[indobackpacker] bangka belitung lagi

Pelabuhannya namanya Pangkal Balam, dari kota kurang dari 1 jam. Bisa mampir di Pasar Mambo (wisata kuliner) letaknya di tengah kota, ada beberapa warung makan disana, bisa mencoba: Selada Bangka, tekwan, model, mpek2, mie kuah dan es kacang merah. Ada warung ota2 (berbagai macam otak2) Santi depan BCA.
Salam

From: indobackpacker@yahoogroups.com [mailto:indobackpacker@yahoogroups.com] On Behalf Of twinkletwinklelittlestar1975 Sent: 30 April 2009 12:16 To: indobackpacker@yahoogroups.com Subject: [indobackpacker] bangka belitung lagi

all Pesawat saya tiba di bangka jam 10 dan jam 14 berangkat dari bangka ke belitung dgn kapal bahari express. ada yang bisa sharing, pelabuhannya dimana dan apa saja yang bisa dilakukan di bangka dengan waktu yang sangat sempit tersebut? apakah bisa rekomendasi pnginapan di belitung yang ada di pusat kota dan dimana bisa membeli cakien yang enak. 12 tahun lalu saya pernah beli yang luar biasa enaknya tapi uda lupa.. thank you

[Non-text portions of this message have been removed]

  • Share/Bookmark

[indobackpacker] Tanya ke Maya Bay dari Phi-Phi Island

Dear mas gege.. Awal april kmrn saya br sj mengunjungi phi2 island. Dan sy sempet k maya bay dg ikut tur. Ada 2 kategori tour, one day tour dan half day tour. Kmrn saya ambil yg half day tour (dr jam 9pg sampe jam 1). Tiket tour ini bisa dibeli di smua counter tour n travel yang ada di koh phi phi don.harga tiket u/ half day tour adalah THB 500/person.kl u/ one day tour mgkn lebih dr harga yg sy sebutkan.tour ini menggunakan long tail boat, semacam perahu tradisional org thailand. Tour ini kita diajak keliling koh phi phi leh yang salah satu tujuannya adalah maya bay. Persinggahan pertama adlh semacam laut dangkal, dsini kita dikasih waktu kira2 20menitan u/ brenang. Setelah itu tur berlanjut k spot u/ snorkling, dsini kita dkasih waktu skitar 40mntan u/ ber-snorkling ria. Oiya..kita jd bkl dikasih pnjm sepatu katak dan kacamata u/ snorklingnya.ini gratis, tmsk pelayanan tur.Setelah puas ber-snorkling kita diajak k spot berikutnya, yaitu maya bay. Dsini kita dksh waktu krg lbh satu jam u/ ,menikmati pemandangan maya bay.pantai dsini bersih,airnya jerniiih bgt.cm syangnya pas sy dsana lg sdikit crowded. Stelah dr maya bay, kita balik k koh phi phi don. Mnrt saya, sayang bgt kl sdh sampe koh phi phi leh tp ga smpt island hoping.krn mnrt saya pribadi, perjalanan pd saat island hoping tsb yg plg berkesan.pemandangannya bner2 menakjubkan. sy jg sempat ditawarin u/ island hoping sm penduduk lokal dg biaya THB 1500 U/ 2org.untungnya sy tidak lgsg meng-iyakan.krn beli dr tmpt tour tnyata jauh lebih murah. Mgkn harga yg mas gege sebutkan itu kl kita sewa long tail boat itu scara pribadi. Kl dsewa scr pribadi..kita bisa seenak2nya nentuin mau brenti di spot mana dan berlama2 di spot tsb. Semoga ini membantu..kl mau nanya lebih lanjut, japri aja k sy.sy akan dg senang hati sharing pngalaman =)
Rgrds, DWI
- original message - Subject: [indobackpacker] Tanya ke Maya Bay dari Phi-Phi Island From: Muhammad Anugrah Date: 30.04.2009 5:31 PM
Dear IBP-ers
Maaf mau tanya lagi, mudah2an berkenan menjawab…
Beberapa waktu lalu saya sudah bertanya tentang perjalanan saya dan beberapa teman saya ke Bangkok, Phuket dan Pattaya. Sekali lagi terima kasih atas jawaban2 yang masuk, baik japri maupun ke forum umum.
Sekarang saya ingin bertanya lagi kepada rekan2 IBP.
Ada sedikit perbedaan pendapat dengan rekan backpacking saya tentang Phi-Phi Island. Apakah cukup worthed dengan biaya THB 1500 (+/- Rp 550 rb) mengikuti tour island hopping di sekitar Phi-Phi island ini? Karena keinginan saya besar sekali untuk pergi ke Maya Bay dan melihat pantainya yang terkenal indah itu, maka saya pikir seharusnya kita harus melakukan dan mengikuti island hopping tour di Phi-Phi ini.
Sementara salah seorang rekan saya berpendapat bahwa sebaiknya kita laid down saja di Phi-Phi, sit back and relax tanpa melakukan apa2 sekalian recharge energi untuk melanjutkan aktifitas backpacking dalam itenerary kami di hari selanjutnya. Saya pikir cukup mubazir sudah sampai di Phi-Phi tapi tidak melakukan apa2.
Saya butuh pandangan rekan2 IBP tentang ini. Apakah worthed melakukan island hopping tour di Phi-Phi island ini dengan biaya THB 1500? Jika ya, apakah ada masukan dari rekan2 IBP tentang island hopping tour ini? Biaya paling murahnya berapa? Apakah ada cara lain untuk island hopping yang lebih murah? Sewa kapal/pompong sendiri? Atau jika hanya ingin ke Maya Bay saja apakah bisa? Bagaimana caranya?
Maaf banyak pertanyaan dan maaf lagi jika kurang berkenan,
Thanks and regards, gege

