Posts Tagged ‘asal-usul-nama-pulau-tikus’

Mengindonesiakan Indonesia

Saturday, February 4th, 2012

Written by:

Temans;

Membuka alternatif; kalau penulis menggunakan bahasa lain(inggris misalnya) dalam penulisan artikel dapat diberi keterangan arti literalnya; misalnya: Tunda Island (literally: Tunda=posponed); Islands of Raja Ampat (literally: Raja Ampat=Four Kings), dll.

Kalau ‘green canyon’ setahu saya ada unsur plesetan dari grand canyon, karena mirip-mirip….ergh… ūüėÄ

Saya lebih gregetan dengan kepopuleran nama; ‘Everest’, ‘Cartenz’, ‘Mount Cook’ yang dipakai sampai sekarang. Baiklah imperialis barat itu yang pertama menemukan, tapi saat itu bukankah sudah ada manusia beradap setempat yang memberi nama.

Atau mungkin itu pesannya; bahwa yang memberi nama setempat, bukanlah sepenuhnya manusia beradab?

tabik; Puguh

> ¬† > Ketika tanah koloni memerdekakan diri, penggantian nama kerap dilakukan seiring membuncahnya rasa kebangsaan.¬† Beberapa kota nama di India berubah dalam 10 tahun belakangan.¬† Semula Bombay, Calcutta, Madras.¬† Kini kita sudah tidak asing lagi dengan¬†Mumbai, Kolkata, Chennai.¬† Semasa¬†Yunani menguasai Asia Minor,¬†kota-kota Turki mengalami Hellenisasi.¬† Dulu orang kenal Angora dan Smira.¬† Kini keduanya telah bersalin nama dengan¬†Ankara dan Izmir. > ¬† > Jika ada nama asli, sekalipun¬†nama generik (umum), semestinya (bukan lagi sebaiknya) nama itu yang dipakai.¬† Memakai nama (dalam bahasa) asli adalah satu langkah nyata kita menghargai keanekaan.¬† Jangan dilupakan bahwa dalam nama (tempat) itu termuat doa, harapan, kenyataan, riwayat, legenda, bahkan¬†sejarah. > ¬† > Salam dari Sangatta > 3-Februari-2012 > ¬† > ¬† > ¬† > > — On Thu, 2/2/12, Ambar Briastuti wrote: > > > From: Ambar Briastuti > Subject: [indobackpacker] Diskusi: Mengindonesiakan Indonesia > To: indobackpacker@yahoogroups.com > Date: Thursday, 2 February, 2012, 11:34 AM > > > > ¬† > > > > Dear teman-teman IBP, > > Apalah artinya nama begitu kata Shakespeare. Tapi ternyata nama tempat atau > destinasi itu sangat menentukan. Saya sempat bingung ketika membaca tentang > Postpone Island. Ini dimana ya, Indonesia atau bukan. Ternyata sayalah yang > memang tulalit. Maksudnya sih Pulau Tunda, tapi agar membuatnya lebih keren > dan menginternasional diubah menjadi si pospon itu tadi. > > Kasus berikutnya adalah Green Canyon di dekat Pangandaran. Namanya yang > indah, Cukang Taneuh disebut-sebut Lonely Planet tanpa mereferensi aslinya. > Saya jadi berpikir. Wah jangan-jangan nanti Raja Ampat jadi Four Kings, > atau Kawah Putih menjadi White Crater. > > Yang ingin saya tanyakan pendapat dan opini teman-teman adalah, apakah nama > yang dirubah menjadi keinggris-inggrisan ini lebih tepat? Betulkah > tujuannya agar destinasi tadi menjadi lebih terkenal dan beken. Apakah nama > daerah/nama Indonesia terasa susah untuk dikenalkan pada teman manca? > > Oke, ditunggu setuju tidak setuju, sharing, pengalaman ataupun keluh kesah. > > Salam, > Ambar > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >