Sejarah Backpacker
By Santoso • Dec 13th, 2005 • Category: Rangkuman DiskusiBackpacker adalah derivat kata backpack. Akar katanya back dan pack.
Back, yang di-Indonesia-kan ‘belakang’, berasal dari kata Inggris kuno
baec.
Backpacker adalah derivat kata backpack. Akar katanya back dan pack.
Back, yang di-Indonesia-kan ‘belakang’, berasal dari kata Inggris kuno
baec.
Beberapa waktu lalu, seorang teman mengatakan “biaya perjalanan untuk
“ecotourism” sangat mahal, terlebih lokasinya yang berada di remote
area.
Padahal, dalam aktifitas Backpacker, ecotourism destination menjadi
tujuan Nomor wahid, terkadang Kota-kota hanya di jadikan tempat singgah.
Katakan Mataram menjadi starting point. Hari 1 (H-1) tiba di
Selaparang, ke terminal Sweta, cari bis ke Labuhan Lombok, nyebrang ke
Pototano, cari bis ke Sumbawa Besar dan bermalam di sana. H-2 memutari
Sumbawa Besar (ke istana Dalem Loka atau desa adat Tepal). Mau ke pulau
Moyo, tempat tetirah alm. Putri Diana? Silakan saja kalau bawa cashnya
sekoper! H-3 perjalanan [...]
DirgahayuTepat setahun lalu, posting pertama dari milis ini muncul di mailbox saya. Isinya pemberitahuan admin bahwa sebuah wadah bagi para pejalan telah dibidani. Memang baru setahun wadah bagi suara dari jalanan ini eksis. Ada duka, namun lebih banyak sukanya. Tercatat lebih dari 5 kali ‘partai’ BP membuat event pergi berombongan. Sementara secara sendiri-sendiri, penjelajahan yang [...]
Sapi karapan adalah sapi pilihan. Saling memacu kecepatan, bersaing menjadi yang terdepan. Dalam keunikan tradisi lomba, yang menang dan yang kalah sama bisa jadi juara. Keakraban tetap menyatu dalam wadah menjunjung tinggi nilai tradisi.
Lahan kering nan tandus menjadi tantangan untuk dihadapi.
muat 5-6 orang tapi tidak ada yang menempati. Usut punya usut ternyata di situ atapnya bocor hingga tempat duduknya basah. Karena sedang pusing kepala dan ingin duduk, aku lap tempat duduk tadi dengan tisu, akupun duduk dengan memakai payung. He…..he…… mana ada di dalam kereta memakai payung kalau bukan di KRD. Ada ibu-ibu didepanku yang [...]
Ferry terlama antara Bastiong (Ternate) - Bitung (1995). Waktu
tempuhnya 17 jam! Saya tertipu membeli tiket ekonomi A yang katanya
plus kamar. Kondisi badan saat itu agak flu sehingga maunya bisa
istirahat. Prakteknya kamar bisa diakses semua pemegang tiket. Sebagai
catatan, waktu tempuh 17 jam hanya dilampaui oleh jalur Waingapu -
Kupang dan Kalianget - Kangean.
Peristiwa paling menegangkan terjadi di [...]
Pendek kata, kereta di jaman republik tinggalah sisa-sisa, kereta tua yang selalu mengeluh. Seperti kata Leo Kristi kereta kita adalah ’kereta pagi berangkat siang hari.’ Dalam bahasa Iwan Fals, ’biasanya kereta terlambat 2 jam.’ Kendati begitu Leo tetap optimis. Di sebuah lagu lain ia bernostalgia, ’kereta melaju berlari, di atas kopor kuangkat kaki, serasa melayang [...]