Tag Archives: biaya-bus-singapore-ke-penang

info penginapan dan wisata 9 hari di taiwan

sesuai judul teman2 ada rekomendasi tempat penginapan di taiwan yg dekat dengan pusat transportasi dan tentunya jajanan ;)

saya sudah survey, banyak yg mengarahkan ke daerah xi men ding, taipei.

mungkin ada yg punya saran yg lebih ciamik? mengingat saya akan di taiwan selama 9 hari. dan saya berpergian dengan orang tua.

sekalian bisa nambahin tips wisata. so far yg saya cari sbb: khaosiung jiufen food street shilin night market sun moon lake toilet restoran doraemon theme park

regards, meilani

Wonderfull Trip (1) – Seni Bersiap Diri

Traveling ke Bromo, barangkali bukan sebuah perjalanan wisata yang rumit. Siapa sich yang belum kenal atau pernah mendengar nama ”besar” Bromo? Mudah di jangkau. Ada 2 alternatif pilihan dari Jakarta. Bisa start dari Jakarta atau Malang. Pilihan transportasi dari Jakarta yang cukup mudah dan banyak pilihan. Walaupun di Bromo wajib menggunakan jeep hardtop. Banyak pilihan akomodasi dengan harga beragam. Biaya pun menyesuaikan kantong. Mau yang premium atau yang backpacker alias di hemat habis juga bisa. Cukup mudah.

Barangkali juga sebagian rekan mengatakan hanya perjalanan biasa. Atau malah disambut heran…”hareee gene belum pernah ke Bromo, kemana aja loe selama ini…”. Jujur saya baru sekali aja kesana. Terakhir kesana di sela-sela tugas kantor di Surabaya tahun 2003. Nyuri waktu ‘n nyempet-nyempet-in ke Bromo. Itupun hanya beberapa jam tok…! datangnya siang lagi. Padahal bagusnya pagi. Mau lebih lama lagi, my boss yang baik hati sudah calling tuk segera come back. “ooooiii…jangan lama-lama di Bromo ya. Ini bukan liburan. Cepetan balik (ke Surabaya) sebelum jadi omongan orang banyak…” begitu pesannya. Terpaksa dech dengan berat hati harus cabut. Sudah pasti sangat tidak puas. Bertekad suatu saat entah kapan akan datang lagi. Sekian tahun memendam keinginan. Hanya bisa gigit jari kalau membaca cerita seru atau kekaguman wisatawan yang pernah ke Bromo.

Rangkaian tulisan ini boleh dibilang merupakan catatan perjalanan. Lebih tepatnya hanya coret-coret-an ungkapan rasa senang dan suka cita kalau akhirnya bisa ke Bromo lagi. Barangkali setelah meluangkan waktu membaca oret-oret-an ini ada yang berseloroh, ”ah norak amat sich…Bromo mah biasa aja kaleee…dibanding tempat-tempat eksotis lain yang petualangannya lebih seru. Ya…saya ngga menampik tanggapan begitu. Karenanya saya pun tidak berani berharap tulisan ini menjadi semacam refrensi yang berguna. Bisa masuk di bab ”pelengkap” dari sekian banyak tulisan tentang Bromo saya sudah senang.

Awal Perjalanan

Keinginan mulai menggelora berawal saat menikmati sunrise di Danau Kelimutu Flores. Begitu takjub dan berkesan dengan kecantikan sunrise yang dipadukan danau 3 warna yang masih alami. Terpikir, apakah Bromo seperti ini. Dari sekian banyak catper tentang Bromo mengatakan sunrise disana cantik…Harus datang dan ngalami langsung. Kalau hanya mendengar atau membaca aja percuma.. Iya…datang langsung melihat sunrise di Bromo, kenapa tidak? Ok, setelah dari Kelimutu segera harus buat planning ke sana. Begitu tekad saya.

Memang banyak tour operator yang berbasis komersial yang menawarkan paket trip ke sana. Pun juga trip komunitas juga beberapa kali sering baca. Sayangnya paket trip dari tour operator memasang harga yang tidak murah untuk kantorng saya. Sementara budget kami terbatas saja. Ingin join bersama komunitas lain, sayangnya waktunya kurang cocok. Saya hanya ingin ke Bromo dan sekitarnya saja. Perjalanan singkat saja. Tidak perlu ambil cuti, meski faktanya perlu ambil cuti tuk mengatur tenaga. Cukup Sabtu Minggu saja. Berarti biaya-nya pun bisa dihemat.

Gampang-gampang susah mencari rekan tuk sharing biaya ke Bromo. Rata-rata teman dekat sudah pernah kesana. Tetapi syukurlah dari sekian banyak rekan di milis atau komunitas rupanya masih ada yang senasib yang belum pernah ke Bromo. Tetapi ada juga ”menawar” akan join apabila ke Sempu, arung jeram, paralayang, Batu Malang, dll. Wah rasanya tidak mungkin, lha wong hanya 2 hari aja. Biaya-nya pun akan melar. Sekitar sebulan sebelum berangkat epakat berangkat 5 orang termasuk saya. Sekitar 2 minggu sebelumnya ada juga rekan via email yang beminat join. Akhirnya sepakat berangkat 10 orang. Dari semuanya itu hanya beberapa saja yang pernah ketemu muka, pernah jalan bareng. Lainnya malah baru ketemu saat berangkat. Untungnya hidup di jaman sekarang adanya internet, SMS, kendala komunikasi bukan jadi hambatan.

Dari 10 rekan ge-er juga nyaris menjadi paling ganteng. Wah berarti yang sekian kali nich trip sebagai yang paling ganteng. Heran juga ya kenapa dalam setiap trip yang pernah saya join kaum hawa paling banyak. Ngga hanya banyak, tetapi semangat dan rame. Eeee….menjelang 2 minggu bergabung seseorang bernama Gamet, jadilah gelar paling ganteng Setelah bergabung yang namanya Gamet, jadilah ”gelar” terganteng harus di sharing…hahaha….

Pilih via tour operator atau atur sendiri….? masing-masing pilihan ada konsekuensinya, ada plus-minusnya. Via Tour Operator, memungkinkan. Apalagi kami bukan lagi remaja. Bukan mahasiswa lagi apalagi anak SMA yang tuk ber-nekad ria, hayuuu….tuk gelantungan di kereta pun oke…tuk nebeng naik truk pun, siapa takut. Ah sayang era seperti itu sudah berlalu. Rata-rata kami ber-10 warga kantoran yang waktunya terbatas. Walau faktanya masih termasuk muda belia kecuali saya yang mulai uzur dari usia. Sepakat kami ingin yang serba praktis, tidak ingin repot, Kami kepingin nyaman dan aman. Biaya, karena bukan anak owner perusahaan apalagi di level setingkat direksi, ya sedeng-sedeng lah. Mahal sekali ngga mau…murah sekali malah jadi murahan, ngga mau ah.

Untuk kondisi kami di atas memang lebih baik via tour operator. Tidak ribet. Itinerary sudah dibuatkan sesuai kemauan kami. Tinggal bawa badan dan terima jadi saja. Cuma biayanya sangat mahal. Beda kalau urus sendiri. Memang repot tuk menyusun itinerary. Banyak yang harus dipersiapkan. Apalagi rekan-rekan yang join rata-rata belum pernah kesana. Belum ada bayangan seperti apa rute yang kami lewati. Saya pun hanya ”veteran” yang sulit mengandalkan pengalaman 7 tahun lalu. Untunglah dari beberapa rekan ada Lolo dan beberapa rekan yang memang biasa traveling ala backpacker, pengalaman traveling ke banyak tempat, udah biasa menyusun itinerary sangat di andalkan, ulet dan gesit mencari informasi baik via oom google maupun akses informasi lain. Pengalaman dan rasa percaya diri Lolo diperlukan untuk ”membimbing” 9 rekan yang belum pernah ke Bromo. Berdasarkan kondisi itu kami sepakat tidak menggunakan Tour Operator. Urus sendiri yang biayanya jauh bisa lebih hemat.

Dengan adanya internet, milis, maupun komunitas via online memungkinkan untuk mengakses informasi. Perlu sekali sebanyak mungkin informasi walau ke Bromo bukanlah trip yang sulit di banding ke tempat-tempat lain yang tidak se-populer ke Bromo. Kami ingin nyaman dan aman. Karenanya perlu persiapan sematang mungkin. Dari Jakarta tinggal pilih via Malang atau Surabaya sebagai starting awal. Ngga sulit. Tetapi perlu disepakati akan lewat mana. Mau naik apa dari Jakarta baik jika memilih via Surabaya atau Malang. Pilihan transportasi banyak. Naik pesawat…? kereta…? bis…? travel…? Demikian juga transportasi khusus ke Bromo informasinya banyak pilihan. Pertanyaannya dari sekian banyak pilihan akan memilih yang mana? Tentunya kami menginginkan yang yang ”benar”, dalam arti mendapat harga dan fasilitas yang wajar. Jangan sampai di kerjai. Perlu disiapkan dan di putuskan dari Jakarta.

Disana perlu akomodasi. Sudah pasti. Dari sekian banyak akomodasi, ingin pilih yang mana? Apakah kamar ada? Perlu juga di bereskan dari Jakarta. Jangan sampai jauh-jauh, udah capek di perjalanan, di lokasi masih di repotkan nyari-nyari penginapan. Nah lho…apakah ngga bete. Singkat kata segalanya perlu dipersiapkan sebelum berangkat. Jangan modal nekad, asal datang ’n asal ”nembak” di tempat. Semua ini demi kenyamanan, keamanan dan sudah pasti enjoy.

Yang lain lagi misalnya. Memang fokus ke Bromo, pertanyaan lain adakah yang bisa kami datangi selain ke Bromo? Jawabannya pasti ada…!!! kemana saja itu…? nah ini dia yang perlu di planning. Beda via Tour Operator tinggal tanya dan dijawab oleh pihak tour operator. Minta usulan atau penawaran, harga cocok, deal ’n done. Kalau arrange sendiri berarti harus mandiri. Perlu usaha, kasak-kusuk tanya ke teman-teman yang pernah berangkat, searching di google…hhhmmm…untungnya sudah ada fasilitas google…setelah terkumpul informasi segera ambil keputusan. Repot memang…tetapi inilah konsekuensi dengan budget segitu….

Dari rangkuman berbagai informasi akhirnya kami sepakat berangkat via Malang, Transportasi ke Malang kami serahkan ke masing-masing rekan. Mau naik kereta, atau pesawat, atau bis, terserah. Akhirnya di sepakati 9 rekan termasuk saya naik kereta. Setelah mendapat rekomendasi dari rekan-rekan sepakat menggunakan kereta Gajayana menuju Malang. Berangkat hari Jumat sore tanggal 5 November 2010. Seorang lagi karena padatnya waktu dan pekerjaan tidak bisa gabung naik kereta, memilih naik pesawat langsung ke Malang, yang berangkat pagi. Beruntung walau tiket kereta kami booking di hari yang beda kami ber-sembilan bisa dapat satu gerbong. Duduknya pun ngga jauhan.

Pulang ke Jakarta via Surabaya Minggu Malam 7 November, last flight. Kepinginnya dari Malang. Sayang dari Malang tidak ada pesawat yang terbang malam. Airline dari Surabaya-Jakarta cukup banyak. Pilihan airline kami serahkan kepada masing-masing rekan sesuai selera dan budget masing-masing. Tercatat 8 rekan termasuk saya memilih naik Sriwijaya, seorang rekan naik Garuda, dan satu lagi ingin gabung naik Sriwijaya, sayang karena harganya tinggi karena kebetulan baru gabung 2 minggu sebelum berangkat, akhirnya dapat tiket Garuda Citilink. Beda dengan tiket kereta yang harganya sama, dari 8 rekan yang naik Sriwijaya ngga semua dapat price yang sama. Ada yang dapat 390 rb, 320 rb, 350 rb, bahkan beruntung dapat di harga 290 rb. Akhirnya, semua tiket pesawat dan kereta sudah beres tuntas 2 minggu sebelum berangkat. Berarti satu item sudah tuntas.

