[indobackpacker] Batik vs Motif Batik…

Soal Batik,
Positif nya adalah kita memili baju nasional dan perdebatan soal mana budaya indonesia terjawab sudah, tiap daerah memiliki cirikhas batik yang berbeda, dan ini sebenarnya peluang usaha
positif yang kedua adalah orang tidak malu pakai baju dengan motif batik terbukti walau tidak ada aturan tertulis mayoritas karyawan di tempatku bekerja menggunakan batik, dengan berbagai corak dan tipe,
negatif nya adalah perusahaan lebih memilih memphk karyawan dari pada memproduksi batik secara masal negatif yang kedua peluang ini di lirik oleh para pengusaha dari negeri china sehingga batik china (impor) membanjiri pasar karena harga murah, jadi bukan batik atau motif batik, karena yang di lihat adalah corak batik
salah satu customer terbesar di tempat aku bekerja adalah PT. LG Electronics dan setelah LG mulai merambah Pasar Domestic dan tidak lagi bergabung dengan astra Jumla produksi untuk export dan domestic hampir sama dan ini mengisyaratkan kalau pasar indonesia adalah pasar yang bagus , LG bisa survive ini sebuah inovasi
masalah nya apakah pengusaha kita melihat peluang ini dimana sebenarnya pasar domestic indonesia sangat bagus, budaya konsumtif masyarakat kita menjadi peluang bagi negara lain untuk berinvestasi dan berinvansi, sebagian product yang membanjir di indonesia adalah imbas dari resesi amerika dimana product yang gagal kirim ke Amerika masuk ke pasar asia termasuk indonesia.
mungkin banyak nya mall adalah satu isyarat bahwa perekonomian indonesia tak sesuram yang di perlihatkan di TV kecuali kalau orang sudah tak lagi pergi ke Mall untuk belanja

  • Share/Bookmark

Re:Strategi penjualan tiket penerbangan domestik

Kalau saya boleh beropini, saya kira kebijakan yang diterapkan rata-rata LCC pada dasarnya hanya dilandaskan logika bisnis dan hukum ekonomi semata.
Kursi penerbangan yang masih setahun ke depan kenapa harus dijual semurah mungkin? Bukankah masih ada waktu setahun untuk dijual?
Kursi penerbangan untuk 2 bulan s/d 6 bulan ke depan bukankah sebaiknya dijual agak murah supaya dapat menarik pembeli untuk segera memesan tiket, sehingga perencanaan pesawat, tenaga kerja, konsumsi dan sebagainya dapat dilakukan secara lebih baik?
Ketika waktu tersisa 2 minggu dan masih banyak kursi kosong yang belum terjual, bukankah seharusnya mulai panik dan mencoba menjual dengan harga semurah mungkin supaya penerbangan ybs tidak kosong melompong dan akhirnya nombok?
Kalau kursi penerbangan untuk 2 hari ke depan sudah terisi 90 - 95%, kenapa harus menjual murah sisa kursi yang 5 - 10%? Bukankah sebaiknya bersikap oportunis dengan menjual tinggi kepada pembeli yang sudah kepepet? Toh angka aman 90 - 95% sudah tercapai.
Kesimpulan yang saya dapatkan dari pengalaman pribadi memesan tiket pesawat LCC selama ini adalah tidak ada rumusan pasti untuk memastikan kita bakal mendapat harga murah atau mahal, tetapi biasanya peluang mendapatkan kursi murah akan lebih besar apabila kita memesan tiket untuk penerbangan 2 bulan s/d 6 bulan ke depan.
Untuk beberapa penerbangan tertentu seperti Lion Air dan Batavia Air, malah kebijakan yang diambil lebih berani lagi, yakni baru mulai menurunkan harga untuk penerbangan 1 bulan ke depan.
Kuncinya adalah rajin-rajinlah mengecek setiap saat. Kalau kurang puas dengan harga yang didapat, maka sebaiknya analisa sendiri apakah ada kemungkinan harga masih bisa turun dengan mempertimbangkan hal-hal berikut : 1. Apakah masa pemesanan tergolong peak season atau low season? Bulan Juni & Juli (libur sekolah), liburan Idul Fitri, liburan Natal & Tahun Baru, liburan Imlek dsb sudah pasti harga akan melonjak drastis. 2. Waktu penerbangan jam 9.00 s/d jam 14.00 biasanya pasti akan lebih mahal, jadi kalau mau mendapatkan harga yang lebih murah sebaiknya pilih jam penerbangan yang paling pagi atau di malam hari. 3. Hari penerbangan yang jatuh di akhir minggu pasti akan lebih mahal, jadi kalau mau mendapatkan harga yang lebih murah sebaiknya pilih hari penerbangan antara Selasa s/d Kamis.
Sekedar opini pribadi.
Djohan http://flashpackerindonesia.wordpress.com

