawan-kawan sudah ngg asing dengan barang-barang ala kemping. Yang paling sering ditanyakan adalah rucksak dan sepatu trekking. Yang pasti ini disesuaikan dengan kondisi lapangan dan styles<br />
jalannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> Secara umum ada 3 tipe backpack berdasar bentukan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"><span style="font-weight: bold; color: #993300;">Frame didalem</span> :</span></p>
<ul style="margin-top: 0cm;" type="disc">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">bisa nampung berat beban agak kebawah dan mendekati punggung </span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">ideal untuk lokasi yang naik turun karena ketat di badan sehingga ngg naik turun (bouncing) dan lebih seimbang </span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">lebih disukai cewek soalnya pusat gravitasi tubuh wanita<span> </span>yang rendah membuat beban jadi ringan</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"><span style="font-weight: bold; color: #993300;"><br />
Frame diluar :</span></span></p>
<ul style="margin-top: 0cm;" type="disc">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">bebannya dibawa agak ke atas </span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">bagus sebagai ventilasi karena frame membuat jarak dari punggung </span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">biasanya harga lebih murah </span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">banyak kantung2 tambahan</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"><span style="font-weight: bold;"><span style="color: #993300;"><br />
Modular backpack</span> </span>(daypack dan rucksack jadi satu)</span></p>
<ul style="margin-top: 0cm;" type="disc">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">ini lagi trend karena kemudahan bongkar pasang </span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">biasanya ditemui untuk peralatan photography/laptop ditambah fasilitas tas keciluntuk trekking ringan </span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">agak mahal terutama untuk versi waterprof atau All Weather (AW Lowepro) </span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"><span style="font-weight: bold; color: #993300;"><br />
Tips untuk memilih ransel/rucksack</span></span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">memilih backpack berdasar macam aktivitas apa yang ingin dilakukan : trekking sehari, beberapa hari, jelajah </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">kota</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> atau expedisi </span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">dari</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> sana</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> buat gambaran atau daftar barang apa saja yang akan dibawa. Ini berkaitan dengan kapasitas backpack dan bentuk desain. Kapasitas backpack disebutkan dengan liter atau cubic inches (amerika<br />
utara) </span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Ukuran backpack dihitung dari jarak  tulang punggung tepat dibawah leher hingga titik diatas tulang pinggang. Setiap manufacturer backpack punya cara pengukuran sendiri dengan setting harnes pinggang/bahu yang berbeda. Jadi belum tentu ransel buatan luar negeri cocok untuk orang </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Indonesia</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> yang cenderung bertubuh lebih kecil. <em>Maka jangan terlalu berorientasi pada label. </em></span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">ketika di toko jangan ragu mencoba dengan barang didalamnya, bila perlu pinjam tenda/sleeping bed sebagai beban </span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">lihat kantung-kantung tambahan di kanan kiri, atas dan bawah juga straps samping dan bawah. Masing2 punya kegunaan dan fungsi. Kantung tambahan untuk tempat benda2 yang sering kita pakai, dan straps untuk mengaitkan barang2 seperti sleeping bag, matras dan tripod/tongkat jalan. </span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">beri ekstra perhatian jika kita membawa alat elektronik. Satu perlindungan saja (tas kecil) tidak cukup. Karena itu pilih yang punya raincover. </span></li>
</ol>
<div style="text-align: left;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"><img class="alignright" style="float: right; margin: 10px;" src="http://i14.photobucket.com/albums/a328/ambarbriastuti/rucksack2.png" alt="" width="110" height="NaN" align="right" />Dimana peletakan backpack yang baik/sebenarnya? </span></strong>
</div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Milih backpack tergantung dengan bodi kamu. Udah disebutkan bahwa ukuran panjang rucksack dari titik di bawah leher (belakang) hingga titik diatas tulang pinggang. Pembuat backpack punya straps untuk setting kencang dan tidaknya di badan tapi ngg bisa merubah panjang jarak punggung ini. Jadi cobain dulu, tarik straps hingga maksimum. Kalau tetap ngg kencang dan pas berarti bukan untuk kita. Letak rucksack yang benar kalau dibawa dalam </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">medan</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> datar adalah sedikit diatas tulang pinggang, jadi enggak nglowor kebawah. Cara kita packing juga menentukan letak CG<span> </span>rucksack. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">“ Ide meletakkan beban berat sedekat mungkin dengan punggung adalah : me-minimalisir jarak antar CG (titik berat-center of grafity) tubuh kita dengan CG ransel<br />
