[indobackpacker] Mohon Info Penginapan di Ubud dan Wisata kuliner di Ubud

halo dwi,   salam kenal. penginapan murah di ubud banyak banget kok. kebanyakan mereka memasang papan nama “homestay” didepan penginapan atau gang masuk ke penginapan itu. rata rata harganya 80rb ke atas. dengan harga segitu,kondisi homestay sudah bagus.paling enggak cukuplah dengan kamar mandi dalam yang bersih,lantai keramik,kipas angin.. bersih,aman,nyaman juga.   kalo mau di daerah seputar pasar banyak penginapan seharga itu. coba cari di sepanjang jalan karna ubud,dekat pasar ubud. ada: YUNI accomodation.harganya sekitar itu. disepanjang jalan itu banyak banget kok.saya nggak hapal nama2nya:) lokasinya strategis,dekat pusat kota ubud.   trus kalo soal makanan,mungkin bisa dicoba: bebek bengil,agak mahal sih.tapi memang enak,tempatnya juga nyaman,meski penuh pengunjung. atau coba di nasi ayam kadewatan,ini arah barat keluar kota ubud.melewati jembatan campuhan ke atas.sekitar 3km. masakannya enak,murah juga.biasanya makan+minum=12rb. atau kalo mau nyoba yang agak tradisional dan bergaya backpacker ya coba nasi sela aja. nasi dari ubi(konon orang bali terbiasa makan itu dulu,sebelum kehidupan semakmur sekarang).lauknya sate lilit(ikan laut yang digiling) atau sate ikan tuna dengan bumbu bali. lumayan enak juga dan murah:) sekitar 5rb/porsi.   ok deh,ada yang mau nambahin? kalo ada yang pengin ditanyakan silakan,kebetulan saya tinggal di bali. mungkin bisa membantu.   salam budi

  • Share/Bookmark

[indobackpacker] RETRIBUSI WISATA

Salam,,
Sedikit ingin menanggapi masalah retribusi, menurut saya juga memang sedikit mengganggu sih. apalagi misalnya ketika kita sudah sampai ditempat tujuan, ketika hati ini sudah berbunga-bunga bersiap melakukan hal-hal menyenangkan ditempat itu, tiba-tiba datang seorang pemuda lokal tanpa baju lokal (saya akan menghargai jika dia memakai busana lokal, minimal seperti di bali, jadi kesannya kita disambut gitu) trus menarik retribusi. Ya memang tidak besar -mungkin karena rada ilegal- paling 2 – 5ribu rupiah. Namun rasanya kok ada yang kempes di dada ini. Cesss gitu jadi rada males mau jalan2 lagi ke tempat wisata yang sudah didepan mata. kadang juga saya bersikap tidak peduli supaya tidak ada yang ‘kempes’ di dada dan tetap bisa menikmati suasana.
Contoh lain waktu juli lalu saya ke titik nol di pulau sabang, mendekati tugu km nol, ditengah jalan yang diapit hutan belantara, ada seorang pemuda memakai baju tanpa lengan menagih retribusi. Tidak besar, tapi jelas bikin kaget. Ditengah suasana sepi dan aga gelap, tiba-tiba motor saya dihentikan.
Ah indonesiaku sayang.
janarius sandy

________________________________ From: eddy suswadi To: Indobackpacker Groups Sent: Tuesday, July 28, 2009 7:58:20 AM Subject: [indobackpacker] RETRIBUSI WISATA

Selamat Pagi,
Berbicara masalah pariwisata di Negara kita tercinta Indonesia, banyak hal yang mesti kita kritisi dan diskusikan untuk memajukan wisata, salah satu contoh yang ingin saya sampaikan adalah masalah RETRIBUSI WISATA,
1. Minggu lalu, 18 Juli 2009, saya menuju Pelabuhan Ratu melalui jalur Cikidang, ditengah perjalanan ada pungutan RETRIBUSI, memang tidak besar tapi bagi saya cukup menggangu. terjadilah dialog :
Saya : Maaf Pak, Ini Retribusi apa ? Petugas : Masuk daerah wisata Arung jeram Citarik Saya : Maaf Pak, saya tidak ingin berarung jeram saya mau ke Bayah Petugas : Terdiam dan saya melanjutkan perjalanan tanpa bayar.
2. Lepas dari Pelabuhan Ratu, sebelum Hotel samudra beach, juga ada RETRIBUSI kembali, namun karena waktu itu ada rombongan motor, saya ambil jalur kanan tanpa ditanya petugas.
3. Setahun yang lalu, pada saat perjalanan dari Wonosobo arah ke Dieng, begitu lepas kota WONOSOBO ada RETRIBUSI masuk wilayah wisata, padahal itu ditengah jalan besar.
Menurut pendapat saya RETRIBUSI WISATA ditengah jalan ini, yang memang resmi dari PEMDA (ada karcisnya) sangat mengganggu pekembangan wisata.
Mohon tanggapan dan pengalaman rekan2.
Terima kasih