  • Share/Bookmark

plang iklan truly Malay (Surat Cinta Kepad

Teman-teman,   setelah membaca postingan tema ini saya jadi tergelitik untuk ikut berkomentar. Intinya adalah “We Never Know What We Have Until We Lost It”   Wong jargonnya aja udh “Trully Asia”, jadi kan memang sudah sewajarnya to kalo kemudian strateginya adalah menyediakan semua ciri yg berbau Asia (termasuk Indonesia) kedalam industri pariwisatanya, “cukup ke Malaysia saja, maka anda akan serasa sudah mengunjungi seluruh Asia”. Saya memandangnya it’s just a bussines. Malaysia negara dengan sumber daya yg terbatas, dan mereka punya hak untuk mempertahankan ke-exist-an negaranya di mata dunia donk, salah satunya dengan pariwisata.   Dan saya setuju sekali bahwa ini adalah suatu cambukan bagi kita masyarakat Indonesia untuk introspeksi diri, bukan malah mengecam sana sini. Buang energi kalo malah mengkritik pemerintah yg kurang peduli dengan hal ini, kenapa kita tidak mulai dari diri sendiri, lalu sedikit demi sedikit menyebar ke komunitas sekitar.   Bisa jadi peluang nih buat IBP menjadi duta kebudayaan Indonesia, cie…..contoh’e…..sebelum melangkah backpacker ke luar negri, cobalah untuk menjelajah ke negri sendiri dulu dari sabang smp merauke, tapi mungkin keburu tua ya, kan negeri kita tercinta ini begitu luas dan takkan habis-habisnya untuk dikagumi, jadi mungkin bisa diganti dengan mempelajari dg dalam dulu apa saja sih yg Indonesia punya, sempatkan sehari 1 jam saja membaca/browsing mempelajari ttg budaya Indonesia. Lalu saat kita travelling keluar negri, tunjukkan dengan percaya diri “saya berkebangsaan Indonesia” tentunya dengan hal yg positif pastinya. Rencana bikin kaos dengan ciri Indonesia bisa jadi salah satu fasilitasnya, harus yang “eye-catching” mas……biar dilirik orang. Bilang ke teman backpacker dr negara lain “Visit Indonesia, unforgetable place!!” nah ceritain deh pengetahuan kita ttg Indonesia, recomended place hasil bacaan maupun pengalaman pribadi, kita ubah tujuan traveling bukan utk mendapatkan sesuatu semata, tapi juga ajang membagikan dan berbuat sesuatu untuk bangsa.   Jangan anggap sepele rasa bangga atas negri sendiri, bukan jadi bangsa yg besar dulu baru bangga, tapi bangga dulu baru jadi bangsa besar, dan Indonesia sudah menjadi bangsa yg besar sebenarnya, so…bukankah seharusnya kita lebih berbangga lagi. Malaysia aja sampai pengen buaanget punya wayang kulit sama batik parang rusak, berarti kan karena memang itu seni yang bagus sekali dimata mereka, Ya iya..lah…karya siapa dulu donk, leluhur Indonesia yg brilian. Nyanyinya aja sampe ‘rasa sayange’ sedangkan kita malah lebih hafal lagunya Rihanna (red: termasuk penulis)   Bagaimana orang lain mau kenal Indonesia kalau kita sendiri tidak kenal bangsa dan kekayaan sendiri.   nggak usah ribet pake hak paten deh, benar kata salah satu teman dalam milis ini, semua orang di dunia juga tahu barongsai itu kesenian China. Jadi kenapa tidak kita buat semua orang di dunia tahu bahwa wayang kulit, reog, batik, rumah gadang itu adalah ciri Indonesia”. Kalau sudah begitu nggak usah buru-buru ngurus hak paten lagi kan ?!   Jadi nanti saat ada lagi ulah Malaysia, dengan santai dan yakin kita bisa bilang “Semua orang di dunia juga tahu itu punya siapa…….ya punya INDONESIA lah….”   Salam,
CF. Ram Rosita

Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
[Non-text portions of this message have been removed]

  • Share/Bookmark

[indobackpacker] Kamera apa yang anda gunakan?

Ikutan nimbrung, Karena saya paling senang ke pantai dan saya juga bukan tipe miss apik, saya seneng banget waktu olympus ngeluarin seri waterproof mju. Selain bentuknya compact dan pas sama kantong saku celana, udah dilengkapin sama set2 guide automatis, yang bikin kita gak usah terlalu usaha untuk menghasilkan foto bagus (kayak waktu tahun baru saya mau foto kembang api,saya tinggal muter guide-nya ke firework udah deh dijamin ciamik,atau mau hasil panning tinggal puter guide ke sport,intinya oke lah untuk yg ilmu fotografinya gak canggih2 amat kayak saya) dan yang paling canggih bisa dibawa berenang di laut motret2 terumbu dan ikan, bahkan pengalaman nyebrang dari pantai trikora bintan ke pulau beralas yang perahu motornya kaya naik kuda rodeo, sementara yg lain ribet mengamankan barang elektroniknya saya bisa ngerekam video sambil cuek aja mau kena2 air laut yang nampar2 toh malemnya tinggal direndem di gayung berisi air kran selama 10menit udah seka2 dikit pake kaos, beres!

Selamat cek2
Y

  • Share/Bookmark

ujung genteng 24 -26 januari 2009

Terima kasih untuk rekan2 IBP atas trip ke ujung genteng 24 -26 januari 2009, untuk melengkapi trip terbaru ke ujung genteng dapat dilihat di : http://suryotomo.wordpress.com/2009/01/29/ujung-genteng-ibp-trip/ semoga dapat membantu rekan2 sekalian. Salam….

  • Share/Bookmark

[indobackpacker] Re:Strategi penjualan tiket penerbangan domestik

dear all, just wanna share aja, kebetulan karena pekerjaan musti sering pke domestic flight. jadi rajin mentengin website airlines :D   1. emang bener kudu rajin mentengin website2 klo mo dapet tiket murah..   2. selama ini sih dari probabillitas paling sering tiket murah keluar emang pas jauh2 hari kira2 2 minggu an dari hari H. kecuali udah jelas keliatan klo itu long weekend ato peak season, klo gini disarankan jangan ikut panik trus beli karena ada kemungkinan tiket bakal turun lagi deket2 hari nya (tp gak janji yah) pengalaman pribada nih gak cuma sekali duakali :P   3. perlu lebih sering cek harga lagi mulai 4-3 hari before date paling sering keluar tiket murah tuh…   4. take 1st or last flight yg pagi buta atau malem2 biasanya lebih murah tuh
Best Regards diTha

  • Share/Bookmark

Malaysia, my personal view.