kita. Kenapa? Karena dengan jarak yang minimum itu, maka momen yang terjadi<br />
ketika berjalan juga jadi minimum. Dampaknya; otot-otot yang harus bekerja<br />
ekstra adalah otot yang biasa dipake untuk menopang tubuh. Dan otot tidak terlalu lelah dipakai untuk menahan momen yang terjadi.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Dengan kalimat singkat: ranselnya gak gebal-gebol. Kalo total beratakan sama saja. Titik berat pria umumnya lebih diatas (katanya sih sekitar dada), kalo wanita lebih kebawah. Ini dipakai untuk `bahan jualan&#8217; beberapa produsen ransel dengan mengeluarkan seri Ladies. Kalo gak salah bedanya adalah di ukuran hip belt dan ruang ransel bagian bawah lebih besar. Idenya ya itu tadi; menurunkan letak CG.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: black;">Ergonomis lain yang diperhatikan adalah kurva punggung. Untuk yang satu ini, saya cukup kesal karena ransel eiger yang baru saya beli, saya pake ke rinjani naik turun, dan pas nyampe rumah baru tahu kalau internal framenya belum dibentuk alias masih lurus. Pantesan rasanya gak karuan. dan sampe sekarang belum dapet bentuk kurva yang pas”.</span><br />
</em><em><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"><span>&#8230;.Puguh Imanto</span></span></em><!--[if supportFields]><i<br />
style=&#039;mso-bidi-font-style:normal&#039;><span style="&#039;font-size:10.0pt;font-family:<br" mce_style="&#039;font-size:10.0pt;font-family:<br" /> Arial&#039;><span style="&#039;mso-element:field-end&#039;" mce_style="&#039;mso-element:field-end&#039;"></span></span></i><![endif]--><em><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"></p>
<p>Tapi beberapa pihak menganggap itu hanya strategi pemasaran penjual ransel. Letak CG rucksack adalah bergantung pada bagaimana kita packing barang (disini kita berasumsi yang paling berat ditaruh dibawah). Sedang jarak CG bodi bergantung pada bagaimana kita berjalan (</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">medan</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> yang dihadapi). Kalau kita nanjak, tubuh cenderung condong ke depan secara alamiah.</p>
<p><strong>Ukuran berapa literkah yang baik untuk perempuan? </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Untuk kapasitas bergantung dengan jenis hiking, </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">medan</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> dan juga kemampuan badan bawa<br />
ransel. Guidelines berdasar berat komponen backpack bisa dibuat kira2:</span></p>
<ul style="margin-top: 0cm;" type="disc">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">backpack 2kg </span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">2person tent 2.5kg </span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Sleeping bag 1kg </span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Hiking boots 1kg </span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Sleeping mat 650gr </span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Jacket dan celana 550gr </span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Makanan 900gr</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Air 2liter/2kg</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Enaknya kalau bisa sharing tenda atau alat masak maka beban bisa jadi lebih ringan. Ini semua kembali ke gimana cara packing. Untuk daypack berkisar 15-35 liter sedang yang segede gaban itu bisa jadi 85liter keatas. Ukuran yang dianjurkan adalah berkisar 1200-2400 m3inc atau 14-30liter. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: -0.35pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Peletakan matras dan sleeping bag itu lebih baik dimana ya?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: -0.35pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Matras karena ringan bisa ditaruh diatas kalau backpack ada strap disana, sedang sleeping bag ada yang ditaruh diluar atau didalam. Kalau didalam biasanya dipaling bawah. Ada kantung besar yang bisa dibuka dari samping tanpa perlu membongkar rucksack dari atas. Biasanya klo saya<span> </span>dicampur sepatu dan<br />
jacket. Sekali lagi ini bergantung dari desain dan kegunaan serta kebiasaan di lapangan. (*) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: -0.35pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"></p>
<p><!--[if !supportLineBreakNewLine]--></p>
<p><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: -0.35pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indobackpacker.com/2006/05/backpacker-equipment-tips-memilih-rucksack/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
