Saya dulu juga punya pengalaman yg sama waktu di daerah Antiplano Peru dan Bolivia, walaupun saya tidak mendaki gunung tapi waktu itu mengunjungi kota2 dan tempat2 wisata yang memang ketinggianya sampai mencapai 5000m dpl. Sebelum berangkat saya konsultasi dulu sama dokter pribadi saya, dan dia meyarankan membawa diamox dan obat homeopaty dari extrak coca 9 ch. Memang waktu itu saya mengalami sesak napas susah tidur, sedangkan teman yang lainya yg lainya sampai sakit seharian dan kencing terus menerus, karena waktu itu kita lupa obat2an tsbt di hotel dan kita pergi sampai ketinggian 4.500mdpl. Untungnya di antiplano orang asli Indian sana setiap saat mengunyah daun coca yang membantu untuk daya tahan tubuh didaerah tinggi. Saya sarakan membawa diamox dan coca 9ch, kalau ginko biloba tidak banyak berpengaruh untuk mengobati ketinggian altitude! Lebih baik kamu konsultasi ke dokter dulu sebelum berpetualang kesana.
________________________________ De : ambar À : indobackpacker@yahoogroups.com Envoyé le : Jeudi, 25 Juin 2009, 0h09mn 23s Objet : [indobackpacker] Re: Mencari Diamox di jakarta (was: mohon info ttg AMS (Accute Mountain Sickness)
Dulu saya malah dianjurkan dokter nyoba tablet herbal ginkgo biloba sekitar 1-2 bulan sebelum pendakian. Soalnya diamox itu lebih ke penyembuhan daripada pencegahan apalagi prosesnya kimia. Tapi karena malas, cuma sebulan make ginko lalu brenti. Jadi buat referensi ngga direkomendasikan.
Pas di Nepal, Diamox dibeli di Klinik Khusus Altitute Sickness di Periche. Kalau ngga salah 10 butir US$20, itupun dipake per setengah pil dari 500gr. Saat itu juga lagi ada penelitian efek Diamox terhadap para trekker yang dilakukan sukarela (per interview).
Kata temen saya yang nyuba, dia jadi kehilangan rasa di lidah. Di beberapa buku travel guide malah bilang ada yang ngalami halusinasi.
Salam, Ambar