Ey, mo ikut2an nimbrung soal caplok-mencaplok produk budaya ni. kira2 tahun lalu saya kerja di Malaysia, dan kebetulan rekan kerjanya kebanyakan keturunan India dan Cina. Dalam diskusi dan ngobrol-ngobrol informal, hampir semua rekan-rekan kerja tersebut mengaminkan kalo ada salah seorang yang berpendapat bahwa bumiputra (orang melayu) sulit diajak kerja sama, kurang bersemangat, kurang kerja keras, sirikan, dlsb. Saya pikir itu gejala umum suatu tempat yang banyak bangsa pendatangnya. Biasanya sebagai pendatang, daya dorong akan lebih kuat untuk bertahan hidup. Dan secara relatif, bangsa tuan rumah akan terlihat sebagai bangsa ongkang-ongkang kaki. Padahal mungkin belum tentu seperti itu.
Trus bulan Desember 2008, saya punya kesempatan untuk explor Malaysia dari sisi pariwisata dan alam. Na ini pandangan saya berdasarkan penglihatan mata saya, jadi pasti ini sangat subyektif. Tapi anyway, saya mau share juga. Klenteng-klenteng Cina dan India bertebaran di mana-mana. Toko-toko dan restoran yang keliatan sama mata saya, kebanyakan dimiliki oleh keturunan India & Cina. Supir-supir bis antar kota, kebanyakan didominasi oleh keturunan India. Pekerjaan2 di jalan tol (btw, jalan tol di malaysia menurut saya sangat T-O-P  B-G-T) kebanyakan dilaksanakan oleh keturunan India atau Bangladesh. Pekerja-pekerja di kebun sawit, hampir semua berkulit gelap (India atau Bangladesh). Terus terang, saya memang jarang liat orang-orang berkulit seperti saya di lapangan kerja luar ruangan. Pedagang-pedagang kain, kebanyakan didominasi keturunan India.  Pelayan-pelayan warung/restoran, biasanya orang Indonesia, Filipina, Myanmar, ada beberapa nemu orang Nepal dan Vietnam. Saya sampai bingung harus nyari ke mana bangsa Melayu yang seharusnya jadi host di negara itu. Akhirnya saya pikir mungkin mereka ngambil bidang kerja white collar kali ya, kerja di bank, perusahaan konsultan, dlsb. Dan karena saya ga punya kontak di perusahaan-perusahaan tersebut, ya udah, saya hanya memegang asumsi saya aja. 
Hal lain yang berkesan sama saya adalah tentang Penang. Pulau/kota ini diclaim menjadi Unesco World’s Heritage. Penasaran dong saya… sesampai saya di sana… yang saya temuin ga jauh beda dengan salah satu bagian Semarang (Jawa Tengah - maaf saya lupa nama khususnya) dan Jelambar & Glodok dsk (daerah di sekitar Jakarta Barat dan Utara). Bentuk bangunannya lebih kurang sama, joroknya sama, baunya sama, tata kotanya sama. Trus berdasarkan salah satu brosur pariwisata yang ada di tempat-tempat umum, keluaran bagian pariwisata negara tsb, disebutkan places of interest di Georgetown-Penang. Okedeh… saya mulai merambah. Di brosur disebutkan THe Famous Beaded Sandals “toko sepatu bermanik-manik yang dilakukan dengan tangan, sangat cantik, dimiliki oleh keluarga ‘dadaadada’ sejak bertahun-tahun”. Pas nyampe di sana, yang ada adalah sebuah kios kotor yang lebih tepat disebut sebagai bengkel kerja. Tidak ada display sepatu/sandal. Waktu saya tanya sama pemilik yang sekaligus pencipta - beliau kurang paham bahasa inggris, jadi saya pakai bahasa melayu sebisa saya - dia menunjukkan 2 pasang sandal yang sudah jadi. Saya bengong… kedua pasang tersebut kelihatan sangat generik, luarnya beludru warna hitam dengan lem kuning aica aibon meleleh-meleleh di sambungan solnya. Ada manik-maniknya sedikit berbentuk bunga-bunga dengan kombinasi warna yang sangat tidak mengundang mata saya. Waktu menunjukkan benda-benda ajaib itu, si engkoh pemilik juga tidak berusaha menerangkan kelebihan sandal-sandal tersebut (kalo emang ada). Saya langsung kebayang dengan kelom-kelom cantik buatan Tasikmalaya, terompah-terompah kayu yang dibatik dari Jawa. Aaahh…. waktu itu saya rasanya bangga banget dengan orang-orang Indonesia. Trus di brosur tersebut ada informasi lain tentang The Famous Coconut Tart, saya cari lagi tokonya. Tokonya seperti layaknya toko/warung2 kue tradisional Cina di Jelambar. Karena jalan kaki, saya kehausan. Saya tanya sama enci yang ngelayanin tentang minuman dingin, mereka ga punya “We just sell cookies”. Oke… saya beli deh si Famous Coconut Tart itu, 1 biji. Rasanya S-T-D alias standar aja. Saya pikir 2 item dari brosur ini dah berlebihan nih dalam ngiklan. Saya mau cek satu lagi. “Traditional Malaysian Crepes” si engkoh membuat kue itu di hadapan Anda bla bla bla…. Saya cari, nemu, ternyata kuenya seperti martabak mini, tapi isinya kelapa dan ketan item. Wah… Perjalanan saya di georgetown itu bener-bener jaw-dropping deh!!! Mulut ternganga karena saya bener-bener merasa ketipu dengan jor-jorannya mempromosikan Penang. Untung saya ga lama-lama di sana, kalo kelamaan, saya bisa kecewa berat.
Trus sambil duduk-duduk di cafe minum cappuchino (karena udah kecewa dengan ketradisionalan yang digembar-gemborkan, saya milih tempat bengong yang agak mengcafe sedikit). TIba-tiba kepikiran, mungkin Malaysia banyak nyaplok-nyaplok produk Indonesia, karena bangsa Melayunya memang bener-bener kelelep di sana, megap-megap dengan dominasi budaya Cina & India. Tempelah dipaten, Rasa Sayangelah dipaten. Yang mereka caplok rasa-rasanya produk-produk yang emang bukan produk bernuansa Cina atau India. Timbul rasa kasihan saya, mungkin itulah upaya pemerintah Malaysia untuk memberikan “kepribadian” pada bangsa tuan rumah yang hampir tergilas-lindas di tanahnya sendiri. Saya jadi mikir, mereka itu temen serumpun kita. Indonesia sangat kaya sekali dengan alam dan budaya. Mungkin ga sih kita menjadi the upper-hand kali ini untuk mereka, membantu mereka membentuk identitas kemelayuan mereka? Supaya ga dicaplok-caplok, ada baiknya justru kita yang berinisiatif “memberikan” sesuatu agar mereka “merasa” ada yang dimiliki. Yah kasarnya aja deh, orang yang nyaplok/nyuri biasanya kan karena merasa kekurangan - walau ada juga yang didasarkan ketamakan. Sepanjang sejarah nanti tentunya akan disebutkan produk budaya “dadadada” yang diberikan oleh rakyat Indonesia waktu tahun “dadaada” bagi Bangsa Malaysia telah membantu kebudayaan ini bangkit dari titik nadirnya. Produk yang diberikan ini telah membangkitkan kembali kebanggaan bangsa Malaysia bla bla bla bla…. Aaahh… andai aja bisa.
salam, venus _,_._,___

