Tag Archives: daftar-visa-shengen-di-kedutaan-jerman

Visa Schengen via Kedubes Jerman – update

Saya baru saja selesai mengurus visa Schengen di Kedubes Jerman; berikut ini beberapa hal yang bisa dijadikan acuan untuk pengurusan visa di tahun 2012. Informasi ini khusus untuk pemohon yang membiayai sendiri seluruh atau sebagian besar perjalanannya. Bagi pemohon yang disponsori sepenuhnya oleh pihak lain, maka sponsor perlu membuat pernyataan jaminan dan menyerahkan dokumen no. 9. Bila sponsor adalah penduduk Jerman, maka diperlukan “Verpflichtungserklärung http://www.toytowngermany.com/lofi/index.php/t6185.html “. Berkas dokumen yang perlu disiapkan untuk pengajuan Visa Schengen: 1. Formulir permohonan yang sudah diisi lengkap dan benar. Di kolom yang kita tidak punya jawabannya, isi dengan “N/A”. 2. Paspor yang masih berlaku sedikitnya 3 bulan setelah masa berlaku visa kunjungan habis. Fotokopinya untuk kita simpan sendiri, tapi tidak perlu diserahkan ke petugas di loket visa. 3. Satu buah pasfoto terbaru, berwarna, latar belakang putih atau abu-abu muda ukuran 3,5 x 4,5 cm, dengan wajah memenuhi 80% dari ukuran foto. Di 7-Eleven di seberang kantor kedubes Jerman/di samping Grand Indonesia, ada Fuji Photo yang biasa menerima pesanan pasfoto untuk visa Schengen. 4. Bukti rute perjalanan dalam bentuk sebuah booking tiket penerbangan. Sama sekali ngga perlu beli tiket dulu (bahkan saat pengambilan visa sekalipun kita tidak diminta menunjukkan bukti pembelian tiket). Saya memesan di Sapta Tours yang buka 24 jam, cukup praktis karena bisa lewat telepon, bookingan akan dikirim lewat email. 5. Surat keterangan asli dari pemberi kerja di Indonesia di atas kop perusahaan, bahwa si pemohon bekerja di tempatnya. Isinya nama lengkap, no. paspor dan alamat, dan keterangan jabatan kita di tempat kerja. Di surat yang saya punya, tidak ada keterangan tentang cuti atau besar gaji, dan hal ini ternyata ngga masalah. 6. Bukti reservasi hotel dengan alamat lengkap dan nomor reservasi, langsung dari hotel yang bersangkutan di Jerman. Atau, kalau menumpang pada penduduk Jerman, minta surat undangan (cukup via email/fax) dan scan/fotokopi paspor dan kartu identitas setempat/izin tinggal ybs. Isi surat undangan menjelaskan hubungan pemohon dengan pengundang, apa saja yang ditanggung oleh pengundang, berapa lama pemohon menumpang, dan identitas pemohon (nama, alamat, nomor paspor). Surat undangan TIDAK PERLU DILEGALISASI di kantor Balai Kota di Jerman. 7. Uang rupiah setara dengan €60. Staf di loket tidak akan memberikan uang kembalian, jadi cek dulu kurs Euro, dan bawa beberapa pecahan kalau tidak mau kelebihan bayar. 8. Bukti pembelian asuransi perjalanan dengan pertanggungan minimal €30,000. Saya beli di ACA. Kalau tidak mau repot-repot ke kantor asuransi, bisa beli online di AXA-Schengen. Keduanya diterima oleh pihak Kedutaan. 9. Bukti kecukupan dana untuk pemenuhan biaya hidup, baik selama jangka waktu kunjungannya juga untuk perjalanan pulangnya ke negara asal atau tempat tinggalnya atau untuk transit ke negara ketiga yang mana telah dijaminkan ijinnya. Yang dapat dijadikan berkas bukti adalah:

* Buku tabungan/rekening koran yang memperlihatkan pergerakan saldo rekening paling tidak 3 bulan terakhir. Rekening koran bisa diambil dari cetakan internet banking. Pemohon TIDAK PERLU mendapatkan SURAT REFERENSI dari BANK—lumayan kan, menghemat biaya pengurusannya (Rp 50 ribu Bank Mandiri, RP 75 ribu BCA). Saldo yang diharapkan tersedia, besarnya kira2 “jumlah hari perjalanan x €35″ untuk yang tinggal di rumah kenalan; bagi yang tinggal di hotel, tambahkan saja biaya hotelnya. * Lembaran penerimaan gaji. * Kartu kredit dan tagihannya. * Bukti terregistrasi yang menyatakan pengambilalihan tanggungjawab terhadap biaya dan/atau tempat tinggal pribadi. Saya menyiapkan rekening koran dan tagihan kartu kredit, tapi yang diambil petugas hanya rekening koran. Oya, ketika di loket, saya menyodorkan rekening koran dari BCA dan Mandiri. Stafnya menunjukkan ke saya bahwa di cetakan internet banking Mandiri tidak tercantum nama saya, hanya ada no. rekening (wah saya baru tahu saat itu). Menurut dia, ada kemungkinan saya diminta untuk menunjukkan buku Bank Mandirinya (tapi sampai akhir urusan saya, buku tersebut tidak jadi diminta). Setelah dokumen di atas lengkap, buat janji dengan pihak kedutaan di https://service2.diplo.de/rktermin/extern/choose_realmList.do?locationCo de=jaka&request_locale=en Pada hari/jam yang telah kita pilih, usahakan hadir di gerbang Kedubes Jerman 15 menit sebelumnya untuk mengantisipasi antrian pemohon lain. Sebelum masuk kita diminta menunjukkan bukti janjian atau menyebutkan nama dan jam janjian. Handphone diminta untuk dimatikan dan disimpan di loker pos pemeriksaan (lantai 1). Setelah kita menerima kunci loker, naik ke lantai 2. Di sana ada petugas yang mengkonfirmasi kembali jadwal pemohon, dan memberi arahan di loket mana (ada 4 loket) kita akan menyerahkan dokumen. Pengalaman saya, staf visa menanyakan hal-hal berikut: * Sudah pernah ke Jerman? * Tujuan perjalanan? * Berapa lama? * Siapa pengundang anda? (teman/saudara, dll) Wawancara berlangsung tidak lebih dari 3 menit, diakhiri dengan pembayaran biaya pengurusan visa. Setelah itu kita dipersilakan menunggu sementara staf memeriksa semua dokumen dengan lebih rinci. Tidak sampai 10 menit saya dipanggil untuk menerima surat pengambilan paspor 3 hari kemudian. Untuk mengambil visa, apabila diwakili orang lain, buat surat kuasa dan lampirkan fotokopi identitas kita. Kalau kita ambil sendiri, bawa KTP karena ditanya oleh satpam di gerbang. Pada hari tersebut, saya lupa bawa dompet, tapi bawa iPod yang ada foto KTP. Satpamnya cuma cengar-cengir melihat itu dan membolehkan saya masuk. Dan untungnya di lantai 5 tempat kita mengambil paspor, stafnya tidak meminta kita menunjukkan kartu identitas, dia cuma melihat bahwa wajah kita sesuai dengan foto di paspor. Kesimpulannya, mengurus visa Schengen di Kedubes Jerman OK karena: * ngga perlu repot-repot datang pagi atau mengantri panjang (sudah bikin janji via internet) * selesainya cepat, cuma 3 hari. * semua stafnya sangat membantu dan cukup ramah, ngga ada yang rese. Kalau ada kolom kosong di formulir, mereka minta kita isi. Kalau foto salah, kita diberi kesempatan foto ulang di Fuji 7-Eleven hari itu juga, asal ngga lebih dari 50 menit. Sekian updatenya, semoga bermanfaat!

[Non-text portions of this message have been removed]