Tag Archives: backpacker-ke-malaysia-dan-singapura

Backpack to Thailand – malaysia – singapore

Selamat sore teman-teman,

Sebagai First Time-Solo Traveller, saya mau mengunjungi ke tiga negara itu sendiri akhir bulan ini + awal bln dpn.

Siapa tau ada tmn2 milis yg ada di sana atau mungkin bs sharing info akomodasi, tempat makan, atau must visit place di sana :D

Ini tgl dan tempat yg rencananya mau saya singgahi :

26 april : Chiang Mai (thailand) 27 april : Chiang Rai (thailand) + thachiliek (myanmar) + lao pdr (dulu laos) lwt golden triangle 29 april : Ayuthayya (thailand) 30 april – 5 mei : bangkok (thailand) -konferensi international- 6 mei : Samut Songkhram (thailand) 7 mei : Surat Thani + Koh samui (thailand) 8 – 10 mei : Phuket (Thailand) 10 – 11 mei : Krabi (Thailand) 11 mei : Hat Yai (Thailand) + Penang (Malaysia) 12 mei : Penang (Malaysia) 13 mei : Ipoh + Kuala Lumpur (Malaysia) 14 mei : Kuala Lumpur (Malaysia) 15 mei : Malaka (Malaysia) + Singapore 16 – 17 mei : Singapore

Terima kasih, Feza First Time Solo Traveller

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Thaipusam, Malaysia atau Singapore?

Hanya menambah info dari Mas Othe,

Thaipusam di Serangoon sangat mudah diakses termasuk prosesinya. (ini yang paling photogenic menurut saya). Kalau mau lebih dekat, termasuk melihat bagaimana jarum-jarum besar kavadis ditancapkan di tubuh dan upacara ‘memanggil arwah’ bisa datang lebih awal di kuil Sri Srinivasa Perumal. (info terakhir prosesi dimulai Sri Mariamman Temple di South Bridge pukul 6:30 dilanjut pawai ke Raffles Place). Dua event ini terpisah, tapi masih dalam satu Festival. Cek kembali dari local news untuk memastikannya.

Saya belum pernah melihat Thaipusam di Batu Caves. Tapi melihat lokasinya kemungkinan besar lebih meriah daripada di Serangoon. (Plus dilihat dari populasi Hindu Tamil Nadu di dua negara tsb). Dua tahun setelah meliput Thaipusam di Singapura, saya kembali melihat pawainya di jalanan. Tapi sedikit kecewa karena ngga sebanyak yang saya saksikan di kuil.

Salam, Ambar

YouTube ceritaambar | Gtalk ambar.briastuti | Flickr ambarbriastuti Adventures. Backpacking. Photography.™

Sekedar curhat…travelling without Map & buku panduan wisata hemat….

Sering kali saya temukan backpacker dari Indonesia jarang sekali mau bertanya dengan orang sekitar. Hal ini juga sama dengan orang2 yang diceritakan.

Kenapa sih tidak mau bertanya dengan orang sekitar yang Sebenarnya lebih tau posisi Dan lokasi si penanya ? Kenapa harus bertanya jauh2 ? Atau mungkin barrier dalam komunikasi & takut sehingga menganggap perangkat canggih bisa menyelesaikan masalah.

Klo tanpa persiapan yang memadai, saya beberapa kali melakukan perjalanan tanpa persiapan… Bahkan tidak punya peta dan banyak kendala dalam komunikasi dengan orang2 setempat. Tapi bagi saya hal tersebut bukan kendala, kuncinya adalah seberapa besar kita ingin survive dilokasi & mengurangi ketergantungan dengan orang2 yang jauh (toh Sebenarnya mereka juga tidak bisa berbuat apa2).

Paling tidak bagi saya sedia uang yang cukup (walaupun Ada CC yang available di semua negara, uang cash yang cukup tetap harus Ada), perangkat komunikasi yang memadai untuk menghubungi pihak2 tertentu jika keadaan darurat & mengetahui siapa saja yang bisa dihubungi saat darurat.

Saya jadi teringat tentang pengalaman adik saya baru2 ini. Dia baru pertama kali ke luar negeri (tepatnya Malaysia & Singapore) untuk tugas kantor. Sebenarnya saya sudah ingatkan dia tentang berbagai Hal… Ternyata dia menganggap kapanpun butuh uang, bisa ambil di ATM. Hasilnya tidak bisa sama sekali… Uang yang dibawapun tidak lebih dari 500 ribu. Sedangkan CC nya ternyata tidak berlaku disana. Ditambah lagi HP yang dia punya adalah pasca bayar yang international roamingnya belum dibuka. Untungnya ini dinas kantor, akomondasi & transportasi sudah ditanggung, cuma makan saja yang tidak. Berbekal uang seadanya & ternyata dia bawa Indomie, dia harus survive selama 2 minggu. Konsekuensinya ngak bisa kemana2…. Ngak tau klo dia bisa jalan2 cuci mata (soalnya saya pinjamkan Tap ‘n Go & EzLink saya).

kembali ke Jakarta, saya langsung tertawa…. Ini adalah pelajarran, jangan samakan kebiasaan kita di sini dengan di negara orang. Untungnya dinas ke kantor pusat… Coba klo jalan2 atau dinas bukan kantor sendiri, bisa runyam urusannya.

Salam, Othe

Powered by Telkomsel BlackBerry® 9780