[Non-text portions of this message have been removed]

  • Share/Bookmark

[indobackpacker] Tanya ke Maya Bay dari Phi-Phi Island

Hi Gege,

Tahun lalu saya ke Maya Bay (di Phi Phi Lay) dari Phi Phi Don dengan sewa boat sendiri sehari penuh. Mereka patok harga THB 1,200 (untuk kami bertiga), sudah termasuk dengan biaya sewa perlengkapan snorkeling. Jadi rutenya bisa pilih sendiri tujuan pulau-pulau nya.
Untuk cari tau yg murah, kami tanya ke penjaga warnet di dekat “night market”, kalo ga salah CAT’S tour. Kemudian mereka yg mencarikan boatman nya. Memang perlu nego sih, tapi rata-rata memang segitu kisaran harganya. Kalau mau pake speedboat harganya THB 6,000 (untuk mereka yg mau diving di laut dalam dan melihat paus di Shark’s Point).

Menurut saya, Maya Bay lebih baik didatangi sebagai tujuan pertama pagi-pagi sekali, sebelum jam 9 atau sepuluh pagi. Dijamin masih dingin, dan belum banyak turis2 yg dateng, karena untuk paket Island Hopping biasanya Maya Bay itu urutan ke 3 setelah destinasi pantai-pantai lainnya.

Setelah dari Maya Bay barulah snorkeling dan mengunjungi pantai-pantai di sekitarnya. Menurut saya lebih baik explore pantai2 yg masih jarang dikunjungi di sekitar Phi Phi Lay, selain bagus buat foto-foto, kesannya seperti ada di pulau pribadi….

Selama 9 jam (dari jam 7-4 sore) kami bisa pergi ke 5 pantai (sebagian tidak ada namanya) dan snorkeling 2 kali.

OK, selamat jalan-jalan…

Salam,
Aria

  • Share/Bookmark

Tanya ke Maya Bay dari Phi-Phi Island

Dear IBP-ers
Maaf mau tanya lagi, mudah2an berkenan menjawab…
Beberapa waktu lalu saya sudah bertanya tentang perjalanan saya dan beberapa teman saya ke Bangkok, Phuket dan Pattaya. Sekali lagi terima kasih atas jawaban2 yang masuk, baik japri maupun ke forum umum.
Sekarang saya ingin bertanya lagi kepada rekan2 IBP.
Ada sedikit perbedaan pendapat dengan rekan backpacking saya tentang Phi-Phi Island. Apakah cukup worthed dengan biaya THB 1500 (+/- Rp 550 rb) mengikuti tour island hopping di sekitar Phi-Phi island ini? Karena keinginan saya besar sekali untuk pergi ke Maya Bay dan melihat pantainya yang terkenal indah itu, maka saya pikir seharusnya kita harus melakukan dan mengikuti island hopping tour di Phi-Phi ini.
Sementara salah seorang rekan saya berpendapat bahwa sebaiknya kita laid down saja di Phi-Phi, sit back and relax tanpa melakukan apa2 sekalian recharge energi untuk melanjutkan aktifitas backpacking dalam itenerary kami di hari selanjutnya. Saya pikir cukup mubazir sudah sampai di Phi-Phi tapi tidak melakukan apa2.
Saya butuh pandangan rekan2 IBP tentang ini. Apakah worthed melakukan island hopping tour di Phi-Phi island ini dengan biaya THB 1500? Jika ya, apakah ada masukan dari rekan2 IBP tentang island hopping tour ini? Biaya paling murahnya berapa? Apakah ada cara lain untuk island hopping yang lebih murah? Sewa kapal/pompong sendiri? Atau jika hanya ingin ke Maya Bay saja apakah bisa? Bagaimana caranya?
Maaf banyak pertanyaan dan maaf lagi jika kurang berkenan,
Thanks and regards, gege

[Non-text portions of this message have been removed]

  • Share/Bookmark

bangka belitung lagi

all Pesawat saya tiba di bangka jam 10 dan jam 14 berangkat dari bangka ke belitung dgn kapal bahari express. ada yang bisa sharing, pelabuhannya dimana dan apa saja yang bisa dilakukan di bangka dengan waktu yang sangat sempit tersebut? apakah bisa rekomendasi pnginapan di belitung yang ada di pusat kota dan dimana bisa membeli cakien yang enak. 12 tahun lalu saya pernah beli yang luar biasa enaknya tapi uda lupa.. thank you

  • Share/Bookmark

Ajakan Backpackeran ke Thailand (or somewhere)

Guys
Salam kenal, kalo ada yang mau backpackeran ke Thailand atau negara lain ( selain Malaysia dan Singapur sekitar bulan Agustus ( 5 hari ) mau dung ikutan :), tks
Iyok
Sent from my BlackBerry

  • Share/Bookmark

Salam perkenalan..

Salam! Teman2 Indobackpacker..
perkenalkan, nama saya Wisnu S. Dewobroto.. Saya tinggal di jakarta, namun aktifitas di Cikarang..
Selain traveling ala backpacker.. hobi saya lainnya adalah mengajar mahasiswa alias dosen di Trisakti Ekonomi, T. Industri dan Sekolah tinggi Pariwisata.. Sedangkan di YAI saya mengajar di T. Industri..
Sekarang saya jg masih bersekolah di S3 Service management..
Insya Allah, akhir taun saya ingin backpacking ke Eropa,.. Mudah2an di milis ini saya bisa mendapatkan banyak masukan dr teman2..
Salam,
Wisnu Sakti Dewobroto wisnu.s@gmail.com | tumplegblog.com fotografiponsel.com | samikuring.com ym | godinuser

  • Share/Bookmark

Adu Cepat, Karapan Sapi..

Adu Cepat, Karapan Sapi Madura. Untuk melihat artikel lengkap, foto kecepatan dan kerasnya persaingan karapan sapi. silahkan klik.. http://alambudaya.blogspot.com/2009/04/adu-cepat-karapan-sapi.html Karapan sapi yang merupakan perlombaan pacuan sapi yang berasal dari Madura Jawa Timur, bagi kebanyakan masyarakat Madura karapan sapi tidak hanya sebuah pesta rakyat atau acara yang diselenggarakan tiap tahun yang diwarisi secara turun temurun. Tetapi karapan sapi bagi masyarakat Madura adalah bentuk symbol prestise yang dapat mengangkat harkat dan martabat masyarakat Madura, karena sapi yang digunakan untuk pertandingan merupakan sapi sapi yang berkualitas sangat baik tentu dengan perlakuan yang istimewa pula.
Pulau Madura tidak hanya dikenal sebagai penghasil garam, tetapi juga penghasil sapi sapi pacuan yang berkualitas sangat baik. Tidak jarang sang pemilik sapi mempersiapkan sapi pacuannya dengan memberikan pijatan khusus dan makanan tidak kurang dari 80 butir telur setiap harinya, agar stamina dan kekuatan sapi sapi tersebut terjaga. Bahkan perlakuan istimewa sapi sapi tersebut dibeberapa rumah terlihat ada yang menghiasi garasi bukan kendaraan mobil tetapi malah sapi tersebut yang berada digarasi rumah. Maklum saja karena untuk sapi yang memenangkan pertandingan dapat mencapai harga Rp 75juta per ekornya.
Dalam perayaan karapan sapi ini, harga diri para pemilik sapi dipertaruhkan. Kalau mereka dapat memenangkan pertandingan, selain hadiah uang didapat biasanya hadiah dari pertaruhan juga mereka dapatkan. Kalau merkea kalah dalam pertandingan ini, harga diri pemilik jatuh dan mereka habis uang yang tidak sedikit untuk karapan sapi ini. Karena perawatan sapi – sapi sebelum pertandingan mahal, dan biasanya mereka menyewa dukun agar menjaga sapinya selamat dari serangan jampi2 musuh mereka.
Perayaan besar karapan sapi ini diadakan 1x dalam setahun, tetapi untuk menuju final harus memenuhi beberapa tahapan terlebih dahulu. Ada dua macam perayaan karapan sapi dimadura, yang pertama adalah Presiden Cup dan Bupati Cup. Untuk Bupati cup biasanya diadakan 2x dalam setahun, para pemenang dari bupati cup ini biasanya akan melanjutkan pertandingannya ke Presiden cup, untuk para fotografer momen yang bagus adalah pada saat bupati cup. Karena bupati cup biasanya diadakan dipinggiran kota, garis pembatas hanya terbuat dari anyaman bamboo yang membuat acara ini semakin tradisional, tetapi faktor keamanan karapan sapi Bupati Cup ini sangat kurang jadi berhati hatilah pada saat mengambil momen foto. Yang meriah setelah bupati cup adalah Presiden Cup, acara ini sangat meriah dan ramai. Karena sebagian besar yang mengikuti Presiden Cup ini biasanya adalah para pemenang di Bupati Cup, acara besar ini diselenggarakan dikota bangkalan dan perayaannya antara bulan September atau oktober.
Dalam even karapan sapi para penonton tidak hanya disuguhi adu cepat sapi dan ketangkasan para jokinya, tetapi sebelum memulai para pemilik biasanya melakukan ritual arak-arakan sapi disekelilingi pacuan disertai alat musik seronen perpaduan alat musik khas Madura sehingga membuat acara ini menjadi semakin meriah.
Panjang rute lintasan karapan sapi tersebut antara 180 sampai dengan 200 meter, yang dapat ditempuh dalam waktu 14 sd 18 detik. Tentu sangat cepat kecepatan sapi – sapi tersebut, selain kelihaian joki terkadang bamboo yang digunakan untuk menginjak sang joki melayang diudara karena cepatnya kecepatan sapi sapi tersebut. Untuk memperoleh dan menambah kecepatan laju sapi tersebut sang joki, pangkal ekor sapi dipasangi sabuk yang terdapat penuh paku yang tajam dan sang joki melecutkan cambuknya yang juga diberi duri tajam kearah bokong sapi. Tentu saja luka ini akan membuat sapi berlari lebih kencang, tetapi juga menimbulkan luka disekitar pantat sapi. Setelah bertanding sapi tersebut diberikan beberapa waktu agar luka itu sembuh, tetapi sapi yang dipertandingan dikarapan ini hanya 2 sampai dengan 3 x saja diberikan pertandingan dan tidak boleh lebih.
Jarak pemenang terkadang selisih sangat tipis, bahkan tidak jarang hanya berjarak 1 sd 2 detik saja, dan hal ini terkadang membuat pihak yang kalah memprotes. Tetapi mereka diberikan kesempatan untuk bertanding lagi dengan yang kalah, dan saat yang membahagiakan bagi para pemenang. Selain mendapat hadiah, biasanya hadiah taruhan jg mereka dapatkan. Selain harga sapi pemenang dapat membumbung tinggi harganya.
Karapan Sapi dimadura merupakan pagelaran yang sangat unik, selain sudah diwarisi secara turun menurun tradisi ini juga terjaga sampai sekarang. Even ini dijadikan sebagai even pariwisata di Indonesia, dan tidak hanya turis local dari mancanegara pun banyak yang menyaksikan karapan sapi ini. Semoga kedepannya semakin meriah dan ajang taruhan yang menghiasi karapan sapi tersebut bisa hilang. Kalau anda mampir ke Surabaya, tidak ada salahnya melihat jadwal dan menonton karapan sapi tersebut.
Photo & Text by Barry Kusuma www.barrykusuma.com Untuk melihat artikel lengkap, foto kecepatan dan kerasnya persaingan karapan sapi. silahkan klik.. http://alambudaya.blogspot.com/2009/04/adu-cepat-karapan-sapi.html
[Non-text portions of this message have been removed]

