Tag Archives: harga-tiket-ferry-padang-bai-lembar

Senangnya Nonton Wayang Orang Bharata 8 Agustus 2009, “Gareng Kembar”, Kalilio, Senen, Jakarta

Sabtu, 8 September 2009, Setelah puluhan tahun tdk pernah lg nonton WO Bharata, hari itu, saya, istri, anak, ibu saya, dan saudara sepupu (8 orang) hadir menyaksikan “Gareng Kembar” di WO Bharata, Kalilio, Senen, Jakarta. Ini kesan2 saya:
Kami semua kaget dengan kondisi Gedung yg jauh beda dgn jaman dulu. Tidak ada lagi suasana lusuh dan kumuh. Tdk ada lg kursi rotan, tikus, dan nyamuk serta hawa panas yg pengap.
Gedung yg bagus terasa cukup sejuk dgn AC yg lumayan banyak. Bersih, nyaman, kursi empuk (walau jarak antar kursi agak mepet). Toilet terlihat bersih, terawat, kering, sabun ada, wangi dan tidak bau pesing sama sekali.
WO Bharata, hanya menyajikan pertunjukan 1X dalam seminggu yaitu hanya hari Sabtu Malam, jam 20.00 – 23.00. Prakteknya, pertunjukan baru dimulai jam 20.30 dan berakhir sekitar jam 23.00 sampai 23.30.
Penonton malam itu penuh, khususnya di lantai 1. Di lantai 2 (balcon) terlihat bbrp penonton. Dibanding jaman dulu, jenis penonton juga beda. Kalau dulu audience adalah rakyat kebanyakan, malam itu mayoritas penontonnya lbh tinggi kelas hidupnya. Kelihatan berpendidikan, rapih2, terlihat bbrp penonton dr kalangan socialita yg biasa terlihat dimajalah2 eklusive spt Ted Sulisto yg hadir membawa bbrp tamu2nya yg orang asing.Saya jg lihat bbrp orang asing yg ikut nonton. Bnyk juga anak2 kecil dan anak muda yg ikut nonton.
Dengan kapasitas kursi sekitar 200-an kursi (termasuk balcon), kursi dibagi dlm kelas VIP Rp 40 rb (ada sekitar 5 atau 6 baris @16 kursi), kls 1 Rp 30 rb, dan kls 2 dan balcon yg saya tdk tahu harganya.Tp walau duduk paling belakang jg tdk mslh, msh tertonton dgn baik dan sound system jg lumayan baik shgg tetap terdengar. Walau saya pesan sejak 3 minggu sebelumnya, saya gagal dapat VIP, hanya dpt kelas 1.
Mengingat yg hadir mayoritas kalangan menengah ke atas dan jumlah penonton yang diatas 90% dari kapasitas kursi, ada baiknya harga tiket dinaik-kan untuk dpt lbh mensejahterakan para pemain. Saya pikir harga tiket VIP bisa dinaikkan jadi Rp 75-100 ribu dan kelas 1 jadi Rp 50 rb.
Suhu udara awalnya dingin, tp saat penonton penuh hawa agak hangat sedikit. Mungkin krn pintu masuk terbuka lebar (tdk ditutup) shgg udara dingin AC jd tdk optimal (saran: kalau bisa pintu luar ditutup dan gorden ditutup spy jd dingin dan cegah nyamuk masuk). Ada baiknya ditambahkan bbrp kipas angin besar agar udara bisa lbh sejuk.
Pertunjukan sgt menarik. Sayang dialog diawal antara Gareng dgn Istri terlalu panjang dan ber-tele2 shgg jd membosankan. Tp diluar itu keren sekali, jumlah pemain buanyaaak sekali ya … Saya lihat ada pemain2 tamu yg bermain saat Petruk bertapa. bagus tariannya dan sempat dpt aplause kecil dr penonton.
