[indobackpacker] Wisata ke Semarang


Warning: htmlspecialchars_decode() expects parameter 1 to be string, NULL given in /hsphere/local/home/odesya/indobackpacker.com/milisarchive/wp-includes/compat.php on line 113

Dear Gathi,
Kalau di Semarang kota pemandangan alamnya kurang ok, tp kalau wisata budaya ngga kalah dengan kota budaya lainnya.
Coba tengok daerah kota tua di sekitar stasiun Tawang. Di sana banyak bangunan peninggalan belanda.
Beberapa bangunan arsitektur yang wajib dikunjungi sbb : A. Stasiun Tawang itu sendiri adalah bangunan belanda yang masih terawat sampai sekarang B. Keluar dari Stasiun Tawang ada polder (bangunan baru) kalau malam cantik, jam 6 – 7 bisa keliling naik becak ke sekitar kawasan kota tua itu C. Gereja Blenduk atau saat ini masih dipakai sebagai Gereja GPIB Immanuel, di Jln. Letjend Suprapto 32. Dari luar sudah unik,karena kubahnya yang berbentuk seperti blenduk. Ada orgel Barok di dalam gereja. Berkunjung hari minggu setelah selesai ibadat. D. Kelenteng Sam Poo Kong atau Kelenteng Gedong Batu : keindahan kelenteng ini gosipnya sampai menarik hati aktor Jet Lii dan Jacky Chan. Sangat bagus untuk berburu foto maupun beribadah. Di Jl. Simongan 129, Bongsari Smg Selatan. Tlp 024-7605277. Telp dulu sebelum datang dan tanya jam besuknya – supaya bisa masuk sampai dalam dan lihat lukisan timbul di dinding yg bagus banget. E. Puri Maerokoco : seperti TMII tapi lebih fokus tentang budaya Jawa Tengah. Letak di PRPP di daerah Puri Anjasmoro. F. Candi Gedong Songo : Ada 9 candi yang tersebar di lereng gunung Ungaran. Letaknya 45 km dari kota Semarang. Letaknya di Desa Candi di Ungaran. Bisa ambil bus jurusan ambarawa atau ungaran. Sejuk tempatnya. Kalau memang capek jalan kaki ke candi2 tersebut bisa nyewa kuda. G. Kalau mau lihat Masjid peninggalan Sunan Kalijaga bisa berkunjung ke Demak. Unik banget.
Oh yah kalau mau lihat foto2nya bisa lihat di wikipedia dulu.
Semoga membantu yah.. Jangan lupa lewatkan makan lunpia, nasi ayam, dan beli oleh2 Bandeng Presto dan Wingko Babat khas Semarang..
Have a nice trippp…
Salam..
Linda Sent from my BlackBerry

  • Share/Bookmark

Tanya tentang Disneyland Hongkong

Halo,   Ada yang pernah ke Disneyland Hongkong ? Dengan tiket yang lumayan mahal menurut aku :) apa Disneyland Hongkong memang bagus banget? Bagi pengalamannya dong.     Thanks,   Debby

  • Share/Bookmark

[indobackpacker] raja ampat… need advice… please…

Sama dg temen2 yg lain, saran saya mah mending naik pesawat. Emang mahal sih tp jauh lbh efisien dr segi wkt. Saya Feb 08 ke sana naik Merpati. Jkt, transit di makasar sktr sejam, trus lanjut ke Sorong, +/- 1,5 – 2 jam deh. Harga tiket pp kalo ga salah inget 3,5jt.
Mgkn kalo dah sampe Sorong baru ngeteng2 kali ya ke raja ampatnya. Atau saya denger kalo hokie ada yg bisa nebeng kapal nelayan.
Raja Ampat hrs dinikmati dg diving mnrt saya sih. Dan setau saya kalo diving ya mesti lwt operator diving yg ada di Kri Island atau Misool Island. Emang mahal. Tapi puas abizzzz deh! Ada “surga” di bawah sana.
Salam, Mayawati
Sent from my BlackBerry

  • Share/Bookmark

[indobackpacker] Wisata ke Semarang

Sekedar nambahin harga tiket,   Tiket Lawang sewu murah meriah. Masuknya cuma 5000. kalo mo ke bawah tanahnya ada tiket lagi, 6000, udah termasuk sewa senter dan sepatu but. trus kalo sewa guide cuman 30.000. Udah puas keliling lawang sewu plus penjelasan sejarah seputar lawang sewu.   Kalo kota lama = gratis. Banyak gedung berarsitektur Belanda.

