Tag Archives: apa-yg-ditanya-saat-wawancara-visa-us

pengalaman saya dengan permohonan visa US ( visa AS , visa USA )

Dear all,

Saya baru saja menyelesaikan permohonan visa AS. Paspor dan visa sekarang ini sudah ditangan, alhamdulilah. Visa sy ajukan murni untuk keperluan kunjungan singkat dalam rangka wisata (B2), namun diberikan visa jenis B1 (kunjungan bisnis)/B2. Masa berlaku hingga 5 tahun mendatang (2017).

Seluruhnya saya urus sendiri. Informasi saya kumpulkan dari macam2 sumber, dari website resmi kedutaan AS (pls googling sendiri), direct story dari orang2 yang sudah memiliki pengalaman mengajukan visa, arsip milist IBP dan yg lainnya, juga dari beberapa blog. Berikut beberapa pengalaman untuk melengkapi yang sudah ada dan mungkin berguna.

1) Saya pikir proses pengajuan bisa dimulai dari mengisi form DS-160 dulu sj. Membayar bisa kemudian pada saat kita sudah siap mau bikin appointment wawancara. Karena kode slip bank harus diinput ketika mengajukan appointment. Tidak ada bagian manapun dari form DS-160 yang mengharuskan kita mengisi kode slip bank. Tapi hendaknya rangkaian proses juga jangan sampai terlalu lama, sampai jeda berbulan2. Saya mulai proses dari membayar dulu baru isi form. Agak mubazir. Untungnya cuma satu, setelah sy membayar, beberapa waktu kemudian harganya naik. Jadi saya masih dapat harga lama (Rp 1,3 juta).

2) Menurut informasi mengisi form DS-160 secara lengkap perlu waktu 1 jam. Saya sendiri mengisi dalam beberapa hari (sesempat dan seyakin nya bahwa informasi sudah bener, seperti ketika sy harus juga tengok ke ijazah SMP/SMA). Saya mencetak dan membaca lagi berkali2 isian formulirnya. Selama belum di konfirm (status masih open) masih bisa diupdate. Tapi kalau sudah dikonfirm tidak bisa diapa2kan lagi, termasuk dicetak. Isi formulir ini harus sama jika nanti ditanya pd saat wawancara. Karena itu saya hati2 sekali dengan ketika mengisi form. Sebagai tambahan toko2 foto di jalan sabang juga melayani jasa isi form DS-160, harganya kalau gak salah Rp 100 ribu.

3) Slot untuk appointment wawancara (pengalaman saya) tidak sepadat untuk visa schengen yang sampe beberapa minggu kedepan sudah penuh. Saya buka web untuk pada hari jumat dan sudah adala slot yang tersedia utk appointment hari selasa. Saya ambil hari jumat, karena saya berharap antrian tidak terlalu ramai. Waktu yang ditentukan 7.30.

4) Jika menuju ke kedutaan dengan kendaraan sendiri, bisa parkir di stasiun gambir lalu jalan kaki. Paling 5-10′ saja (yang bikin lama adalah nyebrangnya krn lalu lintas lumayan padat). Atau bisa juga (mungkin) di hotel Alia. Beberapa blog menceritakan tentang sudah standby dari jam 05.00 subuh. Saya tidak tertarik dengan ide itu. Saya tiba dilokasi jam 07.05, dicek oleh petugas, antri seperti biasa di pinggir jalan dan sudah bisa masuk ke gedung kedutaan jam 07.40. Kebetulan tidak terlalu ramai. Yang bikin ramai hari itu adalah rombongan paduan suara dari Manado utk kompetisi di AS, ada sekitar 40-50 orang. (malangnya sebagian dari mereka ditolak permohonan visanya, kasihan juga sudah jauh2 ke Jakarta)

4) Sistem layanan adalah first come first serve. Jadi jam appointment yang ada di lembar konfirmasi tidak terlalu penting. Tapi beberapa orang menyarankan datang sepagi mungkin, agar bisa masuk lebih cepat dan jika ada dokumen yang salah (misalnya pas foto salah) masih cukup waktu ke perbaiki dan kembali lagi. Petugas keamanan menyampaikan bahwa antrian ditutup jam 09.30. Di atas jam itu siapapun yang datang u antri ditolak (petugas yang lain bilang jam 09.30 harus sudah berada di kedutaan, entah yang mana yang benar). Beberapa blog menceritakan ttg panjang antrian hingga fly railway gambir, yang artinya itu sekitar 4-5 kali lebih panjang dr antrian sy. Gak kebayang deh.

5) Makanan/minuman bener2 tidak boleh dibawa masuk. Di dalam ada counter dari ranch market. Mereka jual softdrink, sandwich, kopi, nasi goreng dan macam2 snack . Air putih+dispenser tersedia gratis.

6) Saya hari itu memakai batik, pikirnya supaya tidak perlu pakai sabuk. Karena beberapa blog menyebutkan harus beberapa kali lepas sabuk ketika melewati metal detektor. Pengalaman saya hanya ada satu kali pemeriksaan saja (di awal). Memang ada 2 pos pemeriksaan tapi yang ke2 ini tidak diaktifkan. Mungkin tergantung situasi keamanannya juga.

7) Ketika sampai di bagian pemeriksaan kelengkapan dokumen yang sy perhatikan sering ditanya adalah, a) apakah pas foto terbaru? (orang depan saya disuruh ke jalan sabang utk foto lagi, karena fotonya sudah terlalu lama) b) kapan lulus SMP, SMA? (rupanya belum diisi) c) mana paspor lama (saya bawa 3 paspor lama dan hanya 2 yang diperlukan oleh mereka)

8. Menunggu sambil duduk di ruang wawancara (ada 4 loket dan semuanya native) dalam ruang tunggu yang terisi sekitar 30-40 orang, lumayan stress. Loketnya seperti ticket box. Selama menunggu, kita bisa mendengar (pewawancara bicara menggunakan microphone) tentang apa2 yang ditanyakan dan mana orang2 yang ditolak/disetujui permohonannya. Interview dilakukan dalam bahasa Indonesia dan inggris (campur2).

9. Tiba giliran grup saya dipanggil (rasanya ada 6-7 orang per grup). Saya orang kedua dalam grup. Orang pertama memohon untuk keperluan tugas kantor (kedengaran soalnya). Orang itu ditanya2 tentang apa industri nya? Tapi tidak lama. Gak sampai 5′.

10. Saya sudah siapkan semua dokumen pendukung yang menunjukan sy punya attachment dengan Indonesia dan pasti balik. Wawancara saya juga tidak sampai 5′. Ini yang ditanyakan, a) nama b) pekerjaan c) pernah ke LN (sambil lihat paspor lama)? kemana saja? d) apply visa untuk apa? sama siapa? Lalu sudah saya dapat lembar warna putih yang artinya saya disetujui. Tidak ada satupun dr seabrek dokumen pendukung yang sudah saya siapkan yang ditanya, dilihat atau diminta. Kira2 jam 10 seluruh proses sudah selesai. Beberapa kawan (di hari2 sebelumnya) baru selesai sekitar jam 12an.

11. Hari selasa sore saya sudah dapat email dan sms bahwa paspor saya sudah bisa diambil. Jadi cuma 2 hari saja. Ada 3 pilihan untuk pengembalian paspor yaitu a) ke rumah b) ke kantor c) diambil sendiri. Waktu buat appointment saya memilih ambil sendiri.

12.Pihak kedutaan menggunakan jasa ekspedisi RPX, yang ternyata itu fedex (baru tahu saya, mungkin ganti nama). Lokasi pengambilan di jalan ambasador. Tepatnya di seberang sampoerna strategic. Ada ruko2 nah disitu ada tulisan fedex. Disebelahnya ada apotik. Kalau dari arah sudirman ke mal ambasador, lokasi di kiri jalan (tidak jauh dari wisma metropolitan). Saya tanya ke pihak mereka, kalau dikirim ke rumah tidak ada orang bagaimana pak? Kita pasti akan telepon dulu sebelum kirim. Kalau tahu jasa kurrnya adalah fedex lebih baik waktu itu saya pilih dikirim ke rumah/kantor (karena harganya sudah include dengan visa)

Demikian sekelumit pengalaman saya.