Tag Archives: asal-usul-nama-pulau-tikus

Mengindonesiakan Indonesia

Temans;

Membuka alternatif; kalau penulis menggunakan bahasa lain(inggris misalnya) dalam penulisan artikel dapat diberi keterangan arti literalnya; misalnya: Tunda Island (literally: Tunda=posponed); Islands of Raja Ampat (literally: Raja Ampat=Four Kings), dll.

Kalau ‘green canyon’ setahu saya ada unsur plesetan dari grand canyon, karena mirip-mirip….ergh… :D

Saya lebih gregetan dengan kepopuleran nama; ‘Everest’, ‘Cartenz’, ‘Mount Cook’ yang dipakai sampai sekarang. Baiklah imperialis barat itu yang pertama menemukan, tapi saat itu bukankah sudah ada manusia beradap setempat yang memberi nama.

Atau mungkin itu pesannya; bahwa yang memberi nama setempat, bukanlah sepenuhnya manusia beradab?

tabik; Puguh

>   > Ketika tanah koloni memerdekakan diri, penggantian nama kerap dilakukan seiring membuncahnya rasa kebangsaan.  Beberapa kota nama di India berubah dalam 10 tahun belakangan.  Semula Bombay, Calcutta, Madras.  Kini kita sudah tidak asing lagi dengan Mumbai, Kolkata, Chennai.  Semasa Yunani menguasai Asia Minor, kota-kota Turki mengalami Hellenisasi.  Dulu orang kenal Angora dan Smira.  Kini keduanya telah bersalin nama dengan Ankara dan Izmir. >   > Jika ada nama asli, sekalipun nama generik (umum), semestinya (bukan lagi sebaiknya) nama itu yang dipakai.  Memakai nama (dalam bahasa) asli adalah satu langkah nyata kita menghargai keanekaan.  Jangan dilupakan bahwa dalam nama (tempat) itu termuat doa, harapan, kenyataan, riwayat, legenda, bahkan sejarah. >   > Salam dari Sangatta > 3-Februari-2012 >   >   >   > > — On Thu, 2/2/12, Ambar Briastuti wrote: > > > From: Ambar Briastuti > Subject: [indobackpacker] Diskusi: Mengindonesiakan Indonesia > To: indobackpacker@yahoogroups.com > Date: Thursday, 2 February, 2012, 11:34 AM > > > >   > > > > Dear teman-teman IBP, > > Apalah artinya nama begitu kata Shakespeare. Tapi ternyata nama tempat atau > destinasi itu sangat menentukan. Saya sempat bingung ketika membaca tentang > Postpone Island. Ini dimana ya, Indonesia atau bukan. Ternyata sayalah yang > memang tulalit. Maksudnya sih Pulau Tunda, tapi agar membuatnya lebih keren > dan menginternasional diubah menjadi si pospon itu tadi. > > Kasus berikutnya adalah Green Canyon di dekat Pangandaran. Namanya yang > indah, Cukang Taneuh disebut-sebut Lonely Planet tanpa mereferensi aslinya. > Saya jadi berpikir. Wah jangan-jangan nanti Raja Ampat jadi Four Kings, > atau Kawah Putih menjadi White Crater. > > Yang ingin saya tanyakan pendapat dan opini teman-teman adalah, apakah nama > yang dirubah menjadi keinggris-inggrisan ini lebih tepat? Betulkah > tujuannya agar destinasi tadi menjadi lebih terkenal dan beken. Apakah nama > daerah/nama Indonesia terasa susah untuk dikenalkan pada teman manca? > > Oke, ditunggu setuju tidak setuju, sharing, pengalaman ataupun keluh kesah. > > Salam, > Ambar > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >