Tag Archives: cara-mengurus-visa-israel

mengurus schengen visa setelah ditolak

Dear sahabat IBPers yang baik,

Saya ingin berbagi pengalaman mengurus visa schengen setelah di tolak oleh kedutaan negara schengen yang lain. Tahun lalu saya mengurus visa di salah satu negara schengen, karena tidak punya kartu kredit saya minta tolong diundang temen saya disana, dan alhamdulillah di tolak karena belum pernah ketemuan. Saya dapat stempel cinta dari kedutaan itu dan bilang boleh appeal, usut punya usut, temen saya bilang memang kedutaan punya guidance untuk tidak mengabulkan visa dari undangan orang-orang yang belum pernah ketemu muka. Jadi kalau cuma temen online, atau pacar online atau semua yang berbau dunia maya bakal ditolak. Ini kata temen yang ngundang ketika nanya ke imigrasi negaranya setelah tau saya ditolak padahal persyaratan saya yang lain lengkap.

Katanya saya boleh appeal, max sampe sebulan setelah surat cinta penolakan diberikan, dengan biaya dua kali lipat biaya pembuatan visa. Saya tidak appeal. Saya cari-cari info, mau masuk ke kedutaan yang mana lagi, dan bikin kartu kredit kilat biar bisa booking hotel dan tidak mengandalkan undangan siapapun lagi. Akhirnya kartu kredit jadi, saya cari-cari info kedutaan mana yang agak mudah, katanya Itali, lalu Belanda, ada yang bilang lagi Swedia, akhirnya saya pilih Denmark, karena ada temen juga disana. Setelah baca-baca semua persyaratan visa di web kedutaan dan di web VFS agen resmi kedutaannya (bisa tidak melalui VFS sih, cuma kalau pake VFS bisa tinggal kirim pake pos, kalau dah selesai bisa di pos-in ulang-dengan biaya tambahan). Akhirnya 3 minggu setelah penolakan pertama saya apply di kedutaan Denmark melalui pos ke VFS.

Tiga hari si agen VFS nelp, minta dokumen tambahan yang diminta kedutaan, minta data lengkap kenapa visa di negara schengen lain ditolak, minta data perusahaan lagi yang sudah diberikan, dan diminta untuk telpon ke kedutaan soal persyaratan lainnya. Telp ke kedutaan, ngobrol sama petugasnya, ibu-ibu yang tegas bilang, “susah nih proses visa kamu, abis dah ditolak sama negara schengen lain, kita curiga gara-gara kami ditolak masuk ke negara pacar kamu berada sekarang gunain denmark buat lompat nanti langsung terbang ke negara si pacar kamu itu.” dan si ibu ngebujuk sampe setengah maksa buat saya give up aja, daripada nanti ditolak dua kali masuk black list kalau mau apply di schengen lagi. Nah loh. Terus waktu saya kekeuh bilang, ga pa pa tolong proses aja, si ibu ngasih saya langsung ke atase kedutaan perempuan, yang orang denmark asli. Dia lagi-lagi sama aja sama si ibu karyawan kedutaan, bilang mereka ga percaya, saya beneran mau ke Denmark, tiba-tiba, di musim dingin, setelah ditolak oleh negara schengen lain. Mereka pikir saya visa shopper, yang bakal lompat-lompat begitu tau denmark mahal, dan udaranya ga menyenangkan. Si ibu orang denmark ini juga bilang, mending saya ambil paspor saya sekarang, mereka ga akan kasih cap penolakan, kalau di cap dua kali kasihan saya, nanti susah ngurus visa kemana mana. Saya dah hampir putus asa nelpon 30 menit dan dibukuk setengah dipaksa buat ambil paspor saya balik. Akhirnya saya cuma bilang sama si Ibu orang Danish itu. ‘saya ke Denmark itu mimpi saya buat traveling sejak puluhan tahun, kenapa Denmark? kenapa tidak denmark? saya ditolak karena saya belum punya kartu kredit dan sekarang saya punya kartu kredit. saya bilang saya punya teman di denmark, tapi saya tidak ingin menyulitkan siapapun. Kenapa harus tahun ini ngurus visa lagi, karena saya mau ngabisin libur akhir tahun yang akan hangus di 2011. Dan kalaupun ditolak, tapi ada 50% chance buat diterima, saya mau ambil chance yang 50% itu. Kalau nanti ditolak, saya bakal liat itu dua stamp di paspor saya sebagai tanda perjuangan saya buat ngewujudin mimpi saya buat jalan-jalan ke eropa. Jadi kalau ditolak ya ga pa pa tapi saya sudah beruasaha mewujudkan mimpi saya.” si ibu atase itu diam begitu saya bilang begitu, terus dia bilang, ya sudah kita ga bisa menolak permohonan kamu, tapi karena kamu pernah ditolak jadi bukan kita lagi yang urus tapi komite negara-negara schengen jadi prosesnya lebih lama, dan nanti kamu bisa kehilangan banyak uang, karena kita akan minta semua hotel dan pesawat dibayar dimuka, dan bukti nya dikasih ke kita sebelum kita kasih tau kamu visa di tolak atau diterima. dan saya menjawab tantangan si ibu dengan bilang iya, silahkan. Akhirnya visa saya di proses, di minggu ke-5 setelah bolak balik konfirmasi ke VFS, saya diminta menyediakan seluruh bukti pembayaran lunas (tiket pesawat dan semua booking hotel) lunas! bukan DP, dan itu dengan ketentuan visa belum tentu diterima. Saya pesen hotel di expedia.com yang memang langsung terbayar lunas dengan kartu kredit (lumayan fee nya kalau sampe dibatalin), pesawat saya bayar lunas di airline (lagi-lagi kalau visa sampai ditolak saya bisa kena denda ratusan dollar) plus karena saya pergi high season, semua harga-harga naik sampe 50%. Setelah semua dokumen pembayaran saya kirim ke kedutaan, dua hari kemudian VFS telpon, katanya visa di approve, tapi saya diminta datang ke kedutaan karena si atase yang orang denmark mau ketemu, nah loh, kok diterima tapi diminta ketemu lagi? interview lagi?

Saya diminta datang seminggu kemudian, dan VFS tidak mengembalikan uang 50rb yang sudah saya transfer untuk pengembalian paspor melalui pos karena mereka bilang itu bukan salah mereka. Jadi bye bye 50rb dan mesti biaya lagi buat ke jakarta dari bandung. Pas hari H, saya datang dah deg-deg an karena itu tinggal 5 hari dari jadwal saya berangkat sesuai tiket, dan pas disana ketemu ibu karyawan kedutaan yang sering saya telpon, dan langsung dikasih visa nya katanya si ibu atase lagi liburan jadi gak bisa ketemu langsung, dia masih juga nanya, saya liburan ini pasti balik ke Indo kan? kerjaan masih menunggu kan? Jadi mereka takut banget saya jadi imigran gelap dan cari kerja sebagai cleaning service disana. bah.

Tapi Alhamdulillah visa sudah ditangan, dan akhirnya beberapa hari sebelum natal, saya bisa pergi ke Denmark, jalan-jalan di kota kecil bernama Aarup bersama teman saya, dan tinggal di Odense selama hampir 10 hari. Jadi, kalau ada teman-teman yang visa nya ditolak, dan tidak appeal, bisa maju terus kalau memang back up data kita benar (ada kerjaan, keuangan cukup dll), dan ga usah takut sama si ibu-ibu kedutaan yang memang sepertinya ditraining buat bikin kita agak2 inferior.

Tapi saya sangat senang bisa mewujudkan mimpi jalan-jalan ke eropa walau cuma dua minggu, tahun in rencananya saya mau coba ke Oz sama balik ke denmark pas natalan. Tapi saya tahu saya pasti akan tetep deg-deg an dalam proses pembuatan visa. Bermimpi jadi seperti negara tetangga yang ke eropa bisa bebas visa dan ke Oz bisa cuma daftar visa online tanpa biaya. Kapan ya Indonesia bisa seperti itu?

Terima kasih ya buat administrator yang sudah mem posting tulisan saya ini. Tetap semangat! Oh sekalian, saya sedang cari kursus bahasa Danish, nanya ke kedutaan ga ada, apa ada sahabat-sahabat yang tau dimana ada kursusnya atau kenal dengan orang Denmark yang bersedia berbagi bahasa?

Have a nice Wednesday!

Molly

————————————

Kunjungi website IBP: http://www.indobackpacker.com

Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

SPAMMING atau forwarding tidak diperkenankan. Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari JUMAT.

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian yang perlu saja.

Cara mengatur keanggotaan di milis ini:

Mengirim email ke grup: indobackpacker@yahoogroups.com (moderasi penuh) Mengirim email kepada para Moderator/Owner: indobackpacker-owner@yahoogroups.com Satu email perhari: indobackpacker-digest@yahoogroups.com No-email/web only: indobackpacker-nomail@yahoogroups.com Berhenti dari milist kirim email kosong: indobackpacker-unsubscribe@yahoogroups.com Bergabung kembali ke milist kirim email kosong: indobackpacker-subscribe@yahoogroups.com

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> Your email settings: Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email: indobackpacker-digest@yahoogroups.com indobackpacker-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to: indobackpacker-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/