Rasanya pertunjukkan malam itu bagaikan menyaksikan masterpiece kesenian khas jawa yg susah kita bandingkan dengan menonton di TV, beda sekali rasanya. Bagus untuk mengenalkan kepada anak2 kita. Ada satu keponakan saya (4 tahun), yg sangat antusias menonton, walau sdh kelelahan seharian banyak acara, malam itu dia gagal tidur krn lbh tergoda menyaksikan pertunjukan dari pendawa lima, punakawan dan adegan peperangan yg keren …. Bahkan dia ternyata menahan-nahan pipis krn tidak mau kehilangan sedetikpun pertunjukan itu ….
Pencahayaan juga bagus dan hidup. Suasana Gedung yg bersih terbantu krn suasana gedung yg terang (dipertahankan terus).
Jarak antar kursi yg mepet akan lbh nyaman kalau bisa dimundurkan sedikit shgg bisa memudahkan penonton keluar masuk. Saat ini susah krn agak sempit.
Melihat animo penonton yg kelihatannya bagus, gak ada salahnya WO Bharata menambah jumat malam sbg malam pertunjukan, yg bisa dibikin sama diisi acara WO, atau atau acara khusus ludruk, atau lawak, atau acara khusus dgn bintang tamu, tentunya dgn harga tiket yg berbeda …. Atau bahkan sebagai hari pertunjukkan khusus bagi kelompok atau instansi atau komunitas tertentu yg ingin booking khusus menonton untuk kelompoknya ….
Bagus2 juga kalau setiap pertunjukan ada brosur yg berisi sinopsis cerita baik dlm bhs indonesia dan inggris, ada isi nama pemain2nya (sebagai apresiasi), ada isi daftar judul pertunjukan2 berikutnya, yg bisa saja biaya pembuatannya di sponsori perusahaan tertentu …
Tempat parkir saat itu terlihat penuh dgn berbagai macam kendaraan dari toyota alphard sampai motor, tp tersedia dgn biaya parkir Rp 5 ribu/mbl. Pelayanan parkir ramah jd gak usah khawatir dgn keamanan disana.
Paling istimewa, kita bisa nonton sambil makan ketoprak (Rp 6 rb/piring) yg bs dipesan dan diantar ke kursi kita. Ketopraknya sendiri enak, saya nambah lho.
Bagi yg tdk bs bhs jawa,tdk usah khawatir, mulai malam itu, sdh tersedia sinopsis (ringkasan cerita) dlm bhs Indonesia. Juga setiap adegan diceritakan di running text yg ada dibagian atas panggung dgn huruf yg besar. Bagus2 kalau ada bhs inggris supaya turis bisa ngerti jg.
Wuiiih … banyak sekali jadinya laporan berikut saran2 dari saya ini ya …
Yang pasti kami puas hadir menonton malam ini, kelihatannya kami akan sering2 hadir menyaksikan pertunjukan di WO Bharata …
Bagi yg belum pernah nonton, sangat direkomendasikan u/ mencoba menonton. Beda sekali koq kondisi WO Bharata saat ini …. Paling tidak, dicoba saja, jangan ditunda-tunda. Kalau ingin tahu lebih banyak silahkan klik di search FB “WO Bharata”, disana anda bisa jadi member dan mengetahui lebih banyak judul2 pertunjukan ke depan … Kalau mau beli tiket silahkan hubungi Mas Yunus – 08561211842. Tinggal pesan, lalu diambil dan dibayar saat pertunjukan atau setiap sabtu malam. *Untuk judul pertunjukan kedepan adalah:* 15 Agustus 2009 – Ramayana: Subali Leno 22 Agustus 2009 – Widoretno Larung 29 Agustus 2009 – Dewa Ruci 5 September 2009 – Begawan Dawala 12 September 2009 – Ramayana: Anoman Dhuta 19 September 2009 – Abhilawa 26 September 2009 – Gathutkaca Wisuda
Apresiasi saya bagi semua pihak yg berusaha mati2an mempertahankan WO Bharata hidup terus menjadi tontonan yang menarik, dan itu pasti bukan usaha yg tdk mudah, krn harus menggunakan hati …..
Wassalam Dandossi Matram’81 (101/85) 8 Agustus 2009
[Non-text portions of this message have been removed]