  • Share/Bookmark

[indobackpacker] NPWP ortu untuk bebas fiskal

hi dee,
kemarin saya baru aja pergi pake paspor hijau.. jadi kalau masih dibawah 20 tahun, ternyata cukup menunjukkan paspor.. tapi kalau sudah 20 tahun harus ada fotokopi kartu keluarga dan fotokopi npwp orangtua.. cukup itu aja kok, bebas fiskal deh :) happy travelling!
.dini

  • Share/Bookmark

[indobackpacker] Tanya Gunung Papandayan

Setahu saya, G. Papandayan sampai hampir ke puncak bisa ditempuh pake mobil atau motor Pak. Selebihnya tinggal beberapa ratus meter sudah sampai puncak. G.Papandayan bisa ditempuh dari Garut langsung atau Bandung Selatan (jalan perkebunan). Tempat yang menarik adalah padang edelweis di puncak, beberapa kawah gunung api aktif.
Salam
Rakaryan

________________________________ From: Panji Wicaksono To: indobackpacker@yahoogroups.com Sent: Friday, June 12, 2009 11:25:20 PM Subject: [indobackpacker] Tanya Gunung Papandayan

Dear Temen2 IBP
mohon Info tentang Gn. Papandayan 1. Klo Harus izin,, izin kemana?? 2. Highlightsnya apa aja yah?? 3. Starter Pointnya dari mana?? 4. Pakai transportasi apa dan dari mana??
terima Kasih
Best Regards
Panji Wicaksono serdadu_athena@ yahoo.com