  • Share/Bookmark

Lomba Fotonovela & South to South Film Festival 2010

Teman2 backpacker semua,
Saya hanya meneruskan pesan seorang teman. Barangkali ada yang tertarik untuk mengikuti. Rasanya teman2 backpacker disini msih pada peduli lingkungan dan jago dlm urusan foto dan menyampaikan ide.
Goodluck!
Salam, Dea
Please kindly distribute this following announcement to your network. Sorry for double posting.

Kita Terhubung, Kita Peduli Lomba Fotonovela

  • Share/Bookmark

[indobackpacker] Menyusun Jadwal Tujuan/Itinerary

dear backpackers, setuju banget… sering banget liat itinerary yang dibuat dengan sangat ambisius dimana tiap hari bisa pindah kota. Mungkin karena saking banyaknya keinginan, bisa karena tripnya rame2 maka trip harus mengakomodasi keinginan semua anggota atau juga keinginan pribadi yang berprinsip mending liat semua tapi dikit-dikit. Apalagi kalau jarang antar kota2 tersebut berdekatan. Biasanya yg baru pertama kali ke europe tuh yg tergoda kayak gitu… emang sih, udah keluar duit banyak buat tiket pesawat kesana ngga mau rugi dong.   Pengalaman saya pribadi, untuk pemula biasanya gitu kok, kl jalan2 suka ambisius, selain krn masih banyak keinginan jg tenaga masih kuat krn masih muda dan uang terbatas. nanti kl sudah kunjungan selanjutnya otomatis akan lebih nyantai… selain krn udah ngga napsu faktor U(sia) juga berpengaruh, apalagi kl budget udah ngga masalah,  bisa tuh pake motto: there is always next time!!  ;-)   Tips untuk membuat itinerary ada banyak di internet, bbrp diantaranya adalah : -luangkan 1 hari untuk benar-benar menikmati satu kota, 1 hari itu minimal 2 malam agar tubuh benar-benar bisa istirahat. -Rute dibuat melingkar -bikin urutan kunjungan dari yang kurang menarik ke yg paling menarik, -kunjungi tempat2 yg bervariasi, misalnya jangan ke museum terus, ok lah, museum emang daya tarik kota itu, tapi coba deh misalnya udah ke museum yg di london, trus ke museum louvre trus ke museum vatican, abis trip liat foto pasti lupa ini dimana ya? (Kl di milis ini banyaknya pengen ke theme park : dari KL trus disneyland HK trus Shenzhen… ) -masih banyak tips2 yg lain… tambahin ya….
cheers!

[Non-text portions of this message have been removed]

  • Share/Bookmark

[indobackpacker] Gunung Papandayan Garut

Dear Vika   Januari kemaren aku ke papandayan, perjalanannya :   Dari Sudirman ke Terminal kampung Rambutan naik busway (3.500), trus naik bus sampai terminal Garut waktu itu naik bus AC sekitar 37.500 (kalau ga salah inget). Dari terminal Garut naik angkot ke desa cisurupan (turun di jalan menuju ke gerbang papandayan) seingat saya kayaknya harga 7000 per orang. Dari situ lanjut naik mobil angkutan terbuka, kayaknya mesti sewa sampai ke base camp di gerbang Gn Papandayan harga sewa agak lupa sih, sekitar 60-70 an rb, mungkin kalau banyakan orang jatuhnya bisa lebih murah. dari situ tinggal jalan deh, mulai mendaki.   Kayaknya kalau ke papandayan mesti pakai guide deh…. soalnya saya dua kali ke sana, yang terakhir itu kondisinya jauh berubah karena gempa dan ada kebakaran hutan. Kemaren januari pas berkabut lagi, hehehe rasanya kalau ga pakai guide bakalan tersesat. untuk biaya guide, kemaren kita bertiga, dan ketemu rombongan lain 5 orang, kita pakai satu guide tawar menawar jatuhnya 150 rb (bagi ber 8 jadinya ya hampir 20 rb). Ini perjalanan ga nginep yah…. berangkat pagi sore langsung turun. Saya sih ada nomor HP guidenya, cuman beberapa kali saya hubungi ga jawab, saya mo nanya tentang gn Cikurai, siapa tau dia ada kenalan guide ke gunung itu.   Kalau baliknya, harga samalah dengan pas berangkat, itinerarynya tinggal balik arah.   Semoga membantu…. Selamat mendaki yah…   Rgds Joeng Liang  