Informasi dan rekomendasi rekan-rekan di komunitas sepakat akan join dengan Bapak Mulyadi. Beliau bukan tour operator, juga bukan koordinator milis. Beliau mantan kepala Desa Ngadas, asli warga Tengger. Melalui sharing beberapa rekan mendapat informasi beliau sering mengantar wisatawan ke Bromo. Setelah menghubungi beliau, dengan jeepnya Beliau bersedia menjemput kami dari Malang, sightseeing ke Bromo dan sekitarnya, serta drop kembali ke Malang. Nginap di rumah keluarga Bapak ’n Ibu Mulyadi. Untuk meals, juga sudah dipersiapkan bu Mulyadi. Terakhir, perjalanan dari Malang ke Surabaya bagaimana? Semuanya sudah dipersiapkan dan tuntas dari Jakarta. Jadi pake acara repot cari-cari mobil lagi. Meski informasinya transportasi Malang-Surabaya banyak….

Pertanyaan kemana saja selain ke Bromo, sudah tuntas terjawab sebelum berangkat. Rencana kami akan Sightseeing di kota Malang. Mendapat informasi bisa ke Candi Kidal, Candi Jago, Air Terjun Coban Pelangi, Candi Singasari. Terus terang saya baru tahu ada yang namanya Candi Kidal, Candi Jago, Singasari. Payah nich pelajaran sejarah SMP dulu. Coban Pelangi pun baru tahu juga. Seperti apa…? belum punya bayangan.

Di Bromo sendiri spot yang akan kami datangi merupakan spot populer seperti halnya teman-teman yang pernah kesana, yaitu ke Pananjakan tuk menikmati sunset, Gunung Bromo itu sendiri, Pasir Berbisik, Bukit Teletubies, Ranu Pani. Ada request tuk ke Sempu, Batu Malang, Ranu Kumbolo, bahkan mampir ke Jembatan Suramadu. Wuaaa…terpaksa request teman-teman tidak bisa dipenuhi. Sory…Dalam prakteknya karena hujan deras terpaksa ngga bisa mampir ke Candi Singasari. Memang overall kalau ingin ke semua tempat-tempat tersebut ngga cukup hanya 2 hari saja. Paling tidak perlu waktu kurang lebih 5 hari.

Well…rencana tuntas. Puas. Meskipun kami bukan tour operator rasanya sebelum berangkat sudah bekerja seperti halnya tour operator. Kalau dibilang repot ya sudah pasti. Tetapi meski komunikasi via sms, telp, atau via email, teman-teman asyik-asyik aja. Kalau dipikir-pikir inilah SENI menyusun dan merencanakan trip. Secara jujur ternyata ada keasyikan dan kenikmatan tersendiri menyusun sendiri. Apalagi kalau semuanya berjalan sesuai rencana. Teman-teman puas dan enjoy, ngibul ah kalau ngga enjoy. Menjadi sebuah ”wonderfull” di awal trip.

Oya satu lagi, untuk semua trip ini adalah murni sharing cost. Barangkali ada pertanyaan, total habis berapa? Oke…akan di jawab di bagian akhir rangkaian catper ini.

(bersambung)

————————————

Kunjungi website IBP: http://www.indobackpacker.com

Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

SPAMMING atau forwarding tidak diperkenankan. Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari JUMAT.

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian yang perlu saja.

Cara mengatur keanggotaan di milis ini:

Mengirim email ke grup: indobackpacker@yahoogroups.com (moderasi penuh) Mengirim email kepada para Moderator/Owner: indobackpacker-owner@yahoogroups.com Satu email perhari: indobackpacker-digest@yahoogroups.com No-email/web only: indobackpacker-nomail@yahoogroups.com Berhenti dari milist kirim email kosong: indobackpacker-unsubscribe@yahoogroups.com Bergabung kembali ke milist kirim email kosong: indobackpacker-subscribe@yahoogroups.com

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> Your email settings: Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email: indobackpacker-digest@yahoogroups.com indobackpacker-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to: indobackpacker-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

[indobackpacker] tiket ke polandia

Mas Faqih, Bulan April yang lalu Lufthansa menawarkan harga2 murah ke Eropa termasuk Poland. Kalo gak salah, Jakarta – Frankfurt – Poland pp sekitar $900an nett. Penjualan biasanya di lakukan pas weekend dan promo di beritahukan melalui newsletter. Jadi supaya tidak ketinggalan informasi, ada baiknya anda daftar Newsletter Lufthansa.
Salam Poltak