[Non-text portions of this message have been removed]

  • Share/Bookmark

[indobackpacker] Batik vs Motif Batik…

Jadi ingat pas dulu maen ke museum Ulen Sentalu Jogja, si mbak yang mengantar berkeliling menjelaskan ke saya setiap motif batik yang di pajang dalam salah satu ruangan disana. Apa arti setiap simbol yang tertulis di kain, latar belakang kenapa suatu motif tertentu bisa timbul, siapa yang punya ide atas suatu motif, dsb. Beberapa motif batik di museum itu persis seperti motif kain panjang batik milik nenek saya yang sering dipake buat ngegendong cucunya, dan baru saat itulah saya tahu kalau ternyata motif itu bercerita. Tapi jujur saja, punya nenek saya bukan asli batik tulis. Karena pasti dia nggak bakal rela kalo batik mahalnya kena ompol cucunya :D
Dan sekarang perajin batik tulis, pengusaha batik cap & juga pabrik kain lokal yang memproduksi motif batik justru lebih terpukul lagi, karena dimana-mana banyak beredar batik tekstil buatan China. Apalagi tren fashion belakangan ini mengedepankan motif batik, maka jadilah batik made in China laris manis. dengan harga super murahnya.

Jadi akang Puguh, selain pertanyaan baju loe itu batik atau sekedar ‘motif batik’, sekalian juga periksa bagian dalam kerahnya, ‘made in’ apa yang tertulis disana? :D

Imas

From: indobackpacker@yahoogroups.com [mailto:indobackpacker@yahoogroups.com] On Behalf Of puguh_imanto Sent: Saturday, January 31, 2009 10:44 AM To: indobackpacker@yahoogroups.com Subject: [indobackpacker] Batik vs Motif Batik…