  • Share/Bookmark

[indobackpacker] Mohon Info Penginapan di Ubud dan Wisata kuliner di Ubud

Hai Uwie..
Saya klo ke ubud selalu nginep di Gerebig, desa penestanan, ga jauh dari museum antonio blanco. ( kalo nggak salah ada di website rasabali). Modelnya bungalow, 1 rumah dengan 2 kamar (jd bs muat 4 org) dan ada dapurnya lengkap dengan kompor gas dan peralatan masaknya. Tempatnya bersih, depan bungalow rice field view, & yg penting pemiliknya ramah sekali. Mereka jg menyediakan sewa motor + mobil yg tarifnya jg ga mahal. Utk 1 bungalaow, des tahun lalu tarifnya 175 rb. No telp Ibu Kadek 0813 3715 5774 ato pak Wayan 0361 974582. Semoga info ini bermanfaat..
Salam, Fank On Jul 31, 2009, at 10:26 AM, Uwie wrote:
> Hallo, > > saya akan ke Bali, Mungkin ada yang pernah menginap di Hostel di > Ubud. Yang murah and nyaman. Saya mencari di website dan info yang > di dapat kurang bisa memberikan gambaran yang saya inginkan. Mungkin > rekan-rekan yang punya pengalaman? > > Terima kasih sebelumnya, > Dwi > > [Non-text portions of this message have been removed] > > >

[Non-text portions of this message have been removed]

  • Share/Bookmark

Taiwan

Dear IBPs, Sori kemarin ada yang sempat mengirimkan email japri menanyakan tentang visa dll. Ke Taiwan tetap memerlukan visa. Kalo ga salah, kantornya di Gedung Artha Graha, SCBD. Untuk harganya, saya lupa. Maaf. Utk guide bahasa inggris seharusnya ada tetapi mgkn akan mahal. Nanti setiba di lapangan terbangnya, ada counter yang penuh dengan brosur, coba ambil brosur dengan petunjuk2 bahasa inggris. Waktu saya di sana dan menanyakan langsung ke counter informationnya, dia bisa bantu dalam bahasa inggris. Asyiknya adalah org taiwan masih cenderung lebih ramah drpd china atau hongkong, jadi nanya aja jika bingung. Generasi mudanya udah lbh bisa berbahasa inggris.
Untuk hostel, taiwan termasuk mahal utk harga hostel. Kalo di spore kita bisa ketemu yg harganya dibawah Rp. 100 ribu, setau saya di taiwan ga ada. Coba cek di website hostel atau hostelworld. Saya pas ke sana nginap di hotel maupun di tempat teman soalnya.
Sori kalo infonya kurang komplit.
Have a nice trip.

  • Share/Bookmark

Pesawat ke Makassar

salam,
seingat saya pesawat lion air.
salam, toni

  • Share/Bookmark

Pesawat ke Makassar

Dear all, Mau tanya dong, saya mau ke Palu lewat Makassar sekitar tanggal 16 Sept. Pesawat yang kesana apa aja ya? Soalnya saya cek di Air Asia sama Sriwijaya nggak ketemu tanggal segitu.
Please infonya ya…

  • Share/Bookmark

[indobackpacker] Tanya seputar Changi dan Masjid di Singapura

Nambahin aja,
Untuk Masjid selain Masjid Sultan di area Bugis juga ada Masjid Al Falah di area Orchard. Tidak seperti Masjid Sultan yang elok dan mencolok ornamennya, masjid Al Falah terkesan sederhana bahkan kalau pertama kali agak bingung mencarinya. Lokasinya di Orchard dekat dengan Lucky Plaza ada plang hijau Mosque Al Falah ke arah dalam karena masjid ini letaknya di lantai dasar bagian belakang gedung apa saya lupa.
Jangan lupa cek jadwal sholat Jumat disana, karena perbedaan jam Indonesia dan Singapura. Dua kali mau Jumatan disana malah nggak kesampaian karena salah perkiraan waktu hehehe…..
Ardi
Sent from my Nokia phone

  • Share/Bookmark

Next Page »