  • Share/Bookmark

Cerita Tentang Tangkuban Parahu

Teman2 numpang berbagi cerita perjalanan kami ke Tangkuban ya :) Menyaksikan Jejak Sangkuriang
Sabtu, 25 April 2009 aku dan adinda pergi menuju Bandung. Hah… jalan2 lagi ?? seperti itu kira2 komentar dari teman2 kami. Memang bulan Maret dan April ini kami full “bertamasya”, untuk menghabiskan sisa cuti yang akan hangus di segera, dan pilihan “tamasya” kami berikutnya tertuju pada Gn Tangkuban Parahu.
Setelah mengumpulkan cerita2 perjalanan dari teman2 Indobackpacker, kami putuskan menuju Bandung pada tanggal 25 April 2009. Dua hari sebelumnya kami sudah membeli tiket kereta Parahyangan kelas bisnis di St. Gambir seharga 30 ribu rupiah / orang, dengan waktu keberangkatan pukul 05.15. Dan hari itu pun tiba..
Sabtu pukul 04.00 dini hari, aku tiba di kediaman adinda. Setelah menyiapkan barang2 yang akan dbawa kami menuju St. Gambir. Karena terlalu sibuk susun menyusun barang, tanpa disadari waktu sudah menunjukkan pukul 04.45 dan kami masih berada di daerah Grogol. Dengan berjalan terburu2 kami menuju terminal Grogol berharap ada taxi yang yang menunggu kami, seolah2 mereka tahu bahwa kami akan datang :p
Belum sempat kami belok menuju terminal Grogol untuk mencari taxi, kendaraan yang akan mengantar kami tiba2 melintas di depan… kendaraan itu bernama bajaj hahaha….
Setelah melakukan negosiasi dengan bapak supir yang sekaligus owner dari bajaj tersebut, kami berangkat menuju St. Gambir dengan ongkos 20 ribu rupiah. Perjalanan di dalam bajajpun tidak kalah seru. Karena masih subuh, bajaj tersebut bebas bermanufer layaknya Valentino Rossi di lintasan F1.. Terlempar ke kiri, ke kanan, dan perasaan yang sepertinya akan terguling bersama bajaj kami nikmati dengan tertawa cemas…. dan pukul 04.53 kami tiba di St. Gambir…. Cuma 8 menit dari Grogol ke St. Gambir ???? ckckck… bapak tersebut benar2 pembalap bajaj racing sejati, aku saja ga pernah mencetak rekor secepat itu walau pakai motor sekalipun… hahahaha
Pukul 05.30 kereta yang kami tumpangi berangkat, yang seharusnya dijadwalkan pukul 05.15. Karena masih mengantuk, perjalanan kami diwarnai dengan suara dengkuran dan sesekali melihat pemandangan di luar kereta… dan pukul 08.30 kami tiba St. Hall Bandung.
Setelah membeli tiket untuk pulang lagi ke Jakarta pada hari Minggu, 26 April 2009 ( Parahyangan Bisnis 30 ribu rupiah / orang ) kami langsung menuju Lembang dengan menaiki mobil colt berwarna coklat jurusan St. Hall - Lembang seharga 6 ribu rupiah / orang. Perjalanan menuju Lembang +/- 1 jam 20 menit. Menurut cerita teman2 yang sudah pernah ke Gn. Tangkuban Parahu kami harus turun di simpang Lembang jika mau ke Cikole, akhirnya sepanjang perjalanan kami mulai mencari-cari, mengamati tiap detil perjalanan karena takut terlewat ( maklum selama ini kami berdua tau beres aja hehehe… ). Akhirnya setelah melewati subterminal Ledeng dan Pasar Lembang, kami turun di pertigaan dengan taman kecil ditengahnya dan berharap tempat kami turun adalah simpang Lembang yang dimaksud, ternyata benar… :D Di simpang Lembang, kami langsung disambut dengan supir angkot jurusan Cikole. Dengan baik hati si aa supir mau mengantarkan kami ke gerbang Gn. Tangkuban Parahu. Untuk dapat masuk melewati gerbang Gn. Tangkuban Parahu, pengunjung dikenakan biaya tiket masuk sebesar 12.500 rupiah / orang.
Karena jarak dari gerbang Gn. Tangkuban Parahu menuju kawah Tangkuban Parahu masih +/- 7 km lagi dan tidak ada kendaraan yang menuju kesana ( katanya ), si aa supir menawarkan jasanya untuk mengantarkan kami menuju kawah Tangkuban Parahu . Setelah hitung2, kami cukup membayar ongkos sebesar 30 ribu rupiah / orang sudah termasuk ongkos dari simpang Lembang - Cikole ; tiket masuk Gn. Tangkuban Parahu ; dan ongkos dari gerbang menuju kawah Tangkuban Parahu. Mahal mungkin ya, tapi selama masih masuk akal dan tidak terlalu mengada2 kami maklumi saja :) Dari simpang Lembang menuju kawah Tangkuban Parahu memakan waktu selama +/- 30 menit, dan pukul 11.00 kami tiba di kawah pertama, kawah Tangkuban Parahu. Setelah selama 30 menitan kami sibuk mengabadikan objek di kawah Tangkuban Parahu, kami beristirahat sejenak, membuka ransum yang sudah disiapkan dari rumah.