Saat main ke Pasar BH Jogja (hush! Bring Hardjo) kemarin dulu, saya mengalami langsung betapa hebohnya pasar sandang yang menggunakan Motif Batik. Dari segi desain pakainan keren-keren. Motif dan warna sogan konservatif khas jogja solo hampir pasti putus populasinya dengan motif dan warna pesisiran.
Penggunaan motif batik yang menjangkau sejuta umat, menunjukkan bahwa penerimaan masyarakat terhadap batik sudah jauh lebih baik dibanding beberapa tahun yang lalu. (…hoek…poeh…cuih…kalimat birokrat banget ye…)
Tp ngemeng2; Apa sih Batik? Apakah setiap motif kruel2 lantas sahih disebut batik?
Entah bagaimana caranya, tapi kok rasanya perlahan mulai harus dipikirkan untuk membuat semacam pemisahan antara sandang “Motif Batik” dan “Batik”.
Istilah “Batik” baiknya jangan digunakan sebatas pada pengertian motif-motif kruel-kruel, tetapi harus mengacu pada proses pembuatannya yang unik; yaitu proses penghalangan warna menggunakan lilin saat proses pewarnaan. Dan kemudian akan ada klasifikasi apakah lilin-nya diaplikasikan ke kain menggunakan canting(Batik Tulis) atau menggunakan `stempel tembaga’(Batik Cap). Plus kreatifitas pembatik dalam menggunakan bahan pewarna alami ato buatan, dll… ergh… kalo anda punya kesempatan melihat proses pembuatan batik dari awal sampe akhir, anda akan setuju kalo pembuatan batik itu…makan hati.
Yah katakanlah bikin `pagar’ seperti nama minuman “Champagne” yang hanya boleh diberikan jika diproduksi dari anggur yang ditanam di daerah “Champagne”.
Para pengrajin batik tulis pernah terpukul ketika batik cap menguasai pasar. Kemudian pengusaha batik (tulis dan cap) pernah terpukul ketika pabrik kain memproduksi kain bermotif batik.
Critanya kalo `pasar sudah terdidik’(sehingga mau membayar lebih mahal) untuk bilang mana yang “Batik” dan mana yang “Sekedar Motif Batik”, harga jual “batik asli’ bakal lebih tinggi(karena kapasitas produksinya lebih kecil) dan para pengrajin batik bakal mendapat kelebihan pendapatan dan bersemangat meneruskan ketrampilan membatik.
Jadi, baju loe itu Batik ato `sekedar motif batik’? ;)
______________________________________________________________________________________________________________
Disclaimer : ______________________________________________________________________________________________________________
This message is intended for the lawful recipient(s) explicitly stated in above only. It may contain confidential information prohibited for any Unauthorized use by any party other than the lawful addressee. The message, information and statement expressed herein should also be legally privileged for the lawful recipient(s).
If you are not the intended recipient(s) or person responsible for delivering it to the intended recipient(s), you must therefore be notified not to copy, print, distribute or take any action in reliance on it, directly or indirectly. ______________________________________________________________________________________________________________ Please consider ENVIRONTMENT before PRINTING this email .
[Non-text portions of this message have been removed]

  • Share/Bookmark

[indobackpacker] Batik vs Motif Batik…

setuju mas, sekarang ini memang kita atau saya pribadi juga bingung, mana yang batik atau hanya sekedar motif batik,
saya sangat tertarik dengan batik beberapa tahun belakangan ini, khususnya t-shirt batik walapun tidak meninggalkan kemejanya,
banyak referensi yang saya dapatkan dari internet mengenai batik, hingga suatu waktu saya menemukan banyak corak batik yang dipakai oleh raja-raja mataram dulu yang saya sangat pengen mendapatkannya, tapi pasti harga dan kualitasnya saya udah mulai mengoleksi t-shirt batik untuk pakaian sehari-hari yang saya gunakan, tapi saya bingung : apa yang saya kumpulin ini benar t-shirt batik atau hanya sekedar t-shirt motif batik,
salam
Zul

