Tag Archives: cerita-pengalaman-buruk-saat-liburan

[indobackpacker] Yuk sharing Pengalaman buruk sewaktu traveling-Kamboja Perampokan

Dear all,

Saya mau share pengalaman buruk selama travelling yang baru saja saya alami di PhnomPenh Kamboja. Kejadian ini terjadi Jumat minggu lalu tgl 28 Oktober 2011 pukul 12.00 Siang.

Saat itu saya baru tiba di PhnomPenh dengan menggunakan Bis pukul 01.00 pagi dari Siem Reap dan dibawa oleh supir tuk-tuk ke sebuah guest house di daerah River Front (Longlin Guest House). ohiya saya travelling berdua dengan rekan perempuan juga. Setelah membayar Tuk-Tuk si supir yang bisa bahasa inggris menawarkan untuk bisa tur kota Killing field, Toul Sleng, Wat Phnom, etc dengan harga yang sudah sepakat.

Esok paginya yang muncul adalah supir tuk-tuk yang berbeda dengan alasan tuk-tuk milik temannya rusak. Karena sudah percaya saya dan teman saya langsung memakai tuk0tuknya. Setelah selesai mengunjungi Killing field dan dalam perjalanan ke Wat Phmon, kira-kira 200 meter dekat Wat Phnom, Secara tiba-tiba dari arah belakang tas tangan yang saya taruh dibagian tengah tuk-tuk langsung dirampas dan ditarik oleh 2 pengendara sepeda motor yang menggunakan helm, kejadian tersebut berlangsung hanya dalam hitungan detik. saya sudah teriak-teriak dan meminta supir tuk-tuk untuk mengejar tetapi dia malah semakin pelan dan malah berhenti di pinggir Wat Phnom, padahal menurut saya motor tersebut masih bisa terkejar.

Yang anehnya orang-orang Kamboja hanya rame-rame mengelilingi tuk-tuk saya dan seorang polisi yang datang malah tidak membantu apa-apa dan tidak bisa bahasa Inggris. setelah itu saya dan teman saya langsung menelpon kantor KBRI di PhnomPenh dan setelah mendapatkan alamat dan tiba disana, kami malah disuruh menunggu selama 2 jam karena pas jam istirahat, saya sudah dalam keadaan panik dan syock berat, karena semua barang berharga saya ada dalam tas tersebut termasuk uang, Kartu kredit, ATM, Paspor, Blackberry dan lain sebagainya.

Setelah didatangi petugas KBRI bagian protokoler bapak Ichwan, beliau mengatakan saya tidak bisa keluar dari Kamboja karena harus mendapatkan Exit Visa dan itu baru bisa didapatkan Rabu minggu depannya tgl 2 Nov, karena Kamboja Libur Nasional Ulang Tahun Raja selama 2 hari, alhasil saya semakin syock karena tiket pulang ke Jkt sudah saya beli melewati Ho Chi Minh City untuk hari minggu tgl 30 Oktober. Dan saya diharuskan membeli tiket Malaysia Airlines agar tidak melewati Imigrasi di Malaysia.

Tapi Tuhan sungguh baik, karena Selama proses menunggu exit visa jadi saya ditampung di Guest House dan Restauran Bengawan Solo milik Pak Yadno dan Bu Silvi yang berlokasi di Sangkat Boeng Trabek Phnom Penh, beliau berdua sangat baik sekali sudah menampung saya dan memberikan saya makanan selama saya menunggu 6 hari. saya yang dalam kondisi depresi karena saat itu papa saya juga sedang dirawat di Rumah Sakit merasa mendapatkan kekuatan baru dengan berada bersama beliau berdua, selain itu orang-orang Indonesia lainnya yang disana juga sangat baik-baik dan very helpful, bahkan saya diberikan Handphone oleh supir Duta Besar Bapak Abidin.

Ohiya ketika mengurus exit visa saya bertemu dengan belasan turis lainnya dari berbagai negara yang juga ternyata mengalami kejadian perampokan di Tuk Tuk PhnomPenh, Sekali lagi dengan kejadian yang saya alami ini bagi rekan-rekan yang akan ke Kamboja, benar-benar saya ingatkan agar sangat berhati-hati sekali dalam Tuk-Tuk atau dimanapun berada di sana. Rekan saya tidak kehilangan karena dia memakai tas pinggang yang melekat di tubuhnya. Menuruyt bapak KBRI, kejahatan dalam Tuk-Tuk sudah merupakan satu sindikat besar yang sudah bekerjasama dengan supir tuk-tuk dan menurut beliau saya sudah di ikutin sejak tiba di Phnompenh, dan bahkan mereka kerjasama dengan polisi juga. Jadi sekali lagi semoga kejadian yang saya alami tidak terjadi pada teman-teman lainnya

Terimakasih, Lian

________________________________ From: Krestina Marpaung To: indobackpacker Sent: Monday, August 8, 2011 10:37 PM Subject: Bls : [indobackpacker] Yuk sharing Pengalaman buruk sewaktu traveling

  Halo rekan-rekan Saya ada kejadian ga bs dibilang sepenuhnya pengalaman buruk, tp MENDAPAT PELAJARAN BERHARGA. Sept thn 2010 sy ada trip ke Swis, maklum lah ini perjalanan pertama sy ke Eropa, jd yah AJI MUMPUNG semua negara mau diraup semua. Setelah sempat mampir ke Italia, sy berniat ke Jerman mampir ke Metzingen, cuma bermodalkan info seadanya dr google dan searching how to get there via www.sbb.ch akhirnya saya nekat ke sana. Akhirnya saya sampai juga ke tempat yg di tuju, Metzingen meski nyasar2.

Sambil berjalan pulang menuju Stasiun Stuttgar krn kereta yg membawa sy kembali ke Swiss menunggu di sana. Di Stasiun Stuttgart, saya melihat byk orang berkerumun memakai pakaian hitam dr tua muda sambil membawa spanduk. Woooooowwwwwww,,,, ternyata dugaan sy benar, ternyata ada DEMONSTRASI menolak Stasiun Suttgart dipindah. Krn tertarik menonton, sy pun berbaur dgn pendemo, bahkan tanpa ragu sy pun asik meniupkan peluit yg dibagi-bagikan secara gratis saat setiap orang selesai ber-orasi.

Akhirnya, mslh dtg, krn KEASIKAN BERDEMO, sy ketinggalan kereta, bahkan sampai kereta terakhir pun terlewat !! Krn tdk membawa persiapan apapun yg hrs pulang kembali ke Swiss. Akhirnya sy cb bertanya ke beberapa orang, ternyata semua yg saya tanya CAN’T SPEAK ENGLISH. Panik dan kebingungan !!! Sampai akhirnya ada seorang nenek lewat, dan entah knp terdorong niat saya utk bertanya kpd nenek tsb. Saya cb minta bantuan. Beruntung !!! Nenek itu bs bhs inggris dan dia membantu saya. Buru2 dia menarik tangan saya dan mengajak saya berlari cepat ke kantor pemesanan tiket utk mecari tau apa ada kereta yg tersedia utk saya kembali ke Swiss.

Ya….. setelah nenek itu bernegosiasi dgn petugas stasiun, akhirnya tiketpun didapat. Dgn jarak wkt tempuh 2X lipat dr perjalanan sy yg pertama dan harga 2X lipat lebih mahal pula krn jarak tempuh yg lbh jauh. Tujuan saya ke Zurich tp hrs lewat Basel. Perjalanan yg berharga !!!

Tips : 1. Sekali lg,,, ingat manajemen wkt saat kita sdg bepergian, terutama jika kita sdh tahu wkt kunjungan kita SINGKAT ato bahkan SANGAT SINGKAT 2. Saat mengalami mslh, jgn malu utk bertanya dan minta bantuan kpd ORANG YG TEPAT 3. JANGAN PANIK ato KEBINGUNGAN sehingga kita bs mencari jalan keluar dan solusi yg terbaik 4. Kalo bisa jangan lupa bawa gadget milik pribadi yg bs membantu kita broser info, berhubung internet di sana dlm bhs Jerman, saya buta sekali bhs Jerman.

Salam, kei shinta