Selesai menyantap nikmatnya nasi goreng sosis buatan adinda, kami lanjutkan perjalanan menuju Cikahuripan. Konon warga sekitar menyebutnya sebagai Goa dan Air Keramat. Goa yang dimaksud kalau bisa dibilang bukan seperti Goa pada umumnya, tetapi seperti tempat istirahat atau tempat bersembunyi ( bunker ) dari aktifitas Gn. Tangkuban Parahu.
Dari cerita disana, entah benar atau tidak, Goa tersebut yang dibangun pada bulan Agustus 1937 dahulu merupakan tempat bagi orang Belanda melakukan pemantauan aktifitas Gn. Tangkuban Parahu. Karena sudah tidak pernah ditempati lagi, penduduk sekitar mulai berhalusinasi dan mengait2kan tempat tersebut sebagai tempat keramat. Untuk bisa masuk ke dalam Goa Keramat Cikahuripan, pengunjung cukup membayar sebesar 500 rupiah / orang dan akan dipinjamkan obor oleh petugas disana.
Target berikutnya adalah kawah Upas. Menyusuri jalan2 setapak yang sudah disusun rapih oleh pengelola TN Gn. Tangkuban Parahu kami tiba di kawah berikutnya, kawah Upas. Kawah tersebut berada di sebelah kawah Tangkuban Parahu dengan hamparan tanah berpasir yang luas. Di kawah Upas, pengunjung dapat turun untuk menikmati kawah lebih dekat, atau bermain dengan air kawah tersebut. Tetapi dharus melewati tebing curang yang tidak terlalu tinggi. Di hamparan tanah sekitar kawah tersebut juga banyak pengunjung yang menyusun batu2an besar menjadi nama2 mereka, sehingga terlihat dari atas kawah.
Ada satu jalur yang rasanya sangat menggoda di dekat kawah Upas. Jalur berbatu yang menanjak hingga tertutup kabut, mungkin itu jalur menuju puncak Gn. Tangkuban Parahu. Tapi kami tidak menuju kesana karena tidak adanya persiapan sebelumnya, dan cuaca yang sewaktu2 dapat berubah. Perjalanan kami lanjutkan kembali, dari kawah Upas kami kembali lagi menuju kawah Tangkuban Parahu untuk menuju ke kawah Domas.
Jarak dari kawah Tangkuban Parahu menuju kawah Domas +/- 1,2 km dengan jalan yang menurun. Jalan menuju kawah Domas sangat sepi, mungkin orang malas jika harus naik lagi, menanjak sejauh 1,2 km menuju tempat parkir hahaha…
Kawah Domas memiliki sumber air panas yang suhunya mencapai 100 derajat C sehingga bisa digunakan untuk merebus telur hanya dalam waktu 10 menit saja. Karena penasaran, kami membeli telur mentah di kios2 dekat kawah Domas dengan harga 2.500 rupiah / butir ( mahal ? ). Telur tersebut kami benamkan pelan2 di dalam kawah Domas, dan ternaya benar… ! Telur tersebut matang dan bau amisnya hilang sama sekali hahahaha….
Setelah mencicipi telur rebus made in kawah Domas dan merendamkan kaki di salah satu kolam air panas untuk menghilangkan pegal2 selama perjalanan, pukul 16.30 kami meninggalkan kawah tersebut. Karena tidak mau melewati jalur yang sama ketika kami datang, kami memilih jalur alternatif lain yang langsung menuju terminal Gn. Tangkuban Parahu. Namun sayang, jalur tersebut tidak dilengkapi dengan petunjuk arah. Ada beberapa jalur yang bercabang, sehingga membuat kami kebingungan. Dengan bermodal sedikit ilmu SAR yang kami dapat dari film2 MacGyver ( emang ada ya ? hehehe… ) kami coba membaca jejak kaki orang2 yang melintas.. dan untungnya benar :p
Pukul 17.30 kami tiba di jalan raya, dengan pemandangan kebun teh milik PTPN VIII di sebelah kiri jalan. Tapi lho qo…. jalannya beda dengan waktu kami datang ???? Ternyata kami tembus di jalan menuju Ciater hahahaha…… Lapar, haus dan dingin mulai terasa dan kami obati dengan menyantap jagung rebus dan teh manis panas disana hmmm…. Setelah badan terasa hangat, kamipun menuju Bandung kembali untuk bermalam di Dago dan menikmati kota Bandung di esok harinya.
Terima kasih buat teman2 Indobackpacker yang telah berbagi informasinya…
foto2 dapat dilihat di : http://ferdixn.multiply.com/photos/album/12/Tangkuban_Parahu_Vacation_04.2009
Thanks
Regards, Ferdi ferdixn.multiply.com

  • Share/Bookmark

[indobackpacker] info tentang brastagi, tongging dan pulau samosir

Nambahin info soal Brastagi, tongging dan samosir nih…… Horas bang Zul, karena mau ke Medan, makanya harus pake logat medan, hehehehehe…… Denger abang awak mau ke Medan, seneng rasanya hatiku nih, walau tdk sempurna, sya mau coba share infonya :
1. Perjalanan dari Bandara Polonia Medan ke Brastagi dengan mobil pribadi, makan waktu sedikitnya 2jam, kalo pas liburan bisa tambah lama,alias macet. Kalo abang rencana naik angkutan umum, banyak bus kecil (semacam L300) dengan rute Medan Brstagi, antara lain : borneo, sinabung jaya, dll. Mereka standby di daerah simpang pos (30menit naik betor alias becak motor, atau 20menit naik taksi dr bandara), ongkos Medan-Brastagi +/- 30rb (sya kurang jelas soalnya blm pernah, referansi sya cuma denger dari teman2). Rutenya berliku2, tapi fun soalnya pemandangannya bagus. dalam perjalanan ke Brastagi, byk objek wisata yg bisa disinggahi, antara lain : Sembahe (permandian di sungai), sidebu-debu (permandian air panas), Hillpark (semacam ancol), Tahura (Taman Hutan Rakyat), dan mikie holiday (resort hotel + fun world), hiking di gunung sibayak dan sinabung, petik buah stoberi sendiri, dll… Sampai di Brastagi, kalo mau nginap banyak hotel & penginapan dari yang mahal sampai yang murah meriah, seperti : Mikie Holiday, Hotel Mutiara, Hotel Sinabung, Hotel Sibayak, dll. Kalo mau lanjut ke Tongging, silahkan………..   2. Perjalanan dari Brastagi ke Tongging makan waktu 3jam ke arah kota Kaban Jahe. Pemandangan selama perjalanan lumayan bagus, asri sekali, banyak kebun jeruk dan kebun Markisa, ada juga yg jualan buah jeruknya dipinggir jalan hasil dari kebun sendiri, ada juga yg bisa kita petik langsung ke pohonnnya, seru kan….(kalo lagi musim lho….). Sampai di daerah simpang merek kalo mau ke tongging ambil arah kiri lalu tdk jauh dari simpang merek itu, ada jalan ke kanan (ada tandanya air terjun sipiso piso) masuk kesana lalu ikutin jalan terus saja, nanti ketemu pos retribusi, bayar karcis masuk kesana (ga mahal koq). setelah bayar retribusi, jalan bercabang, ke kiri dan lurus. Kalo lurus kita akan menjumpai air terjun sipiso-piso, ada tempat parkir mobil disana. Dari tempat parkir tsb sampai ke air terjunnya jaraknya adlh 1km, jadi kalo pp sejauh 2km, tapi seger bang coba deh, harus dicoba udaranya dingin, dan airnya juga sueger. bawa baju ganti saran sya, karena pasti basah karena air terjunnya ataupun hujan yg hampir tiap hari turun. Kalo ke kiri setelah dari pos retribusi tadi, ini baru mantabh, jalan tersebut mengarah ke desa Tongging yg terletak dipinggiran Danau Toba. Selama perjalanan turun, abang disajikan pemandangan kya di pelem lord of the ring, gunung batu yg ditumbuhi kayu pinus, asri, hijau, tunggu menjulang, wah pokoknya subhanaallah lah bang…….wajib foto disana. waktu tempuh dari simpang pos retribusi diatas tadi sampai ke desa Tongging dibawah