  • Share/Bookmark

Susur Manado – Gorontalo – Poso – Sorowako

Terinspirasi dengan catatan perjalanan Mas Gunara touring dari Sorowako – Manado – Sorowako, cita-cita itu pun kesampaian. Bersama dengan tim dari LIPI (Peter Hehanussa), Windsor University (Doug Haffner & James Valliant), dan Paul Hamilton perjalanan darat Manado – Sorowako pun dimulai. 8 Juni 2009, Kami bertemu di bandara Hasanuddin Makassar untuk bersama-sama berangkat menuju Manado. Sungguh sangat menyenangkan bertemu dengan teman-teman lama. Dengan Garuda GIA 602, kami berangkat tepat pada waktunya. Tiba di Manado, kami sudah di jemput oleh 2 supir (Tommi and Sufyan) langsung menuju Danau Tondano. Di Tondano kami menginap satu malam di resort. Peralatan untuk sampling esok hari pun disiapkan. Malam pun menggantikan siang. Kami makan malam di RM. Danau Tondano, sekitar 10 menit dari hotel. Sudah pasti menu makannya adalah ikan dan udang. 9 Juni 2009, Kami melakukan sampling di Danau Tondano. Menurut sudut pandang ilmiah, Danau ini terlalu kaya akan unsur hara, sehingga tidak mengherankan banyak ditemui enceng gondok, keong mas dan tanaman pengganggu lainnya. Kalau pemerintah setempat tidak segera mengambil tindakan pengendalian, bisa jadi lama-lama danau ini akan hilang. Lokasi paling dalam yang terbaca hanya kisaran 20 meter. Ikan endemik nya pun sudah sangat jarang untuk di temukan. Selesai sampling, perjalanan di lanjutkan menuju Gorontalo. Pemandangan alam yang indah kembali menghibur mata. Sayangnya gak sempat mampir ke Bukit Kasih (Di bukit ini ada 5 rumah ibadah yang di bangun sebagai simbol keragaman umat beragama di Sulawesi Utara). Kendaraan yang paling menarik perhatian selama perjalanan adalah BENTOR (becak motor). Berbeda dengan bentor yang ada di Medan, Bentor di Sulawesi Utara dilengkapi dengan sound system. Jadi sepanjang jalan mengantar penumpangnya, musik pun turut mengalun… dan gak tanggung-tanggung kencang banget. Setelah menempuh 8 jam perjalanan, kami tiba di Gorontalo dan menginap di Hotel Yulia. Sangat menyenangkan bisa bertemu dengan teman SMA, dan ngobrol sampai jam 12 malam. 10 Juni 2009, Sampling di Danau Limboto pun di mulai. Kondisi danau berkedalaman terdalam 6 meter ini tidak jauh berbeda dengan Danau Tondano. Hampir seluruh permukaan danau telah ditutupi dengan enceng gondok dan kaya dengan unsur hara. Selesai sampling di danau ini, perjalanan dilanjutkan menuju Tentena. Singgah makan siang di Pohwatu, dengan menu ikan bakar yang yummmiiii banget. Ikan nya bener-bener masih segar. Perjalanan masih panjang menuju Tentena. Akhirnya diputuskan untuk menginap di Kota Raya, Sulawesi Tengah. Lumayan sulit mencari penginapan, karena kedatangan kami bertepatan dengan kedatangan para pedagang yang akan berjualan pada esok hari. Akhirnya dapet juga penginapan yang murah meriah. Namanya Ojo Lali. Ternyata di kota ini memang banyak sekali pendatang dari Jawa. 11 Juni 2009, Perjalanan menuju Tentena dilanjutkan. Keindahan Teluk Tomini sepanjang jalan benar-benar tiada taranya mengiringi kelokan jalan yang bertubi-tubi. Saat melewati kota Poso, sisa kerusuhan beberapa tahun lalu masih terlihat. Tiba di Tentena waktu menunjukkan pukul 6 sore. Kami menginap tepat di tepi Danau Poso (Hotel Intim Danau Poso). Rasa lelah dan kantuk membawa kami ke peraduan alam mimpi dengan begitu cepat. 12 Juni 2009. Hari ini sampling terakhir dan menjadi penutup perjalanan. Danau Poso dengan kedalaman 400 meter, menyajikan keindahan yang hampir sama dengan Danau Matano. Danau ini lebih luas. Ikan endemik nya adalah Sukini (sejenis belut yang bertelur di laut dan tumbuh dewasa di danau Poso). Angin kencang dan ombak yang cukup keras membawa kami ke titik-titik pengambilan sample. Di titik kedua, kapal mengalami kerusakan mesin. Akhir nya harus terombang-ambing di atas danau selama 2 jama sampai pertolongan tiba. Godaan untuk berenang di titik terdalam cukup besar, tetapi mengingat kondisi badan yang sudah sangat lelah, niat ini pun harus diurungkan. Hanya bisa gigit jari melihat rekan-rekan yang lain asyik berenang. Setelah 2 jam, kapal penolong pun datang. Kami pun berpindah kapal dan sampling di titik terakhir di lanjutkan dan berakhir di Pendolo. Setelah mengisi perut dengan ayam goreng dan sup panas, perjalanan di lanjutkan menuju Sorowako. Tikungan tajam dan pendek pun kembali menyambut. Beberapa bagian jalan setelah melewati perbatasan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan pun ada yang rusak dan dalam perbaikan. Malam pun tiba. Tidak banyak yang bisa di lihat sepanjang jalan. Waktu tempuh dari Pendolo ke Sorowako selama 4 jam akhirnya terselesaikan juga. Kami tiba dengan selamat dan rasa penat luar biasa plus masuk angin :) .
– L i l i –
Note : * Gak banyak mengabadikan keindahan alam karena tidak ada kesempatan untuk berhenti selama perjalanan dari satu kota menuju kota lain. * Setiap memesan makanan di semua tempat makan yang disinggahi, perlu kesabaran menunggu sekitar 1 jam sebelum makanan yang di pesan selesai dihidangkan. Jadi, harus sabar dan ngemil atau killing time dengan ngobrol ngalur ngidul. * Telkomsel ada dimana-mana dan sinyal baik. Jadi lebih baik bawalah kartu telkomsel selama perjalanan.

  • Share/Bookmark

NPWP ortu untuk bebas fiskal

Dear IBPers,..
saya dita, rencananya july nanti saya mau ke jepang..dan baru kali ini saya bepergian pake paspor hijau jadi mau tanya klo untuk bebas fiskal apakah bisa pake NPWP orang tua? mohon infonya..
BTK _dee_

  • Share/Bookmark