  • Share/Bookmark

wayang Orang

Lokasi tepatnya kalau dari gunung sahari ada di sebelah kiri jalan, sebelum terminal pasar senen.Seberang SPBU “Sh*ll” Kayaknya kalau jalan dari atrium sih ngga terlalu jauh, cuman….hati-hati barang bawaan ya, kalau lewat pasar senen ^_^
2009/1/30 K ‘ G
> Dear Nicola and indobacpacker > > Thanks for info, Barusan saya teleconverse dengan Pak Yusuf, dan benar > bahwa pagelaran wayang orang di selenggarakan setiap hari Sabtu jam 20.15 > > kapasitas ruang 250 orang > > Tiket @ Rp. 20.000 dan Rp. 25.000 > > Bagaimana Berminat, ???? > > btw ada yang tahu lokasinya kah dari pasar senen sebelah mana ya, ? > kalau kumpul, kita bisa kumpul dulu di Atrium Senen, jam 19.00 > > Regards > K’G > > > > —– Original Message —– > *From:* Nicolla > *To:* Purwadi Teguh ; indobackpacker@yahoogroups.com > *Sent:* Friday, January 30, 2009 4:57 PM > *Subject:* Re: Bls: [indobackpacker] Re: wayang Orang > > Dear all > > Untuk tiket nonton bisa langsung disana. acaranya setiap hari sabtu jam > 20.15 > > Salam > > > —–Original Message—– > From: Purwadi Teguh > To: indobackpacker@yahoogroups.com > Date: Fri, 30 Jan 2009 11:07:13 +0700 > Subject: Re: Bls: [indobackpacker] Re: wayang Orang > > > Gedung Wayang Orang Bharata > > Jl. Kalilio - Pasar Senen Jakarta Pusat > > > > Undangan dapat diperoleh pada saat pementasan dan untuk informasi lebih > > lanjut dapat menghubungi Bp. Yunus di 08561211842 > > > > > > 2009/1/30 Aris <kunlun_it@yahoo.com.sg > > > > > > Sekedar Usul. Kalau tidak salah ada Gedung kesenian di Jakarta yang > > > menayangkan pertunjukan wayang Orang, > > > Gimana kalau IBP bikin acara “Nonton Bareng wayang Orang…” kang > > Giman, > > > Mba ida.. bisa cari tau tempatnya > > > Dan kapan? > > > Saya pernah lihat di TV, saya lihat penonton nya udah pada Lansia, > > gimana > > > kalau kita yang masih mudah ikutan Nonton Juga? > > > > > > Abis itu bisa sekalian Nonton Bareng Into the wild, kapan nih file > > mini > > > tayang di Bioskop? Saya lama banget nggak ke bioskop sejak tinggal di > > > ndeso. > > > > > > Salam > > > ARIS > > > > > > —–Original Message—– > > > From: indobackpacker@yahoogroups.com > > [mailto: > > > indobackpacker@yahoogroups.com 40yahoogroups.com>] > > > On Behalf Of Ambar Briastuti > > > Sent: 30 Januari 2009 6:25 > > > To: indobackpacker@yahoogroups.com 40yahoogroups.com> > > > Subject: Re: Bls: [indobackpacker] Re: plang iklan truly Malay (Surat > > Cinta > > > Kepada Kementrian Kebudayaan Malaysia) > > > > > > Yang kita perlukan adalah menentukan identitas itu. Banggalah dengan > > > ndangdut, congkekan, engklek, wayang, batik, dagadu, bekiak, etc. > > Tugas > > > kita > > > adalah membuatnya unik, mengenalkan ke orang Indonesia sendiri (ini > > yang > > > lebih berat sebenarnya) betapa cantiknya budaya kita. Tak cuma > > berkata, > > > tapi praktikkan. Tak kenal maka tak sayang. > > > > > > Salam, > > > Ambar > > > *mencoba menyimak wayang (alm) Ki Hadi Sugito > > > > > > “Apakah anda masih sering mendengarkan wayang kulit ?” > > > “Masih, di kampung saya malah ada kelompok gamelan dan wayang. > > Padahal di > > > Jawa saya ngga pernah pegang alat.” > > > > > > Send instant messages to your online friends > > > http://asia.messenger.yahoo.com > > > > > > > > > > > > > > — > > regards > > > > ipungmbuh SH > > http://www.ipungmbuh.co.cc > > urip kuwi sa jane mung mampir ngopi….*sruputt

  • Share/Bookmark

Next Page »