sekitar 20menit, tapi jgn cepet2 bang, nikmati pemandangan selama turun ke Tongging, jalannya berliku2, jadi hati2 terutama bila hujan, tapi pemandangannya fantastic !!!!! Di tongging jgn lupa mkn ikan bakar khas daerah sana yg diternak pake keramba di danau toba, kalo mau nginap juga ada hotel (cuma 1 hotel dsana) lmyn koq….. Ada satu resort baru yg wajib dikunjungi (menurut sya) yg dimiliki oleh investor dari S’pore bekerjasama dengan pemilik Hotel sibayak di Medan, namanya TAMAN SIMALEM RESORT, “The pearl of lake toba” bagus banget bang, sumpah dah…!!!! resort ini rencananya menjadi mega proyek investor s’pore di Medan, sekarang masih dalam pengerjaan namun sdh banyak yg beres, rencana pembangunan selesai di tahun 2010. Disana akan dibangun hotel, theme park, cafe, agrowisata, villa, cafe, golf course, klenteng/vihara, paralayang, cable car across the resort dan yg bikin hebat semuanya menghadap ke danau toba…subhanaallah bagusnya danau toba dilihat dari resort ini bang !!!! lokasinya : dari daerah simpang merek yg sya sebutkan barusan, jgn ambil arah kiri ke tongging, ambil yg lurus ke arah Sidikalang, sekitar 45menit dari simpang tersebut ada tugu besar “TAMAN SIMALEM RESORT” letaknya disebelah kiri jalan, masuk kesana bang. Ada biaya masuk sebesar +/- 100rb (per 1 mobil) tapi worthed bang. (kalo bisa masuknya agak pagian trs kliling2 disana sampe puas)   3. Dari Tongging bila ingin ke P.Samosir ambil ke arah sidikalang, lalu masuk ke pangururan, setelah lewat jembatan pangururan, baru deh sampai di P.Samosir. disana banyak resort yg bisa dikunjungi seperti Tomok dan Tuk tuk, hotel juga banyak, ada carolina, Toledo Inn, dll. Byk rumah adat batak disana, pokoknya fun to walk around Samosir. untuk pulangnya abang bisa lewat tuk-tuk, nyebrang dengan feri ke ajibata, lalu kembali ke medan via pematang siantar. Jadwal feri penyebrangan dari samosir ke ajibata 2xsehari pagi dan sore (untuk lebih pasti, tolong dicek langsung ke pos penyebrangannya sekalian beli tiket).   itu dulu info dari sya, semoga bisa membantu, jika ingin mendapatkan kesan yg indah dari perjalanan ke medan, coba direncanakan perjalanannya semaksimal mungkin terutama dengan jarak yg agak jauh antara 1 tempat ke tempat lain. Saran sya, cari flight paling pagi dr Jkt/dr manapun shg bs sampai di medan pagi hari, terus langsung ke brastagi, lihat2 sebentar terus langsung ke Taman Simalem Resorst, setelah itu ke Tongging, bermalan disana. Besok paginya setelah berkeliling tongging dan sipiso-piso lanjut perjalanan ke P. Samosir dan bermalam di Samosir. hari kedua selamat berkeliling di P.Samosir bang, kalau mau extend 1 malam disana bisa, kalo mau langsung balik ke medan jg bisa naik feri yg nyebrang sore dr samosir ke pelabuhan ajibata di parapat, lanjut perjalanan sampai ke medan (kira2 5jam), hari ketiga baru deh sight seeing kota Medan. Semoga berkesan bang !!!     Salam, ito      

  • Share/Bookmark

Next Page »